Pameran Ujian Akhir Kelas IX SMP Qur’an Al Muanawiyah Meriah

Pameran Ujian Akhir Kelas IX SMP Qur’an Al Muanawiyah Meriah

SMP Qur’an Al Muanawiyah baru saja menggelar agenda besar bertajuk “Neslamic Grated” pada Selasa, 12 Mei 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini merupakan bentuk pameran ujian akhir kelas IX untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Seluruh area sekolah berubah menjadi ruang kreatif yang menampilkan bakat luar biasa para siswi.

Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan nilai akademik. Lebih dari itu, pihak sekolah merancang acara ini sebagai wadah nyata bagi siswi untuk menunjukkan kemandirian dan hasil belajar mereka selama tiga tahun terakhir.

Dekorasi dan Produk Buatan Siswa Sendiri

Para siswi kelas IX terlihat sangat antusias menjaga stand-stand kecil yang dikelola oleh kelompok berisi tiga orang. Mereka menawarkan berbagai macam produk yang merupakan hasil karya orisinal kelompoknya masing-masing. Beberapa daya tarik utama dalam pameran ujian akhir kelas IX ini meliputi:

  • Produk Kuliner Mandiri: Siswi menjajakan aneka makanan dan minuman yang mereka olah sendiri dengan standar kebersihan yang terjaga.

  • Karya Kerajinan Tangan: Stand pameran juga dipenuhi oleh berbagai barang kerajinan tangan estetik yang memamerkan keterampilan seni mereka.

  • Studi Foto: Tersedia sudut dengan dekorasi yang menarik bagi pengunjung pameran agar dapat berswafoto bersama.
  • Dekorasi Orisinal: Setiap kelompok menghias stand mereka secara mandiri menggunakan ornamen hasil kreativitas sendiri sehingga setiap sudut pameran memiliki tema yang unik.

gambar salah satu stan bazar pameran ujian akhir kelas IX SMP Qur'an Al Muanawiyah
Salah satu stan yang menjual kerajinan tangan

Al Muanawiyah Membentuk Karakter Muslimah yang Terampil

Agenda kreatif ini sebenarnya telah terlaksana secara konsisten sejak tahun lalu. Kesuksesan acara ini kemudian menjadikannya ciri khas SMP Qur’an Al Muanawiyah dalam mengembangkan potensi siswinya. Langkah ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi muslimah yang memiliki kualitas paripurna.

Baca juga: Siswi MA Qur’an Al-Muanawiyah Lolos PTN dan PTKIN Seluruhnya

SMP Qur’an Al Muanawiyah ingin memastikan bahwa para siswi tidak hanya cerdas secara akademik dan memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah membekali mereka dengan keterampilan praktis, terutama dalam hal berniaga dan berkarya, sebagai modal berharga untuk masa depan.

gambar poster SPMB sekolah tahfidz jombang SMPQ Al Muanawiyah

Bergabunglah Bersama Keluarga Besar Al Muanawiyah

Apakah Anda ingin putra-putri Anda tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, hafal Al-Qur’an, sekaligus terampil dalam berkarya? SMP Qur’an Al Muanawiyah menyediakan lingkungan pendidikan terbaik untuk membentuk karakter generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi masa depan mereka.

👉 Daftar ke SMP Qur’an Al Muanawiyah Sekarang!

Mencetak Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Mandiri.

Al-Muanawiyah Gelar Pendidikan Kesehatan Reproduksi Siswa

Al-Muanawiyah Gelar Pendidikan Kesehatan Reproduksi Siswa

Masa remaja merupakan fase eksplorasi yang sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, SMP Qur’an dan MA Qur’an Al-Muanawiyah menyelenggarakan Mini Seminar pada Selasa, 21 April 2026. Acara ini fokus pada pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual siswa guna membekali santriwati dengan informasi yang tepat.

Kegiatan kokurikuler ini berlangsung di Aula PPTQ Al-Muanawiyah. Pihak sekolah berharap program ini mampu menjaga martabat dan kesejahteraan para siswi.

Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Siswa

Latar belakang agenda ini berangkat dari pesatnya perkembangan kognitif remaja. Sering kali, orang dewasa salah mengartikan perilaku remaja sebagai bentuk pembangkangan semata. Padahal, mereka hanya membutuhkan arahan untuk memahami perubahan pada dirinya.

Selanjutnya, pendidikan kesehatan reproduksi siswa berperan penting dalam memberikan keterampilan baru. Melalui pengetahuan ini, para siswi dapat tumbuh lebih optimal dan percaya diri. Selain itu, mereka akan belajar cara mengembangkan hubungan sosial yang penuh penghormatan. Harapannya, para santriwati mampu membuat pilihan hidup yang bertanggung jawab bagi masa depannya.

pemateri dari Woman's Crisis Center (WCC) Jombang dalam seminar pendidikan kesehatan reproduksi siswa Al Muanawiyah
Pemaparan materi oleh Woman’s Crisis Center (WCC) Jombang, Ibu Mundik dan Ibu Ziyana

Panitia membagi kegiatan ini menjadi dua sesi agar penyampaian materi lebih efektif. Sebanyak 71 peserta dari jenjang SMP hingga MA mengikuti acara ini dengan antusias.

  • Sesi Pertama: Siswi kelas VII dan VIII SMP memulai diskusi pada pukul 09.30 WIB.

  • Sesi Kedua: Siswi kelas IX SMP serta kelas X dan XI MA bergabung pada pukul 10.30 WIB.

Narasumber ahli dari Women’s Crisis Center (WCC) Jombang, Ibu Mundik Rahmawati, S.Kom dan Ibu Ziyana Walidah, S.H., memberikan materi yang interaktif kepada siswa. Mereka membagikan tips praktis untuk melindungi diri di ruang publik dan konsep perlindungan hak-hak perempuan. Di samping itu, narasumber juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan seksual dengan cara yang baik, karena dapat berpengaruh sepanjang usia.

Komitmen Sekolah Terhadap Perlindungan Anak

Kepala SMPQ Al-Muanawiyah, Lia Amirotus Zakiyah, S.Pd., mendukung penuh inisiatif ini sebagai penanggung jawab. Beliau menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswi.

Melalui pendidikan kesehatan reproduksi siswa, sekolah berupaya memecahkan berbagai masalah perilaku remaja secara ilmiah. Pengetahuan ini bukan hanya sekadar teori, melainkan bekal perlindungan diri yang nyata. Singkatnya, kolaborasi dengan WCC Jombang ini memperkuat komitmen Al-Muanawiyah dalam mencetak generasi Muslimah yang sehat dan bermartabat.

Siswi MA Qur’an Al-Muanawiyah Lolos PTN dan PTKIN Seluruhnya

Siswi MA Qur’an Al-Muanawiyah Lolos PTN dan PTKIN Seluruhnya

Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tecermin dari kualitas lulusan yang mereka hasilkan. MA Quran Al-Muanawiyah Jombang membuktikan bahwa dedikasi penuh dalam membimbing santri mampu membuahkan hasil yang gemilang. Tahun ini, seluruh santri kelas 12 berhasil menembus jenjang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PTKIN melalui jalur prestasi.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas tanggung jawab kami dalam memberikan pendidikan yang layak dan kompetitif. Kami mendatangkan guru-guru ahli dan memberikan pendampingan intensif agar para santri mendapatkan hak belajar yang optimal. Oleh karena itu, setiap anak kini mampu bersaing di tingkat nasional tanpa harus kehilangan jati diri sebagai penghafal Al-Qur’an.

Profil Santri Hebat: Menembus Jurusan Bergengsi dengan Hafalan Al-Qur’an

Keberhasilan ini mencakup berbagai bidang studi, mulai dari sains murni hingga ilmu keagamaan. Berikut adalah profil santri lulusan MA Quran Al-Muanawiyah yang sukses melaju ke perguruan tinggi favorit:

  1. Early (Tulungagung): Ia menunjukkan kemampuan luar biasa dengan mengkhatamkan 30 Juz Al-Qur’an dalam waktu 2,5 tahun. Melalui jalur SNBP 2026, Early berhasil masuk ke Universitas Negeri Malang (UM) pada jurusan Fisika dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU) jurusan Tadris Fisika. Fenomena ini membuktikan bahwa penguasaan Al-Qur’an dan ilmu sains dapat berjalan beriringan secara harmonis.

  2. Syifa (Kediri): Sebagai salah satu santri angkatan awal, Syifa menuntaskan hafalan 30 Juz tepat dalam waktu 3 tahun. Selanjutnya, melalui bimbingan intensif, ia berhasil mengamankan kursi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Hadits. Saat ini, ia tengah mengejar target beasiswa penuh untuk menunjang studinya.

  3. Jannah (Surabaya): Dengan semangat yang tinggi, Jannah meraih hafalan 12 Juz selama masa pendidikan. Ia sukses menembus jurusan Tadris Biologi di UINSATU Tulungagung. Pengalaman mengelola divisi kesehatan pesantren kini membantunya selangkah lebih dekat menuju cita-cita di dunia medis.

  4. Oufi (Sorong, Papua): Santri asal Papua ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan lolos di UINSA Surabaya pada jurusan Ilmu Hadits. Orang tua Oufi mengharapkan ia membawa cahaya ilmu dari tanah Jawa kembali ke daerah asalnya di Sorong untuk menjadi pendakwah yang tangguh.

Baca juga: Tasmi 30 Juz Kerja Sama Al Muanawiyah dengan Al-Amien

Pendampingan Personal dan Kelas Berbasis Komputer

Keberhasilan 100% lulusan yang lolos PTN ini berakar dari proses coaching yang sangat mendalam. Kami mengarahkan setiap santri secara personal untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat, bakat, serta peluang masa depan mereka. Akibatnya, setiap anak merasa percaya diri saat melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selain penguatan spiritual, MA Quran Al-Muanawiyah kini mulai menerapkan pembelajaran berbasis komputer secara penuh. Para santri menggunakan fasilitas kelas khusus dan mendapatkan izin membawa laptop untuk mendukung riset akademik mereka. Langkah ini merupakan bentuk adaptasi pesantren terhadap teknologi. Alhasil, kami mampu mencetak lulusan yang hebat dalam urusan dunia sekaligus kuat dalam urusan akhirat.

gambar poster pendaftaran murid baru MA Qur'an Al-Muanawiyah Jombang

Daftar Sekarang di MA Quran Al-Muanawiyah!

Ingin putri Anda menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus sukses di perguruan tinggi negeri impian? Segera bergabunglah bersama keluarga besar MA Quran Al-Muanawiyah. Kami membuka pendaftaran bagi santri baru yang siap tumbuh menjadi generasi unggul dan berakhlak mulia.

Klik Poster untuk Pendaftran, Kuota Terbatas!

Pendidikan Kepemimpinan di Pondok Melalui Pembagian Peran

Pendidikan Kepemimpinan di Pondok Melalui Pembagian Peran

Dunia pesantren sering kali identik dengan rutinitas mengaji dan menghafal. Namun, jika kita melihat lebih dalam, ada satu aspek pendidikan yang berpengaruh namun seringkali tidak tertulis secara baku, yaitu pendidikan kepemimpinan di pondok. Di pesantren, santri tidak hanya belajar untuk menguasai pembelajaran agama, tetapi juga harapannya menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menggerakkan masyarakat di masa depan.

Proses pendidikan ini tidak terjadi di dalam ruang kelas dengan konsep yang kaku. Sebaliknya, jiwa kepemimpinan santri tumbuh melalui interaksi sosial dan tanggung jawab yang mereka tuntaskan setiap hari di asrama.

Praktik Kepemimpinan Santri di PPTQ Al Muanawiyah

Di PPTQ Al Muanawiyah, santri mendapatkan pendidikan kepemimpinan secara terstruktur. Kami percaya bahwa cara terbaik untuk belajar memimpin adalah dengan memberikan kepercayaan atas amanah tertentu. Oleh karena itu, setiap santri belajar menjadi pemimpin melalui peran-peran yang dekat dengan keseharian mereka.

Contohnya menjadi ketua kamar. Di sini, seorang santri belajar mengelola emosi teman-temannya, menjaga kerapihan ruang, hingga menyelesaikan konflik kecil antaranggota. Selain itu, mereka yang memenuhi kriteria tertentu, juga bergilir menjadi imam shalat berjamaah. Tugas ini bukan sekadar soal bacaan Al-Qur’an, melainkan latihan mental untuk tampil di depan umum dan memimpin teman-temannya.

gambar pemandu acara MC kegiatan pondok
Salah satu bentuk pendidikan kepemimpinan santri adalah menjadi pemandu kegiatan atau MC

Tanggungjawab tersebut akan diberikan bertingkat lebih besar, seiring rasa tanggungjawab santri. Contohnya, beberapa santri akan dipercaya untuk menduduki posisi ketua bidang tertentu, seperti bidang ubudiyah atau ibadah, kebersihan, atau keamanan. Bahkan, saat pondok mengadakan acara besar, seluruh kepanitiaan dikelola sepenuhnya oleh santri. Mereka yang merancang konsep, membuat dekorasi, hingga mengatur teknis lapangan. Pengasuh dan asatidz hanya berperan sebagai mentor di balik layar, membiarkan para santri belajar dari proses dan tantangan yang mereka hadapi sendiri.

Baca juga: Ekstrakurikuler Multimedia Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Mengapa Pengalaman Ini Penting bagi Santri?

Manfaat dari pendidikan kepemimpinan di pondok ini akan terasa sangat besar ketika mereka terjun ke masyarakat nanti. Beberapa dampak positif yang langsung dirasakan oleh santri antara lain:

  • Kepercayaan Diri yang Teruji: Santri yang terbiasa mengelola acara atau menjadi imam tidak akan canggung lagi saat harus memimpin di lingkungan formal maupun sosial.

  • Ketajaman Problem Solving: Menghadapi kendala saat menjadi panitia melatih mereka untuk berpikir cepat dan mencari solusi tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.

  • Solidaritas dan Kerja Sama: Mereka belajar bahwa sebuah kesuksesan bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari koordinasi tim yang solid.

  • Tanggung Jawab yang Matang: Amanah yang diberikan sejak dini menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang memiliki pertanggungjawaban.

Baca juga: Khawatir Masa Depan Anak? Perhatikan Pendidikannya

Mencetak Generasi Qurani yang Berjiwa Pemimpin

Pada akhirnya, pendidikan kepemimpinan di pondok adalah investasi karakter yang tidak ternilai harganya. Di PPTQ Al Muanawiyah, kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara hafalan Al-Qur’an yang kuat dan mentalitas pemimpin yang mandiri. Kami ingin santri pulang tidak hanya dengan membawa hafalan di kepala, tetapi juga keberanian di hati untuk membawa perubahan positif bagi lingkungannya.

Apakah Anda ingin putra-putri Anda tumbuh menjadi penghafal Al-Qur’an yang sekaligus memiliki karakter pemimpin yang tangguh? Mari berproses dan berkembang bersama kami dalam lingkungan yang penuh kekeluargaan dan kemandirian.

Segera Daftarkan Putri Anda Sekarang! Klik Poster Di Bawah!

poster pendaftaran santri baru pondok tahfidz putri jombang Al Muanawiyah

Penutupan Kegiatan PPTQ Al Muanawiyah dan Muhadhoroh Kubro

Penutupan Kegiatan PPTQ Al Muanawiyah dan Muhadhoroh Kubro

Al MuanawiyahPenutupan kegiatan PPTQ Al Muanawiyah berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026 di lingkungan pesantren. Seluruh santri, asatidz dan asatidzah, serta pengasuh pondok menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus menutup rangkaian program sebelum masa perpulangan santri.

Pada sore hari, kegiatan dimulai dengan buka bersama dan khotmil qur’an pada pukul 16.45 WIB. Pengasuh, asatidz/ah, dan para santri membaca Al-Qur’an serempak yang kemudian diikuti doa khotmil Qur’an dan Shalat Maghrib berjamaah. Kemudian, pada malam hari, mereka menghadiri penutupan kegiatan sekaligus Muhadhoroh Kubro. Rangkaian kegiatan ini menjadi momen kebersamaan penuh makna antar santri dan guru, yang menandai berakhirnya kegiatan pondok.

beberap aorang berkumpul untuk buka bersama dalam penutupan kegiatan PPTQ Al Muanawiyah
Buka bersama pengasuh, asatidz/ah, dan santri dalam rangkaian penutupan kegiatan PPTQ Al Muanawiyah

Muhadhoroh Kubro Warnai Penutupan Kegiatan PPTQ Al Muanawiyah

Melalui kegiatan ini, santri menampilkan berbagai kemampuan sekaligus kreativitas yang telah mereka persiapkan. Pertama, beberapa santri menyampaikan pidato menggunakan tiga bahasa secara bergiliran, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Penampilan tersebut melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa.

Selanjutnya, pengasuh pondok memberikan syahadah tasmi’ kepada santri yang mencapai target hafalan tertentu, dengan kelipatan lima juz. Syahadah tersebut diberikan kepada santri ketika telah menuntaskan tasmi’ bil ghoib sekali duduk, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan bukti yang dapat diberikan sebagai hadiah kepada orangtua mereka.

gambar foto bersama pembagian syahadah hafalan dalam penutupan kegiatan PPTQ Al Muanawiyah
Santri yang telah menuntaskan tasmi’ 5 juz mendapatkan penghargaan berupa syahadah hafalan

Kemeriahan acara semakin memuncak ketika santri juga menampilkan berbagai pertunjukan seni. Santri yang telah dibagik menjadi beberapa kelompok menampilkan drama, tari tradisional, serta pertunjukan shadow movie. Selain itu, setiap kelompok juga mempersembahkan yel-yel yang menambah semarak suasana kegiatan. Tampilan mereka mengangkat kebudayaan Nusantara, sekaligus memberikan pesan keakraban bagi seluruh santri agar tak pantang menyerah hingga mencapai puncak tasmi’ bil ghoib 30 juz.

Pada akhir acara, panitia memberikan apresiasi kepada kelompok dengan penampilan terbaik dalam muhadhoroh kubro tersebut beserta piala bergilir penghargaan kamar terbersih.

Baca juga: Rahasia Hafalan Kuat Para Santri di Pondok Tahfidz Jombang

Bangun Kebersamaan Santri Penghafal Al-Qur’an

Sepanjang kegiatan, suasana keakraban tampak di antara para santri. Mereka saling memberikan dukungan kepada teman-temannya yang tampil di atas panggung. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.

Menurut pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, A. Mu’ammar Shalahuddin, kegiatan ini memang menjadi ajang kreativitas bagi para santri. Pengasuh memberikan memberikan ruang seluas-luasnya bagi santri untuk mengelola kegiatan hingga menyiapkan tampilan secara mandiri.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk berkreasi. Mereka mengelola acara, menyiapkan dekorasi, hingga menampilkan berbagai penampilan terbaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran bagi santri penghafal Al-Qur’an. Pasalnya, proses menghafal membutuhkan ketekunan dan konsistensi dalam jangka panjang. Harapannya, kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan sebelum santri berkumpul bersama orangtua masing-masing.

Tasmi 30 Juz Kerja Sama Al Muanawiyah dengan Al-Amien

Tasmi 30 Juz Kerja Sama Al Muanawiyah dengan Al-Amien

Jombang, 17 Februari 2026 — Sebagai bagian dari rangkaian wisuda tahfidz, seorang santri Universitas Islam Al-Amien Prenduan sukses menyelesaikan tasmi 30 juz di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah. Kegiatan ini menjadi tahapan krusial sekaligus penentu kelayakan santri sebelum mengikuti prosesi wisuda tahfidz secara resmi.

Pihak pesantren menyelenggarakan tasmi 30 juz ini untuk memperkuat kualitas hafalan serta melakukan uji publik atas capaian santri selama menempuh program tahfidz. Dalam momen tersebut, santri melantunkan seluruh hafalan 30 juz secara bil ghaib di hadapan para santri, ustadzah, serta tim penyimak dari PPTQ Al Muanawiyah. Pengasuh membuka sesi tasmi tepat pada pukul 05.00 WIB dan kegiatan tersebut tuntas dalam satu kali duduk hingga pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Membaca Al-Qur’an bil Ghoib, Rahasia Memperkuat Hafalan

Standar Operasional Program Tahfidz untuk Menjaga Kualitas Hafalan

Siti Muizatul Mukaromah, selaku mahfidzah (guru penyimak) sekaligus pembimbing, menjelaskan bahwa tasmi merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang wajib setiap santri lalui. Sebelum maju ke tasmi terbuka, santri harus menyelesaikan setoran hafalan 30 juz kepada mahfidzah. Selanjutnya, santri menjalani tasmi internal dengan pengawasan pembimbing dan rekan sesama santri.

“Program tahfidz kami memiliki beberapa tahapan penting. Setelah menuntaskan setoran 30 juz, santri wajib melakukan tasmi sekali duduk. Kemudian, kami mengizinkan mereka mengikuti simakan atau khataman di rumah warga maupun pondok lain untuk menguji mental dan kesiapan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rangkaian ini bertujuan menjaga kualitas hafalan sekaligus membentuk mental percaya diri santri ketika diuji di ruang publik.

santri Universitas Islam Al-Amien Prenduan tasmi' 30 juz di PPTQ Al Muanawiyah
Potret kondisi tasmi’ 30 juz Vitamamillah, salah satu santri Universitas Islam Al Amien Prenduan

Tantangan di Balik Ujian Tasmi 30 Juz

Vitamamillah, santri yang menjalani tasmi tersebut, mengaku merasakan tantangan besar saat tampil di PPTQ Al Muanawiyah. Ia sempat merasa gugup karena harus melafalkan ayat suci di depan tim penyimak dari luar lingkungan pondok asalnya.

“Awalnya sangat gugup, apalagi ini ujian terbuka dan disimak beberapa ustadzah. Tapi alhamdulillah, setelah selesai saya merasa sangat lega,” ungkap Vitamamillah.

Vitamamillah menjadi satu-satunya delegasi santri yang mengikuti tasmi di Al-Muanawiyah pada kesempatan ini. Ia bercerita telah memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an sejak lulus SMP. Kegigihannya membuahkan hasil luar biasa dengan menuntaskan 30 juz dalam waktu satu tahun di Pondok Pesantren Kun Fayakun, Gresik. Ia menyebut dukungan penuh keluarga dan motivasi kerabat sebagai kunci keberhasilannya.

Baca juga: Program Unggulan Tahfidz Mengantarkan Mutqin 30 Juz

Di sisi lain, Early Azkiyatul, salah satu penyimak dari PPTQ Al-Muanawiyah, mengaku mendapatkan dampak positif dari kegiatan ini.

“Saya merasa terinspirasi dan semakin semangat. Tasmi ini membuat saya ingin segera menyusul,” tuturnya dengan antusias.

Pelaksanaan tasmi 30 juz ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi hafalan, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpondok pesantren dalam melahirkan lulusan tahfidz yang berkualitas tinggi.

Pewarta: Nasywa Mitsfalah

Editor: Qori Qonitatuz Zahra

Outdoor PPTQ Al-Muanawiyah, Strategi Kuatkan Hafalan Santri

Outdoor PPTQ Al-Muanawiyah, Strategi Kuatkan Hafalan Santri

Kegiatan outdoor dan tadabbur alam yang telah terlaksana pada Senin (26/2/2026) oleh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Al-Muanawiyah berlangsung dengan lancar. Agenda ini merupakan kegiatan wajib untuk seluruh warga pondok, mulai dari santri hingga jajaran pengasuh.

Program tahunan kegiatan outdoor PPTQ Al-Muanawiyah ini tidak hanya memberikan kesempatan refreshing bagi para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga bertujuan meningkatkan kemampuan sosial dalam bermasyarakat. Selama kegiatan, santri memiliki kebebasan untuk bersosialisasi dengan tetap memperhatikan etika dan adab pesantren. Tujuan utama outdoor  kali ini adalah ziarah makam Sunan Ampel di Surabaya dan makam Mbah Hamid di Pasuruan, serta wisata air di Gili Ketapang Probolinggo.

Baca juga: Parenting Al Muanawiyah Membangun Bounding Orang Tua Santri

Kegiatan Outdoor sebagai Penyegaran Santri

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah, Ayah Amar Sholahuddin, menjelaskan bahwa program tahunan ini sudah ada sejak awal berdirinya pesantren. Semula, kegiatan outdoor dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun. Namun, setelah melalui proses evaluasi dan mempertimbangkan masukan dari wali santri, intensitas kegiatan kemudian dipangkas agar lebih efektif.

gambar masjid agung Al Anwar Pasuruan dengan santri peserta outdoor PPTQ Al-Muanawiyah
Santri dan asatidz PPTQ Al Muanawiyah berfoto bersama di Masjid Agung Al Anwar Pasuruan

Terkait latar belakang kegiatan, Ayah Amar menekankan pentingnya menjaga kondisi psikis santri.

“Orang menghafal itu butuh effort luar biasa, jadi sering jenuh. Nah, untuk mem-breakdown atau memecah kejenuhan itu, ya kita lakukan kegiatan outdoor tersebut,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa dampak rutin dari kegiatan ini sangat besar bagi ketenangan batin santri dalam menjaga hafalan. Destinasi yang berbeda setiap tahunnya juga memberikan pengalaman perjalanan baru bagi mereka.

Tantangan Dokumentasi Menambah Skill Santri

Menariknya, kegiatan outdoor PPTQ Al-Muanawiyah ini tidak hanya memberikan kesempatan rekreasi, juga meningkatkan skill santri. Liya Ni’mah, salah satu panitia pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang bersenang-senang. Untuk menyelesaikan tantangan khusus membuat dokumentasi, santri bekerjasama dalam beberapa kelompok.

“Hasil dari pembagian tugas ini bertujuan untuk mengasah skill editing santri dan sebagai sarana syiar dalam mengembangkan pesantren. Setelah dikejar target hafalan, santri bisa refreshing dan mampu berkonsentrasi kembali,” jelas Liya.

Baca juga: Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Dampak positif ini turut dirasakan oleh salah satu santri, Maya Candra. Menurutnya, melakukan perjalanan lama sudah sangat menghibur dan menambah pengalaman baru.

“Outdoor kan buat menyenangkan hati dan pikiran. Jadi kalau destinasinya ziarah berarti membersihkan hati, tapi kalau yang berbasis happy atau main-main, ya berarti menyenangkan pikiran,” kata Maya.

Sebagai informasi, kegiatan outdoor PPTQ Al-Muanawiyah biasanya terjadwal pada bulan Sya’ban sebelum memasuki bulan Ramadhan. Hal ini karena pada bulan suci mendatang, santri akan fokus mengikuti rangkaian ujian pesantren. Ke depan, pengasuh telah menyiapkan beberapa opsi baru, termasuk pemetaan destinasi berdasarkan angkatan santri agar kegiatan semakin terarah.

Pewarta: Nasywa Mitsfalah

Editor: Qori Qonitatuz Zahra

Perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah Jombang Berlangsung Meriah

Perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah Jombang Berlangsung Meriah

AL MUANAWIYAH – SMPQ dan MA Qur’an Al-Mu’awanawiyah sukses menyelenggarakan Perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah pada Sabtu (17/01). Kegiatan ini berlangsung dengan sangat meriah di halaman sekolah, kemudian dilanjutkan dengan perayaan bersama masyarakat di Masjid Baitul Mukminin Sambisari. Seluruh santriwati dan asatidz Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an (PPTQ) Al-Mu’awanawiyah turut meramaikan agenda tersebut.

Pawai Keliling Desa dan Syiar Islam

Agenda Perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah Jombang bermula pukul 07.00 WIB dengan pawai ta’aruf. Ratusan santriwati berjalan menyusuri rute keliling desa di sekitar pondok. Selain itu, mereka mengenakan atribut yang sangat kreatif dan religius. Pawai ini menjadi ajang unjuk kekompakan antar-kelas. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam kepada warga setempat.

