Parenting Al Muanawiyah Membangun Bounding Orang Tua Santri

Parenting Al Muanawiyah Membangun Bounding Orang Tua Santri

Parenting menjadi aspek penting dalam pendidikan santri, khususnya di pondok tahfidz putri. Kesadaran ini mendorong terselenggaranya kegiatan parenting Al Muanawiyah dengan tema Membangun Bounding Orang Tua dengan Anak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara orang tua dan pondok. Dengan hubungan yang sehat, proses pendidikan santri berjalan lebih optimal.

Kegiatan parenting tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025. Waktu pelaksanaan bertepatan dengan momentum pembagian rapor santri. Pada momen ini, para wali santri berkumpul melalui Zoom Meeting. Mereka mengikuti sesi peningkatan kapasitas dan pemahaman peran sebagai orang tua. Pemateri utama kegiatan ini adalah A. Mu’ammar Sholahuddin selaku pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah.

Parenting sebagai Implementasi Visi Pendidikan Pondok

Kegiatan parenting Al Muanawiyah merupakan bagian dari implementasi visi pondok. Visi tersebut adalah mendidik generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak dan tangguh. Menurut Ayah Amar, peran orang tua sangat erat dengan capaian santri. Dukungan orang tua tidak hanya bersifat materi, tetapi juga emosional dan spiritual.

Ayah Amar menjelaskan bahwa keikhlasan orang tua memiliki pengaruh besar. Ketika orang tua memberi semangat, baik secara langsung maupun tidak langsung, santri akan merasakannya. Akibatnya, semangat belajar dan menghafal di pondok ikut meningkat. Oleh karena itu, kegiatan parenting ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan santri.

Baca juga: Kurikulum Pondok Tahfidz Putri Ideal di Era Digital

Pola Asuh dan Psikologi Anak Perempuan

Dalam pemaparannya, Ayah Amar menjelaskan jenis dan tahapan pola asuh anak. Penjelasan tersebut disesuaikan dengan psikologi anak perempuan. Sebagai pondok khusus santri putri, PPTQ Al Muanawiyah memahami perbedaan kebutuhan santriwati. Contohnya, anak berusia 7-11 tahun masih menurut apa kata guru, sedangkan usia 12-20 tahun lebih percaya kepada apa kata teman. Jika orangtua tidak memahami, bisa terjadi kesalahpahaman atau pemaksaan kehendak tanpa menggali lebih lanjut apa latar belakangnya.

gambar tahapan perkembangan psikologi anak perempuan dalam parenting al muanawiyah
Salah satu bahasan dalam parenting Al Muanawiyah, perkembangan psikologi perempuan

Ayah Amar mengajak orang tua menerapkan pola asuh otoritatif. Pola ini menekankan ketegasan yang disertai dialog dan negosiasi yang sehat. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun kedekatan emosional. Selain itu, pemahaman tentang siklus haid anak juga dibahas secara edukatif. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat bersikap lebih empatik dan suportif.

Penguatan Bounding dalam Perspektif Islami

Pengasuhan islami menjadi fondasi utama dalam parenting Al Muanawiyah. Orang tua diajak memahami perannya sebagai pendamping ruhani anak. Dengan komunikasi yang hangat, bounding orang tua dan anak menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, sinergi rumah dan pondok akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Bagi orang tua yang ingin mengetahui lebih jauh sistem pendidikan dan pembinaan santri putri, PPTQ Al Muanawiyah membuka layanan konsultasi. Silakan menghubungi WhatsApp yang tertera di website resmi PPTQ Al Muanawiyah. Dengan komunikasi yang baik sejak awal, proses pendidikan anak dapat dipersiapkan secara lebih matang.

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung Akreditasi PBI UINSA

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung Akreditasi PBI UINSA

Kegiatan asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) berlangsung pada 4–5 Desember 2025 di gedung Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya. Proses asesmen berjalan dengan tanya jawab antara asesor dan para alumni yang berkecimpung di bidang pendidikan, edupreneur, dan penelitian. Dalam kesempatan itu, hadir Pendiri PPTQ Al Muanawiyah, Ustadz A. Muammar Sholahuddin, sebagai alumni yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam dunia edupreneur.

Pendiri PPTQ Al Muanawiyah Siap Dukung PBI UINSA

Asesmen kali ini dipimpin oleh dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan. Keduanya ialah Prof. Dr. Anam Sutopo dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Prof. Iskandar dari Universitas Negeri Makassar. Mereka menggali berbagai pengalaman alumni, khususnya yang bergerak di sektor pendidikan. Penilaian meliputi tujuh aspek penting. Di antaranya ialah kemampuan bahasa Inggris, penggunaan teknologi, komunikasi, kerja sama, pengembangan diri, keahlian sesuai bidang, dan etika profesional.

Ustadz Muammar menjelaskan bahwa beliau siap mendukung pengembangan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Bahkan, beliau menawarkan lembaganya sebagai tempat magang bagi mahasiswa. Tawaran ini menegaskan bahwa alumni yang aktif di masyarakat dapat membantu penguatan mutu akademik kampus. Selain itu, mahasiswa juga berpeluang melihat praktik pendidikan berbasis Al-Qur’an yang terkelola secara profesional.

beberapa orang foto bersama di depan tulisan UIN Sunan Ampel Surabaya termasuk pendiri PPTQ Al Muanawiyah
Potret pendiri PPTQ Al Muanawiyah (nomer 7 dari kanan) pasca kegiatan asesmen akreditasi Prodi PBI UINSA

Akreditasi memiliki fungsi penting bagi masyarakat luas. Akreditasi membantu calon mahasiswa menentukan pilihan pendidikan. Proses ini juga menjaga kualitas pembelajaran agar tetap sesuai standar nasional. Hasilnya amat terasa bagi lulusan karena akreditasi mempermudah proses kerja maupun studi lanjutan. Karena itu, keterlibatan alumni seperti Ustadz Muammar dalam akreditas PBI UIN Sunan Ampel Surabaya memberi nilai tambah bagi asesmen kali ini.

Al Muanawiyah dengan Program Unggulan Tahfidz

PPTQ Al Muanawiyah memiliki misi pendidikan yang terarah. Misinya mencakup empat nilai utama. Nilai itu meliputi Qur’an in mouth, Qur’an in hand, Qur’an in heart and soul, serta Qur’an in doings. Nilai tersebut membantu santri membiasakan interaksi harian dengan Al-Qur’an. Program tahfidz juga memadukan pendekatan psikologi dan pendidikan. Program unggulan tahfidz mendorong santri menyelesaikan hafalan dengan mutqin. Selain tahfidz, santri juga belajar akhlak dan fiqh melalui kitab kuning.

Santri terbiasa dengan pembiasaan ibadah yang teratur. Kebiasaan ini membentuk karakter yang siap terjun ke masyarakat. Dengan pola pendidikan tersebut, Pendiri PPTQ Al Muanawiyah hadir sebagai sosok alumni yang berkontribusi pada penguatan akreditasi kampus. Kehadiran beliau menunjukkan hubungan erat antara pesantren dan perguruan tinggi dalam membangun kualitas pendidikan Islam masa kini.

Ingin anak tumbuh dengan karakter kuat dan kecintaan mendalam pada Al-Qur’an? PPTQ Al Muanawiyah membuka kesempatan bagi calon santri yang ingin menempuh pendidikan tahfidz yang terarah, berakhlak, dan berbasis ilmu.

Daftarkan putra-putri Anda sekarang dan rasakan lingkungan pendidikan yang memadukan metode Qur’ani, psikologi belajar, serta pembinaan karakter harian. Klik untuk website resmi Al Muanawiyah dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya masa depan mereka.

Hangatnya Perayaan Hari Guru Nasional 2025 di Al Muanawiyah

Hangatnya Perayaan Hari Guru Nasional 2025 di Al Muanawiyah

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah pada Selasa, 25 November 2025 lalu berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menegaskan kembali peran strategis para guru dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan akhlak para santri. Nuansa penghormatan terlihat sejak pagi, saat seluruh civitas pesantren berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara resmi.

Upacara tersebut memiliki keunikan tersendiri, karena sebagian besar petugasnya adalah para guru. Hal ini menjadi simbol dedikasi dan kekompakan para pendidik dalam menuntun para santri menuju masa depan yang lebih baik. Setelah pengibaran bendera dan penyampaian amanat, acara dilanjutkan dengan persembahan dari para murid sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada guru-guru tercinta.

gambar upacara prngibaran bendera hari guru nasional 2025
Upacara Hari Guru Nasional 2025 PPTQ Al Muanawiyah

Persembahan Santri untuk Guru: Puisi, Musik, dan Tari

Rangkaian persembahan dimulai dengan pembacaan puisi oleh Ananda Zahro, yang tampil penuh penghayatan. Puisi tersebut diiringi lantunan piano yang dimainkan oleh Ananda Syafaah dan Ananda Imah, menciptakan suasana teduh yang menyentuh hati para hadirin. Pesan-pesan tentang perjuangan guru, keteguhan hati, serta keikhlasan mereka dalam mengajar terasa kuat dalam setiap bait.

Persembahan berikutnya menampilkan lagu “Bertaut”, dibawakan oleh Ananda Nana sebagai vokalis dan diiringi petikan gitar lembut dari Ananda Lintang. Kolaborasi ini menghadirkan momen haru yang memadukan apresiasi dan kedekatan emosional antara santri dan guru. Banyak hadirin yang terlihat tersenyum bangga, sekaligus terharu dengan bakat dan ketulusan para santri.

Baca juga: Santri Melek Teknologi Bukti Adaptasi Pesantren di Era Modern

Sebagai penutup, para murid menampilkan sebuah tari persembahan. Gerakan yang anggun dan teratur mencerminkan rasa hormat sekaligus kegembiraan dalam merayakan Hari Guru Nasional 2025. Tarian ini menjadi simbol bahwa ilmu, adab, dan seni adalah bagian dari satu kesatuan pendidikan di Al Muanawiyah.

beberapa santri putri menari tradisional dalam perayaan hari guru nasional 2025
Persembahan tari dari santri PPTQ Al Muanawiyah

Makna dan Pesan Semangat di Hari Guru Nasional 2025

Perayaan tahun ini bukan sekadar rangkaian acara, tetapi juga momen refleksi bagi seluruh warga pesantren. Para guru menerima penghargaan ini dengan rendah hati, sembari mengingat kembali bahwa tugas mendidik adalah amanah yang tidak pernah berhenti.

Baca juga: Puncak HSN 2025 Al Muanawiyah, Persembahan Semangat Santri

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Al Muanawiyah menggambarkan sinergi antara guru dan santri dalam lingkungan pendidikan yang penuh nilai. Melalui seni, musik, dan rasa hormat, para santri belajar untuk menghargai perjuangan guru. Sementara itu, para guru pun mendapatkan energi baru untuk terus berkarya, mendidik, dan membimbing.

Acara ini menjadi bukti bahwa penghormatan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kesadaran kolektif untuk terus menjaga hubungan yang saling menguatkan antara pendidik dan peserta didik.

Pondok Tahfidz IT Putri Al Muanawiyah Mendidik Santri Kreatif

Pondok Tahfidz IT Putri Al Muanawiyah Mendidik Santri Kreatif

Pondok Tahfidz IT Putri Al-Muanawiyah hadir sebagai lembaga yang merespons kebutuhan zaman. Santri putri tidak hanya dibimbing menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dipersiapkan untuk memahami teknologi modern secara bijak. Pendekatan ini melahirkan generasi muslimah yang kuat hafalan, cerdas digital, dan siap berkarya untuk masyarakat.

Pembinaan yang diselenggarakan tidak menghilangkan tradisi pesantren. Adab, kedisiplinan, dan pembinaan ruhiyah tetap menjadi fondasi utama. Teknologi berfungsi sebagai sarana untuk memperluas manfaat dan memperkuat potensi santri.

Ekstrakurikuler IT: Multimedia dan Koding untuk Santri Putri

Program IT di Al-Muanawiyah dirancang bertahap dan berorientasi masa depan. Ekstrakurikuler Multimedia menjadi gerbang awal bagi santri untuk mengenal visual storytelling. Mereka belajar fotografi dasar, teknik videografi, pengoperasian kamera, dan metode peliputan acara. Praktiknya dilakukan dalam kegiatan resmi sekolah agar santri terbiasa bekerja secara profesional.

gambar siswa putri berpakaian pramuka sedang belajar foto dan video dalam ekstrakurikuler multimedia pondok pesantren
Ekstrakurikuler multimedia di Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Adapun pada bidang Koding dan Kecerdasan Artifisial, santri dikenalkan pada cara berpikir komputasional. Mereka mempelajari koding block untuk pemula, memahami prinsip pembuatan game sederhana, serta belajar menggunakan tool AI generatif. Santri juga dilatih membuat prompt yang efektif sehingga keterampilan ini dapat dimanfaatkan dalam tugas sekolah, kreasi digital, atau dakwah.

Peran Tim Media: Wadah Kreativitas dan Dakwah Santri

Selain dua ekstrakurikuler tersebut, Pondok Tahfidz IT Putri Al-Muanawiyah memiliki Tim Media sebagai ruang praktik nyata. Tim ini mengelola dokumentasi foto dan video harian, membuat konten untuk media sosial, serta membantu publikasi acara besar pondok. Santri yang tergabung di dalamnya mendapatkan pengalaman langsung dalam produksi konten islami yang rapi, positif, dan sesuai adab digital.

