Biografi Utsman bin Affan dari Kelahiran Hingga Wafat

Biografi Utsman bin Affan dari Kelahiran Hingga Wafat

Mempelajari perjalanan hidup para sahabat Nabi Muhammad SAW memberikan inspirasi dan petunjuk dalam beragama. Salah satu sosok sahabat yang sangat istimewa adalah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau bernama lengkap Utsman bin Affan bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab. Beliau lahir di Makkah pada 5 tahun setelah peristiwa penyerangan kota Makkah oleh pasukan gajah. Oleh karena itu, memahami biografi Utsman bin Affan akan membantu kita mengenal sosok sahabat rupawan yang berakhlak agung.

Berikut adalah kisahnya dilansir dari muslim.or.id.

Fisik, Nasab, dan Pernikahan Utsman bin Affan

Sebelum masuk Islam, Utsman memiliki kunyah Abu Amr, lalu berganti menjadi Abu Abdillah setelah memiliki putra dari Ruqayyah. Dari segi fisik, beliau memiliki tinggi sedang, dada bidang, rambut lebat sedikit keriting, wajah rupawan, serta betis yang tinggi. Karunia luar biasa menghampiri beliau ketika Rasulullah SAW memperkenankan Utsman untuk mempersunting putrinya yang bernama Ruqayyah. Pasangan suami istri ini bahkan mendapat julukan sebagai pasangan terbaik yang pernah manusia saksikan. Dengan demikian, kedekatan hubungan kekerabatan ini semakin memperkuat posisi Utsman di sisi Rasulullah SAW.

gambar makam utsman bin affan di baqi dalam biografi utsman bin affan
Makam Ustman bin Affan di Baqi (foto: kompas.com)

Kisah Masuk Islam Utsman bin Affan

Selanjutnya, Utsman menerima ajakan Islam pada usia 34 tahun melalui perantara sahabat Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu. Tanpa ada pertentangan sedikit pun, beliau langsung menerima kebenaran Islam dengan teguh setelah pulang dari negeri Syam. Abu Ishaq mencatat beliau sebagai laki-laki keempat yang memeluk Islam setelah Abu Bakr, Ali, dan Zaid bin Haritsah. Saat dalam perjalanan dari Syam, Utsman mengaku mendengar seruan gaib yang mengabarkan kedatangan Nabi Ahmad di Makkah. Hasilnya, peristiwa tersebut makin mantap menggerakkan hati Utsman untuk segera bersaksi atas keridhaan memeluk agama Islam.

Baca juga: Hikmah Asy Syams: Sumpah Allah dan Konsep Penyucian Jiwa

Kedekatan Utsman bin Affan Dengan Al-Qur’an dan Nasihat Kehidupan

Tidak berhenti di situ, Utsman menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam mengarahkan seluruh jalan hidupnya. Beliau membiasakan diri mempelajari 10 ayat Al-Qur’an untuk dipahami kandungan maknanya dan langsung diamalkan secara nyata. Beliau pernah berkata bahwa hati yang bersih tidak akan pernah merasa bosan membaca ayat-ayat Al-Qur’an setiap hari. Selain itu, beliau menyebutkan sepuluh hal yang sia-sia, termasuk ilmu yang tidak diamalkan serta mushaf yang tidak pernah dibaca. Oleh sebab itu, kecintaan beliau pada Al-Qur’an, memberi makan orang lapar, dan memberi pakaian orang telanjang menjadi teladan nyata.

Biografi Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu menunjukkan figur sahabat yang menyatukan kemuliaan nasab, keagungan akhlak, dan kecintaan pada Al-Qur’an. Mayoritas ulama sejarah sepakat bahwa beliau wafat syahid pada hari Jumat di tahun 35 Hijriah akibat pembunuhan oleh kaum Khawarij. Perjalanan hidup beliau yang penuh pengorbanan harus menjadi pendorong bagi kita untuk senantiasa mendalami serta mengamalkan isi Al-Qur’an. Semoga Allah senantiasa meridhai Utsman bin Affan dan menempatkan beliau di tempat terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *