
Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menjaga ayat dalam ingatan. Ilmu yang dipelajari juga perlu dibagikan agar memberikan manfaat bagi orang lain. Hal inilah yang diwujudkan melalui program santri mengajar TPQ yang dijalankan PPTQ Al Muanawiyah Jombang.
Program ini memberi kesempatan kepada santri yang telah memenuhi usia dan dinilai layak untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan sekitar pondok. Salah satunya berlangsung di TPQ Darussalam, Masjid Darussalam, Ceweng. Melalui kegiatan tersebut, santri belajar mengamalkan ilmu sekaligus berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Santri Mengajar TPQ Darussalam Selama Dua Tahun
Sudah sekitar dua tahun santri Al Muanawiyah yang terpilih diterjunkan untuk membantu menghidupkan kembali TPQ Darussalam di Masjid Darussalam Ceweng. Kehadiran para santri mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Bahkan, antusiasme terhadap pembelajaran Al-Qur’an terus menunjukkan perkembangan.
Saat ini, TPQ Darussalam telah memiliki sekitar 35 murid. Jumlah tersebut menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat memiliki kebutuhan dan perhatian yang besar terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.
Selain jumlah murid yang bertambah, jadwal pembelajaran TPQ juga semakin aktif. Ayah Amar, selaku pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan pengajian hanya berlangsung dua kali dalam sepekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Kini, kegiatan tersebut berlangsung empat kali dalam sepekan dengan tambahan jadwal pada Selasa dan Kamis.
Berawal dari Wasiat untuk Menghidupkan TPQ
Program santri mengajar TPQ di Masjid Darussalam juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Ayah Amar, kegiatan tersebut merupakan bagian dari wasiat H.M. Sulthon, mertua beliau sekaligus salah satu warga yang aktif menghidupkan kegiatan di masjid tersebut.
H.M. Sulthon berpesan agar Al Muanawiyah dapat mengelola dan mengembangkan TPQ di Masjid Darussalam. Beliau juga menyampaikan kesediaannya untuk mendukung kebutuhan operasional kegiatan mengajar di sana. Dukungan tersebut kemudian membuka ruang bagi santri Al Muanawiyah untuk mengambil peran. Para santri tidak hanya datang sebagai peserta didik, tetapi juga belajar menjadi pendidik bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

Menjadi Laboratorium Belajar bagi Santri
Bagi Al Muanawiyah, kegiatan ini bukan sekadar program mengajar. Ayah Amar menyebut kesempatan tersebut sebagai laboratorium belajar bagi santri. Melalui pengalaman mengajar secara langsung, santri dapat melatih kemampuan komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, sekaligus keterampilan menyampaikan ilmu.
Karena itu, pihak pondok juga berupaya meningkatkan kemampuan para santri yang menjadi guru TPQ. Ayah Amar menyampaikan,
“Santri yang menjadi guru TPQ ini InsyaAllah akan di ikutkan dalam pembelajaran menggunakan metode Ummi (yang akan) dibayarkan oleh donatur.”
Langkah tersebut tujuannya untuk membuat proses pembelajaran semakin profesional. Pada saat yang sama, kemampuan santri dalam mengajarkan Al-Qur’an juga dapat berkembang sehingga mereka lebih siap berdakwah di tengah masyarakat.
Tidak Hanya Menghafal, tetapi Mengajarkan Al-Qur’an
Program ini sejalan dengan semangat pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar menyampaikan dan mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan.
Semangat tersebut juga tercermin dalam Mars Al Muanawiyah yang mengutip hadits shahih Bukhari no. 5027:
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dengan demikian, kegiatan santri mengajar TPQ menjadi salah satu cara untuk menerapkan pesan tersebut. Santri belajar Al-Qur’an di pondok, kemudian membawa ilmu itu kepada masyarakat melalui kegiatan mengajar.
TPQ Darussalam Diharapkan Terus Berkembang
Pengembangan TPQ Darussalam juga tidak berhenti pada pembelajaran membaca Al-Qur’an. Ke depan, Ayah Amar berharap kegiatan tersebut dapat berkembang dengan tambahan pembelajaran diniyah, seperti fasholatan dan fikih dasar.
Keterlibatan antara pondok dan masyarakat juga semakin erat. Pada Milad ke-6 Al Muanawiyah sebelumnya, santri TPQ Darussalam turut mendapat undangan sebagai bentuk apresiasi. Mereka dipandang telah menjadi bagian dari keluarga Al Muanawiyah yang memiliki semangat untuk terus mempelajari Al-Qur’an.
Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Santri mendapatkan pengalaman untuk mengajar dan mengabdi, sementara anak-anak di sekitar pondok memperoleh kesempatan belajar Al-Qur’an secara lebih rutin.
Ingin Santri Belajar Al-Qur’an Sekaligus Mengabdi?
PPTQ Al Muanawiyah Jombang mendidik santriwati untuk tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu, kemandirian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Melalui lingkungan pendidikan dan berbagai kegiatan pengabdian, santri mendapat ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus mengamalkan ilmu yang dimiliki. Daftarkan putri Anda di PPTQ Al Muanawiyah dan tumbuhkan generasi Qur’ani yang siap belajar, mengajar, dan memberi manfaat bagi sesama.




