Sujud merupakan posisi paling mulia saat seorang hamba berkomunikasi dengan Penciptanya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pada saat sujud, posisi manusia berada paling dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, memahami tata cara sujud yang benar sesuai sunnah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim agar ibadah shalatnya menjadi sempurna.
Namun, dalam praktiknya, masih banyak jamaah yang melakukan kekeliruan kecil yang berdampak besar. Berikut adalah beberapa kesalahan saat sujud shalat yang harus Anda hindari berdasarkan dalil yang shahih.
1. Tidak Menempelkan Tujuh Anggota Sujud
Kesalahan yang paling mendasar adalah kegagalan dalam menempelkan tujuh anggota tubuh ke lantai secara bersamaan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Aku diperintahkan untuk sujud pada tujuh anggota tubuh yaitu: dahi—beliau berisyarat dengan tangannya pada hidungnya–, kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua ujung kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim).”
Akibatnya, jika salah satu bagian tersebut sengaja diangkat atau terhalang selama sujud, maka kesempurnaan shalat seseorang akan berkurang. Pastikan dahi dan hidung benar-benar menempel dengan mantap di atas sajadah.

2. Meletakkan Lengan Bawah di Lantai (Gaya Anjing)
Selanjutnya, banyak orang yang menempelkan seluruh lengan bawah hingga siku ke lantai saat bersujud. Rasulullah SAW secara eksplisit melarang gerakan ini melalui sabdanya:
“Dari Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Seimbanglah di dalam sujud, dan janganlah seseorang dari kamu menghamparkan kedua lengannya sebagaimana terhamparnya (kaki) anjing“. (HR al-Bukhâri, no. 822, dan Muslim, no. 493).
Posisi yang benar adalah mengangkat siku dan menjauhkannya dari lantai serta dari lambung. Dengan menjaga siku tetap terangkat, Anda memberikan ruang yang cukup bagi tubuh untuk bersujud dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Baca juga: Kesalahan Umum Saat Shalat yang Sering Dilakukan
3. Tidak Menghadapkan Jari Kaki ke Arah Kiblat
Selain posisi tangan, posisi kaki juga sering menjadi sumber kesalahan saat sujud shalat. Sebagian orang membiarkan ujung jari kakinya menghadap ke belakang atau bahkan mengangkat kaki sepenuhnya dari lantai. Padahal, para sahabat menceritakan kebiasaan nabi dalam sebuah hadis:
“Aku mencari-cari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebelumnya beliau bersamaku di ranjangku, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan bersujud dengan menempelkan kedua tumitnya sementara ujung jari jemari kakinya dihadapkan ke arah kiblat. (HR. Thahawi dalam kitab Bayan Musykil Al-Atsar, 1:104 dan Ibnu Munzir dalam kitab Al-Ausath, no. 1401, Ibnu Khuzaimah dalam kitab ShahihNya, 1:328, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, 5:260, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 1:352, Al-Baihaqi juga meriwayatkan darinya dalam kitab As-Sunan Al-Kubra, 2:167.).
Namun, dalam penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, posisi kaki saat sujud rapat dan menghadap kiblat adalah sunnah. Sehingga, hendaknya seseorang membiarkan posisi kaki seperti biasanya tanpa merapatkan atayu merenggangkan.
4. Menutup Dahi dengan Penghalang
Kesalahan teknis lainnya adalah terhalangnya dahi oleh penghalang yang tidak ikut bergerak saat shalat, seperti helaian rambut atau kain mukena yang terlalu maju. Dahi harus menyentuh tempat sujud secara langsung. Oleh karena itu, pastikan area dahi tetap bersih agar persentuhan kulit dengan tempat sujud tidak terganggu oleh benda lain yang menempel pada dahi.
5. Terlalu Terburu-buru (Tidak Thuma’ninah)
Terakhir, banyak jamaah yang melakukan sujud dengan durasi yang sangat singkat tanpa thuma’ninah. Rasulullah SAW pernah menegur seseorang yang shalatnya terlalu cepat dengan bersabda:
“…kemudian sujudlah hingga kamu thuma’ninah (tenang) dalam sujud…” (HR. Bukhari no. 757 dan Muslim no. 397).
Thuma’ninah adalah rukun shalat yang wajib terpenuhi agar posisi tulang kembali tenang sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Tanpa ketenangan ini, esensi sujud sebagai sarana berserah diri akan hilang sepenuhnya.
Baca juga: Tata Cara Shalat Jamak Qashar bagi Musafir
Dengan memperbaiki kesalahan saat sujud shalat berdasarkan dalil-dalil di atas, kita berharap shalat kita menjadi lebih berkualitas dan diterima oleh Allah SWT. Mari kita terus belajar memperbaiki setiap detail gerakan agar ibadah harian ini menjadi sarana penggugur dosa yang maksimal.




