Perayaan Maulid Nabi di Al Muanawiyah 1448 H, Santri Teladani Rasulullah

Perayaan Maulid Nabi di Al Muanawiyah 1448 H, Santri Teladani Rasulullah

Maulid Nabi di Al Muanawiyah menjadi momentum bagi santri untuk mengenal kembali perjalanan hidup dan akhlak Rasulullah ﷺ. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, di halaman PPTQ Al Muanawiyah.

Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dan aktivitas santri. Selain pembacaan Maulid Diba’, santri dari berbagai jenjang juga menampilkan banjari. Suasana semakin semarak dengan pengumuman pemenang lomba kreasi tumpeng kreatif antar kamar.

Pembacaan Maulid Diba’ dan Penampilan Banjari

Salah satu rangkaian Maulid Nabi di Al Muanawiyah yaitu pembacaan Maulid Diba’. Bacaan tersebut mengajak santri mengenal kisah dan perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan penampilan banjari dari santri. Menariknya, seluruh jenjang pendidikan ikut ambil bagian, mulai dari SMP, MA, hingga program tahfidz murni Al Muanawiyah.

Biasanya, kegiatan pondok hanya menampilkan satu grup banjari gabungan. Namun, khusus dalam peringatan Maulid kali ini, setiap jenjang membentuk grupnya sendiri dan menampilkan kreasi rebana masing-masing. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat santri untuk ikut memeriahkan peringatan kelahiran Rasulullah ﷺ.

 

Kreasi Tumpeng Antar Kamar

Selain penampilan banjari, santri juga mengikuti lomba kreasi tumpeng. Setiap kamar mendapatkan kesempatan untuk membuat tumpeng dengan kreativitas masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif. Para santri juga belajar bekerja sama, membagi tugas, dan menghasilkan karya bersama. Setelah seluruh kreasi selesai, panitia mengumumkan pemenang lomba tumpeng kreatif antar kamar.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Santri dapat memperingati Maulid sekaligus mengembangkan kreativitas dan kekompakan.

foto bersama santri dalam lomba tumpeng kreatif Maulid Nabi di PPTQ Al Muanawiyah
Lomba tumpeng kreatif karya salah satu kamar santri

Pesan Ayah Amar: Jadikan Rasulullah sebagai Teladan

Dalam kesempatan tersebut, Ayah Amar selaku pengasuh PPTQ Al Muanawiyah mengingatkan santri untuk menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama. Menurut beliau, perkembangan media sosial membuat banyak orang menjadikan artis, influencer, atau content creator sebagai panutan.

Karena itu, santri perlu berhati-hati dalam memilih sosok yang mereka ikuti. Popularitas seseorang di media sosial tidak otomatis menjadikannya teladan terbaik bagi seorang Muslim.

Ayah Amar menyampaikan pesan kepada para santri:

“Nabi Muhammad tidak punya media sosial, tapi followers nya terbanyak sedunia. Maka kita follow Rasulullah, dengan cara kita ikuti sifat dan karakter beliau, ibadahnya, senyumnya, baiknya terhadap orang dan masih banyak lainnya.”

Pesan tersebut mengajak santri memahami bahwa mengikuti Rasulullah bukan sekadar mengagumi kisah kehidupannya. Santri perlu berusaha meniru akhlak, ibadah, dan cara beliau memperlakukan orang lain.

Baca juga: Makna Maulid Nabi bagi Siswa dalam Kehidupan Sehari-hari

Maulid Nabi Menjadi Momentum Pendidikan Santri

Peringatan Maulid Nabi di Al Muanawiyah bukan hanya menjadi kegiatan tahunan. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan santri untuk mengenal sosok Rasulullah ﷺ dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan.

Terlebih lagi, santri hidup di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat. Mereka dapat menemukan berbagai figur yang mudah mereka kagumi setiap hari. Karena itu, pendidikan tentang keteladanan Rasulullah menjadi semakin penting agar santri memiliki panutan yang tepat.

Melalui pembacaan Maulid Diba’, penampilan banjari, hingga kegiatan kebersamaan, santri diajak mengenal Rasulullah dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka. Harapannya, kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya muncul ketika peringatan Maulid, tetapi juga tumbuh dalam kebiasaan sehari-hari.

Yuk, Belajar dan Bertumbuh Bersama Al Muanawiyah

PPTQ Al Muanawiyah Jombang berkomitmen mendampingi santri putri melalui pendidikan Al-Qur’an, tahfidz, pembinaan akhlak, dan pendidikan keislaman. Jika Ayah dan Bunda ingin memberikan lingkungan pendidikan yang membantu putri mengenal Al-Qur’an sekaligus meneladani Rasulullah ﷺ, pendaftaran santri baru PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Segera daftarkan putri Anda di sini!

Santri Mengajar TPQ, Bentuk Syiar Al Muanawiyah Kepada Masyarakat

Santri Mengajar TPQ, Bentuk Syiar Al Muanawiyah Kepada Masyarakat

gambar anak-anak dan guru TPQ Darussalam Ceweng dalam santri mengajar TPQ
Potret murid dan tenaga pendidik TPQ Darussalam Ceweng yang berasal dari santri Al Muanawiyah

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menjaga ayat dalam ingatan. Ilmu yang dipelajari juga perlu dibagikan agar memberikan manfaat bagi orang lain. Hal inilah yang diwujudkan melalui program santri mengajar TPQ yang dijalankan PPTQ Al Muanawiyah Jombang.

Program ini memberi kesempatan kepada santri yang telah memenuhi usia dan dinilai layak untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan sekitar pondok. Salah satunya berlangsung di TPQ Darussalam, Masjid Darussalam, Ceweng. Melalui kegiatan tersebut, santri belajar mengamalkan ilmu sekaligus berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Santri Mengajar TPQ Darussalam Selama Dua Tahun

Sudah sekitar dua tahun santri Al Muanawiyah yang terpilih diterjunkan untuk membantu menghidupkan kembali TPQ Darussalam di Masjid Darussalam Ceweng. Kehadiran para santri mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Bahkan, antusiasme terhadap pembelajaran Al-Qur’an terus menunjukkan perkembangan.

Saat ini, TPQ Darussalam telah memiliki sekitar 35 murid. Jumlah tersebut menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat memiliki kebutuhan dan perhatian yang besar terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.

Selain jumlah murid yang bertambah, jadwal pembelajaran TPQ juga semakin aktif. Ayah Amar, selaku pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan pengajian hanya berlangsung dua kali dalam sepekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Kini, kegiatan tersebut berlangsung empat kali dalam sepekan dengan tambahan jadwal pada Selasa dan Kamis.

 

Berawal dari Wasiat untuk Menghidupkan TPQ

Program santri mengajar TPQ di Masjid Darussalam juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Ayah Amar, kegiatan tersebut merupakan bagian dari wasiat H.M. Sulthon, mertua beliau sekaligus salah satu warga yang aktif menghidupkan kegiatan di masjid tersebut.

H.M. Sulthon berpesan agar Al Muanawiyah dapat mengelola dan mengembangkan TPQ di Masjid Darussalam. Beliau juga menyampaikan kesediaannya untuk mendukung kebutuhan operasional kegiatan mengajar di sana. Dukungan tersebut kemudian membuka ruang bagi santri Al Muanawiyah untuk mengambil peran. Para santri tidak hanya datang sebagai peserta didik, tetapi juga belajar menjadi pendidik bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

foto bersama santri Al Muanawiyah dan murid TPQ Darussalam Ceweng dalam perayaan Maulid Nabi 1448 H
Semarak Maulid Nabi 1448 H di Masjid Darussalam Ceweng

Menjadi Laboratorium Belajar bagi Santri

Bagi Al Muanawiyah, kegiatan ini bukan sekadar program mengajar. Ayah Amar menyebut kesempatan tersebut sebagai laboratorium belajar bagi santri. Melalui pengalaman mengajar secara langsung, santri dapat melatih kemampuan komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, sekaligus keterampilan menyampaikan ilmu.

Karena itu, pihak pondok juga berupaya meningkatkan kemampuan para santri yang menjadi guru TPQ. Ayah Amar menyampaikan,

“Santri yang menjadi guru TPQ ini InsyaAllah akan di ikutkan dalam pembelajaran menggunakan metode Ummi (yang akan) dibayarkan oleh donatur.”

Langkah tersebut tujuannya untuk membuat proses pembelajaran semakin profesional. Pada saat yang sama, kemampuan santri dalam mengajarkan Al-Qur’an juga dapat berkembang sehingga mereka lebih siap berdakwah di tengah masyarakat.

Tidak Hanya Menghafal, tetapi Mengajarkan Al-Qur’an

Program ini sejalan dengan semangat pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar menyampaikan dan mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

Semangat tersebut juga tercermin dalam Mars Al Muanawiyah yang mengutip hadits shahih Bukhari no. 5027:

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dengan demikian, kegiatan santri mengajar TPQ menjadi salah satu cara untuk menerapkan pesan tersebut. Santri belajar Al-Qur’an di pondok, kemudian membawa ilmu itu kepada masyarakat melalui kegiatan mengajar.

TPQ Darussalam Diharapkan Terus Berkembang

Pengembangan TPQ Darussalam juga tidak berhenti pada pembelajaran membaca Al-Qur’an. Ke depan, Ayah Amar berharap kegiatan tersebut dapat berkembang dengan tambahan pembelajaran diniyah, seperti fasholatan dan fikih dasar.

Keterlibatan antara pondok dan masyarakat juga semakin erat. Pada Milad ke-6 Al Muanawiyah sebelumnya, santri TPQ Darussalam turut mendapat undangan sebagai bentuk apresiasi. Mereka dipandang telah menjadi bagian dari keluarga Al Muanawiyah yang memiliki semangat untuk terus mempelajari Al-Qur’an.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Santri mendapatkan pengalaman untuk mengajar dan mengabdi, sementara anak-anak di sekitar pondok memperoleh kesempatan belajar Al-Qur’an secara lebih rutin.

Ingin Santri Belajar Al-Qur’an Sekaligus Mengabdi?

PPTQ Al Muanawiyah Jombang mendidik santriwati untuk tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu, kemandirian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Melalui lingkungan pendidikan dan berbagai kegiatan pengabdian, santri mendapat ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus mengamalkan ilmu yang dimiliki. Daftarkan putri Anda di PPTQ Al Muanawiyah dan tumbuhkan generasi Qur’ani yang siap belajar, mengajar, dan memberi manfaat bagi sesama.

Sambangan Akbar Santri Al Muanawiyah, Momen Melepas Rindu Setelah 40 Hari

Sambangan Akbar Santri Al Muanawiyah, Momen Melepas Rindu Setelah 40 Hari

Sambangan akbar santri Al Muanawiyah menjadi momen yang dinantikan para santri baru dan wali santri. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, para orang tua datang ke PPTQ Al Muanawiyah untuk bertemu kembali dengan putri mereka setelah menjalani masa adaptasi selama 40 hari.

Bagi santri baru, pertemuan ini bukan sekadar kesempatan untuk melepas rindu. Momen tersebut juga menjadi penanda bahwa mereka telah melewati salah satu tahap awal dalam perjalanan menjadi santri di lingkungan pondok pesantren.

40 Hari Menjadi Bagian dari Masa Adaptasi Santri

Setiap santri baru di PPTQ Al Muanawiyah mengikuti aturan 40 hari tanpa kunjungan dari wali santri. Kebijakan ini bertujuan membantu santri beradaptasi dengan kehidupan pondok tanpa terlalu bergantung pada keluarga.

Selama masa tersebut, santri mulai mengenal lingkungan baru, mengikuti jadwal yang lebih padat, serta menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sejak awal masuk pondok.

Masa adaptasi tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap santri. Ada rasa rindu kepada keluarga, ada pula tantangan ketika harus menjalani rutinitas baru. Namun, melalui proses tersebut, santri perlahan belajar menghadapi kehidupan pondok dengan lebih mandiri.

gambar orang tua santri saat sambangan akbar santri PPTQ Al Muanawiyah
Momen melepas rindu santri baru dan orang tua di PPTQ Al Muanawiyah

Sambangan Akbar Menjadi Momen Penuh Haru

Setelah 40 hari berlalu, suasana haru terlihat dalam sambangan akbar santri Al Muanawiyah. Banyak wali santri datang dari berbagai daerah untuk bertemu putri mereka. Senyum, tangis, pelukan, dan cerita tentang pengalaman selama di pondok menjadi bagian dari pertemuan tersebut.

Bagi orang tua, 40 hari tentu terasa panjang karena mereka tidak dapat melihat kondisi anak secara langsung. Sementara itu, santri juga menantikan kesempatan untuk kembali berbagi cerita bersama keluarga.

Karena itu, sambangan akbar menjadi ruang bagi keluarga untuk saling menguatkan. Orang tua dapat memberikan semangat, sedangkan santri mendapatkan energi baru untuk melanjutkan proses belajar dan menghafal Al-Qur’an di pondok.

Dukungan Orang Tua Tetap Penting dari Jauh

Ayah Amar, selaku pengasuh dan pendiri PPTQ Al Muanawiyah, menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan wali santri kepada putri-putrinya.

“40 hari ini tidak terasa bagi kami, karena banyaknya kegiatan. Namun, orang tua pasti menunggu dengan cemas saat-saat ini.”

Menurut Ayah Amar, performa santri di pondok pesantren sangat dipengaruhi oleh dukungan orang tua dari jauh, terutama melalui doa. Selain itu, orang tua yang rela melepas anaknya untuk belajar di pondok sekaligus berusaha memenuhi kebutuhan mereka dengan rezeki yang halal turut memberikan dukungan penting bagi perjalanan pendidikan santri.

Dengan dukungan tersebut, santri dapat menjalani proses belajar dan beradaptasi dengan lebih mudah. Pada akhirnya, pendidikan di pondok bukan hanya menjadi proses antara santri dan ustaz maupun ustazah. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak menuntut ilmu.

gambar orang tua dan anak perempuan di sambangan akbar santri Al Muanawiyah
Sambangan akbar santri baru PPTQ Al Muanawiyah

Belajar Mandiri, Tumbuh Bersama Al-Qur’an

Sambangan akbar santri Al Muanawiyah menjadi pengingat bahwa proses pendidikan membutuhkan kesabaran dari anak dan orang tua. Masa 40 hari tanpa kunjungan membantu santri belajar mandiri, sedangkan doa dan dukungan keluarga menjaga mereka tetap kuat dari kejauhan.

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin memberikan pendidikan Qur’ani sekaligus melatih kemandirian putri, PPTQ Al Muanawiyah Jombang dapat menjadi salah satu pilihan. Pondok tahfidz khusus putri ini menyediakan pendidikan SMP Qur’an, MA Qur’an, serta jalur Tahfidz murni dalam lingkungan yang mendukung proses belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Pendaftaran santri baru PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi langkah awal untuk memberikan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pembentukan kemandirian, kedisiplinan, dan karakter santriwati.

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Perayaan 17 Agustus menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Semangat tersebut juga terasa di lingkungan PPTQ Al Muanawiyah Jombang. Pada 16–17 Agustus 2026, para santri mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan yang memadukan nasionalisme, kebersamaan, dan pendidikan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi para santri. Lebih dari itu, rangkaian perayaan 17 Agustus di PPTQ Al Muanawiyah mengajarkan pentingnya berkontribusi bagi masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.

Mengikuti Malam Tirakatan Bersama Warga

Rangkaian kegiatan dimulai pada malam 16 Agustus 2026. Perwakilan PPTQ Al Muanawiyah mengikuti malam tirakatan bersama warga Desa Sambisari.

Kehadiran pondok dalam kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan santri dalam kehidupan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan seperti ini, pondok tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga mendorong santri untuk aktif bermasyarakat.

Bagi santri, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar membangun hubungan baik dengan masyarakat. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial pun dapat tumbuh melalui pengalaman secara langsung.

Santri Jadi Petugas Upacara 17 Agustus

Pada 17 Agustus 2026, seluruh santri mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Menariknya, para santri mengisi berbagai posisi dalam pelaksanaan upacara, mulai dari pengibar bendera hingga petugas upacara lainnya.

pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah dalam perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81
Pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah

Selain itu, para santri menampilkan berbagai pertunjukan untuk memeriahkan kegiatan. Mereka membawakan puisi, lagu, serta semaphore dari kegiatan Pramuka.

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman bagi santri untuk belajar bertanggung jawab dan bekerja sama. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut mengambil peran dalam menyukseskan perayaan 17 Agustus di lingkungan pondok.

Pesan tentang Cara Mengisi Kemerdekaan

Dalam sambutannya, Ustadz Muammar selaku pembina PPTQ Al Muanawiyah menyampaikan pesan tentang cara mengisi kemerdekaan bagi guru dan murid.

“Menjadi guru, mari kita didik anak didik kita dengan baik, antarkan mereka menjadi pelajar terbaik, itu cara seorang guru mengisi kemerdekaan.”

Sementara itu, beliau juga mengingatkan para pelajar mengenai tanggung jawab mereka.

“Menjadi pelajar, tugasnya adalah belajar, melawan malas, belajar dengan sungguh-sungguh menjadi siswa terbaik.”

Ustadz Amar juga menekankan pentingnya setiap orang fokus menjalankan tugas masing-masing. Menurutnya, generasi yang saat ini belajar akan memegang peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial. Setiap orang dapat mengisi kemerdekaan melalui kontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Lomba dan Bakar-Bakar Meriahkan Kemerdekaan

Setelah upacara, para santri mengikuti berbagai perlombaan. Beberapa permainan yang disiapkan antara lain tepuk ikan, estafet, dan rebut gelas isi air. Berbagai perlombaan tersebut menghadirkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Para santri dapat bermain bersama sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan keberanian.

lomba perayaan 17 Agustus HUT RIke-81 PPTQ Al Muanawiyah
Apresiasi pemenang lomba

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan kegiatan bakar-bakar. Para santri terlihat antusias dan senang karena dapat menikmati momen kebersamaan dalam perayaan 17 Agustus bersama teman-teman di pondok.

santri bakar jagung dalam perayaan 17 Agustus PPTQ Al Muanawiyah
Semarak kemerdekaan HU RI ke-81 dimeriahkan dengan momen bakar-bakar

Memaknai Kemerdekaan sebagai Pelajar

Rangkaian kegiatan 16–17 Agustus 2026 di PPTQ Al Muanawiyah menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat diisi melalui berbagai cara. Mengikuti kegiatan masyarakat, menjalankan tugas dalam upacara, belajar dengan sungguh-sungguh, hingga membangun kebersamaan merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda.

Terlebih lagi, santri memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Ilmu agama, pendidikan formal, keterampilan, dan pengalaman bermasyarakat menjadi bekal agar mereka mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dengan demikian, perayaan 17 Agustus bukan sekadar momentum untuk mengikuti lomba dan menikmati kemeriahan. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang sedang belajar hari ini.

Bagi Ayah Bunda yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk kemandirian dan kepedulian sosial bagi putri, PPTQ Al Muanawiyah Jombang dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan lingkungan pendidikan khusus putri, santri mendapatkan pembinaan Al-Qur’an, pendidikan formal, serta pengalaman untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu dan berakhlak.

Mari kenalkan putri Ayah Bunda pada lingkungan pendidikan yang mendukungnya untuk tumbuh, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Daftar di PPTQ Al Muanawiyah sekarang!

 

Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Usung Tema “Shine Beyond The Sky

Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Usung Tema “Shine Beyond The Sky

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah menggelar perayaan puncak milad ke-6 Al Muanawiyah pada Minggu, 9 Agustus 2026. Acara yang berlangsung di halaman PPTQ Al Muanawiyah ini berjalan dengan khidmat dan meriah.

Pada tahun ini, panitia mengusung tema “Shine Beyond The Sky”. Melalui filosofi tersebut, pengasuh mengajak seluruh santri untuk terus berusaha dan berdoa agar mampu bersinar melampaui langit, yaitu menuju sinar ridho Allah SWT.

Grup banjari Al Muanawiyah membuka perayaan dengan penampilan shalawat yang merdu. Setelah itu, perwakilan santri membacakan ayat suci Al-Qur’an dan memimpin doa serta tahlil bersama. Kemudian, pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, Ust. Amar, menyampaikan sambutan hangat di hadapan para hadirin. Beliau memaparkan perkembangan pesantren sejak awal berdiri hingga saat ini.\

foto pemberian apresiasi guru dalam puncak milad ke-6 al muanawiyah
Apresiasi guru sekolah Al Muanawiyah

Ratusan Santri Telah Tersebar di Penjuru Indonesia

Sebanyak 249 orang tercatat pernah mengenyam pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Saat ini, 111 alumni telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, [esantren telah melahirkan 21 santri yang khatam 30 juz. Selain itu, Ust. Amar menyampaikan bahwa pesantren siap mewisuda 11 calon wisudawati tahfidz pada tahun depan.

Dalam sambutannya, Ust. Amar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung tumbuh kembang Al Muanawiyah. Beliau mengapresiasi peran Umma Ita, para asatidz, serta para donatur. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putri mereka di Al Muanawiyah.

Penampilan Meriah dalam Puncak Milad ke-6 Al Muanawiyah

Suasana perayaan semakin meriah saat para pemenang lomba prapuncak tampil di panggung utama. Para pemenang lomba Pilihan Da’i Remaja (Pildaraja) dan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) menunjukkan bakat terbaik mereka di hadapan penonton. Sebelumnya, para santri telah berlaga dalam rangkaian lomba prapuncak pada 6–7 Agustus 2026.

tampilan santri di puncak milad ke-6 Al Muanawiyah
Penampilan kelompok MSQ di malam puncak milad ke-6 Al Muanawiyah

Panitia kemudian mengumumkan seluruh pemenang perlombaan sekaligus memberikan penghargaan khusus. Beberapa kategori apresiasi yaitu penghargaan guru terfavorit dan guru terdisiplin serta santri teladan. Selanjutnya, pada puncak milad ke-6 Al Muanawiyah ini memberikan apresiasi kepada pemenang lomba semarak milad yang telah terlaksana sebelumnya, yang terbagi menjadi 1 pemenang tingkat SMP dan 1 pemenang tingkat Tahfidz Murni-MA.

Bagi wali santri, alumni, dan masyarakat yang tidak sempat hadir di lokasi, Anda tetap dapat menyaksikan seluruh prosesi acara secara penuh. Panitia telah mendokumentasikan seluruh rangkaian acara dalam rekaman video kualitas tinggi di kanal YouTube resmi pesantren.

Klik di Sini untuk Menonton Rekaman Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah di YouTube

Melalui momentum ini, PPTQ Al Muanawiyah berkomitmen untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Semarak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Menuju Puncak yang Meriah

Semarak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Menuju Puncak yang Meriah

JOMBANG — Suasana antusiasme dan nilai spiritual mewarnai Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah. Pengasuh dan santri menyambut hari jadi pesantren dengan berbagai kegiatan prapuncak. Semarak milad ke-6 Al Muanawiyah ini berlangsung meriah pada Kamis hingga Sabtu (6–8 Agustus 2026).

Rangkaian acara prapuncak ini menjadi wadah unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh santriwati. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Qur’ani di lingkungan pesantren.

Unjuk Bakat dan Syiar Qur’ani dalam Lomba Prapuncak

Panitia menggelar berbagai cabang perlombaan untuk menggali potensi santri di bidang keagamaan. Para peserta merupakan perwakilan kelas dari jenjang SMP, MA, hingga program Tahfidz Murni.

Berikut adalah beberapa cabang lomba utama yang memeriahkan prapuncak milad:

1. Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ)

Lomba sambung ayat ini terbagi ke dalam kategori juz 29–30, 1–5, dan 1–10. Sebanyak 19 santri pilihan tampil menunjukkan ketepatan hafalan dan kelancaran bacaan di hadapan juri.

gambar santri Al Muanawiyah lomba MHQ dalam semarak milad Al Muanawiyah
Tampilan MHQ salah satu santri Al Muanawiyah

2. Musabaqoh Tartilil Qur’an (MTQ)

Lomba melantunkan ayat dengan nada yang indah. Setiap kelas mengirimkan delegasi terbaiknya untuk membacakan tilawah Al-Qur’an.

foto bersama santri lomba MTQ semarak milad Al Muanawiyah bersama juri
Para peserta MTQ bersama dewan juri

3. Pilihan Da’i Remaja (Pildaraja)

Setiap kelas mengirimkan satu delegasi untuk menyampaikan ceramah bertema Karakter Generasi Qur’ani. Peserta menyusun teks sendiri dan menyampaikan pesan tentang pentingnya menghafal, memaknai, serta mengamalkan Al-Qur’an.

foto bersama santri lomba pildaraja dalam semarak milad Al Muanawiyah
Delegasi lomba Pildaraja dalam milad Al Muanawiyah 2026

4. Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ)

Cabang lomba kelompok ini melibatkan tiga delegasi per kelas. Anggota tim berbagi peran sebagai qori’ah, pensyarah, dan sari tilawah. Mengusung tema Membangun Generasi Qur’ani, para peserta menyampaikan dakwah secara kreatif untuk menyemangati sesama santri.

Tampilan MSQ santri dalam semarak milad Al Muanawiyah
Delegasi MSQ dari kelas VII SMPQ Al Muanawiyah

Selain kompetisi keagamaan, panitia menyelenggarakan lomba kebersihan antar kamar untuk memperebutkan piala bergilir. Sebelum memasuki acara inti, seluruh santriwati melaksanakan khotmil Qur’an bil ghoib secara khidmat sebagai penutup prapuncak.

Acara Milad Disiarkan Langsung Via YouTube Al Muanawiyah

Seluruh keseruan kompetisi prapuncak akan bermuara pada acara Puncak Milad Al Muanawiyah pada Ahad, 9 Agustus 2026. Para pemenang dari seluruh cabang lomba akan menerima penghargaan pada hari tersebut. Mereka juga akan membawakan pertunjukan terbaik di hadapan pengasuh, santri, dan tamu undangan. Melalui semarak milad Al Muanawiyah ini, pengasuh berharap para santri semakin termotivasi. Kegiatan ini bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak mulia serta berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an.

Wali santri, alumni, dan masyarakat umum dapat menyaksikan kemeriahan acara ini secara daring. Anda bisa melihat penampilan para santri dari rumah masing-masing. Panitia menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube resmi pesantren. Anda juga dapat menonton kembali rekaman video semarak milad ke-6 Al Muanawiyah kapan saja.

👉 Klik di Sini untuk Menonton Tayangan Langsung dan Rekaman Milad Al Muanawiyah di YouTube!

Jangan lewatkan momen berharga ini! Mari menyimak syiar Qur’ani para santriwati PPTQ Al Muanawiyah melalui kanal YouTube resmi.

Ekstrakurikuler Sekolah Al Muanawiyah yang Mengasah Karakter

Ekstrakurikuler Sekolah Al Muanawiyah yang Mengasah Karakter

Pendidikan modern tidak hanya berfokus pada nilai akademis dan hafalan Al-Qur’an. Orang tua juga harus memperhatikan pengembangan potensi minat serta bakat anak. Oleh karena itu, sekolah yang baik harus mampu mengasah kepemimpinan dan kreativitas siswa.

Melihat kebutuhan tersebut, PPTQ Al Muanawiyah menghadirkan ragam kegiatan karakter yang sangat bermanfaat. Langkah ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang mandiri dan berakhlak mulia.

Oleh sebab itu, memahami pilihan ekstrakurikuler sekolah Al Muanawiyah akan membantu Anda memilih sekolah terbaik bagi buah hati.

1. Pengembangan Jiwa Kepemimpinan Melalui Ekstrakurikuler Pramuka

Pertama, sekolah menyediakan ekstrakurikuler Pramuka untuk melatih kedisiplinan dan keberanian para santri di luar kelas. Pihak pengelola mengemas program ini melalui kegiatan baris-berbaris, perkemahan, outbound, serta gerakan penghijauan lingkungan secara berkala. Melalui berbagai aktivitas luar ruangan tersebut, para santri belajar tentang nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian.

Dengan demikian, kegiatan ini berhasil menumbuhkan jiwa bertanggung jawab serta rasa cinta terhadap kelestarian alam sekitar.

2. Penguasaan Teknologi Digital Melalui Ekstrakurikuler Multimedia

Selain kegiatan fisik, sekolah juga memfasilitasi minat santri di bidang teknologi melalui ekstrakurikuler Multimedia. Pengajar mengarahkan para santri untuk mempelajari teknik fotografi lingkungan serta praktik desain grafis pembuat poster. Kegiatan visual ini berfokus pada tema-tema pelestarian lingkungan hidup dan pesan-pesan kebaikan.

Hasilnya, program ini mampu menumbuhkan kreativitas, daya inovasi, serta rasa kepedulian lingkungan yang sangat tinggi pada diri santri.

gambar laptop, mixer sound, dan alat perekam dan peralatan multimedia lainnya
Foto pembinaan keterampilan santri Al Muanawiyah di bidang multimedia

3. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Hidup Melalui Ekstrakurikuler Seni

Tidak berhenti di situ, sekolah memberikan ruang berekspresi yang luas melalui ekstrakurikuler Seni. Pada program ini, santri melatih daya imajinasi melalui seni lukis bertema alam sekaligus mengasah keahlian seni boga mengolah bahan lokal. Aktivitas memasak dan melukis ini dibimbing langsung oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya.

Melalui kedua kegiatan tersebut, para santri belajar tentang nilai kerja sama tim, keterampilan praktis, serta kerapian dalam kehidupan sehari-hari.

Keberagaman pilihan ekstrakurikuler sekolah Al Muanawiyah membuktikan komitmen lembaga dalam mencetak santri yang cerdas dan terampil.

