Ekstrakurikuler Multimedia Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Ekstrakurikuler Multimedia Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Di banyak pondok pesantren modern, kreativitas santri kini difasilitasi melalui beragam kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah ekstrakurikuler multimedia pondok pesantren, sebuah program yang membuka ruang bagi siswa untuk belajar bercerita lewat foto dan video. Dari sekadar memotret momen sederhana hingga menyusun visual yang lebih profesional, kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia pesantren dengan kebutuhan literasi digital masa kini. Di PPTQ Al Muanawiyah sendiri, ekstrakurikuler ini terbagi menjadi dua peminatan: fotografi videografi dan desain grafis. Artikel ini akan membahas bagaimana pelaksanaan di kelompok fotografi videografi.

Pelaksanaan Ekstrakurikuler di Al Muanawiyah

Program ini dimulai dengan pengenalan alat. Santri diajak memahami fungsi kamera, smartphone, tripod, hingga perlengkapan pencahayaan. Setelah itu mereka mempelajari dasar-dasar fotografi—mulai dari komposisi hingga eksposur—dengan latihan langsung di lingkungan pesantren. Suasana halaman pondok, kelas, hingga kegiatan harian menjadi objek latihan yang kaya.

Baca juga: Santri Melek Teknologi Bukti Adaptasi Pesantren di Era Modern

Pada tahap berikutnya, para siswa menyelami videografi. Mereka belajar membuat storyboard sederhana, mencoba berbagai angle, dan memahami bagaimana sebuah video bisa menyampaikan pesan yang kuat. Latihan editing pun menjadi bagian penting. Dengan menggunakan aplikasi dasar hingga semi-profesional, santri belajar mengolah warna, memilih musik, dan merapikan alur gambar agar lebih nyaman ditonton.

gambar siswa putri berpakaian pramuka sedang belajar foto dan video dalam ekstrakurikuler multimedia pondok pesantren
Ekstrakurikuler multimedia di Pondok Pesantren Al Muanawiyah

Seiring berjalannya waktu, kemampuan mereka tidak hanya terasah melalui latihan rutin, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Para peserta memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan sekolah seperti kajian, class meeting, hingga acara-acara besar yang melibatkan banyak santri dan guru. Dari sinilah lahir karya-karya visual yang sekaligus menjadi dokumentasi penting bagi pesantren.

Baca juga: Ekstrakurikuler Koding dan Kecerdasan Artifisial Al Muanawiyah

Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan kreatif jangka panjang. Santri yang memiliki minat khusus diarahkan untuk membangun portofolio, memahami peluang dunia kreatif, hingga mengenal potensi dakwah melalui visual. Di era ketika informasi banyak disampaikan melalui gambar dan video, kemampuan seperti ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka.

Yang membuat ekstrakurikuler ini semakin menarik adalah suasananya yang kolaboratif. Santri belajar saling memberi masukan, mencoba peran yang berbeda—dari menjadi kameramen hingga editor—dan bekerja bersama dalam satu proyek. Cara belajar seperti ini tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan bekerja dalam tim.

Harapan Ekstrakurikuler Multimedia Santri

Melalui kegiatan multimedia, pondok pesantren memberi ruang bagi santri untuk berkembang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Di masa depan, program ini diproyeksikan melahirkan kreator muda yang mampu menyebarkan nilai kebaikan melalui konten visual yang lebih menarik, rapi, dan bernilai dakwah.

Jika Anda menginginkan pendidikan yang memadukan hafalan Al-Qur’an, adab, serta kemampuan digital yang relevan bagi masa depan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang menghadirkan lingkungan belajar yang tepat. Dengan bimbingan guru berpengalaman dan program pengembangan keterampilan yang terus diperbarui, santri dibimbing menjadi pribadi yang kreatif, berilmu, dan siap menghadapi dunia modern.
Mari bergabung dan tumbuhkan potensi terbaik putra-putri Anda bersama Al Muanawiyah.

Coding Santri Menguatkan Literasi Digital di Lingkungan Pesantren

Coding Santri Menguatkan Literasi Digital di Lingkungan Pesantren

Dalam perkembangan teknologi saat ini, literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelajar, termasuk santri. Karena itu, program coding santri di SMP–SMA Qur’an Al Muanawiyah hadir sebagai sarana untuk memperkuat keterampilan digital tanpa menghilangkan identitas Qur’ani. Program ini dirancang agar santri mampu memahami teknologi secara bijak dan memanfaatkannya untuk kebaikan.

Literasi Digital sebagai Kompetensi Dasar Santri Modern

Literasi digital tidak hanya berarti kemampuan memakai perangkat, namun juga kemampuan memahami informasi, menilai keamanannya, dan menggunakannya dengan bertanggung jawab. Santri yang melek digital mampu menghindari hoaks, menjaga etika, dan mengoptimalkan teknologi untuk belajar. Kemampuan ini membuat santri mampu berinteraksi di dunia digital dengan tetap menjaga nilai agama.

Belajar coding melatih pola pikir runtut dan logis. Santri terbiasa membagi masalah menjadi langkah kecil. Pendekatan ini membantu mereka memahami pelajaran lain. Coding juga mendorong kemandirian belajar. Santri belajar mencari solusi, menguji perintah, dan memperbaiki kesalahan. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari literasi digital yang kuat.

Baca juga: Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Tahapan Pembelajaran Coding Block

Pada tahap awal, santri menggunakan platform coding block sebagai media latihan. Platform ini membantu mereka mengenali konsep perintah, urutan, dan logika. Dengan alat itu, santri membuat game sederhana atau animasi kecil. Kegiatan ini menyenangkan. Selain itu, santri dapat melihat langsung hasil kerja mereka. Pendekatan seperti ini membuat proses belajar lebih efektif.

gambar siswa berpakaian baju pramuka sedang belajar koding
Potret suasana ekstrakurikuler koding dan kecerdasan artifisial di SMP-SMA Qur’an Al Muanawiyah

Santri kemudian diajak mengenal AI generatif. Mereka mempelajari cara memakai aplikasi AI dengan aman dan sesuai kebutuhan. Selain itu, mereka belajar menyusun prompt yang tepat. Prompt digunakan untuk kelas, pencarian informasi, dan pembuatan konten edukatif. Dengan bimbingan guru, santri memahami batasan penggunaan AI. Literasi ini penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi tanpa terjebak penyalahgunaan.

Baca juga: Pentingnya Adab Sebelum Ilmu di Era Digital

Setiap proyek coding didokumentasikan oleh santri. Dokumentasi tersebut melatih kemampuan menyusun laporan dan menjelaskan proses kerja. Kegiatan ini memperkuat literasi informasi. Santri juga belajar menjaga etika digital, seperti menghargai karya orang lain, tidak menjiplak, dan mematuhi aturan hak cipta. Sikap ini penting untuk membentuk karakter santri yang berakhlak dalam dunia maya.

Menumbuhkan Minat Santri pada Dunia STEM

Program coding santri mendorong rasa ingin tahu terhadap dunia sains dan teknologi. Banyak santri mulai tertarik pada bidang informatika, robotika, dan matematika. Ketertarikan ini menjadi modal penting untuk pendidikan lanjutan. Karena itu, program ini tidak hanya bermanfaat saat ini, tetapi juga menentukan arah masa depan mereka.

Al Muanawiyah berharap kegiatan ini membentuk santri yang unggul dalam akhlak dan teknologi. Santri diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat melalui karya digital yang baik. Program ini memperkuat komitmen pesantren dalam memadukan pendidikan agama dengan kemampuan abad ke-21. Dengan cara ini, santri dapat menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas Qur’ani.

Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Program IT Pesantren Al Muanawiyah Didik Santri Terampil Digital

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, program IT pesantren menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan Islam. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang menghadirkan terobosan pembinaan digital untuk membekali para santri agar mampu berdakwah di era modern.

Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan tanggung jawab moral agar setiap karya digital tetap berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam arahannya, Ustadz Amar menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi ladang dakwah yang besar, namun juga rentan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, santri harus dibekali kemampuan literasi digital yang kuat agar mampu menghadirkan konten bermanfaat dan penuh hikmah.

Tim Multimedia: Belajar Teknologi untuk Dakwah

Di Pondok Pesantren Al Muanawiyah, sudah terbentuk tim multimedia khusus yang bertugas mengelola konten digital. Mereka dilatih untuk mengoperasikan berbagai peralatan publikasi seperti live streaming, podcast, dan dokumentasi kegiatan pondok.
Ada yang bertugas sebagai operator OBS dan audio, desainer grafis, editor video, dan fotografer lapangan. Masing-masing anggota berperan penting dalam menjaga kualitas publikasi dakwah pesantren agar tetap profesional dan inspiratif.

Melalui tim ini, santri putri belajar bahwa teknologi dapat menjadi sarana amar ma’ruf nahi munkar yang efektif. Mereka tidak hanya memproduksi konten, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai dakwah yang bijak dan santun.

gambar laptop, mixer sound, dan alat perekam dan peralatan multimedia lainnya
Foto pembinaan keterampilan santri Al Muanawiyah di bidang multimedia

Laboratorium Komputer dan Literasi Digital

Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan program IT pesantren, Al Muanawiyah juga memiliki laboratorium komputer yang telah digunakan untuk pelaksanaan ANBK 2025. Fasilitas ini menjadi wadah bagi santri untuk belajar komputer, desain digital, dan editing multimedia.

Dengan pembinaan intensif, santri dilatih menjadi kreatif, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Hal ini sejalan dengan semangat pesantren yang ingin mencetak generasi Qurani yang cakap digital tanpa kehilangan adab dan akhlaknya.

beberapa santri putri sedang mengerjakan ujian berbasis komputer di laboratorium komputer pondok pesantren
Pelaksanaan ANBK 2025 di laboratorium komputer pondok pesantren Al Muanawiyah

Menyiapkan Santri Dakwah di Era Digital

Di tengah derasnya arus informasi, peran santri sebagai penjaga nilai kebenaran sangat dibutuhkan. Dengan bekal ilmu agama dan teknologi, para santri Al Muanawiyah siap menjadi content creator islami yang menginspirasi masyarakat luas. Mereka diharapkan mampu menjaga kesucian pesan dakwah dan memperluas pengaruh positif Islam melalui media digital.


Pondok Pesantren Al Muanawiyah terus membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin belajar agama sekaligus teknologi. Dengan mengikuti program IT pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang antara spiritualitas dan kecakapan digital.
Kunjungi laman resmi Al Muanawiyah untuk mengetahui lebih banyak tentang program pembinaan santri digital dan kegiatan multimedia lainnya.