Hikmah Surat Al Quraisy Tentang Rasa Syukur dan Keamanan

Hikmah Surat Al Quraisy Tentang Rasa Syukur dan Keamanan

Surat Al Quraisy memang hanya terdiri dari empat ayat pendek, namun di dalamnya terkandung pelajaran hidup yang sangat mendalam. Sebagai salah satu surat Makkiyah, surat ini mengajak kita merenungkan nikmat-nikmat yang sering kali kita anggap biasa saja. Dengan memahami hikmah surat Al Quraisy, kita akan belajar bagaimana cara menjaga keberkahan dalam setiap rezeki yang kita peroleh.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai hikmah yang dapat kita ambil dari surat yang menceritakan kebiasaan suku Quraisy ini.

1. Menyadari Bahwa Kelancaran Rezeki Adalah Pemberian Allah

Ayat pertama dan kedua surat ini menceritakan kebiasaan suku Quraisy yang melakukan perjalanan dagang pada musim dingin dan musim panas. Meskipun mereka memiliki strategi bisnis yang hebat, Allah menegaskan bahwa kelancaran perjalanan tersebut merupakan karunia-Nya.

Hikmah ayat di sini berupa mengajarkan kita agar tidak sombong atas kesuksesan finansial. Oleh karena itu, setiap kali kita meraih keberhasilan dalam pekerjaan, kita harus segera menyadari bahwa Allah yang mempermudah segala urusan tersebut. Tanpa pertolongan-Nya, kerja keras kita belum tentu membuahkan hasil yang maksimal.

2. Pentingnya Menjadikan Ibadah Sebagai Pusat Kehidupan

Pada ayat ketiga, Allah memerintahkan suku Quraisy untuk menyembah “Tuhan pemilik rumah ini” (Ka’bah). Selain itu, Allah mengingatkan bahwa segala fasilitas hidup yang kita miliki bertujuan untuk mendukung ibadah kita.

Baca juga: Keutamaan Istighfar: Lebih dari Sekadar Permohonan Ampun

Salah satu hikmah surat Al Quraisy yang paling kuat adalah peringatan agar harta tidak melalaikan kita dari Sang Pencipta. Oleh sebab itu, ketika ekonomi kita sedang membaik, intensitas ibadah kita seharusnya juga semakin meningkat. Jangan sampai kesibukan mengejar dunia justru membuat kita menjauh dari rumah-rumah Allah dan kewajiban agama lainnya.

ibadah haji di kakbah ilustrasi hikmah surat al quraisy
Ibadah haji di Mekkah yang merupakan hikmah surat Al Quraisy bagi kaum Quraisy (foto: BAZNAS)

3. Menghargai Nikmat Pangan dan Rasa Aman

Dua nikmat utama yang disebut di akhir surat ini adalah kecukupan pangan dan keamanan dari rasa takut. Namun, banyak orang sering kali meremehkan kedua hal ini sampai mereka benar-benar kehilangannya.

Melalui hikmah surat ini, kita diingatkan bahwa perut yang kenyang dan hati yang tenang adalah fondasi kebahagiaan. Sebagai hasilnya, kita diajak untuk menjadi pribadi yang lebih pandai bersyukur atas hal-hal sederhana. Rasa aman merupakan modal utama agar sebuah masyarakat bisa produktif dan beribadah dengan tenang.

Baca juga: Memahami Hikmah Sehat dari Hadits Nikmat yang Disia-siakan

4. Konsistensi dalam Kebaikan (Istiqomah)

Suku Quraisy melakukan perjalanan dagang secara rutin dan konsisten. Dalam hal ini, hikmah surat Al Quraisy menunjukkan bahwa konsistensi adalah kunci dalam meraih keberhasilan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Namun, konsistensi tersebut harus selalu dibarengi dengan ketaatan kepada Allah agar usaha kita tidak menjadi sia-sia dan tetap berada dalam rida-Nya.

Secara keseluruhan, hikmah surat Al Quraisy mengajarkan kita untuk selalu menyeimbangkan antara usaha duniawi dan ketakwaan batin. Keamanan, pangan, dan kesuksesan bisnis adalah titipan yang menuntut tanggung jawab berupa rasa syukur dan pengabdian. Semoga dengan merenungi surat ini, hati kita menjadi lebih tenang dan penuh dengan rasa syukur.