Sebagai informasi tambahan, lembaga pendidikan khusus putri ini menaungi jenjang SMP Qur’an Al Muanawiyah dan MA Qur’an Al Muanawiyah. Di samping itu, pesantren ini juga menyediakan program Pondok Khusus Tahfidz Murni. Lingkungan yang aman dan islami ini siap membimbing putri Anda menjadi pribadi yang mandiri serta berprestasi. Oleh karena itu, jangan ragu untuk memilih sekolah ini bagi masa depan anak Anda.

Ayo, amankan kuota pendaftaran dan daftarkan putri Anda ke PPTQ Al Muanawiyah sekarang juga!

Daftar di PPTQ Al Muanawiyah Sekarang

Pentas Seni Santri Menutup Hari Terakhir MATSABA Al Muanawiyah 2026

Pentas Seni Santri Menutup Hari Terakhir MATSABA Al Muanawiyah 2026

Panitia menutup hari terakhir MATSABA di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al Muanawiyah dengan momen penuh warna, tawa, dan kebersamaan yang luar biasa. Seluruh santri baru tampak begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berjalan dari pagi, siang, hingga malam puncak penutupan. Oleh karena itu, hari terakhir ini menjadi penutup orientasi yang dikemas secara seru sekaligus sangat berkesan.

Selaras dengan agenda kemarin pagi, para peserta memulai hari dengan olahraga ringan yaitu jalan sehat dan senam bersama. Seluruh peserta mengikuti gerakan senam pagi dengan penuh semangat demi membakar energi positif di bawah panduan panitia. Selain menyegarkan pikiran, jalan sehat ini juga menjadi momen bagi para santri untuk lebih akrab mengobrol satu sama lain sambil menikmati udara pagi.

Selanjutnya, setelah lelah berolahraga, para santri mendapatkan waktu jeda untuk istirahat dan membersihkan diri. Langkah ini penting agar tubuh mereka kembali segar sebelum masuk ke agenda berikutnya yang paling mereka tunggu-tunggu, yaitu perlombaan antar-kelompok.

Fun Games MATSABA yang Mencairkan Suasana

Gelak tawa dan teriakan pendukung langsung pecah begitu babak perlombaan dimulai. Panitia menyiapkan tiga lomba seru yang menguji kerja sama tim dan konsentrasi para peserta.

  • Final Balon Ular: Dua kelompok menyajikan aksi menegangkan untuk memperebutkan kemenangan lewat kekompakan mereka.

  • Estafet Tepung Menggunakan Kartu di Mulut: Lomba ini sukses mengundang tawa riuh karena menuntut konsentrasi penuh. Sambil menahan kartu di bibir, para santri harus mengoper tepung ke rekan satu timnya. Alhasil, tumpahan tepung mendadak mengubah banyak wajah santri menjadi putih cemong, namun justru di situlah letak keseruannya.

  • Lomba Terompah (Bakiak Panjang): Tiga orang sekaligus menaiki sandal kayu panjang untuk menguji kekompakan langkah kaki mereka. Jika ada satu orang saja yang salah melangkah, satu tim akan langsung oleng dan terjatuh bersama. Oleh sebab itu, kerja sama dan keselarasan tempo menjadi penentu utama kemenangan di sini.

Baca juga: Pembelajaran Fiqh untuk Santri Baru di Hari Kedua MATSABA Al Muanawiyah

Memasuki siang hari, suasana kompetisi berubah menjadi penuh konsentrasi kreatif. Setelah lelah berpeluh di lapangan, para santri berkumpul bersama kelompok masing-masing untuk melakukan latihan persiapan Got Talent. Mereka menggunakan sesi ini untuk mematangkan konsep, menghafal gerakan, menyelaraskan suara, hingga menyusun naskah. Hal ini bertujuan demi memberikan penampilan terbaik di malam puncak nanti.

Malam Puncak: Penutupan oleh Pengasuh dan Gemerlap Pentas Seni Santri

Suasana malam hari di PPTQ Putri Al Muanawiyah berubah menjadi sangat syahdu sekaligus meriah saat memasuki Acara Penutupan MATSABA. Ayah A. Muammar Sholahuddin, S.Pd., M.Pd. selaku pengasuh yang membuka dan menutup acara ini secara langsung. Beliau memberikan wejangan dan doa restu yang hangat bagi para santri baru agar kerasan, berkah, dan sukses dalam menempuh perjalanan menghafal Al-Qur’an dan menuntut ilmu di pesantren.

santri tampil menari di pentas seni santri MATSABA PPTQ Al Muanawiyah
Salah stau tampilan pentas seni santri di hari terakhir MATSABA

Setelah sambutan dan doa penutup selesai, gemerlap kreativitas para santri langsung mengambil alih panggung megah MATSABA. Acara kemudian berlanjut dengan pertunjukan pentas seni santri yang menampilkan bakat luar biasa.

  • Penampilan Bakat Mandiri: Beberapa santri memulai sesi pembuka dengan berani tampil solo atau duet untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.

  • Penampilan Yel-Yel Kelompok: Setiap kelompok tampil ke depan menyuarakan yel-yel khas mereka secara kompak, lantang, dan penuh gerakan kreatif yang mengundang sorak-sorai penonton.

  • Pentas Seni Per Kelompok: Panggung semakin meriah dengan berbagai pertunjukan seni yang dikemas apik oleh tiap kelompok, meliputi:

    • Drama: Cerita menghibur yang mengocok perut sekaligus menyajikan pesan moral kehidupan pesantren yang mendalam.

    • Tarian Wonderful: Koreografi tari kreasi nusantara yang indah dan memancarkan semangat juang yang tinggi.

    • Habsyi (Hadrah): Lantunan selawat yang syahdu dan menggetarkan hati mengalir diiringi ketukan rebana yang harmonis.

    • Fashion Show: Peragaan busana kreatif khas santri yang anggun namun tetap jenaka dan penuh percaya diri.

Pembagian Hadiah: Apresiasi untuk Para Pemenang

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian MATSABA, momen yang paling santri tunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Panitia membagikan hadiah bagi para pemenang lomba kekompakan, lomba ketangkasan siang hari, hingga kelompok penampil terbaik. Penyerahan piala dan bingkisan malam itu pun berlangsung di tengah riuh tepuk tangan dan tawa bahagia yang menyelimuti aula.

Hari terakhir MATSABA di PPTQ Al Muanawiyah ini membuktikan bahwa masa orientasi di pesantren tidak hanya mendidik secara mental spiritual. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kegembiraan, kreativitas, dan pengikat rasa kekeluargaan yang erat antar-santri. Selamat berproses dan berjuang menjadi generasi hafidzah yang hebat di Pondok Pesantren Al Muanawiyah!

Ayo, jadilah bagian dari keluarga besar generasi hafidzah berprestasi dan segera daftar ke PPTQ Putri Al Muanawiyah sekarang!

Penulis: Alung (Tim Media Al Muanawiyah)

Editor: Qori Qonitatuz Zahra

Pembelajaran Fiqh untuk Santri Baru di Hari Kedua MATSABA Al Muanawiyah

Pembelajaran Fiqh untuk Santri Baru di Hari Kedua MATSABA Al Muanawiyah

Para santri baru menunjukkan antusiasme yang semakin membara pada hari kedua Masa Ta’aruf Santri Baru (MATSABA) di PPTQ Al Muanawiyah. Panitia merancang agenda hari kedua ini dengan sangat padat namun tetap seru. Acara hari ini memadukan aktivitas fisik yang menyehatkan dengan pendalaman materi keislaman yang sangat krusial bagi kehidupan santri.

Para peserta memulai pagi hari dengan kegiatan olahraga bersama berupa jalan sehat mengitari lingkungan sekitar Pondok Pesantren Al Muanawiyah. Sembari menghirup udara pagi yang segar, para santri baru saling mengobrol santai untuk mempererat keakraban antar-teman sekamar.

Setelah tubuh mulai panas, mereka langsung melanjutkan agenda dengan senam bersama pengurus organisasi santri. Seluruh peserta tampak makin energik mengikuti setiap gerakan senam yang mengiringi musik dinamis. Gelak tawa dan candaan yang pecah berhasil mencairkan sisa-sisa rasa canggung di antara mereka.

Baca juga: MATSABA Al Muanawiyah Hari Pertama Sambut Santri Baru dengan Meriah

Kupas Tuntas Akhlak dan Thaharah

Para santri segera bergeser ke dalam aula untuk menerima sesi pembekalan materi setelah menyelesaikan salat Dhuha. Di tempat ini, para pengajar mulai membangun fondasi karakter dan keilmuan para santri baru. Pemateri mengisi sesi pertama dengan materi Akhlakul Karimah yang menekankan pentingnya adab kepada guru, kiai, dan orang tua.

Selanjutnya, panitia menghadirkan pembelajaran fiqh untuk santri baru yang sangat mendasar namun krusial mengenai thaharah. Kebersihan lahiriah merupakan syarat mutlak yang menentukan sah atau tidaknya aktivitas ibadah seorang muslim. Oleh karena itu, narasumber memaparkan secara detail mengenai tiga macam najis yaitu mukhaffafah, mutawassitah, dan mugalladah. Para santri juga belajar cara mengidentifikasi keberadaan najis di sekitar lingkungan asrama mereka.

Narasumber sesekali menyelingi pembawaan materi dengan game singkat agar para santri baru tidak merasa bosan. Para santri baru tampak menyimak dengan serius sambil mencatat poin-poin penting di buku catatan masing-masing.

gamabr santri praktik shalat dalam pembelajaran fiqh santri baru Al Muanawiyah
Praktik shalat dan wudhu santri baru di MATSABA hari kedua

Praktik Fiqh Thaharah untuk Santri Baru

Para peserta tidak lagi sekadar mendengarkan teori setelah menyelesaikan istirahat, salat Zuhur berjamaah, dan makan siang. Siang hari menjadi momen yang paling santri nantikan karena mereka akan melakukan sesi praktik langsung di aula pondok. Ustadzah pendamping bertindak sebagai fasilitator dan membagi para santri baru ke dalam kelompok-kelompok kecil.

Berikut adalah tiga poin utama yang para santri praktikkan dalam agenda siang tersebut.

  • Tata Cara Wudhu Sempurna: Santri menggunakan fasilitas air mengalir untuk memastikan seluruh rukun dan sunnah wudhu berjalan tertib.

  • Praktik Gerakan dan Bacaan Salat: Santri belajar memakai mukena secara benar, meluruskan saf, posisi rukuk sujud yang tumaninah, hingga kefasihan bacaan.

  • Praktik Penyucian Najis: Santri mempraktikkan langsung cara menyucikan lantai atau kain tiruan sesuai jenis najisnya, termasuk penggunaan tanah untuk najis mugalladah.

Melalui praktik langsung ini, panitia ingin memastikan seluruh santri baru tidak hanya menghafal teorinya saja. Panitia membimbing mereka agar mampu mempraktikkan ibadah secara sah sejak hari pertama tinggal di Pondok Pesantren Al Muanawiyah.

Game Menumbuhkan Kekompakan Santri pada Sore Hari

Sore hari menjadi waktu yang paling santri nanti untuk melepas penat dan berbagi tawa bersama. Suasana berubah riuh saat panitia menyelenggarakan sesi permainan seru antarkelompok. Dua permainan unik yang menguji konsentrasi dan kekompakan tim menjadi menu utama pada sore hari itu.

Permainan pertama adalah memasukkan sedotan ke dalam botol tanpa menggunakan tangan secara langsung. Fokus, kesabaran, dan koordinasi antar-anggota tim menjadi kunci utama dalam permainan yang memicu gelak tawa penonton ini. Permainan kedua adalah balon ular, di mana para santri berbaris memanjang membentuk formasi ular yang unik. Mereka harus menjaga balon di barisan belakang sekaligus berusaha memecahkan balon milik kelompok lawan.

foto santri baru PPTQ Al Muanawiyah bermain balon ular dalam pembelajaran fiqh santri baru
Game balon ular yang sangat seru bagi santri baru

Interaksi yang aktif ini berhasil menciptakan kekompakan dan keakraban yang sangat kental di antara mereka. Panitia sengaja memilih permainan ini untuk menumbuhkan rasa persaudaraan atau ukhuwah di antara sesama santri baru. Di pondok, mereka harus saling mendukung layaknya satu tim dan tidak bisa berjuang sendirian.

poster pendaftaran santri baru pondok tahfidz putri jombang Al Muanawiyah

Panitia menutup rangkaian kegiatan hari kedua yang padat, penuh ilmu, sekaligus menyenangkan ini menjelang waktu ashar. Seluruh peserta MATSABA mengakhiri agenda hari ini dengan senyum puas yang menghiasi wajah mereka. Kini, mereka merasa lebih siap, mandiri, dan semakin akrab untuk memulai kehidupan baru sebagai santri di Pondok Pesantren Al Muanawiyah.

Penulis: Alung (Tim Media Al Muanawiyah)

Editor: Qori Qonitatuz Zahra

MATSABA Al Muanawiyah Hari Pertama Sambut Santri Baru dengan Meriah

MATSABA Al Muanawiyah Hari Pertama Sambut Santri Baru dengan Meriah

Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah pada hari ini. Para santri baru secara resmi memulai langkah awal perjuangan mereka dalam menuntut ilmu di asrama. Mereka akan fokus menghafal Al-Qur’an melalui kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru (MATSABA) Al Muanawiyah hari pertama (14/07/2026). Panitia telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang padat namun tetap edukatif untuk membantu proses adaptasi.

Seluruh agenda ini dirancang khusus agar para santri baru bisa segera menyatu dengan lingkungan pesantren.

Pembukaan dan Penegakan Kedisiplinan Sejak Pagi Hari di Aula Utama Pesantren

Kegiatan orientasi santri baru ini dimulai sejak pagi hari dengan Acara Pembukaan MATSABA Al Muanawiyah. Bertempat di aula utama pesantren, panitia membuka acara ini secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian berlanjut dengan pengenalan profil lengkap dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah.

Baca juga: SMPQ Al Muanawiyah Ikuti Ajang Jombang Eco Creative 2026

Setelah prosesi pembukaan selesai, panitia langsung melanjutkan agenda dengan pembacaan dan sosialisasi peraturan pesantren. Sesi sosialisasi aturan ini sangat krusial agar para santri baru memahami hak dan kewajiban mereka. Mereka juga harus mengerti seluruh tata tertib yang berlaku selama menimba ilmu di lembaga ini. Penanaman disiplin sejak dini bertujuan dapat membentuk karakter santri yang tangguh dan berakhlakul karimah.

gambar santri bertanya pada MATSABA Al Muanawiyah
Seorang santri baru bertanya saat sesi pengarahan MATSABA Al Muanawiyah

Kunci Sukses Menghafal dan Hangatnya Kebersamaan di Sesi Siang Hari

Memasuki waktu siang setelah istirahat dan salat Dzuhur, suasana kegiatan menjadi lebih santai namun tetap sarat makna. Panitia menggelar sesi bermanfaat yang membagikan berbagai tips mudah untuk menghafal ayat suci Al-Qur’an. Dalam sesi ini, seorang santri senior yang telah menyelesaikan hafalan mutqin bertindak sebagai pembicara utama. Ia membagikan pengalaman berharga, metode menghafal yang efektif, serta cara mengatasi rasa jenuh di pondok.

Para santri baru terlihat sangat antusias mencatat setiap tips sebagai modal awal setoran hafalan mereka. Acara siang kemudian ditutup dengan pembagian kelompok-kelompok kecil untuk seluruh peserta. Sesi kelompok ini berhasil mencairkan suasana kaku sehingga para santri mulai saling berkenalan dengan akrab. Mereka mulai bercengkerama dengan ceria dan membangun ikatan kekeluargaan yang sangat erat antarsaudara seiman.

Memasuki waktu malam, agenda berlanjut pada pemetaan akademik untuk mengetahui kesiapan belajar santri.

santri putri melakukan praktik shalat di MATSABA Al Muanawiyah
Praktik shalat untuk santri baru di hari pertama MATSABA

Pemetaan Kemampuan Melalui Serangkaian Tes Pegon Al-Qur’an dan Kitab Dasar

Setelah melaksanakan ibadah salat Isya berjamaah, satu per satu santri baru mulai mengikuti ujian kemampuan dasar.

Berikut adalah tiga jenis tes yang harus dilewati oleh seluruh peserta baru malam ini.

  • Tes Tulisan Pegon: Mengukur kemampuan membaca dan menulis pegon sebagai dasar pembelajaran kitab kuning di pesantren.

  • Tes Al-Qur’an: Mengetahui kelancaran membaca serta sejauh mana penguasaan terhadap hukum tajwid dan makhorijul huruf.

  • Tes Kitab: Memetakan tingkat pemahaman dasar santri terhadap materi fikih dan akhlak yang pernah mereka pelajari.

Panitia menegaskan bahwa rangkaian tes malam ini bukan bertujuan untuk menghakimi tingkat kecerdasan para santri. Hasil tes ini murni berfungsi sebagai langkah awal pemetaan bimbingan agar sesuai dengan kemampuan individu.

Secara umum, hari pertama kegiatan orientasi ini dapat berjalan dengan sangat sukses dan lancar tanpa hambatan. Lelah yang dirasakan oleh para santri baru seolah terbayar lunas dengan ilmu dan teman baru. Hari pertama ini telah meletakkan fondasi mental yang kuat untuk menjalani hari-hari selanjutnya di pesantren.

poster pendaftaran santri baru pondok tahfidz putri jombang Al Muanawiyah

Melalui pelaksanaan program MATSABA Al Muanawiyah yang tertib, pihak yayasan menunjukkan dedikasi yang tinggi bagi umat. PPTQ Al Muanawiyah berkomitmen penuh untuk terus memberikan sistem pendidikan terbaik bagi para calon penghafal Al-Qur’an. Penataan kurikulum yang seimbang serta bimbingan kasih sayang akan terus menjadi pilar utama perjuangan lembaga ini. Semoga para santri baru mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan hafalan kalamullah hingga akhir dengan predikat mutqin.

Penulis: Alung (Media Al Muanawiyah)

Editor: Qori Qonitatuz Zahra