Tasmi 30 Juz Kerja Sama Al Muanawiyah dengan Al-Amien

Tasmi 30 Juz Kerja Sama Al Muanawiyah dengan Al-Amien

Jombang, 17 Februari 2026 — Sebagai bagian dari rangkaian wisuda tahfidz, seorang santri Universitas Islam Al-Amien Prenduan sukses menyelesaikan tasmi 30 juz di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah. Kegiatan ini menjadi tahapan krusial sekaligus penentu kelayakan santri sebelum mengikuti prosesi wisuda tahfidz secara resmi.

Pihak pesantren menyelenggarakan tasmi 30 juz ini untuk memperkuat kualitas hafalan serta melakukan uji publik atas capaian santri selama menempuh program tahfidz. Dalam momen tersebut, santri melantunkan seluruh hafalan 30 juz secara bil ghaib di hadapan para santri, ustadzah, serta tim penyimak dari PPTQ Al Muanawiyah. Pengasuh membuka sesi tasmi tepat pada pukul 05.00 WIB dan kegiatan tersebut tuntas dalam satu kali duduk hingga pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Membaca Al-Qur’an bil Ghoib, Rahasia Memperkuat Hafalan

Standar Operasional Program Tahfidz untuk Menjaga Kualitas Hafalan

Siti Muizatul Mukaromah, selaku mahfidzah (guru penyimak) sekaligus pembimbing, menjelaskan bahwa tasmi merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang wajib setiap santri lalui. Sebelum maju ke tasmi terbuka, santri harus menyelesaikan setoran hafalan 30 juz kepada mahfidzah. Selanjutnya, santri menjalani tasmi internal dengan pengawasan pembimbing dan rekan sesama santri.

“Program tahfidz kami memiliki beberapa tahapan penting. Setelah menuntaskan setoran 30 juz, santri wajib melakukan tasmi sekali duduk. Kemudian, kami mengizinkan mereka mengikuti simakan atau khataman di rumah warga maupun pondok lain untuk menguji mental dan kesiapan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rangkaian ini bertujuan menjaga kualitas hafalan sekaligus membentuk mental percaya diri santri ketika diuji di ruang publik.

santri Universitas Islam Al-Amien Prenduan tasmi' 30 juz di PPTQ Al Muanawiyah
Potret kondisi tasmi’ 30 juz Vitamamillah, salah satu santri Universitas Islam Al Amien Prenduan

Tantangan di Balik Ujian Tasmi 30 Juz

Vitamamillah, santri yang menjalani tasmi tersebut, mengaku merasakan tantangan besar saat tampil di PPTQ Al Muanawiyah. Ia sempat merasa gugup karena harus melafalkan ayat suci di depan tim penyimak dari luar lingkungan pondok asalnya.

“Awalnya sangat gugup, apalagi ini ujian terbuka dan disimak beberapa ustadzah. Tapi alhamdulillah, setelah selesai saya merasa sangat lega,” ungkap Vitamamillah.

Vitamamillah menjadi satu-satunya delegasi santri yang mengikuti tasmi di Al-Muanawiyah pada kesempatan ini. Ia bercerita telah memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an sejak lulus SMP. Kegigihannya membuahkan hasil luar biasa dengan menuntaskan 30 juz dalam waktu satu tahun di Pondok Pesantren Kun Fayakun, Gresik. Ia menyebut dukungan penuh keluarga dan motivasi kerabat sebagai kunci keberhasilannya.

Baca juga: Program Unggulan Tahfidz Mengantarkan Mutqin 30 Juz

Di sisi lain, Early Azkiyatul, salah satu penyimak dari PPTQ Al-Muanawiyah, mengaku mendapatkan dampak positif dari kegiatan ini.

“Saya merasa terinspirasi dan semakin semangat. Tasmi ini membuat saya ingin segera menyusul,” tuturnya dengan antusias.

Pelaksanaan tasmi 30 juz ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi hafalan, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpondok pesantren dalam melahirkan lulusan tahfidz yang berkualitas tinggi.

Pewarta: Nasywa Mitsfalah

Editor: Qori Qonitatuz Zahra

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *