Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah pada hari ini. Para santri baru secara resmi memulai langkah awal perjuangan mereka dalam menuntut ilmu di asrama. Mereka akan fokus menghafal Al-Qur’an melalui kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru (MATSABA) Al Muanawiyah hari pertama (14/07/2026). Panitia telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang padat namun tetap edukatif untuk membantu proses adaptasi.
Seluruh agenda ini dirancang khusus agar para santri baru bisa segera menyatu dengan lingkungan pesantren.
Pembukaan dan Penegakan Kedisiplinan Sejak Pagi Hari di Aula Utama Pesantren
Kegiatan orientasi santri baru ini dimulai sejak pagi hari dengan Acara Pembukaan MATSABA Al Muanawiyah. Bertempat di aula utama pesantren, panitia membuka acara ini secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian berlanjut dengan pengenalan profil lengkap dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah.
Baca juga: SMPQ Al Muanawiyah Ikuti Ajang Jombang Eco Creative 2026
Setelah prosesi pembukaan selesai, panitia langsung melanjutkan agenda dengan pembacaan dan sosialisasi peraturan pesantren. Sesi sosialisasi aturan ini sangat krusial agar para santri baru memahami hak dan kewajiban mereka. Mereka juga harus mengerti seluruh tata tertib yang berlaku selama menimba ilmu di lembaga ini. Penanaman disiplin sejak dini bertujuan dapat membentuk karakter santri yang tangguh dan berakhlakul karimah.

Kunci Sukses Menghafal dan Hangatnya Kebersamaan di Sesi Siang Hari
Memasuki waktu siang setelah istirahat dan salat Dzuhur, suasana kegiatan menjadi lebih santai namun tetap sarat makna. Panitia menggelar sesi bermanfaat yang membagikan berbagai tips mudah untuk menghafal ayat suci Al-Qur’an. Dalam sesi ini, seorang santri senior yang telah menyelesaikan hafalan mutqin bertindak sebagai pembicara utama. Ia membagikan pengalaman berharga, metode menghafal yang efektif, serta cara mengatasi rasa jenuh di pondok.
Para santri baru terlihat sangat antusias mencatat setiap tips sebagai modal awal setoran hafalan mereka. Acara siang kemudian ditutup dengan pembagian kelompok-kelompok kecil untuk seluruh peserta. Sesi kelompok ini berhasil mencairkan suasana kaku sehingga para santri mulai saling berkenalan dengan akrab. Mereka mulai bercengkerama dengan ceria dan membangun ikatan kekeluargaan yang sangat erat antarsaudara seiman.
Memasuki waktu malam, agenda berlanjut pada pemetaan akademik untuk mengetahui kesiapan belajar santri.

Pemetaan Kemampuan Melalui Serangkaian Tes Pegon Al-Qur’an dan Kitab Dasar
Setelah melaksanakan ibadah salat Isya berjamaah, satu per satu santri baru mulai mengikuti ujian kemampuan dasar.
Berikut adalah tiga jenis tes yang harus dilewati oleh seluruh peserta baru malam ini.
-
Tes Tulisan Pegon: Mengukur kemampuan membaca dan menulis pegon sebagai dasar pembelajaran kitab kuning di pesantren.
-
Tes Al-Qur’an: Mengetahui kelancaran membaca serta sejauh mana penguasaan terhadap hukum tajwid dan makhorijul huruf.
-
Tes Kitab: Memetakan tingkat pemahaman dasar santri terhadap materi fikih dan akhlak yang pernah mereka pelajari.
Panitia menegaskan bahwa rangkaian tes malam ini bukan bertujuan untuk menghakimi tingkat kecerdasan para santri. Hasil tes ini murni berfungsi sebagai langkah awal pemetaan bimbingan agar sesuai dengan kemampuan individu.
Secara umum, hari pertama kegiatan orientasi ini dapat berjalan dengan sangat sukses dan lancar tanpa hambatan. Lelah yang dirasakan oleh para santri baru seolah terbayar lunas dengan ilmu dan teman baru. Hari pertama ini telah meletakkan fondasi mental yang kuat untuk menjalani hari-hari selanjutnya di pesantren.
Melalui pelaksanaan program MATSABA Al Muanawiyah yang tertib, pihak yayasan menunjukkan dedikasi yang tinggi bagi umat. PPTQ Al Muanawiyah berkomitmen penuh untuk terus memberikan sistem pendidikan terbaik bagi para calon penghafal Al-Qur’an. Penataan kurikulum yang seimbang serta bimbingan kasih sayang akan terus menjadi pilar utama perjuangan lembaga ini. Semoga para santri baru mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan hafalan kalamullah hingga akhir dengan predikat mutqin.
Penulis: Alung (Media Al Muanawiyah)
Editor: Qori Qonitatuz Zahra