Melalui pengalaman ini, santri dapat membangun portofolio sejak dini. Hal tersebut menjadi bekal berharga bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di bidang komunikasi visual, media, teknologi, ataupun dakwah digital.

Dampak Pendidikan IT terhadap Santri Putri

Integrasi pendidikan Qur’ani dan teknologi memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, santri mampu menguasai keterampilan dasar multimedia dan coding yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka terbiasa menggunakan teknologi bukan sekadar untuk hiburan, tetapi sebagai alat kerja dan alat dakwah.

Dalam jangka panjang, santri dibekali pola pikir komputasional, kreativitas visual, serta kepercayaan diri untuk berkarya di dunia digital. Nilai Qur’ani yang mereka pelajari memastikan keterampilan ini digunakan untuk tujuan positif, bukan merugikan diri sendiri atau orang lain.

Baca juga: Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Pondok Tahfidz IT Putri Al-Muanawiyah berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu menghadapi tantangan era digital. Perpaduan antara kedalaman ilmu Qur’ani dan kemahiran teknologi diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk berkontribusi lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga kreator yang membawa cahaya Islam ke dunia digital.

Ingin putri Anda tumbuh sebagai hafidzah yang berakhlak, cakap teknologi, dan siap menghadapi tantangan zaman?
Pondok Tahfidz IT Putri Al-Muanawiyah membuka kesempatan bagi generasi muslimah untuk belajar Al-Qur’an sekaligus menguasai keterampilan digital seperti multimedia, coding, desain, dan manajemen media.

Daftarkan putri Anda sekarang.
Mari bersama membentuk generasi Qur’ani yang unggul, kreatif, dan berdaya di era digital.

Ekstrakurikuler Multimedia Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Ekstrakurikuler Multimedia Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Di banyak pondok pesantren modern, kreativitas santri kini difasilitasi melalui beragam kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah ekstrakurikuler multimedia pondok pesantren, sebuah program yang membuka ruang bagi siswa untuk belajar bercerita lewat foto dan video. Dari sekadar memotret momen sederhana hingga menyusun visual yang lebih profesional, kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia pesantren dengan kebutuhan literasi digital masa kini. Di PPTQ Al Muanawiyah sendiri, ekstrakurikuler ini terbagi menjadi dua peminatan: fotografi videografi dan desain grafis. Artikel ini akan membahas bagaimana pelaksanaan di kelompok fotografi videografi.

Pelaksanaan Ekstrakurikuler di Al Muanawiyah

Program ini dimulai dengan pengenalan alat. Santri diajak memahami fungsi kamera, smartphone, tripod, hingga perlengkapan pencahayaan. Setelah itu mereka mempelajari dasar-dasar fotografi—mulai dari komposisi hingga eksposur—dengan latihan langsung di lingkungan pesantren. Suasana halaman pondok, kelas, hingga kegiatan harian menjadi objek latihan yang kaya.

Baca juga: Santri Melek Teknologi Bukti Adaptasi Pesantren di Era Modern

Pada tahap berikutnya, para siswa menyelami videografi. Mereka belajar membuat storyboard sederhana, mencoba berbagai angle, dan memahami bagaimana sebuah video bisa menyampaikan pesan yang kuat. Latihan editing pun menjadi bagian penting. Dengan menggunakan aplikasi dasar hingga semi-profesional, santri belajar mengolah warna, memilih musik, dan merapikan alur gambar agar lebih nyaman ditonton.

gambar siswa putri berpakaian pramuka sedang belajar foto dan video dalam ekstrakurikuler multimedia pondok pesantren
Ekstrakurikuler multimedia di Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Seiring berjalannya waktu, kemampuan mereka tidak hanya terasah melalui latihan rutin, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Para peserta memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan sekolah seperti kajian, class meeting, hingga acara-acara besar yang melibatkan banyak santri dan guru. Dari sinilah lahir karya-karya visual yang sekaligus menjadi dokumentasi penting bagi pesantren.

Baca juga: Ekstrakurikuler Koding dan Kecerdasan Artifisial Al Muanawiyah

Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan kreatif jangka panjang. Santri yang memiliki minat khusus diarahkan untuk membangun portofolio, memahami peluang dunia kreatif, hingga mengenal potensi dakwah melalui visual. Di era ketika informasi banyak disampaikan melalui gambar dan video, kemampuan seperti ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka.

Yang membuat ekstrakurikuler ini semakin menarik adalah suasananya yang kolaboratif. Santri belajar saling memberi masukan, mencoba peran yang berbeda—dari menjadi kameramen hingga editor—dan bekerja bersama dalam satu proyek. Cara belajar seperti ini tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan bekerja dalam tim.

Harapan Ekstrakurikuler Multimedia Santri

Melalui kegiatan multimedia, pondok pesantren memberi ruang bagi santri untuk berkembang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Di masa depan, program ini diproyeksikan melahirkan kreator muda yang mampu menyebarkan nilai kebaikan melalui konten visual yang lebih menarik, rapi, dan bernilai dakwah.

Jika Anda menginginkan pendidikan yang memadukan hafalan Al-Qur’an, adab, serta kemampuan digital yang relevan bagi masa depan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang menghadirkan lingkungan belajar yang tepat. Dengan bimbingan guru berpengalaman dan program pengembangan keterampilan yang terus diperbarui, santri dibimbing menjadi pribadi yang kreatif, berilmu, dan siap menghadapi dunia modern.
Mari bergabung dan tumbuhkan potensi terbaik putra-putri Anda bersama Al Muanawiyah.

15 Siswa SMPQ Al Muanawiyah Ikuti Munaqosah Jombang 2025

15 Siswa SMPQ Al Muanawiyah Ikuti Munaqosah Jombang 2025

Pada 14 November 2025 lalu, siswi SMP Qur’an Al Muanawiyah telah mengikuti kegiatan munaqosah tingkat SMP se- Kabupaten Jombang. Sebanyak 15 orang siswa kelas mengikuti dengan capaian hafalan masing-masing. Dari jumlah tersebut, 12 siswa mengujikan 5 juz, sedangkan 3 siswa mengujikan 1 juz (juz 30) dan beberapa surat pilihan.

Munaqosah Jombang 2025 Menjadi Program Khas

Munaqosah merupakan ujian hafalan Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan rutin tahunan ini diinisiasi oleh Ibu Mundjidah Wahab, mantan bupati Jombang tahun 2018-2023, kemudian dilanjutkan pada pemerintahan Hj. Warsubi. Sebagai wilayah dengan gelar kota santri, terobosan ini menjadi ciri khas yang menjadi momen meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an bagi seluruh siswa di Jombang.

Lebih dari 800 siswa tercatat mengikuti munaqosah tahun ini. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya komitmen sekolah-sekolah di Jombang dalam membina hafalan Al-Qur’an bagi para pelajar SMP. Setiap peserta ditempatkan dalam majelis yang berisi sekitar 25 siswa dari berbagai sekolah, sehingga proses penilaian berlangsung adil dan merata. Para penguji berhak memberikan nilai berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa sertifikat, yang dapat menjadi nilai tambah bukti prestasi, terutama bagi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Baca juga: Santri Al Muanawiyah Bersinar di Lomba Keagamaan Islam 2025

Performa SMPQ Al Muanawiyah dalam Persiapan dan Munaqosah

Persiapan menuju munaqosah telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan penuh. Seluruh siswa melakukan muraja’ah intensif, simulasi penyetoran, hingga pembinaan mental sebelum hari pelaksanaan. Mereka juga dibimbing untuk menjaga konsistensi hafalan agar tampil optimal meskipun sedang diuji bersama banyak peserta lain.

Ustadzah Norma Yunita, S.Pd., selaku Waka Kesiswaan SMP Qur’an Al-Muanawiyah, menjelaskan bahwa proses persiapan tidak hanya fokus pada ketepatan hafalan saja, tetapi juga pada ketenangan dan keyakinan diri.

“Anak-anak kami latih agar siap. Mereka berlatih setiap hari, dan kami melihat tumbuhnya kepercayaan diri yang baik menjelang hari munaqosah. Alhamdulillah hasilnya memuaskan” tuturnya..

Hasil munaqosah tahun ini menunjukkan performa yang memuaskan. Seluruh siswa SMP Qur’an Al-Muanawiyah lulus, dengan rincian nilai maqbul sebanyak 1 orang, jayyid sebanyak 5 orang, nilai jayyid jiddan sebanyak 5 orang, dan nilai mumtaz sebanyak 4 orang. Capaian ini mencerminkan kerja keras siswa dan pendampingan intensif para ustadz dan ustadzah. Pihak sekolah pun bersyukur karena seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa kendala berarti.

Gambar tabel nilai munaqosah tahfidz SMP Jombang
Capaian siswi SMP Qur’an Al Muanawiyah dalam Munaqosah Jombang 2025

Keikutsertaan dalam munaqosah tidak hanya menambah pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga menguatkan tradisi tahfiz sebagai identitas Al Muanawiyah. Semangat para siswa SMP Qur’an Al-Muanawiyah menjadi inspirasi bagi adik kelas dan orang tua yang ingin melihat pendidikan Qurani yangd apat menjadi contoh. Jika Anda ingin mengetahui mengetahui lebih lanjut program kami, silahkan mengunjunngi website resmi PPTQ Al Muanawiyah dan SMP Qur’an Al Muanawiyah.

Ekstrakurikuler Koding dan Kecerdasan Artifisial Al Muanawiyah

Ekstrakurikuler Koding dan Kecerdasan Artifisial Al Muanawiyah

Al MuanawiyahDi era digital yang semakin maju, kemampuan memahami teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Menyadari hal itu, SMP-SMA Qur’an Al Muanawiyah menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler koding dan kecerdasan artifisial bagi para santri. Kegiatan ini menjadi jembatan agar mereka bisa memanfaatkan teknologi secara kreatif, produktif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Belajar Koding dan AI dengan Cara yang Menyenangkan

Program ini dibina oleh M. Muhlas Saifuddin Nur, S.Kom. yang berpengalaman di bidang pemrograman dan edukasi digital. Dalam setiap pertemuan, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui proyek-proyek sederhana yang membuat pembelajaran terasa nyata dan menarik.

Salah satu kegiatan yang disukai adalah membuat permainan interaktif sederhana menggunakan sistem blok visual. Melalui metode ini, santri belajar berpikir logis, mengatur urutan perintah, hingga memahami bagaimana komputer merespons instruksi mereka. Hasilnya, mereka mampu membuat game kecil yang bisa dimainkan sendiri maupun bersama teman-teman.

gambar siswa berpakaian baju pramuka sedang belajar koding
Potret suasana ekstrakurikuler koding dan kecerdasan artifisial di SMP-SMA Qur’an Al Muanawiyah

Antusiasme Tinggi dan Semangat Inovasi

Menurut pembina, para santri menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Materi yang modern dan menantang membuat mereka semakin penasaran. Mereka aktif bertanya dan mencoba instruksi yang merupakan hal baru bagi mereka.

EKstrakurikuler koding dan kecerdasan artifisial ini juga menjadi sarana melatih kesabaran, kerja sama, dan rasa percaya diri. Santri tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikan masalah dan berpikir kreatif dalam setiap langkah.

Baca juga: Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Ekstrakurikuler Koding dan Kecerdasan Artifisial Mempersiapkan Santri

Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga menumbuhkan pola pikir komputasional dan keterampilan abad ke-21. Di masa depan, kemampuan memahami dasar koding dan kecerdasan buatan akan sangat berguna, baik untuk studi lanjutan maupun karier profesional.

Alhasil, santri Al Muanawiyah tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga siap menjadi bagian dari generasi cerdas digital yang berakhlak mulia.

Baca juga: HSN 2025 Al Muanawiyah Rayakan Semangat Kaum Sarungan

Ingin tahu bagaimana pondok modern menggabungkan pendidikan agama dan teknologi? SMP Qur’an Al Muanawiyah dan SMA Qur’an Al Muanawiyah membuka peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dalam lingkungan belajar yang seimbang antara spiritualitas dan inovasi.

Kunjungi Al Muanawiyah dan temukan bagaimana semangat pendidikan modern membawa santri menuju masa depan yang lebih cemerlang.

JQH UNIA Prenduan Studi Banding ke PPTQ Al Muanawiyah

JQH UNIA Prenduan Studi Banding ke PPTQ Al Muanawiyah

Al MuanawiyahPondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah kembali menjadi tempat berbagi inspirasi bagi para penghafal Al-Qur’an. Kali ini, kunjungan studi banding datang dari Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz Universitas Al Amien Prenduan (JQH UNIA) , yang mengangkat tema “Mengintegrasikan Tirakat dan Ajaran Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 5 November 2025 ini dihadiri oleh 25 mahasantri dan 3 pembina, dengan pendamping utama Ustadz Muhammad Nurul Yaqin, M.Pd.I. Kunjungan tersebut berawal dari inspirasi seorang alumni PPTQ Al Muanawiyah, A’yun, yang kini tengah menempuh studi di Universitas Al Amien melalui program beasiswa tahfidz. Hubungan ini menjadi jembatan ukhuwah dan motivasi tersendiri bagi kedua lembaga.

gambar mahasantri putri menyimak penjelasan pembicara dalam studi banding
Foto kegiatan studi banding JQH UNIA Prenduan di PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Berbagi Inspirasi untuk Mahasantri JQH UNIA

Suasana hangat terasa sejak awal acara. Sesi pertama diisi oleh Ananda Julia Rahmah, salah satu santri PPTQ Al Muanawiyah, yang menyampaikan materi tentang pentingnya tirakat dan konsistensi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Ananda menuturkan bahwa setiap hafidz harus menyiapkan diri bukan hanya secara intelektual, tetapi juga spiritual, agar hafalannya senantiasa terjaga.

Kemudian, Ustadz A. Muammar, pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, memberikan penguatan motivasi tentang kekuatan pikiran dalam proses menghafal.

“Pikiran adalah kekuatan. Afirmasi positif yang sejalan dengan keimanan akan menumbuhkan dorongan kuat untuk berusaha. Tanpa pikiran yang jernih, hafalan sulit bertahan,” ungkapnya memberikan motivasi.

Selanjutnya, Ustadzah Ita Harits turut menyampaikan pandangan inspiratif seputar pentingnya kebersamaan dalam menghafal Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa seorang santri baru benar-benar teruji kekuatannya ketika mampu khatam 30 juz dan tetap istiqamah menjaga hafalannya di tengah kesibukan.

Baca juga: Forum Kerjasama PPTQ Al Muanawiyah dengan UIN Sunan Ampel

Menguatkan Semangat Tahfidz dan Silaturahmi

Melalui studi banding Al Amien Prenduan ini, para peserta dari JQH UNIA berkesempatan untuk berdialog langsung dengan pengasuh Al Muanawiyah. Sesi tanya jawab berlangsung hangat, membahas metode tahfidz, menjaga hafalan, hingga cara menumbuhkan ruh Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Para pembina JQH UNIA menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar bersama ini. “Kami menemukan semangat baru di sini. Cara para santri Al Muanawiyah menyeimbangkan hafalan dan tirakat sangat menginspirasi,” ujar salah satu pembina dalam kesan penutup.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa semangat mencintai Al-Qur’an tak berhenti di dinding pesantren mana pun. Melalui kegiatan seperti ini, kedua lembaga berharap tercipta sinergi dalam melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa dakwah.

Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, program IT pesantren menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan Islam. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang menghadirkan terobosan pembinaan digital untuk membekali para santri agar mampu berdakwah di era modern.

Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan tanggung jawab moral agar setiap karya digital tetap berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam arahannya, Ustadz Amar menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi ladang dakwah yang besar, namun juga rentan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, santri harus dibekali kemampuan literasi digital yang kuat agar mampu menghadirkan konten bermanfaat dan penuh hikmah.

Tim Multimedia: Belajar Teknologi untuk Dakwah

Di Pondok Pesantren Al Muanawiyah, sudah terbentuk tim multimedia khusus yang bertugas mengelola konten digital. Mereka dilatih untuk mengoperasikan berbagai peralatan publikasi seperti live streaming, podcast, dan dokumentasi kegiatan pondok.
Ada yang bertugas sebagai operator OBS dan audio, desainer grafis, editor video, dan fotografer lapangan. Masing-masing anggota berperan penting dalam menjaga kualitas publikasi dakwah pesantren agar tetap profesional dan inspiratif.

Melalui tim ini, santri putri belajar bahwa teknologi dapat menjadi sarana amar ma’ruf nahi munkar yang efektif. Mereka tidak hanya memproduksi konten, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai dakwah yang bijak dan santun.

gambar laptop, mixer sound, dan alat perekam dan peralatan multimedia lainnya
Foto pembinaan keterampilan santri Al Muanawiyah di bidang multimedia

Laboratorium Komputer dan Literasi Digital

Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan program IT pesantren, Al Muanawiyah juga memiliki laboratorium komputer yang telah digunakan untuk pelaksanaan ANBK 2025. Fasilitas ini menjadi wadah bagi santri untuk belajar komputer, desain digital, dan editing multimedia.

Dengan pembinaan intensif, santri dilatih menjadi kreatif, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Hal ini sejalan dengan semangat pesantren yang ingin mencetak generasi Qurani yang cakap digital tanpa kehilangan adab dan akhlaknya.

beberapa santri putri sedang mengerjakan ujian berbasis komputer di laboratorium komputer pondok pesantren
Pelaksanaan ANBK 2025 di laboratorium komputer pondok pesantren Al Muanawiyah

Menyiapkan Santri Dakwah di Era Digital

Di tengah derasnya arus informasi, peran santri sebagai penjaga nilai kebenaran sangat dibutuhkan. Dengan bekal ilmu agama dan teknologi, para santri Al Muanawiyah siap menjadi content creator islami yang menginspirasi masyarakat luas. Mereka diharapkan mampu menjaga kesucian pesan dakwah dan memperluas pengaruh positif Islam melalui media digital.


Pondok Pesantren Al Muanawiyah terus membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin belajar agama sekaligus teknologi. Dengan mengikuti program IT pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang antara spiritualitas dan kecakapan digital.
Kunjungi laman resmi Al Muanawiyah untuk mengetahui lebih banyak tentang program pembinaan santri digital dan kegiatan multimedia lainnya.

Santri Putri Pondok Tahfidz yang Disiplin dari Fajr ke Malam

Santri Putri Pondok Tahfidz yang Disiplin dari Fajr ke Malam

Santri putri di pondok tahfidz memiliki rutinitas yang disiplin dan terstruktur, membentuk karakter Islami yang kuat. Di Al Muanawiyah, pendidikan karakter dan pembinaan akhlak menjadi fokus utama, agar santri tidak hanya mahir menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin santri yang tinggi tercermin dari jadwal harian yang dimulai sejak dini hari hingga malam.

Rutinitas Pagi: Dari Tahajud hingga Tilawah

Hari santri putri di kelas tahfidz murni dimulai pukul 03.00 dengan tahajud dan istighotsah, diikuti jamaah Subuh pukul 04.30. Setelah itu, santri melakukan murojaah hafalan dari pukul 05.00 hingga 05.30. Aktivitas pagi berlanjut dengan shalat Dhuha, tilawah, serta persiapan setoran dan sarapan. Kedisiplinan santri terlihat nyata, karena setiap kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan penuh khusyuk, membiasakan mereka hidup disiplin sejak dini.

Baca juga: Metode Sambung Ayat dan Tasmi’ Agar Hafalan Mutqin

Aktivitas Siang: Pembinaan Akhlak dan Pendidikan Karakter

Pada pukul 08.00 hingga 10.00, santri berdoa dan mengikuti halaqoh setoran. Setelah itu, tilawah dan program IT menjadi bagian dari pembelajaran, diikuti waktu istirahat hingga Dzuhur. Kegiatan nderes dan ayat-ayatan berlangsung pukul 13.00–14.00, diikuti tilawah tambahan hingga pukul 15.00, sebelum jamaah Ashar dan tilawah sore. Semua aktivitas ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembinaan akhlak dan pendidikan karakter yang menekankan tanggung jawab, kejujuran, dan ketekunan.

Aktivitas Malam: Hafalan, Literasi, dan Persiapan Istirahat

Sore hingga malam hari diisi dengan ngaji diniyah, makan, mandi, jamaah Maghrib, tilawah, dan membaca Surat Al-Mulk bersama. Puncak produktivitas malam berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.00 untuk setoran hafalan dan murojaah, kemudian literasi dan belajar hingga pukul 22.00. Setelah itu, santri beristirahat hingga pukul 03.00 keesokan harinya. Keseluruhan jadwal ini membentuk mental santri putri yang fokus, sabar, dan cinta ilmu.

gambar beberapa santri putri sedang belajar Al Quran bersama
Foto kegiatan malam santri putri di Pondok Tahfidz Al Muanawiyah: belajar bersama

Refleksi Semangat Santri Putri sebagai Teladan

Rutinitas disiplin santri putri di pondok tahfidz Al Muanawiyah menunjukkan bagaimana pendidikan karakter dan pembinaan akhlak berjalan seimbang dengan hafalan Al-Qur’an. Bagi santri modern, mengikuti jadwal ini adalah latihan ketekunan, kesabaran, dan komitmen terhadap ibadah dan ilmu. Adakalanya mereka menghadapi tantangan, namun lingkungan yang mendukung dan bimbingan guru membuat setiap santri tumbuh dengan kepercayaan diri dan semangat tinggi.

Bagi para orang tua dan calon santri putri yang ingin merasakan pendidikan Islami lengkap dengan pembinaan akhlak, hafalan Al-Qur’an, dan pengembangan karakter, Pondok Tahfidz Al Muanawiyah menawarkan program khusus kelas tahfidz murni. Dengan jadwal terstruktur dari Fajr hingga malam, santri belajar disiplin sambil menumbuhkan cinta ilmu dan iman. Daftar sekarang dan jadikan putri Anda bagian dari generasi muslimah tangguh yang siap menginspirasi. Kunjungi halaman pendaftaran PPTQ Al Muanawiyah.