Siapa Assabiqunal Awwalun? Ini Golongan yang Pertama Masuk Islam

Siapa Assabiqunal Awwalun? Ini Golongan yang Pertama Masuk Islam

Siapa Assabiqunal Awwalun? Istilah ini merujuk pada orang-orang yang menjadi pendahulu dalam menerima Islam pada masa awal dakwah Rasulullah SAW. Mereka memeluk Islam ketika Rasulullah SAW masih menjalankan dakwah secara sembunyi-sembunyi dan mengajak orang-orang terdekat terlebih dahulu.

Keislaman mereka menjadi bagian penting dalam sejarah dakwah Islam. Sebab, para sahabat tersebut kemudian ikut memperkuat dakwah Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari generasi pertama yang berjuang menyebarkan ajaran Islam.

Siapa Assabiqunal Awwalun?

Siapa Assabiqunal Awwalun dan siapa saja yang termasuk di dalamnya? Menurut ulasan NU Online yang merujuk pada pembagian dari Dr. Ali Muhammad as-Shallabi, kelompok ini dapat dibagi menjadi tiga angkatan. Angkatan pertama terdiri dari Sayyidah Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, putri-putri Rasulullah SAW, dan Abu Bakar as-Shiddiq.

Selanjutnya, angkatan kedua mencakup sejumlah sahabat seperti Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Abu Salamah bin Abdul Asad, Arqam bin Abul Arqam, Utsman bin Madz’un, Sa’id bin Zaid, Fathimah binti al-Khattab, Asma binti Abu Bakar, dan Khabbab bin al-Arat. Adapun angkatan ketiga memiliki jumlah yang lebih banyak. Menurut Ibnu Ishaq, jumlah mereka mencapai lebih dari 40 orang.

Gua Hira tempat cerita Rasulullah menerima wahyu pertama
Gua Hira, tempat Rasulullah menerima wahyu pertama (foto: sirahnabawiyah.com)

Sayyidah Khadijah, Orang Pertama yang Masuk Islam

Sayyidah Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah SAW sekaligus orang pertama yang menerima Islam. Beliau menjadi perempuan pertama yang beriman kepada risalah Nabi Muhammad SAW. Bahkan, secara umum, Khadijah disebut sebagai manusia pertama yang memeluk agama yang dibawa Rasulullah SAW.

Selain itu, Khadijah menjadi orang pertama yang mendengar wahyu langsung dari Rasulullah SAW. Beliau juga menjadi orang pertama yang belajar tata cara shalat dari Nabi. Rumah Khadijah kemudian memiliki kedudukan istimewa karena menjadi salah satu tempat awal berlangsungnya ibadah dan dakwah Islam.

Ali bin Abi Thalib, Pemuda Pertama yang Masuk Islam

Setelah Khadijah, Ali bin Abi Thalib termasuk orang yang pertama menerima Islam. Ali menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Menurut pendapat yang dinilai kuat oleh sumber tersebut, Ali ketika itu berusia sekitar 10 tahun.

Ali sendiri memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Sejak kecil, Rasulullah mengasuh Ali setelah mengambilnya dari Abu Thalib. Karena kedekatan tersebut, Ali dapat melihat langsung kehidupan dan ibadah Rasulullah SAW.

Zaid bin Haritsah, Orang Pertama dari Kalangan Budak

Zaid bin Haritsah juga termasuk generasi awal yang menerima Islam. Ia merupakan orang yang dekat dengan Rasulullah SAW dan pernah berstatus sebagai budak beliau. Zaid kemudian menjadi anak angkat Rasulullah SAW. Menariknya, Zaid pernah mendapatkan kesempatan untuk memilih antara kembali bersama keluarganya atau tetap tinggal bersama Rasulullah SAW. Ia memilih Rasulullah SAW karena kecintaannya kepada beliau. Dari sini, kita dapat melihat kuatnya hubungan Zaid dengan Nabi Muhammad SAW.

Putri-Putri Rasulullah

Putri-putri Rasulullah SAW termasuk bagian dari Assabiqunal Awwalun, yaitu generasi yang pertama kali menerima dan mengikuti dakwah Islam. Mereka adalah Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah, dan Fathimah radhiyallahu ‘anhunna. Kedekatan mereka dengan Rasulullah SAW membuat mereka dapat menyaksikan langsung keteladanan dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keimanan mereka juga tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung dakwah Rasulullah SAW.

Abu Bakar dan Dakwah kepada Para Sahabat

Abu Bakar as-Shiddiq termasuk Assabiqunal Awwalun dari kalangan laki-laki merdeka dan terpandang. Rasulullah SAW mendapatkan respons yang cepat ketika mengajak Abu Bakar masuk Islam. Ia tidak menunjukkan keraguan sebagaimana sebagian orang yang menerima ajakan tersebut.

Baca juga: Kisah Kepemimpinan Abu Bakar Sebagai Khalifah Pertama

Lebih dari itu, Abu Bakar juga berperan dalam mengajak sejumlah sahabat masuk Islam. Di antara mereka adalah Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah. Dengan demikian, keislaman Abu Bakar turut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan dakwah pada masa awal.

Pelajaran dari Assabiqunal Awwalun

Setelah mengetahui siapa Assabiqunal Awwalun, kita dapat melihat bahwa mereka berasal dari latar belakang yang beragam. Ada perempuan seperti Khadijah, anak-anak seperti Ali, orang yang pernah berstatus sebagai budak seperti Zaid, serta tokoh terpandang seperti Abu Bakar. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa dakwah Islam sejak awal menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, kisah mereka mengajarkan pentingnya keteguhan dalam menerima dan mempertahankan kebenaran. Mereka beriman ketika dakwah Islam belum memiliki banyak pengikut dan menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, generasi Muslim saat ini dapat meneladani keberanian, keteguhan, dan kesungguhan mereka dalam menjalankan ajaran Islam.

Pada akhirnya, Assabiqunal Awwalun memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam. Keimanan dan perjuangan mereka membantu membangun fondasi dakwah Rasulullah SAW pada masa-masa awal. Mempelajari kisah mereka bukan hanya mengenal sejarah, tetapi juga mengambil pelajaran untuk kehidupan sebagai seorang Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *