Berziarah ke makam salah satu anggota Wali Songo, Sunan Muria (Raden Umar Said), memberikan pengalaman yang berbeda dibanding makam wali lainnya. Letaknya yang berada di puncak Gunung Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, menuntut fisik yang prima namun menawarkan pemandangan yang sangat asri. Bagi Anda yang baru pertama kali berencana datang, memahami rute ziarah Sunan Muria sangatlah penting agar perjalanan Anda efektif dan nyaman.
Menuju Titik Awal: Desa Colo, Kudus
Titik utama untuk memulai ziarah adalah pangkalan bus atau area parkir di Desa Colo. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dari pusat Kota Kudus, Anda cukup menempuh perjalanan ke arah utara sejauh kurang lebih 18 kilometer. Jalanannya menanjak dan berkelok, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi sehat.
Bagi pengguna transportasi umum, terdapat angkutan desa yang siap mengantar Anda dari terminal Kudus langsung menuju terminal wisata Colo.
Dua Pilihan Rute Ziarah Sunan Muria Menuju Puncak
Setelah sampai di area parkir Colo, Anda dihadapkan pada dua pilihan untuk mencapai kompleks makam:
1. Jalur Tangga (Jalan Kaki) Jika Anda ingin merasakan sensasi ziarah yang lebih “tradisional”, Anda bisa memilih jalur tangga. Terdapat ratusan anak tangga yang tertata rapi dari gerbang bawah hingga ke area makam. Sepanjang jalan, Anda akan melewati deretan pedagang yang menjajakan oleh-oleh khas seperti Parijoto dan Ganyong. Jalur ini cocok bagi Anda yang memiliki fisik kuat dan ingin menikmati suasana pegunungan secara perlahan.

2. Jalur Ojek (Sensasi Adrenalin) Ingin lebih cepat sampai? Anda wajib mencoba jasa ojek legendaris Muria. Rute ziarah Sunan Muria via ojek ini terkenal karena jalurnya yang sempit dan berliku tajam di pinggir lereng. Para tukang ojek di sini sangat terlatih dan profesional. Pilihan ini sangat membantu bagi lansia atau Anda yang ingin menghemat waktu dan tenaga. Biayanya pun sudah memiliki ketentuan secara resmi oleh paguyuban setempat.
Baca juga: Rahasia Arsitektur Menara Kudus: Perpaduan Islam dan Hindu
Tips Saat Berada di Kompleks Makam
Sesampainya di atas, Anda akan disambut oleh gerbang masjid yang masih mempertahankan arsitektur khas zaman dahulu. Berikut beberapa tips tambahan:
-
Siapkan Fisik: Udara di puncak cukup dingin, namun menanjak tangga bisa membuat gerah. Gunakan pakaian yang menyerap keringat tapi tetap sopan.
-
Oleh-oleh Khas: Jangan lupa membeli buah Parijoto yang terpercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, terutama untuk ibu hamil.
-
Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari atau malam hari (seperti malam Jumat) untuk merasakan suasana yang lebih tenang dan khusyuk.
Memilih rute ziarah Sunan Muria baik melalui tangga maupun ojek memiliki keunikan tersendiri. Yang terpenting adalah menjaga adab dan kebersihan selama berada di lingkungan makam. Perjalanan menuju puncak ini bukan sekadar wisata, melainkan perjalanan spiritual untuk meneladani kesederhanaan sang wali.




