Parenting menjadi aspek penting dalam pendidikan santri, khususnya di pondok tahfidz putri. Kesadaran ini mendorong terselenggaranya kegiatan parenting Al Muanawiyah dengan tema Membangun Bounding Orang Tua dengan Anak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara orang tua dan pondok. Dengan hubungan yang sehat, proses pendidikan santri berjalan lebih optimal.
Kegiatan parenting tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025. Waktu pelaksanaan bertepatan dengan momentum pembagian rapor santri. Pada momen ini, para wali santri berkumpul melalui Zoom Meeting. Mereka mengikuti sesi peningkatan kapasitas dan pemahaman peran sebagai orang tua. Pemateri utama kegiatan ini adalah A. Mu’ammar Sholahuddin selaku pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah.
Parenting sebagai Implementasi Visi Pendidikan Pondok
Kegiatan parenting Al Muanawiyah merupakan bagian dari implementasi visi pondok. Visi tersebut adalah mendidik generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak dan tangguh. Menurut Ayah Amar, peran orang tua sangat erat dengan capaian santri. Dukungan orang tua tidak hanya bersifat materi, tetapi juga emosional dan spiritual.
Ayah Amar menjelaskan bahwa keikhlasan orang tua memiliki pengaruh besar. Ketika orang tua memberi semangat, baik secara langsung maupun tidak langsung, santri akan merasakannya. Akibatnya, semangat belajar dan menghafal di pondok ikut meningkat. Oleh karena itu, kegiatan parenting ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan santri.
Baca juga: Kurikulum Pondok Tahfidz Putri Ideal di Era Digital
Pola Asuh dan Psikologi Anak Perempuan
Dalam pemaparannya, Ayah Amar menjelaskan jenis dan tahapan pola asuh anak. Penjelasan tersebut disesuaikan dengan psikologi anak perempuan. Sebagai pondok khusus santri putri, PPTQ Al Muanawiyah memahami perbedaan kebutuhan santriwati. Contohnya, anak berusia 7-11 tahun masih menurut apa kata guru, sedangkan usia 12-20 tahun lebih percaya kepada apa kata teman. Jika orangtua tidak memahami, bisa terjadi kesalahpahaman atau pemaksaan kehendak tanpa menggali lebih lanjut apa latar belakangnya.

Ayah Amar mengajak orang tua menerapkan pola asuh otoritatif. Pola ini menekankan ketegasan yang disertai dialog dan negosiasi yang sehat. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun kedekatan emosional. Selain itu, pemahaman tentang siklus haid anak juga dibahas secara edukatif. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat bersikap lebih empatik dan suportif.
Penguatan Bounding dalam Perspektif Islami
Pengasuhan islami menjadi fondasi utama dalam parenting Al Muanawiyah. Orang tua diajak memahami perannya sebagai pendamping ruhani anak. Dengan komunikasi yang hangat, bounding orang tua dan anak menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, sinergi rumah dan pondok akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Bagi orang tua yang ingin mengetahui lebih jauh sistem pendidikan dan pembinaan santri putri, PPTQ Al Muanawiyah membuka layanan konsultasi. Silakan menghubungi WhatsApp yang tertera di website resmi PPTQ Al Muanawiyah. Dengan komunikasi yang baik sejak awal, proses pendidikan anak dapat dipersiapkan secara lebih matang.



















