Cara Melaksanakan Sujud Sahwi Jika Lupa Rakaat Shalat

Cara Melaksanakan Sujud Sahwi Jika Lupa Rakaat Shalat

Setiap Muslim pasti pernah mengalami gangguan konsentrasi atau keraguan saat mengerjakan ibadah shalat. Terkadang kita merasa ragu mengenai jumlah rakaat atau tidak sengaja melewatkan tasyahud awal. Untuk menyempurnakan kekurangan tersebut, Islam memberikan solusi melalui sujud sahwi. Memahami cara melaksanakan sujud sahwi sangat penting agar shalat Anda tetap sah dan tidak perlu mengulanginya dari awal.

Berikut adalah panduan praktis mengenai tata cara dan ketentuan melakukan sujud sahwi agar ibadah Anda semakin sempurna.

Alasan Melakukan Sujud Sahwi

Sebelum mempraktikkan gerakannya, Anda perlu mengetahui kapan sujud ini harus dilakukan. Terdapat tiga alasan utama yang mendasari sujud sahwi, yaitu adanya tambahan gerakan (ziyadah), kekurangan rukun atau wajib shalat (naqsh), atau adanya keraguan (syak). Misalnya, ketika Anda lupa duduk tasyahud awal namun sudah terlanjur berdiri tegak, maka sujud sahwi menjadi cara untuk mengganti kelalaian tersebut di akhir shalat.

pria sujud shalat contoh sujud sahwi saat lupa rakaat shalat
Contoh sujud sahwi karena lupa rakaat shalat (foto: freepik.com)

Waktu Pelaksanaan: Sebelum atau Sesudah Salam?

Mengenai waktu pelaksanaannya, terdapat dua pendapat yang umum di kalangan ulama berdasarkan jenis kekeliruannya. Jika Anda menyadari kekurangan dalam shalat (seperti lupa rakaat), maka Anda melakukan sujud sahwi sebelum salam. Namun, jika Anda menyadari kelebihan gerakan setelah shalat selesai, maka Anda melakukannya setelah salam. Memilih waktu yang tepat dalam cara melaksanakan sujud sahwi membantu Anda menata kembali urutan shalat sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Baca juga: Lupa Jumlah Rakaat Shalat? Ini Solusinya Menurut Fiqh!

Tata Cara Melaksanakan Sujud Sahwi

Langkah-langkah melakukan sujud sahwi sebenarnya menyerupai gerakan sujud dalam shalat biasa. Berikut adalah urutan gerakannya:

  1. Melakukan Sujud Pertama: Setelah menyelesaikan bacaan tasyahud akhir, Anda melakukan sujud pertama sambil membaca takbir.

  2. Membaca Doa Sujud Sahwi: Saat bersujud, Anda disunnahkan membaca zikir sujud atau doa khusus sahwi: “Subhana man laa yanaamu wa laa yashuu” (Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).

  3. Duduk di Antara Dua Sujud: Selanjutnya, Anda duduk sejenak seperti duduk di antara dua sujud pada umumnya.

  4. Melakukan Sujud Kedua: Anda melakukan sujud yang kedua dengan gerakan dan bacaan zikir yang sama seperti sujud pertama.

  5. Salam: Setelah bangun dari sujud kedua, Anda kembali duduk sejenak lalu diakhiri dengan salam.

Terkadang, setan membisikkan was-was yang berlebihan mengenai keabsahan shalat kita. Jika keraguan tersebut muncul secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas, maka sebaiknya Anda mengabaikannya. Cara melaksanakan sujud sahwi ditujukan untuk kekeliruan yang bersifat nyata, bukan untuk melayani perasaan was-was yang merusak kekhusyukan. Dengan tetap tenang dan yakin, Anda dapat menjaga kualitas ibadah harian dengan lebih baik.

Hikmah di Balik Sujud Sahwi

Penerapan sujud sahwi mengajarkan kita bahwa manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Allah SWT memberikan jalan keluar yang memudahkan agar jerih payah kita dalam beribadah tetap mendapatkan pahala. Oleh karena itu, mempelajari setiap detail gerakan shalat merupakan bentuk kesungguhan kita dalam menghambakan diri kepada-Nya.

Mari kita terus memperbaiki kualitas shalat dengan memahami ilmu fiqh yang mendasarinya. Dengan menguasai tata cara yang benar, keraguan dalam shalat tidak akan lagi menjadi beban yang mengganggu ketenangan batin Anda.

5 Kesalahan Saat Sujud Shalat yang Sering Dianggap Remeh

5 Kesalahan Saat Sujud Shalat yang Sering Dianggap Remeh

Sujud merupakan posisi paling mulia saat seorang hamba berkomunikasi dengan Penciptanya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pada saat sujud, posisi manusia berada paling dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, memahami tata cara sujud yang benar sesuai sunnah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim agar ibadah shalatnya menjadi sempurna.

Namun, dalam praktiknya, masih banyak jamaah yang melakukan kekeliruan kecil yang berdampak besar. Berikut adalah beberapa kesalahan saat sujud shalat yang harus Anda hindari berdasarkan dalil yang shahih.

1. Tidak Menempelkan Tujuh Anggota Sujud

Kesalahan yang paling mendasar adalah kegagalan dalam menempelkan tujuh anggota tubuh ke lantai secara bersamaan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Aku diperintahkan untuk sujud pada tujuh anggota tubuh yaitu: dahi—beliau berisyarat dengan tangannya pada hidungnya–, kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua ujung kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim).”

Akibatnya, jika salah satu bagian tersebut sengaja diangkat atau terhalang selama sujud, maka kesempurnaan shalat seseorang akan berkurang. Pastikan dahi dan hidung benar-benar menempel dengan mantap di atas sajadah.

pria sujud shalat contoh kesalahan umum saat sujud
Contoh sujud dengan bagian tubuh yang menempel tepat shalat sudah benar (foto: freepik.com)

2. Meletakkan Lengan Bawah di Lantai (Gaya Anjing)

Selanjutnya, banyak orang yang menempelkan seluruh lengan bawah hingga siku ke lantai saat bersujud. Rasulullah SAW secara eksplisit melarang gerakan ini melalui sabdanya:

“Dari Anas bin Malik, dari Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Seimbanglah di dalam sujud, dan janganlah seseorang dari kamu menghamparkan kedua lengannya sebagaimana terhamparnya (kaki) anjing“. (HR al-Bukhâri, no. 822, dan Muslim, no. 493).

Posisi yang benar adalah mengangkat siku dan menjauhkannya dari lantai serta dari lambung. Dengan menjaga siku tetap terangkat, Anda memberikan ruang yang cukup bagi tubuh untuk bersujud dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.

Baca juga: Kesalahan Umum Saat Shalat yang Sering Dilakukan

3. Tidak Menghadapkan Jari Kaki ke Arah Kiblat

Selain posisi tangan, posisi kaki juga sering menjadi sumber kesalahan saat sujud shalat. Sebagian orang membiarkan ujung jari kakinya menghadap ke belakang atau bahkan mengangkat kaki sepenuhnya dari lantai. Padahal, para sahabat menceritakan kebiasaan nabi dalam sebuah hadis:

“Aku mencari-cari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebelumnya beliau bersamaku di ranjangku, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan bersujud dengan menempelkan kedua tumitnya sementara ujung jari jemari kakinya dihadapkan ke arah kiblat. (HR. Thahawi dalam kitab Bayan Musykil Al-Atsar, 1:104 dan Ibnu Munzir dalam kitab Al-Ausath, no. 1401, Ibnu Khuzaimah dalam kitab ShahihNya, 1:328, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, 5:260, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 1:352, Al-Baihaqi juga meriwayatkan darinya dalam kitab As-Sunan Al-Kubra, 2:167.).

Namun, dalam penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, posisi kaki saat sujud rapat dan menghadap kiblat adalah sunnah. Sehingga, hendaknya seseorang membiarkan posisi kaki seperti biasanya tanpa merapatkan atayu merenggangkan.

4. Menutup Dahi dengan Penghalang

Kesalahan teknis lainnya adalah terhalangnya dahi oleh penghalang yang tidak ikut bergerak saat shalat, seperti helaian rambut atau kain mukena yang terlalu maju. Dahi harus menyentuh tempat sujud secara langsung. Oleh karena itu, pastikan area dahi tetap bersih agar persentuhan kulit dengan tempat sujud tidak terganggu oleh benda lain yang menempel pada dahi.

5. Terlalu Terburu-buru (Tidak Thuma’ninah)

Terakhir, banyak jamaah yang melakukan sujud dengan durasi yang sangat singkat tanpa thuma’ninah. Rasulullah SAW pernah menegur seseorang yang shalatnya terlalu cepat dengan bersabda:

“…kemudian sujudlah hingga kamu thuma’ninah (tenang) dalam sujud…” (HR. Bukhari no. 757 dan Muslim no. 397).

Thuma’ninah adalah rukun shalat yang wajib terpenuhi agar posisi tulang kembali tenang sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Tanpa ketenangan ini, esensi sujud sebagai sarana berserah diri akan hilang sepenuhnya.

Baca juga: Tata Cara Shalat Jamak Qashar bagi Musafir

Dengan memperbaiki kesalahan saat sujud shalat berdasarkan dalil-dalil di atas, kita berharap shalat kita menjadi lebih berkualitas dan diterima oleh Allah SWT. Mari kita terus belajar memperbaiki setiap detail gerakan agar ibadah harian ini menjadi sarana penggugur dosa yang maksimal.

Kesalahan Umum Saat Shalat yang Sering Dilakukan

Kesalahan Umum Saat Shalat yang Sering Dilakukan

Shalat merupakan amalan pertama yang akan Allah hisab pada hari kiamat nanti. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memastikan bahwa tata cara shalatnya sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Sayangnya, masih banyak jamaah yang terjebak dalam berbagai kesalahan umum saat shalat tanpa mereka sadari. Memperbaiki kesalahan ini sangat penting agar shalat kita tidak sekadar menjadi gerakan lahiriah tanpa nilai pahala.

Ketidaktahuan terhadap rukun dan sunnah sering kali menjadi penyebab utama munculnya kekeliruan dalam beribadah. Berikut adalah beberapa poin yang perlu Anda perhatikan:

1. Tidak Thuma’ninah 

Banyak orang melakukan gerakan shalat dengan sangat cepat seolah-olah sedang mengejar waktu. Kesalahan umum saat shalat yang paling fatal adalah meninggalkan thuma’ninah atau berhenti sejenak pada setiap gerakan shalat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang tidak tenang dalam ruku’ dan sujudnya adalah pencuri shalat yang paling buruk.

Landasan hukum mengenai kewajiban ini tertuang dalam sabda Nabi SAW kepada orang yang shalatnya buruk:

“Ruku’lah sampai engkau thuma’ninah dalam ruku’, kemudian bangkitlah sampai engkau tegak berdiri…” (HR. An-Nasai, no. 1052. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Sebelum Shalat yang Sering Diabaikan

2. Mendahului atau Bersamaan dengan Gerakan Imam

Dalam shalat berjamaah, makmum sering kali bergerak mendahului atau bersamaan dengan gerakan imam, disengaja maupun tidak. Perilaku ini merupakan kesalahan umum saat shalat yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala jamaah. Makmum seharusnya baru mulai bergerak setelah imam selesai mengucapkan takbir dan mencapai posisi sempurna.

Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat keras bagi orang yang mendahului imam:

“Tidakkah salah seorang dari kalian takut, atau apakah salah seorang dari kalian tidak takut, jika dia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai, atau Allah akan menjadikan rupanya seperti bentuk keledai?” (HR. Bukhari no. 691 dan Muslim no. 427).

Selain masalah teknis gerakan, posisi anggota tubuh saat sujud juga sering kali terabaikan.

3. Tidak Menempelkan Tujuh Anggota Sujud dengan Benar

Sering kali kita melihat jamaah yang mengangkat kakinya atau tidak menempelkan hidungnya ke lantai saat sujud. Kesalahan umum saat shalat ini melanggar perintah dasar mengenai tata cara sujud yang sempurna. Pastikan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki menempel rapat ke sajadah sebagaimana sifat shalat Nabi dalam Fikih Manhajus Salikin.

Nabi SAW bersabda mengenai kewajiban menempelkan tujuh anggota sujud ini:

“Aku diperintahkan untuk sujud pada tujuh anggota tubuh yaitu: dahi—beliau berisyarat dengan tangannya pada hidungnya–, kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua ujung kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim).

gambar pria sujud shalat contoh kesalahan umum saat shalat
Contoh sujud yang sempurna dengan menempelnya 7 bagian tubuh pada tempat shalat

4. Pandangan Mata Menoleh ke Atas atau ke Samping

Menolehkan wajah atau mengarahkan pandangan ke langit saat shalat merupakan tindakan yang dilarang. Kesalahan umum saat shalat ini dapat menghilangkan kekhusyukan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Allah SWT. Seharusnya, pandangan mata tetap fokus tertuju ke arah tempat sujud selama shalat berlangsung.

Rasulullah SAW memperingatkan orang-orang yang sering menengadah ke langit saat shalat:

Hendaklah orang-orang yang memandang ke atas saat berdoa dalam shalat berhenti atau pandangan mereka akan dirampas.” (HR. Muslim, no. 429).

5. Membaca Al-Qur’an Saat Ruku’ dan Sujud

Membaca surat atau ayat Al-Qur’an saat posisi ruku’ dan sujud adalah sebuah kekeliruan. Posisi ruku’ adalah waktu untuk mengagungkan Allah, sedangkan sujud adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW secara tegas melarang pembacaan kalamullah pada kedua posisi tersebut:

“Ketahuilah, sesungguhnya aku dilarang membaca Al-Qur’an saat ruku’ dan sujud…” (HR. Muslim no. 479).

Baca juga: Kesalahan Saat Shalat yang Sering Terjadi Bagian Kedua

Memahami berbagai kesalahan umum saat shalat akan membantu Anda meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Pencipta. Ibadah yang dilakukan dengan ilmu dan kesungguhan tentu akan membawa ketenangan batin yang lebih luar biasa. Mari kita terus belajar dan memperbaiki setiap gerakan shalat kita agar sesuai dengan sunnah Nabi SAW.

Ketaatan yang sempurna dalam shalat merupakan kunci utama pembuka pintu keberkahan dalam seluruh aspek kehidupan Anda.

Tata Cara Shalat Sesuai Tuntunan Nabi

Tata Cara Shalat Sesuai Tuntunan Nabi

Shalat adalah tiang agama yang menjadi pembeda antara seorang muslim dan bukan muslim. Oleh karena itu, memahami tata cara  shalat dengan benar menjadi kewajiban bagi setiap mukallaf. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari).

Hadits ini menjadi pedoman utama dalam menunaikan ibadah shalat sesuai sunnah. Maka, berikut adalah runtutannya

Tata Cara Shalat Menurut Nabi

1. Niat

Niat dilakukan di dalam hati, bukan dengan ucapan. Cukup menghadirkan kesadaran bahwa shalat ini semata karena Allah, misalnya shalat Dzuhur, Maghrib, atau shalat sunnah lainnya.

2. Takbiratul Ihram

Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan Allāhu akbar. Gerakan ini menandai dimulainya shalat dan meninggalkan urusan dunia.

3. Membaca Doa Iftitah

Disunnahkan membaca doa pembuka shalat (iftitah) sebagai bentuk pujian kepada Allah sebelum membaca Al-Qur’an.

gambar praktek tata cara shalat membaca doa iftitah
Contoh praktek tata cara shalat yang dilakukan santri Al Muanawiyah

4. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek

Al-Fatihah wajib dibaca di setiap rakaat. Setelahnya, bacalah satu surah pendek atau beberapa ayat dari Al-Qur’an sesuai kemampuan.

5. Rukuk

Bungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan kepala, letakkan tangan di lutut, dan ucapkan Subhāna rabbiyal ‘azhīm tiga kali. Dengan posisi yang benar, kita kana mendapatkan manfaat rukuk shalat.

6. I‘tidal (Berdiri Setelah Rukuk)

Bangkit sambil mengucapkan Sami‘allāhu liman hamidah, lalu berdiri tegak dengan bacaan Rabbana lakal hamd.

7. Sujud Pertama

Letakkan tujuh anggota sujud ke tanah (dahi, dua tangan, dua lutut, dan ujung kaki) sambil membaca Subhāna rabbiyal a‘lā tiga kali. Jika dilakukan dengan baik, kita juga akan mendapatkan manfaat sujud bagi kesehatan dan ketenangan batin.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Bangun dari sujud dan duduk tenang sambil berdoa:
“Rabbighfirli warhamni, wajburni, warfa‘ni, warzuqni, wahdini, wa‘āfini, wa‘fu ‘anni.”

Baca juga: Kisah Abu Bakar Menangis Saat Shalat dan Hikmahnya

9. Sujud Kedua

Lakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sebelumnya. Setelah itu, berdiri untuk rakaat berikutnya.

10. Tasyahud Awal

Dilakukan setelah rakaat kedua pada shalat yang terdiri dari tiga atau empat rakaat (seperti Maghrib, Isya, dan Dzuhur). Duduk dengan posisi kaki kiri dilipat dan kaki kanan ditegakkan, lalu membaca:
“Attahiyyātu lillāhi was shalawātu wat thayyibāt, assalāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhish shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasūluh.”

Setelah selesai, berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya.

11. Tasyahud Akhir dan Salam

Pada rakaat terakhir, duduk tasyahud akhir dengan posisi bersila. Bacalah tahiyyat akhir lengkap dengan shalawat kepada Nabi ﷺ dan doa sebelum salam.
Akhiri shalat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan:
“Assalāmu ‘alaikum warahmatullāh.”

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Tuntunan Islam

Hikmah di Balik Pelaksanaan Shalat

Tata cara shalat yang benar tidak hanya memastikan sahnya ibadah, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekhusyukan, dan kesabaran. Shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran menjadi sarana pembersih jiwa. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Melalui shalat yang tertib dan khusyuk, seorang muslim dilatih untuk tunduk dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah ﷻ.

Dengan memahami tata cara shalat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, seorang muslim tidak hanya menegakkan ibadah secara lahir, tetapi juga membangun hubungan spiritual yang kuat dengan Sang Pencipta. Shalat yang dilakukan dengan benar akan melahirkan ketenangan batin serta memperkuat keimanan.