Apa Saja Manfaat Makan Sambil Duduk?

Apa Saja Manfaat Makan Sambil Duduk?

Pernahkah Anda ditegur orang tua saat makan sambil berdiri? Ternyata, teguran tersebut bukan sekadar soal sopan santun. Dalam Islam, manfaat makan sambil duduk dapat diperoleh jika menerapkan adab makan. Dunia medis modern pun mulai membuktikan kebenaran di balik kebiasaan ini.

Menerapkan adab makan dalam keseharian bukan hanya soal mengikuti tren hidup sehat, tetapi juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW yang penuh berkah. Berikut adalah alasan mengapa posisi duduk jauh lebih baik saat Anda menyantap hidangan.

1. Menjaga Kinerja Sistem Pencernaan

Saat Anda duduk, otot-otot perut berada dalam kondisi yang lebih rileks. Hal ini memungkinkan sistem pencernaan bekerja lebih optimal dalam mengolah makanan. Sebaliknya, makan sambil berdiri membuat otot perut menjadi tegang, yang dapat mengganggu proses pemecahan nutrisi di dalam lambung.

Baca juga: Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

2. Mencegah Penyakit Asam Lambung (GERD)

Salah satu manfaat makan sambil duduk yang paling terasa adalah mencegah naiknya asam lambung. Posisi duduk membantu katup antara kerongkongan dan lambung menutup dengan lebih baik setelah makanan masuk. Saat makan berdiri, tekanan pada lambung meningkat, yang berisiko mendorong makanan dan asam kembali ke kerongkongan.

gambar orang sakit gerd memegang dada dan perutnya
Ilustrasi gerd (sumber: freepik)

3. Penyerapan Nutrisi Lebih Maksimal

Secara medis, saat kita duduk, air dan makanan yang masuk ke lambung akan tersaring oleh sphincter (otot berbentuk cincin) secara perlahan. Jika makan/minum berdiri, makanan langsung “terjun” ke dasar lambung tanpa proses penyaringan yang sempurna. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan penyerapan nutrisi yang tidak merata.

Baca juga: Doa Sebelum Makan: Bacaan, Arti, dan Adabnya

4. Memberikan Rasa Kenyang Lebih Cepat

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sambil duduk cenderung makan lebih lambat dan lebih tenang. Hal ini memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang dari lambung. Makan sambil berdiri sering kali dilakukan dengan tergesa-gesa, yang memicu seseorang untuk makan secara berlebihan (overeating).

5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Bagi seorang muslim, alasan terkuat adalah ketaatan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa jika minum saja dilarang berdiri, maka makan pun demikian. Duduk saat makan mencerminkan sifat rendah hati (tawadhu) dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Manfaat makan sambil duduk mencakup aspek kesehatan fisik dan ketenangan batin. Dengan kembali ke cara makan yang sesuai sunnah, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh dari berbagai penyakit pencernaan, tetapi juga mendapatkan pahala dari setiap suapan yang kita nikmati.

Doa Sebelum Makan: Bacaan, Arti, dan Adabnya

Doa Sebelum Makan: Bacaan, Arti, dan Adabnya

Makan bukan sekadar aktivitas rutin untuk mengenyangkan perut. Dalam Islam, makan adalah bagian dari ibadah yang jika dilakukan dengan benar akan mendatangkan pahala dan keberkahan bagi tubuh. Salah satu kunci utamanya adalah dengan membaca doa sebelum makan.

Membaca doa adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan. Selain itu, doa juga berfungsi sebagai benteng agar setan tidak ikut menyantap makanan yang kita hidangkan.

Bacaan Doa Sebelum Makan

Berikut adalah bacaan doa sebelum makan yang paling sering diajarkan di madrasah dan pondok pesantren:

 الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami atas rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

Selain doa di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan bacaan yang sangat ringkas namun bermakna mendalam. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala (membaca Bismillah)…” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi).

Jadi, membaca Bismillah saja sudah termasuk menjalankan sunnah sebelum makan.

Baca juga: Pengajaran Adab Makan Anak Muslim yang Mudah Dipraktikkan

Bagaimana Jika Lupa Berdoa?

Manusia sering kali lupa. Jika Anda sudah terlanjur menyuap makanan dan baru teringat belum berdoa, jangan khawatir. Rasulullah SAW mengajarkan doa penggantinya:

 بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Bismillahi awwalahu wa aakhirahu.

Artinya: “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”

gambar adab makan bersama doa sebelum makan
Ilustrasi adab makan (sumber: freepik)

Adab Makan dalam Islam agar Lebih Berkah

Selain membaca doa sebelum makan, ada beberapa adab (etika) yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga keberkahan makanan:

  1. Mencuci Tangan: Memastikan kebersihan sebelum menyentuh makanan.

  2. Menggunakan Tangan Kanan: Rasulullah melarang makan dengan tangan kiri karena itu adalah cara makan setan.

  3. Makan Sambil Duduk: Menghindari makan sambil berdiri atau bersandar karena kurang baik bagi kesehatan dan adab.

  4. Mengambil Makanan yang Terdekat: Tidak mengambil makanan di tengah piring jika masih ada yang di pinggir.

  5. Tidak Mencela Makanan: Jika suka dimakan, jika tidak suka ditinggalkan tanpa perlu menghujat makanannya.

Membaca doa sebelum makan adalah langkah sederhana namun berdampak besar bagi spiritualitas kita. Dengan berdoa, kita mengakui bahwa setiap butir nasi yang kita makan adalah pemberian Allah SWT yang kelak akan menjadi energi untuk beribadah.

