Al Muanawiyah – Penutupan kegiatan PPTQ Al Muanawiyah berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026 di lingkungan pesantren. Seluruh santri, asatidz dan asatidzah, serta pengasuh pondok menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus menutup rangkaian program sebelum masa perpulangan santri.
Pada sore hari, kegiatan dimulai dengan buka bersama dan khotmil qur’an pada pukul 16.45 WIB. Pengasuh, asatidz/ah, dan para santri membaca Al-Qur’an serempak yang kemudian diikuti doa khotmil Qur’an dan Shalat Maghrib berjamaah. Kemudian, pada malam hari, mereka menghadiri penutupan kegiatan sekaligus Muhadhoroh Kubro. Rangkaian kegiatan ini menjadi momen kebersamaan penuh makna antar santri dan guru, yang menandai berakhirnya kegiatan pondok.

Muhadhoroh Kubro Warnai Penutupan Kegiatan PPTQ Al Muanawiyah
Melalui kegiatan ini, santri menampilkan berbagai kemampuan sekaligus kreativitas yang telah mereka persiapkan. Pertama, beberapa santri menyampaikan pidato menggunakan tiga bahasa secara bergiliran, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Penampilan tersebut melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa.
Selanjutnya, pengasuh pondok memberikan syahadah tasmi’ kepada santri yang mencapai target hafalan tertentu, dengan kelipatan lima juz. Syahadah tersebut diberikan kepada santri ketika telah menuntaskan tasmi’ bil ghoib sekali duduk, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan bukti yang dapat diberikan sebagai hadiah kepada orangtua mereka.

Kemeriahan acara semakin memuncak ketika santri juga menampilkan berbagai pertunjukan seni. Santri yang telah dibagik menjadi beberapa kelompok menampilkan drama, tari tradisional, serta pertunjukan shadow movie. Selain itu, setiap kelompok juga mempersembahkan yel-yel yang menambah semarak suasana kegiatan. Tampilan mereka mengangkat kebudayaan Nusantara, sekaligus memberikan pesan keakraban bagi seluruh santri agar tak pantang menyerah hingga mencapai puncak tasmi’ bil ghoib 30 juz.
Pada akhir acara, panitia memberikan apresiasi kepada kelompok dengan penampilan terbaik dalam muhadhoroh kubro tersebut beserta piala bergilir penghargaan kamar terbersih.
Baca juga: Rahasia Hafalan Kuat Para Santri di Pondok Tahfidz Jombang
Bangun Kebersamaan Santri Penghafal Al-Qur’an
Sepanjang kegiatan, suasana keakraban tampak di antara para santri. Mereka saling memberikan dukungan kepada teman-temannya yang tampil di atas panggung. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.
Menurut pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, A. Mu’ammar Shalahuddin, kegiatan ini memang menjadi ajang kreativitas bagi para santri. Pengasuh memberikan memberikan ruang seluas-luasnya bagi santri untuk mengelola kegiatan hingga menyiapkan tampilan secara mandiri.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk berkreasi. Mereka mengelola acara, menyiapkan dekorasi, hingga menampilkan berbagai penampilan terbaik,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran bagi santri penghafal Al-Qur’an. Pasalnya, proses menghafal membutuhkan ketekunan dan konsistensi dalam jangka panjang. Harapannya, kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan sebelum santri berkumpul bersama orangtua masing-masing.
