Banyak orang mulai melirik instrumen keuangan yang tidak hanya memberikan keuntungan sementara, tetapi juga keuntungan berkelanjutan dan pasif. Salah satu solusinya adalah dengan memilih jenis investasi syariah. Berbeda dengan investasi konvensional, investasi syariah beroperasi berdasarkan prinsip hukum Islam yang melarang riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).
Namun, sebelum Anda terjun ke dunia pasar modal, Anda perlu memahami instrumen apa saja yang tersedia. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai berbagai jenis investasi syariah yang populer di Indonesia.
Mengapa Harus Memilih Investasi Syariah?
Selain menawarkan potensi keuntungan yang kompetitif, investasi syariah memiliki sistem pengawasan yang sangat ketat. Oleh karena itu, setiap produk investasi harus mendapatkan sertifikasi halal dari Dewan Pengawas Syariah (DPS). Selain itu, sistem bagi hasil (nisbah) yang digunakan terasa lebih adil karena kedua belah pihak menanggung risiko dan keuntungan secara bersama-sama.
Baca juga: Hukum Crypto dalam Islam
Daftar Jenis Investasi Syariah untuk Pemula
Ada berbagai pilihan yang bisa Anda sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial Anda. Berikut adalah rincian lengkapnya:
1. Reksa Dana Syariah
Jenis investasi syariah ini sangat cocok bagi pemula yang tidak memiliki banyak waktu untuk memantau pasar secara mandiri. Dalam instrumen ini, Manajer Investasi akan mengelola dana Anda dan menyalurkannya ke efek-efek halal. Sebagai hasilnya, Anda bisa mulai berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari Rp10.000 saja.

2. Saham Syariah
Saham syariah merupakan bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan yang kegiatan usahanya tidak melanggar syariat Islam. Meskipun demikian, tidak semua perusahaan masuk dalam kategori ini. Perusahaan yang terpilih harus lolos seleksi ketat terkait rasio utang dan jenis bisnis yang dijalankan. Dengan demikian, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan capital gain dan dividen tanpa perlu khawatir soal kehalalannya.
Baca juga: Memahami Hukum Asuransi Syariah dan Akadnya dalam Islam
3. Sukuk atau Surat Berharga Syariah
Sukuk sering kali disebut sebagai obligasi syariah. Namun, perbedaan mendasarnya adalah sukuk merupakan sertifikat kepemilikan atas suatu aset tertentu. Oleh sebab itu, imbal hasil yang Anda terima berasal dari uang sewa atau bagi hasil proyek, bukan berasal dari bunga pinjaman.
4. Deposito Syariah
Jika Anda mencari instrumen dengan risiko rendah, deposito syariah adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan deposito biasa, produk ini menggunakan akad Mudharabah. Artinya, bank akan mengelola dana Anda untuk usaha produktif dan membagi keuntungannya sesuai kesepakatan nisbah di awal.
5. Logam Mulia (Emas)
Emas masih menjadi primadona dalam deretan jenis investasi syariah. Sebab, nilai emas cenderung stabil dan mampu melawan laju inflasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, emas sering dianggap sebagai safe haven bagi investor yang ingin mengamankan kekayaan mereka secara fisik maupun digital.
Tips Memulai Investasi Syariah
Sebelum memutuskan untuk membeli instrumen tertentu, pastikan Anda telah melakukan analisis mendalam. Pertama, tentukan tujuan jangka waktu investasi Anda. Kedua, pilihlah platform atau aplikasi investasi yang sudah terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK. Terakhir, pelajari akad yang digunakan agar Anda benar-benar memahami bagaimana dana Anda dikelola.
Secara keseluruhan, memilih jenis investasi syariah merupakan langkah cerdas untuk membangun masa depan finansial yang berkah. Dengan memahami perbedaan sistem bagi hasil dan pemilihan aset yang halal, Anda bisa meminimalisir risiko sekaligus mendapatkan keuntungan yang optimal. Jadi, instrumen manakah yang akan Anda pilih untuk memulai perjalanan investasi Anda hari ini?