Tata Cara Shalat Jenazah dalam Islam

Tata Cara Shalat Jenazah dalam Islam

Shalat jenazah merupakan salah satu bentuk penghormatan terakhir umat Islam kepada saudaranya yang telah meninggal dunia. Ibadah ini termasuk fardhu kifayah, artinya jika sebagian umat Islam telah melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakan, semua akan berdosa. Oleh sebab itu, memahami tata cara shalat jenazah menjadi penting bagi setiap muslim.

Niat dan Rukun Shalat Jenazah

Berbeda dengan shalat biasa, shalat jenazah tidak menggunakan rukuk, sujud, maupun duduk di antara dua sujud. Shalat ini dilakukan sambil berdiri dan terdiri dari empat kali takbir. Adapun niatnya disesuaikan dengan siapa yang dishalatkan. Jika yang dishalatkan adalah perempuan, kata mayyiti diganti menjadi mayyitatin.

gambar lafadz niat shalat jenazah
Niat shalat jenazah

Rukun shalat jenazah terdiri dari:

  1. Berdiri bagi yang mampu.

  2. Niat.

  3. Empat kali takbir.

  4. Membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama.

  5. Membaca shalawat Nabi setelah takbir kedua.

  6. Mendoakan jenazah setelah takbir ketiga.

  7. Salam setelah takbir keempat.

Baca juga: Manfaat Rukuk Shalat untuk Kesehatan dan Jiwa

Urutan Tata Cara Shalat Jenazah

Berikut langkah-langkah pelaksanaan tata cara shalat jenazah secara ringkas:

  1. Takbir pertama – membaca surat Al-Fatihah.

  2. Takbir kedua – membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, misalnya seperti dalam tasyahhud.

  3. Takbir ketiga – membaca doa untuk jenazah. Untuk jenazah laki-laki dewasa, salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

    “Allāhumma-ghfir lahu, warhamhu, wa ‘āfihi, wa‘fu ‘anhu…”
    (Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia).

  4. Takbir keempat – membaca doa pendek dan diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri.

Posisi Imam dan Makmum

Jika jenazahnya laki-laki, imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah. Sedangkan jika perempuan, imam berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuhnya. Jenazah diletakkan di depan jamaah dan semua berdiri menghadap kiblat.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Tuntunan Islam

Hikmah Shalat Jenazah

Shalat jenazah bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga doa agar Allah mengampuni dosa-dosa almarhum. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu dishalatkan oleh kaum muslimin sebanyak seratus orang yang semuanya mendoakan baginya, melainkan mereka akan diberi syafaat untuknya.” (HR. Muslim).

Dari hadis tersebut, jelas bahwa shalat jenazah memiliki keutamaan besar bagi yang melakukannya dan bagi jenazah yang dishalatkan.

Melaksanakan tata cara shalat jenazah dengan benar adalah wujud kasih sayang sesama muslim. Selain doa dan penghormatan, shalat ini juga mengingatkan kita akan kematian yang pasti datang. Semoga kita termasuk orang yang selalu siap dengan amal shalih dan menunaikan hak saudara kita hingga akhir hayatnya.

Puasa Ayyamul Bidh: Definisi dan Manfaatnya

Puasa Ayyamul Bidh: Definisi dan Manfaatnya

Al-Muanawiyah – Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15. Kata “ayyamul bidh” secara harfiah berarti “hari-hari putih”, karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar terang di langit.

Puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ dalam banyak hadits. Selain sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri, puasa ini juga membawa banyak manfaat spiritual dan kesehatan.

Dalil tentang Puasa Ayyamul Bidh

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.”
(HR. Al-Bukhari no. 1976, Muslim no. 1159)

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ memberikan wasiat kepada sahabat Abu Hurairah:

“Kekasihku (Rasulullah ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan berbagai riwayat, puasa tiga hari itu dilaksanakan pada hari ke-13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.

puasa ayyamul bidh, bulan purnama penuh yang menggambarkan puasa 3 hari di tengah bulan
Definisi dan manfaat puasa ayyamul bidh

Baca juga: Keutamaan Shalat Tepat Waktu dan Dampaknya pada Kehidupan

 

Keutamaan dan Manfaat Puasa Tiga Hari Setiap Tengah Bulan Hijriah

  1. Seperti puasa sepanjang tahun

    Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang puasa tiga hari setiap bulan, maka seakan-akan ia puasa sepanjang tahun, karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.

    “Tiga hari dalam setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun.”
    (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Karena setiap amal baik dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, maka 3 hari puasa x 10 = 30 hari, yang artinya seperti puasa sebulan penuh.

    2. Melatih Konsistensi Ibadah

    Puasa ini menjadi latihan menjaga komitmen dan memperkuat disiplin spiritual. Bagi yang belum terbiasa puasa sunnah Senin-Kamis, ayyamul bidh bisa jadi awal yang ringan dan teratur.

    3. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Dari sisi medis, puasa secara berkala membantu sistem detoksifikasi tubuh dan memperbaiki sistem metabolisme. Banyak studi menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati.

    4. Penyegar Ruhani di Tengah Kesibukan Dunia

    Dengan menjadikan tiga hari ini sebagai momen khusus dalam setiap bulan, seorang Muslim bisa “berhenti sejenak” dari rutinitas duniawi dan mengisi kembali spiritualitasnya.

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Dilaksanakan?

Puasa ini dilakukan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15. Misalnya, jika 1 Muharram jatuh pada tanggal 7 Juli, maka puasa pada bulan tersebut akan jatuh pada 19, 20, dan 21 Juli (disesuaikan dengan penanggalan Hijriah).

Mari jadikan puasa ini sebagai amalan rutin setiap bulan, sebagai bentuk cinta kita kepada sunnah Rasulullah ﷺ sekaligus upaya memperbaiki diri secara ruhiyah dan jasmaniah.