Setiap ayat dalam Al-Qur’an diturunkan dengan alasan dan momentum bersejarah yang sangat penting. Salah satu peristiwa yang paling terkenal dalam sejarah Islam adalah kisah penolakan dakwah di kota Makkah. Paman Nabi yang bernama Abu Lahab menjadi sosok utama yang memicu kemarahan nyata lewat ucapan kejinya. Oleh karena itu, pembahasan mengenai asbabun nuzul surat Al Lahab selalu menjadi ulasan sejarah yang sangat menarik.
Catatan dari para ahli tafsir menunjukkan bahwa surat ini turun sebagai pembelaan langsung dari Allah Ta’ala.
Kisah Di Balik Asbabun Nuzul Surat Al Lahab
Para ulama sepakat bahwa momentum turunnya surat ini terjadi pada awal masa dakwah terang-terangan. Kitab tafsir mencatat kronologi lengkap kejadian tersebut berdasarkan Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim. Berikut adalah tahapan peristiwa di Bukit Safa yang menjadi penyebab utama turunnya wahyu tersebut.

1. Perintah Melakukan Dakwah Kepada Kerabat Dekat
Nabi Muhammad mendapatkan perintah dari Allah untuk mengumpulkan dan memberi peringatan kepada keluarga besarnya. Beliau kemudian memilih Bukit Safa sebagai tempat untuk memanggil seluruh perwakilan kabilah suku Quraisy.
Baca juga: Biografi Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Pertama Setelah Rasulullah
2. Pengakuan Penduduk Makkah Terhadap Kejujuran Rasulullah
Setelah masyarakat berkumpul, Rasulullah bertanya mengenai tingkat kepercayaan mereka terhadap diri beliau sendiri. Beliau bertanya apakah mereka percaya jika beliau mengabarkan ada musuh di balik bukit yang siap menyerang. Seluruh penduduk Makkah menjawab bahwa mereka sangat percaya karena beliau tidak pernah berbohong sepanjang hidupnya.
3. Kalimat Hinaan dari Abu Lahab yang Memicu Turunnya Wahyu
Nabi kemudian melanjutkan ucapan dengan mengumumkan bahwa beliau adalah utusan Allah yang membawa peringatan azab. Mendengar deklarasi tersebut, Abdul Uzza atau Abu Lahab langsung memotong penjelasan Nabi dengan sangat kasar. Paman Nabi itu berteriak di depan umum, “Celakalah engkau untuk selama-lamanya, apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”
Faktanya, ucapan kasar dan tindakan merendahkan utusan Allah inilah yang menjadi asbabun nuzul surat Al Lahab.
Baca juga: Menghafal Al-Qur’an Bagi Pertumbuhan Anak Agar Cerdas
Ancaman Allah Terhadap Keluarga Abu Lahab
Kisah di Bukit Safa ini diulas secara mendalam oleh para ulama dalam kitab-kitab tafsir mereka. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, dikutip dari website NU online, menjelaskan bahwa surat ini turun sebagai ancaman balik dari Allah. Abu Lahab dan istrinya mendapatkan ancaman kebinasaan di dunia serta akhirat akibat kalimat makian tersebut. Paman Nabi itu aktif menghalangi dakwah bahkan mengancam akan membunuh Rasulullah setelah peristiwa Bukit Safa.
Sementara itu, Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labib menegaskan status surat Makkiyah ini sebagai bukti sejarah. Surat yang terdiri atas 23 kalimat ini mengabadikan kebinasaan Abdul Uzza bin Abdul Muthalib secara mutlak. Allah menunjukkan bahwa kesombongan dalam menolak kebenaran akan berakhir dengan kehancuran yang nyata bagi pelakunya.
Asbabun nuzul surat Al Lahab memberikan gambaran nyata mengenai besarnya rintangan dakwah pada periode awal. Surat ini diturunkan khusus sebagai respons atas sikap buruk seorang paman yang menghina keponakannya sendiri. Oleh sebab itu, mari kita mengambil pelajaran berharga dari sejarah ini untuk selalu menjaga lisan kita. Semoga kita semua terhindar dari sifat keras hati dalam menerima setiap petunjuk kebenaran agama.




