Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad mulai menyampaikan risalah Islam di Makkah pada tahun 610. Pada masa itu, Umar yang berusia 27 tahun menentang keras ajaran ini dan aktif menganiaya umat Islam. Beliau memilih mempertahankan agama politeistik tradisional Arab karena menganggap Islam sebagai penyebab perpecahan suku Quraisy. Umar bahkan pernah memukuli budaknya yang bernama Labinan setelah mengetahui sang budak memeluk Islam. Tokoh Quraisy ini juga merekomendasikan kematian bagi Nabi Muhammad demi menjaga kesatuan sukunya.
Oleh sebab itu, peristiwa Umar bin Khattab masuk Islam pada tahun 616 menjadi titik balik penting dalam linimasa sejarah Islam.
Kronologi Umar bin Khattab Masuk Islam
Catatan sejarah dalam Sirah Ibnu Ishaq menjelaskan bahwa Umar sempat berjalan membawa pedang untuk membunuh Nabi Muhammad. Di tengah jalan, beliau bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah yang sudah memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi. Nu’aim kemudian mengabarkan bahwa adik perempuan Umar, Fathimah binti Khattab, dan suaminya, Sa’id bin Zaid, telah masuk Islam. Informasi tersebut langsung membuat Umar berbalik arah dan mendatangi rumah adiknya dengan penuh amarah.
Saat tiba di depan pintu, Umar mendengar Khabbab bin al-Arat sedang mengajarkan Surah Thaha kepada mereka.

Umar segera masuk lalu terlibat pertengkaran fisik hingga memukul Sa’id bin Zaid. Ketika Fathimah maju melindungi suaminya, Umar menampar adiknya dengan keras hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Fathimah dengan tegas menyatakan bahwa mereka tetap mempertahankan Islam meskipun Umar membunuh mereka. Melihat darah adiknya, Umar merasa bersalah lalu meminta lembaran kertas yang baru saja mereka baca.
Fathimah meminta Umar membasuh tubuhnya terlebih dahulu karena menganggap sang kakak berada dalam kondisi najis.
Baca juga: Biografi Umar Bin Khattab Khalifah Kedua Umat Islam
Membaca Ayat Surah Thaha Hingga Pengakuan Keimanan di Hadapan Rasulullah
Umar bersedia menuruti syarat tersebut lalu mulai membaca lembaran ayat yang tersedia. Berikut adalah kelanjutan peristiwa setelah Umar selesai membasuh tubuhnya.
1. Membaca Teks Surah Thaha Ayat 14 dan Mengakui Kebenaran Wahyu
Umar membaca ayat yang menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa dan perintah untuk mendirikan salat. Selesai membaca, Umar langsung menangis dan menyatakan kesaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2. Menemui Nabi Muhammad dan Menjadi Orang Keempat Puluh yang Masuk Islam
Khabbab segera keluar dari persembunyian dan mengabarkan tentang doa Nabi Muhammad pada malam sebelumnya. Nabi pernah berdoa agar Allah menguatkan Islam melalui Umar bin Khattab atau Abu Jahal. Umar kemudian menemui Nabi Muhammad sambil membawa pedangnya untuk menyatakan keislamannya secara resmi. Pada momen bersejarah ini, Umar yang berusia 39 tahun tercatat sebagai orang ke 40 yang memeluk Islam.
Umar langsung mengusulkan kepada Nabi agar kaum muslimin tidak lagi berdakwah secara sembunyi-sembunyi.
Baca juga: Pendidikan Adab Anak Perempuan Penting dalam Pondok
Pelaksanaan Shalat Terbuka di Ka’bah dan Kesaksian Abdullah bin Mas’ud
Umar segera memimpin kaum muslimin untuk keluar dan melakukan salat secara terbuka di depan Ka’bah. Para tokoh Quraisy seperti Abu Jahal dan Abu Sufyan hanya bisa menyaksikan tindakan tersebut dengan marah. Meski sempat dikeroyok oleh banyak orang, tidak ada satu pun orang yang mampu menjatuhkan Umar. Keberanian Umar ini membuat umat Islam lainnya berani mempraktikkan ajaran Islam secara terbuka di ruang publik.
Sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Mas’ud memberikan kesaksian nyata mengenai dampak besar dari peristiwa ini. Beliau menegaskan bahwa keislaman Umar adalah sebuah kemenangan dan hijrahnya adalah sebuah kesuksesan bagi dakwah. Kaum muslimin baru bisa melaksanakan ibadah salat di Masjidilharam setelah Umar resmi memeluk Islam.
Kesimpulannya, peristiwa Umar bin Khattab masuk Islam terjadi melalui proses pembacaan teks Al-Qur’an secara langsung. Data sejarah menunjukkan bahwa karakter tegas Umar langsung berbalik menjadi pembela utama dakwah setelah menerima hidayah. Keberanian beliau berhasil mengubah peta pergerakan kaum muslimin dari sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan. Semoga ulasan sejarah yang faktual ini dapat menambah wawasan kita mengenai perjuangan awal para sahabat Nabi.




