Pembiasaan doa sebelum membaca Al-Qur’an dapat membantu seorang Muslim menyiapkan hati sebelum berinteraksi dengan kalam Allah. Membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan ayat, tetapi juga menjadi sarana untuk mencari petunjuk dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, membangun kebiasaan berdoa sebelum tilawah dapat menjadi bagian dari adab seorang Muslim terhadap Al-Qur’an.
Kebiasaan sederhana ini juga penting bagi anak dan santri yang sedang belajar Al-Qur’an. Ketika seseorang terus mengulang amalan yang sama sebelum membaca, ia akan lebih mudah menjadikannya bagian dari rutinitas. Lalu, apa doa yang dapat dibaca dan mengapa kita perlu membiasakannya?
Doa Sebelum Membaca Al-Qur’an
Salah satu doa yang populer untuk mengawali kegiatan membaca atau belajar Al-Qur’an yaitu:
اَللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِىْ مَانَسِيْتُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
Artinya: “Ya Allah bukakanlah hikmah-Mu padaku, bentangkanlah rahmat-Mu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Doa tersebut mengandung permohonan yang berkaitan erat dengan proses belajar Al-Qur’an. Seorang Muslim memohon agar Allah membuka hikmah, melimpahkan rahmat, dan mengingatkan kembali sesuatu yang ia lupakan. Dengan demikian, doa ini tidak hanya mengawali bacaan, tetapi juga mengarahkan hati agar siap menerima ilmu dan petunjuk.

Mengapa Perlu Membiasakan Doa Sebelum Membaca Al-Qur’an?
Pembiasaan doa sebelum membaca Al-Qur’an dapat membentuk kesiapan sebelum seseorang mulai tilawah. Ketika seseorang berhenti sejenak untuk berdoa, ia memiliki kesempatan untuk mengarahkan pikiran dan niatnya kepada Al-Qur’an.
Selain itu, doa mengingatkan seorang Muslim bahwa kemampuan memahami dan mengingat ayat tidak hanya bergantung pada usaha manusia. Kita tetap membutuhkan pertolongan Allah dalam mempelajari, memahami, dan menjaga hafalan Al-Qur’an.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu anak mengenal adab sebelum belajar. Orang tua, guru, dan pengasuh pesantren dapat memberikan contoh dengan membaca doa sebelum memulai tilawah. Setelah mengulanginya secara konsisten, anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut tanpa harus selalu diingatkan.
Doa Membantu Menyiapkan Hati untuk Tilawah
Membaca Al-Qur’an membutuhkan perhatian dan kesungguhan. Seseorang dapat membaca banyak ayat, tetapi pikirannya masih sibuk dengan berbagai urusan lain. Karena itu, doa sebelum tilawah dapat menjadi pengingat agar seseorang menenangkan diri sebelum mulai membaca.
Isi doa juga mengajarkan kerendahan hati. Kita memohon hikmah dan rahmat kepada Allah serta meminta-Nya mengingatkan sesuatu yang kita lupakan. Sikap tersebut membantu seorang Muslim menyadari bahwa ilmu dan kemampuan menghafal merupakan nikmat yang perlu ia syukuri.
Bagi seorang penghafal Al-Qur’an, kebiasaan ini juga dapat berjalan bersama murojaah. Santri dapat mengawali kegiatan mengulang hafalan dengan doa, kemudian melanjutkan bacaan secara teratur. Dengan cara tersebut, doa menjadi bagian dari rutinitas menjaga hafalan, bukan sekadar bacaan yang muncul sesekali.
Membentuk Kebiasaan Sejak Dini
Pembiasaan doa sebelum membaca Al-Qur’an akan lebih mudah jika orang dewasa memberikan contoh secara konsisten. Anak cenderung mengikuti kebiasaan yang ia lihat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam mengenalkan adab tersebut.
Di lingkungan pesantren, pembiasaan dapat berjalan melalui rutinitas tilawah dan murojaah. Santri tidak hanya belajar mengejar target hafalan, tetapi juga belajar membangun hubungan yang baik dengan Al-Qur’an. Kebiasaan kecil seperti berdoa sebelum membaca dapat memperkuat suasana belajar yang lebih tertib dan penuh kesadaran.
Al Muanawiyah juga menempatkan pembelajaran Al-Qur’an dalam lingkungan pesantren khusus putri. Melalui pembiasaan dalam keseharian, santriwati dapat belajar menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter sebagai perempuan yang memiliki bekal ilmu dan adab.
Jadikan Doa sebagai Bagian dari Rutinitas
Pembiasaan tidak membutuhkan langkah yang rumit. Seseorang cukup menentukan waktu untuk membaca Al-Qur’an, kemudian mengawali kegiatan dengan doa yang telah ia pelajari. Setelah itu, ia dapat melanjutkan tilawah atau murojaah dengan fokus.
Orang tua juga dapat menerapkan kebiasaan yang sama di rumah. Misalnya, ajak anak membaca doa sebelum mengaji setiap hari. Ketika anak melihat orang dewasa melakukan hal tersebut secara konsisten, ia akan lebih mudah memahami bahwa doa merupakan bagian dari adab sebelum membaca Al-Qur’an.
Dengan demikian, pembiasaan doa sebelum membaca Al-Qur’an dapat dimulai dari hal sederhana. Kebiasaan tersebut membantu seseorang menyiapkan hati, mengingat pentingnya pertolongan Allah, serta membangun sikap hormat kepada Al-Qur’an.
Belajar Al-Qur’an dengan Pembiasaan yang Baik di Al Muanawiyah
Membangun kedekatan dengan Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten. Selain kemampuan membaca dan menghafal, santri juga perlu mengenal adab yang mendukung keseharian mereka bersama Al-Qur’an.
PPTQ Al Muanawiyah hadir sebagai pesantren tahfidz khusus putri yang membangun lingkungan belajar Al-Qur’an sekaligus pendidikan karakter. Bagi orang tua yang ingin memberikan lingkungan pendidikan Qur’ani bagi putrinya, pendaftaran Al Muanawiyah dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.
Dengan lingkungan yang mendukung, anak dapat belajar membangun kebiasaan baik sejak dini, termasuk membiasakan doa sebelum membaca Al-Qur’an. Harapannya, kebiasaan tersebut tidak hanya berlangsung selama berada di pesantren, tetapi terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.





