Saat menjalankan ibadah puasa, sahur menjadi kunci utama untuk menentukan energi Anda selama belasan jam ke depan. Banyak orang sering merasa lemas atau perut keroncongan sebelum waktu Dzuhur tiba. Hal ini biasanya terjadi karena pemilihan makanan yang kurang tepat. Menyusun menu sahur sehat bukan berarti harus mewah, melainkan harus seimbang secara nutrisi.
Dengan kombinasi karbohidrat kompleks, serat, dan protein yang pas, Anda bisa menjalani aktivitas harian tanpa hambatan berarti.
1. Pilih Karbohidrat Kompleks, Bukan Karbohidrat Simpel
Langkah pertama dalam menyusun menu sahur sehat adalah memilih sumber energi yang tahan lama. Hindari terlalu banyak nasi putih atau roti putih yang cepat serap. Pilihlah nasi merah, oatmeal, atau ubi jalar. Karbohidrat kompleks ini melepaskan energi secara perlahan ke dalam darah, sehingga Anda tidak akan merasa cepat lapar di pagi hari.

2. Tambahkan Protein Berkualitas
Protein berfungsi sebagai “bahan bakar” otot dan memberikan rasa kenyang yang lebih dalam. Masukkan telur, dada ayam, tempe, atau ikan ke dalam piring sahur Anda. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung daripada lemak atau karbohidrat. Ini adalah rahasia utama agar perut tetap terasa penuh hingga waktu berbuka tiba.
Baca juga: Persiapan Puasa Ramadhan agar Ibadah Lebih Optimal
3. Perbanyak Serat dari Sayur dan Buah
Jangan lewatkan sayuran hijau dan buah-buahan dalam menu sahur sehat Anda. Serat memiliki kemampuan untuk mengikat air dan memperlambat proses pencernaan. Selain itu, buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka atau melon membantu menjaga hidrasi tubuh. Serat juga sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan selama berpuasa.
4. Batasi Makanan Asin dan Terlalu Manis
Makanan yang terlalu asin akan memicu rasa haus yang berlebihan selama puasa. Sementara itu, makanan yang terlalu manis memicu lonjakan insulin yang diikuti dengan penurunan gula darah secara drastis. Hal inilah yang sering membuat tubuh terasa gemetar dan lemas di siang hari. Sebaiknya, pilih rasa manis alami dari kurma atau buah-buahan segar.
5. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2
Selain makanan, pola minum air putih sangat menentukan stamina Anda. Gunakan pola sederhana: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hidrasi yang cukup mencegah sakit kepala dan menjaga konsentrasi Anda tetap tajam sepanjang hari.
Baca juga: Mengenal Batas Waktu Berpuasa Ramadhan Sesuai Aturan Fiqih
Menyiapkan menu sahur sehat adalah investasi terbaik untuk kesehatan Anda selama bulan Ramadhan. Dengan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk, Anda tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga tubuh yang tetap bugar. Mari mulai rutin mengonsumsi makanan bergizi agar puasa kali ini berjalan lebih maksimal dan bermakna.




