Memilih pondok tahfidz Jombang sebagai tempat putra-putri menimba ilmu adalah langkah besar. Namun, selain kesiapan mental dan hafalan, ada satu aspek yang sering membuat orang tua cemas: Bagaimana cara mengatur uang saku santri agar cukup dan tidak boros?
Jombang dikenal dengan biaya hidup yang relatif terjangkau dibandingkan kota besar lainnya. Namun, tanpa pengelolaan yang benar, santri bisa terjebak dalam perilaku konsumtif. Berikut adalah panduan praktis bagi orang tua untuk mengatur keuangan anak selama di pesantren.
1. Tentukan Anggaran Bulanan yang Rasional
Langkah pertama adalah riset biaya makan dan kebutuhan harian di sekitar pondok tahfidz Jombang tujuan Anda. Biasanya, pesantren sudah menyediakan makan utama. Uang saku tambahan digunakan untuk kebutuhan mendesak, alat tulis, atau sekadar jajan.
-
Tips: Jangan memberi uang saku terlalu banyak (memicu boros) atau terlalu sedikit (membuat anak stres). Diskusikan dengan pengurus pondok mengenai rata-rata pengeluaran santri di sana.
2. Ajarkan Sistem “Ambil Secukupnya”
Beberapa pondok di Jombang memiliki sistem tabungan atau penitipan uang saku di pengurus. Ajarkan anak untuk tidak memegang seluruh uang bulanan di saku.
-
Minta anak mengambil uang saku secara mingguan. Cara ini sangat efektif melatih anak untuk melihat sisa anggaran yang mereka miliki sebelum kiriman berikutnya datang.
Baca juga: Checklist Wajib Persiapan Daftar Pondok Tahfidz Putri
3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Di lingkungan pesantren, godaan terbesar biasanya adalah jajanan di kantin atau pesanan makanan dari luar (jika diizinkan).
-
Bekali anak dengan pemahaman bahwa kebutuhan utama adalah sabun, buku, dan vitamin. Jajan adalah pelengkap. Memberikan anak buku catatan keuangan kecil untuk mencatat pengeluaran harian bisa menjadi latihan tanggung jawab yang luar biasa.
4. Manfaatkan Fasilitas Pondok
Banyak pondok tahfidz Jombang yang sudah menyediakan fasilitas lengkap seperti koperasi. Dorong anak untuk berbelanja di koperasi pondok karena biasanya harga lebih terkontrol dan hasilnya kembali untuk kemaslahatan pesantren.
5. Berikan Reward Atas Kedisiplinan
Jika dalam satu bulan anak berhasil menyisihkan sebagian uang sakunya, berikan apresiasi. Anda bisa menambah tabungannya atau memberikan hadiah saat mereka pulang liburan. Ini akan memotivasi mereka untuk terus belajar hidup hemat (zuhud).
Bingung Memilih Pondok yang Tepat untuk Kemandirian Anak?
Mengatur keuangan hanyalah satu dari sekian banyak kemandirian yang akan dipelajari anak di pesantren. Memilih lingkungan yang mendukung pembentukan karakter, adab, sekaligus penguasaan teknologi adalah kunci utama masa depan mereka.
PPTQ Al Muanawiyah Jombang tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membina santri untuk memiliki kemandirian hidup dan disiplin diri yang kuat.
Manajemen keuangan santri bukan hanya soal uang, tetapi soal melatih amanah. Dengan pengelolaan yang tepat, santri di pondok tahfidz Jombang tidak hanya akan kaya dengan hafalan, tetapi juga cerdas dalam mengatur rezeki yang Allah berikan.
Konsultasikan Masa Depan Pendidikan Buah Hati Anda
Apakah Anda masih ragu terkait kesiapan anak masuk pesantren atau ingin tahu lebih dalam mengenai kurikulum yang menyeimbangkan iman dan ilmu modern?
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim kami. PPTQ Al Muanawiyah Jombang menyediakan layanan konsultasi pendidikan untuk membantu orang tua menemukan solusi terbaik bagi putra-putrinya.
[KLIK DI SINI UNTUK KONSULTASI VIA WHATSAPP RESMI]
Atau hubungi nomor WhatsApp yang tertera di website resmi kami untuk respon cepat dari tim asatidz

