Pembiasaan adab membaca Al-Qur’an menjadi salah satu bagian penting dalam keseharian santri PPTQ Al Muanawiyah. Sebelum memulai tilawah maupun setoran hafalan, santri tidak langsung membaca ayat Al-Qur’an. Mereka terlebih dahulu membaca Surat Al-Fatihah dan doa sebelum membaca Al-Qur’an sebagai bentuk persiapan diri sebelum berinteraksi dengan kalam Allah.
Kebiasaan tersebut tidak hanya berlaku ketika santri mengikuti kegiatan setoran hafalan. Dalam kegiatan belajar, santri juga membiasakan diri membaca doa sebelum belajar. Dengan demikian, santri belajar memulai kegiatan dengan mengingat Allah dan menata kesiapan diri sebelum menerima ilmu maupun membaca Al-Qur’an.
Membiasakan Adab Sebelum Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa. Karena itu, seorang Muslim perlu memperhatikan adab ketika berinteraksi dengan kitab Allah. Adab membantu seseorang menunjukkan penghormatan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan hati agar lebih fokus dalam membaca dan menghafalnya.
Allah Ta’ala berfirman:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila engkau hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Ayat tersebut mengajarkan seorang Muslim untuk mempersiapkan diri sebelum membaca Al-Qur’an. Selain membaca ta’awudz, umat Islam juga mengenal berbagai adab lain dalam membaca Al-Qur’an, seperti menjaga kebersihan, membaca dengan tartil, serta menghadirkan hati ketika membaca.
Karena itu, PPTQ Al Muanawiyah menanamkan adab tersebut melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Santri tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya adab, tetapi juga langsung mempraktikkannya sebelum memulai kegiatan Al-Qur’an.

Membaca Al-Fatihah dan Doa Sebelum Tilawah
Salah satu bentuk pembiasaan di PPTQ Al Muanawiyah terlihat ketika santri hendak melakukan tilawah atau setoran hafalan. Mereka mengawali kegiatan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan doa sebelum membaca Al-Qur’an.
Langkah sederhana ini membantu santri berhenti sejenak sebelum memulai aktivitas. Mereka dapat menata niat, mempersiapkan pikiran, dan mengingat kembali bahwa ayat yang akan mereka baca merupakan kalam Allah. Dengan begitu, santri tidak sekadar mengejar target halaman atau jumlah hafalan.
Pembiasaan ini juga mengajarkan santri untuk menghargai proses. Sebelum membaca, mereka berdoa. Saat membaca, mereka berusaha memperhatikan bacaan. Kemudian, ketika melakukan setoran, mereka berusaha menjaga hafalan yang telah dipelajari.
Adab Membantu Mempersiapkan Hati
Menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi dan kesungguhan. Santri perlu mengulang ayat berkali-kali agar hafalan semakin kuat. Namun, proses tersebut juga membutuhkan kesiapan hati karena aktivitas menghafal bukan sekadar latihan mengingat.
Oleh sebab itu, adab sebelum membaca Al-Qur’an memiliki peran penting. Ketika santri membiasakan diri berdoa sebelum membaca, mereka memiliki kesempatan untuk mengingat kembali tujuan mereka dalam mempelajari Al-Qur’an.
Kebiasaan tersebut kemudian dapat membentuk pola pikir bahwa hafalan bukan hanya sebuah pencapaian. Santri tidak menghafal Al-Qur’an semata-mata untuk mendapatkan nilai, menyelesaikan target, atau memperoleh prestasi. Lebih dari itu, mereka belajar menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan.
Menanamkan Kebiasaan Sejak di Pesantren
Pembiasaan akan lebih mudah terbentuk ketika santri melakukannya secara terus-menerus. Karena itu, Al Muanawiyah menanamkan adab melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian santri. Setiap kali mereka hendak tilawah atau setoran hafalan, mereka kembali melakukan rangkaian pembiasaan yang sama.
Begitu pula dengan doa sebelum belajar. Santri membiasakan diri memulai kegiatan dengan doa sehingga mereka tidak hanya mengejar hasil belajar, tetapi juga memohon kepada Allah agar memberikan kemudahan dan keberkahan dalam proses tersebut.
Dengan pembiasaan yang konsisten, santri diharapkan membawa kebiasaan tersebut hingga di luar pesantren. Ketika kelak mereka membaca Al-Qur’an sendiri, mereka tetap ingat untuk mempersiapkan diri dan menjaga adab sebelum membacanya.
Menghafal Al-Qur’an dengan Adab dan Keberkahan
Pendidikan tahfidz tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak ayat yang mampu santri hafalkan. Proses menghafal juga perlu membentuk sikap dan kebiasaan yang mencerminkan kedekatan seorang Muslim dengan Al-Qur’an.
Inilah yang ingin ditanamkan melalui pembiasaan adab membaca Al-Qur’an di PPTQ Al Muanawiyah. Santri belajar memulai tilawah dan setoran dengan doa, kemudian menjalani proses menghafal dengan kesungguhan. Harapannya, hafalan yang mereka peroleh tidak hanya menjadi pencapaian duniawi, tetapi juga menjadi bekal yang memberikan manfaat dan keberkahan dalam kehidupan.
Saatnya Belajar Al-Qur’an dengan Adab
Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan tahfidz sekaligus membiasakan putrinya mencintai Al-Qur’an dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari, PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi pilihan. Lingkungan pesantren membantu santri membangun kebiasaan melalui rutinitas, keteladanan, dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Daftar sekarang di PPTQ Al Muanawiyah dan tumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an bersama lingkungan pendidikan yang mengutamakan hafalan, adab, dan keberkahan. Hubungi admin pendaftaran kami untuk informasi lebih lanjut!













