Bacaan Tawasul Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya

Bacaan Tawasul Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya

Menggunakan bacaan tawasul lengkap saat memulai majelis doa merupakan tradisi yang penuh dengan keberkahan. Tawasul sendiri berarti menggunakan wasilah atau perantara agar doa kita lebih mudah sampai ke hadirat Allah SWT. Dengan menyebut nama-nama mulia seperti para Nabi dan Wali, kita menunjukkan adab dan kerendahan hati sebagai hamba yang penuh khilaf.

Berikut adalah urutan bacaan tawasul lengkap yang dapat Anda gunakan untuk kegiatan kirim doa, tahlil, maupun hajat pribadi.

1. Tawasul kepada Rasulullah SAW

Urutan pertama dalam bacaan tawasul lengkap adalah menghadiahkan Al-Fatihah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau.

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ شَيْءٌ لِلّٰهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Ilaa hadhrotin nabiyyil mushthofaa, muhammadin shollalloohu ‘alaihi wasallam, wa ‘alaa aalihii wa ash-haabihii syai-un lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Segala perkara milik Allah, bagi mereka kami persembahkan Al-Fatihah.”

Baca juga: Keutamaan Tawasul, Pembuka Tilawah di Pondok Tahfidz Jombang

2. Tawasul kepada Para Nabi dan Malaikat

Setelah itu, kita melanjutkan doa untuk para saudara beliau dari golongan Nabi, Rasul, serta para Malaikat. Oleh karena itu, kita menyambungkan hubungan spiritual dengan seluruh utusan Allah.

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، لِلّٰهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilaa hadhroti ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wal auliyaa-i wasy-syuhadaa-i wash-sholihiin, wal malaa-ikatil muqorrobiin, lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: “Kemudian kepada para saudaranya dari golongan para Nabi, Rasul, para Wali, para Syuhada, orang-orang saleh, dan para malaikat yang dekat (dengan Allah). Segala perkara milik Allah, bagi mereka kami persembahkan Al-Fatihah.”

3. Tawasul kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Bacaan tawasul lengkap biasanya menyertakan doa khusus untuk Sultan para Wali, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Sebagai hasilnya, kita berharap mendapatkan keberkahan dari keteladanan beliau.

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ سُلْطَانِ الْأَوْلِيَاءِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، لِلّٰهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilaa hadhroti sulthoonil auliyaa-i asy-syaikh ‘abdil qoodir al-jailani rodhiyalloohu ‘anhu, lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: “Kemudian kepada pemimpin para wali, Syekh Abdul Qodir Jaelani ra. Segala perkara milik Allah, bagi mereka kami persembahkan Al-Fatihah.”

4. Tawasul kepada Ahli Kubur, Orang Tua, dan Guru

Bagian terakhir dalam bacaan tawasul lengkap ini bertujuan untuk mendoakan orang-orang terdekat yang telah berjasa dalam hidup kita. Oleh sebab itu, bagian ini merupakan bentuk bakti kita kepada mereka.

 ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا، لِلّٰهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilaa arwaahi aabaa-inaa wa ummahaatinaa, wa masyaayikhinaa wa mu’allimiinaa, lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: “Kemudian kepada ruh-ruh bapak kami, ibu kami, para guru kami, dan orang-orang yang mengajar kami. Segala perkara milik Allah, bagi mereka kami persembahkan Al-Fatihah.”

Mempraktikkan bacaan tawasul lengkap secara istiqomah akan memberikan dampak positif bagi ketenangan batin kita. Selain itu, tawasul melatih kita untuk selalu menghargai jasa para pendahulu. Namun, kita harus tetap meyakini bahwa hanya Allah SWT lah yang mengabulkan segala doa. Jadi, jadikanlah tawasul sebagai adab terbaik saat bersimpuh memohon kepada Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *