Melakukan ibadah shalat dengan khusyuk merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, terkadang gangguan konsentrasi muncul hingga menyebabkan seseorang merasa ragu atau lupa jumlah rakaat shalat. Munculnya keraguan ini adalah hal manusiawi yang bahkan pernah dialami oleh para sahabat Nabi. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan praktis agar ibadah Anda tetap sah dan sempurna meskipun terjadi kekeliruan dalam hitungan.
Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang harus Anda lakukan saat menghadapi keraguan dalam jumlah rakaat menurut kaidah fiqh.
1. Mengambil Jumlah Rakaat yang Paling Sedikit
Jika Anda merasa ragu apakah sedang berada di rakaat kedua atau ketiga, maka ambillah hitungan yang paling sedikit (yaitu rakaat kedua). Mengambil jumlah terkecil memberikan kepastian hukum dalam ibadah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:
“Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya, sehingga ia tidak tahu sudah berapa rakaat ia shalat, tiga atau empat rakaat, maka hendaknya ia membuang keraguannya dan menetapkan atas apa yang ia yakini (jumlah yang paling sedikit).” (HR. Muslim no. 571).
Dengan menetapkan jumlah terkecil, Anda memastikan bahwa rukun shalat telah terpenuhi sepenuhnya. Selanjutnya, Anda cukup melanjutkan sisa rakaat hingga selesai.

2. Melakukan Sujud Sahwi di Akhir Shalat
Setelah Anda menetapkan jumlah rakaat yang paling sedikit dan menyelesaikan shalat, langkah berikutnya adalah melakukan sujud sahwi. Sujud ini berfungsi untuk menambal kekurangan atau kelebihan yang terjadi akibat lupa jumlah rakaat shalat.
Anda melakukan dua kali sujud tambahan sebelum atau sesudah salam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sujud sahwi ini merupakan cara untuk menghinakan setan yang mencoba mengacaukan konsentrasi shalat seorang hamba. Oleh karena itu, sujud sahwi menjadi solusi agar Anda tidak perlu mengulang shalat dari awal. Baca tata cara melaksanakan sujud sahwi di sini.
3. Membangun Keyakinan dan Mengabaikan Was-was
Terkadang, perasaan ragu muncul setelah shalat benar-benar selesai. Jika keraguan baru datang setelah Anda melakukan salam, maka abaikan saja perasaan tersebut. Kaedah fikih menyebutkan bahwa jika ragu datang setelah keyakinan, maka keraguan yang muncul tidak dapat mengalahkannya dan dianggap tidak memengaruhi keabsahan ibadah tersebut.
Kecuali, jika Anda mendapatkan bukti kuat atau diingatkan oleh orang lain dengan kepastian yang nyata. Membiarkan pikiran terus terjebak dalam was-was hanya akan membuat ibadah terasa berat. Maka dari itu, tetaplah tenang dan yakin bahwa Allah SWT Maha Menerima hamba-Nya yang telah berusaha maksimal.
Baca juga: 5 Kesalahan Saat Sujud Shalat yang Sering Dianggap Remeh
4. Tips Menghindari Lupa dalam Shalat
Untuk meminimalisir kejadian lupa jumlah rakaat shalat, Anda dapat melakukan beberapa persiapan sebelum takbiratul ihram. Pertama, pastikan Anda memahami arti dari bacaan shalat yang Anda lafalkan. Memahami makna bacaan membantu pikiran tetap khusyuk pada setiap gerakan shalat.
Kedua, singkirkan hal-hal yang dapat memecah konsentrasi di tempat shalat, seperti suara bising atau barang-barang yang mencolok. Dengan menjaga kekhusyukan sejak awal, Anda dapat menjalankan rukun shalat dengan lebih tertib dan tenang.
Memahami solusi atas keraguan dalam ibadah merupakan bagian dari menuntut ilmu yang wajib bagi setiap Muslim. Dengan menerapkan panduan fiqh di atas, Anda tidak perlu merasa cemas lagi jika suatu saat mengalami kendala dalam ingatan saat berdiri di hadapan Allah SWT.