Lantunan sholawat dan kibaran bendera hias mewarnai sepanjang jalan desa. Kemudian, warga sekitar tampak antusias menyaksikan barisan santriwati dari depan rumah. Pihak sekolah menegaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah. Meskipun kegiatannya sangat seru, pendekatan yang sekolah gunakan tetap bermakna bagi santri.

Baca juga: 15 Siswa SMPQ Al Muanawiyah Ikuti Munaqosah Jombang 2025

“Kami ingin santriwati memaknai Isra’ Mi’raj bukan sekadar sejarah. Oleh sebab itu, momentum ini harus memperbaiki kualitas ibadah mereka,” ujar panitia.

gambar fashion show santri dalam perayaan Isra' Mi'raj Al Mu'anawiyah Jombang
Maskot kelas dalam ajang fashion show perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah Jombang

Pentas Seni dan Pidato Bahasa Arab

Setelah pawai selesai, kemeriahan berpindah ke panggung utama di halaman sekolah. Grup Banjari Al-Mu’anawiyah menampilkan sholawat merdu untuk menambah kekhidmatan acara. Suasana menjadi lebih syahdu. Penampilan ini membuktikan kreativitas santriwati dalam melestarikan seni musik islami.

Baca juga: Sejarah Hadrah: Asal-Usul, Persebaran, dan Tokoh yang Berperan

Acara inti Perayaan Isra’ Mi’raj Al Mu’anawiyah Jombang berlanjut dengan berbagai perlombaan bakat. Perwakilan setiap kelas berkompetisi dalam ajang fashion show busana muslimah. Namun, para peserta tetap wajib menjaga adab kesopanan dalam berpakaian. Selanjutnya, para siswi menunjukkan kemampuan hebat dalam pidato bahasa Arab. Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan bahasa internasional di Al-Mu’awanawiyah yang unggul.

Kegiatan berakhir siang hari dengan semangat persaudaraan yang kental. Harapannya, mereka mampu bertransformasi menjadi generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlakul karimah.

Parenting Al Muanawiyah Membangun Bounding Orang Tua Santri

Parenting Al Muanawiyah Membangun Bounding Orang Tua Santri

Parenting menjadi aspek penting dalam pendidikan santri, khususnya di pondok tahfidz putri. Kesadaran ini mendorong terselenggaranya kegiatan parenting Al Muanawiyah dengan tema Membangun Bounding Orang Tua dengan Anak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara orang tua dan pondok. Dengan hubungan yang sehat, proses pendidikan santri berjalan lebih optimal.

Kegiatan parenting tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025. Waktu pelaksanaan bertepatan dengan momentum pembagian rapor santri. Pada momen ini, para wali santri berkumpul melalui Zoom Meeting. Mereka mengikuti sesi peningkatan kapasitas dan pemahaman peran sebagai orang tua. Pemateri utama kegiatan ini adalah A. Mu’ammar Sholahuddin selaku pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah.

Parenting sebagai Implementasi Visi Pendidikan Pondok

Kegiatan parenting Al Muanawiyah merupakan bagian dari implementasi visi pondok. Visi tersebut adalah mendidik generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak dan tangguh. Menurut Ayah Amar, peran orang tua sangat erat dengan capaian santri. Dukungan orang tua tidak hanya bersifat materi, tetapi juga emosional dan spiritual.

Ayah Amar menjelaskan bahwa keikhlasan orang tua memiliki pengaruh besar. Ketika orang tua memberi semangat, baik secara langsung maupun tidak langsung, santri akan merasakannya. Akibatnya, semangat belajar dan menghafal di pondok ikut meningkat. Oleh karena itu, kegiatan parenting ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan santri.

Baca juga: Kurikulum Pondok Tahfidz Putri Ideal di Era Digital

Pola Asuh dan Psikologi Anak Perempuan

Dalam pemaparannya, Ayah Amar menjelaskan jenis dan tahapan pola asuh anak. Penjelasan tersebut disesuaikan dengan psikologi anak perempuan. Sebagai pondok khusus santri putri, PPTQ Al Muanawiyah memahami perbedaan kebutuhan santriwati. Contohnya, anak berusia 7-11 tahun masih menurut apa kata guru, sedangkan usia 12-20 tahun lebih percaya kepada apa kata teman. Jika orangtua tidak memahami, bisa terjadi kesalahpahaman atau pemaksaan kehendak tanpa menggali lebih lanjut apa latar belakangnya.

gambar tahapan perkembangan psikologi anak perempuan dalam parenting al muanawiyah
Salah satu bahasan dalam parenting Al Muanawiyah, perkembangan psikologi perempuan

Ayah Amar mengajak orang tua menerapkan pola asuh otoritatif. Pola ini menekankan ketegasan yang disertai dialog dan negosiasi yang sehat. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun kedekatan emosional. Selain itu, pemahaman tentang siklus haid anak juga dibahas secara edukatif. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat bersikap lebih empatik dan suportif.

Penguatan Bounding dalam Perspektif Islami

Pengasuhan islami menjadi fondasi utama dalam parenting Al Muanawiyah. Orang tua diajak memahami perannya sebagai pendamping ruhani anak. Dengan komunikasi yang hangat, bounding orang tua dan anak menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, sinergi rumah dan pondok akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Bagi orang tua yang ingin mengetahui lebih jauh sistem pendidikan dan pembinaan santri putri, PPTQ Al Muanawiyah membuka layanan konsultasi. Silakan menghubungi WhatsApp yang tertera di website resmi PPTQ Al Muanawiyah. Dengan komunikasi yang baik sejak awal, proses pendidikan anak dapat dipersiapkan secara lebih matang.

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung Akreditasi PBI UINSA

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung Akreditasi PBI UINSA

Kegiatan asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) berlangsung pada 4–5 Desember 2025 di gedung Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya. Proses asesmen berjalan dengan tanya jawab antara asesor dan para alumni yang berkecimpung di bidang pendidikan, edupreneur, dan penelitian. Dalam kesempatan itu, hadir Pendiri PPTQ Al Muanawiyah, Ustadz A. Muammar Sholahuddin, sebagai alumni yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam dunia edupreneur.

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung PBI UINSA

Asesmen kali ini dipimpin oleh dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan. Keduanya ialah Prof. Dr. Anam Sutopo dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Prof. Iskandar dari Universitas Negeri Makassar. Mereka menggali berbagai pengalaman alumni, khususnya yang bergerak di sektor pendidikan. Penilaian meliputi tujuh aspek penting. Di antaranya ialah kemampuan bahasa Inggris, penggunaan teknologi, komunikasi, kerja sama, pengembangan diri, keahlian sesuai bidang, dan etika profesional.

Ustadz Muammar menjelaskan bahwa beliau siap mendukung pengembangan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Bahkan, beliau menawarkan lembaganya sebagai tempat magang bagi mahasiswa. Tawaran ini menegaskan bahwa alumni yang aktif di masyarakat dapat membantu penguatan mutu akademik kampus. Selain itu, mahasiswa juga berpeluang melihat praktik pendidikan berbasis Al-Qur’an yang terkelola secara profesional.

beberapa orang foto bersama di depan tulisan UIN Sunan Ampel Surabaya termasuk pendiri PPTQ Al Muanawiyah
Potret pendiri PPTQ Al Muanawiyah (nomer 7 dari kanan) pasca kegiatan asesmen akreditasi Prodi PBI UINSA

Akreditasi memiliki fungsi penting bagi masyarakat luas. Akreditasi membantu calon mahasiswa menentukan pilihan pendidikan. Proses ini juga menjaga kualitas pembelajaran agar tetap sesuai standar nasional. Hasilnya amat terasa bagi lulusan karena akreditasi mempermudah proses kerja maupun studi lanjutan. Karena itu, keterlibatan alumni seperti Ustadz Muammar dalam akreditas PBI UIN Sunan Ampel Surabaya memberi nilai tambah bagi asesmen kali ini.

Al Muanawiyah dengan Program Unggulan Tahfidz

PPTQ Al Muanawiyah memiliki misi pendidikan yang terarah. Misinya mencakup empat nilai utama. Nilai itu meliputi Qur’an in mouth, Qur’an in hand, Qur’an in heart and soul, serta Qur’an in doings. Nilai tersebut membantu santri membiasakan interaksi harian dengan Al-Qur’an. Program tahfidz juga memadukan pendekatan psikologi dan pendidikan. Program unggulan tahfidz mendorong santri menyelesaikan hafalan dengan mutqin. Selain tahfidz, santri juga belajar akhlak dan fiqh melalui kitab kuning.

Santri terbiasa dengan pembiasaan ibadah yang teratur. Kebiasaan ini membentuk karakter yang siap terjun ke masyarakat. Dengan pola pendidikan tersebut, Pendiri PPTQ Al Muanawiyah hadir sebagai sosok alumni yang berkontribusi pada penguatan akreditasi kampus. Kehadiran beliau menunjukkan hubungan erat antara pesantren dan perguruan tinggi dalam membangun kualitas pendidikan Islam masa kini.

Ingin anak tumbuh dengan karakter kuat dan kecintaan mendalam pada Al-Qur’an? PPTQ Al Muanawiyah membuka kesempatan bagi calon santri yang ingin menempuh pendidikan tahfidz yang terarah, berakhlak, dan berbasis ilmu.

Daftarkan putra-putri Anda sekarang dan rasakan lingkungan pendidikan yang memadukan metode Qur’ani, psikologi belajar, serta pembinaan karakter harian. Klik untuk website resmi Al Muanawiyah dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya masa depan mereka.