PPTQ Al Muanawiyah memberikan apresiasi hafalan santri Al Muanawiyah melalui pemberian syahadah hafalan Al-Qur’an. Pemberian syahadah berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, menjelang masa perpulangan santri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutupan program pembelajaran tahun 2025/2026. Momen ini menjadi bentuk penghargaan bagi santri yang telah menyelesaikan target tasmi’ selama mengikuti pembelajaran di pondok pesantren.
22 Santri Menerima Syahadah Hafalan
Sekitar 22 santri menerima syahadah hafalan Al-Qur’an dalam kegiatan tersebut. Syahadah diberikan kepada santri yang telah menyelesaikan tasmi’ dengan target kelipatan lima juz. Tasmi’ menjadi salah satu bagian penting dalam proses menghafal Al-Qur’an. Melalui tasmi’, santri memperdengarkan hafalannya secara langsung setelah menyelesaikan target tertentu.
Menariknya, beberapa santri menerima lebih dari satu syahadah. Sebagian mendapatkan dua hingga tiga syahadah karena telah menyelesaikan tasmi’ kelipatan lima juz lebih dari satu kali. Capaian tersebut menunjukkan kesungguhan santri dalam menambah sekaligus menjaga hafalan Al-Qur’an. Setiap syahadah menjadi catatan atas proses panjang yang mereka jalani selama berada di PPTQ Al Muanawiyah.

Syahadah Menjadi Bentuk Apresiasi dan Motivasi
Pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, Ustadz Amar, menjelaskan bahwa pemberian syahadah bukan sekadar penghargaan atas jumlah hafalan. Menurutnya, apresiasi juga penting untuk menjaga semangat para santri dalam melanjutkan proses menghafal Al-Qur’an.
Pemberian syahadah menjadi salah satu bentuk apresiasi hafalan santri Al Muanawiyah sekaligus motivasi agar mereka terus meningkatkan kualitas dan konsistensi hafalan.
“InsyaAllah liburan nanti ada award untuk setoran terbanyak dan konsisten tiap bulannya,” ujar Ustadz Amar.
Rencana tersebut menjadi bentuk apresiasi lanjutan bagi santri yang aktif menyetorkan hafalan. Konsistensi setoran selama masa belajar maupun liburan diharapkan tetap terjaga.
Menjaga Hafalan Tidak Berhenti pada Target
Menghafal Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan menyelesaikan jumlah juz. Santri juga perlu menjaga hafalan melalui murojaah dan setoran secara rutin. Karena itu, capaian tasmi’ menjadi salah satu indikator proses yang telah dilalui santri. Semakin banyak target yang terselesaikan, semakin banyak pula kesempatan santri untuk menguji kekuatan hafalannya.
Baca juga: Seminar Creator Digital Al Muanawiyah Bekali Santri dengan Teknik Produksi Konten Positif
Pemberian syahadah menjelang perpulangan juga memberikan pengalaman positif bagi santri. Mereka dapat melihat hasil dari usaha yang telah dilakukan selama satu tahun pembelajaran. Lebih dari sekadar selembar penghargaan, syahadah menjadi pengingat agar santri terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Semangat tersebut diharapkan tetap berlanjut meskipun kegiatan pembelajaran di pondok telah memasuki masa libur.
Menumbuhkan Generasi Penghafal Al-Qur’an
PPTQ Al Muanawiyah terus mendorong santri untuk membangun kebiasaan menghafal dan menjaga Al-Qur’an secara konsisten. Lingkungan pondok juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar, melakukan murojaah, serta mengembangkan kedisiplinan dalam beribadah.
Pemberian syahadah menjadi salah satu cara untuk menghargai proses tersebut. Dengan apresiasi yang tepat, santri harapannya semakin termotivasi untuk meningkatkan hafalan dan menjaga ayat-ayat Al-Qur’an yang telah mereka pelajari.

Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus lingkungan pesantren bagi putrinya, PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi pilihan.
Daftar sekarang di PPTQ Al Muanawiyah dan mulai perjalanan menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah.



