Kitab Arbain Nawawi merupakan salah satu karya hadits paling populer dalam memastikan dasar ajaran Islam tetap terjaga. Kitab ini sering menjadi rujukan awal bagi penuntut ilmu di pesantren maupun lembaga pendidikan Islam. Bahkan hingga kini, arbain nawawi masih diajarkan lintas generasi. Hal tersebut menunjukkan kedalaman isi dan relevansinya sepanjang zaman.
Identitas Singkat Kitab Arbain Nawawi
Kitab Arbain Nawawi disusun oleh Imam Nawawi, ulama besar mazhab Syafi’i abad ketujuh hijriah. Beliau menghimpun hadits-hadits yang bersifat jami’, yakni mencakup pokok ajaran agama. Dalam kitab ini, Imam Nawawi mengumpulkan empat puluh dua hadits shahih. Tujuannya agar umat Islam memahami fondasi agama secara ringkas namun mendalam.
Setiap hadits dalam kitab ini mengandung kaidah penting dalam Islam. Hadits-hadits tersebut membahas niat, keikhlasan, hukum halal dan haram, serta adab sosial. Selain itu, terdapat pembahasan tentang akhlak, muamalah, dan tanggung jawab pribadi. Oleh sebab itu, kitab ini dianggap mewakili ruh ajaran Islam secara utuh.
Baca juga: Hadits Arbain Ke-5 dan Prinsip Menjaga Kemurnian Ajaran Islam
Bahasa yang ringkas menjadi keunggulan kitab ini dibanding kitab hadits lainnya. Imam Nawawi memilih redaksi hadits yang jelas dan mudah dihafal. Selain itu, jumlah hadits yang terbatas memudahkan proses pembelajaran bertahap. Maka dari itu, kitab ini sering dijadikan materi hafalan dasar.

Penggunaannya di Lingkungan Pesantren
Di banyak pesantren, kitab arbain nawawi menjadi materi awal pembelajaran hadits. Kitab ini berfungsi membentuk pola pikir dan adab santri sejak dini. Melalui pemahaman hadits-hadits tersebut, santri diajak memahami Islam secara seimbang. Akhirnya, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan, tetapi berlanjut pada pengamalan.
Meski ditulis ratusan tahun lalu, kitab hadits ini tetap relevan hingga saat ini. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjawab problem kehidupan modern. Hadits tentang niat, kejujuran, dan tanggung jawab tetap dibutuhkan. Oleh karena itu, kitab ini layak terus diajarkan lintas zaman.
Bagi penuntut ilmu, kitab ini merupakan pintu masuk memahami hadits Nabi secara benar. Kitab ini menanamkan prinsip beragama yang lurus dan moderat. Dengan mempelajarinya, seseorang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga hikmah. Pada akhirnya, arbain nawawi menjadi fondasi penting dalam perjalanan keilmuan Islam.














