Islam dibangun di atas kasih sayang dan kepedulian. Banyak ajarannya menekankan pentingnya memperhatikan sesama. Ketika hubungan antar manusia memburuk, rasa saling percaya ikut hilang. Akibatnya, muncul konflik, pertengkaran, dan kebencian. Di sinilah pentingnya kembali memahami nilai-nilai dasar Islam yang mendorong rasa cinta dan empati. Salah satu ajaran yang sangat kuat tentang hal ini terdapat dalam hadits arbain nawawi ke-4. Hadits ini menegaskan bahwa iman seseorang tidak sempurna tanpa cinta kepada sesama. Pesan tersebut sangat relevan, terutama di zaman ketika sikap individualis semakin meningkat. Karena itu, mempelajari dan mengamalkan hadits ini menjadi langkah penting untuk membangun masyarakat muslim yang penuh kasih dan harmoni.
Lafadz Hadits dan Penjelasan Maknanya
Berikut lafadz lengkap haditsnya:
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌArtinya: Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.
Makna hadits ini sangat luas. Hadits ini menegaskan bahwa iman tidak hanya sekadar keyakinan dalam hati. Iman harus diwujudkan dalam bentuk kasih sayang. Seorang muslim tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia harus memikirkan kebaikan untuk orang lain, sama seperti ia menginginkan kebaikan untuk dirinya. Hadits ini juga mengajarkan empati, yaitu kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Nilai yang terkandung dalam hadits arbain nawawi ke-4 sangat penting bagi kehidupan sosial. Mengapa? Karena masyarakat yang peduli akan lebih mudah bersatu. Sebaliknya, masyarakat yang egois mudah terpecah. Hadits ini mengingatkan bahwa cinta sesama adalah bagian dari iman. Tanpa empati, seorang muslim belum mencapai kesempurnaan iman.
Baca juga: Hadits Arbain ke-2: Makna Islam, Iman, dan Ihsan
Manfaat Ajaran Hadits dalam Kehidupan Nyata
Jika dipahami dengan benar, hadits ini dapat mengubah banyak aspek kehidupan.
Berikut beberapa manfaat pentingnya:
1. Memperkuat hubungan sosial
Hadits ini mendorong kita untuk peduli dan membantu tanpa pamrih. Sikap ini menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
2. Menghilangkan sifat egois
Sifat egois hanya mendatangkan perpecahan. Dengan mengamalkan hadits ini, seseorang terdorong untuk memikirkan orang lain sebelum mengambil keputusan.
Baca juga: Adab Berteman dalam Kitab Washiyatul Musthofa
3. Membangun lingkungan penuh kebaikan
Ketika seseorang mencintai saudaranya, ia akan menjaga lisan, tindakan, dan sikap agar tidak menyakiti orang lain.
4. Memperbaiki akhlak pribadi
Hadits ini menjadi pengingat untuk terus melatih diri agar menjadi muslim yang lembut dan ramah.
Ajaran dalam hadits arbain nawawi ke-4 juga sangat berguna dalam berbagai situasi.
Misalnya:
-
ketika terjadi perselisihan, hadits ini mengajak kita mencari solusi yang paling menguntungkan kedua pihak,
-
ketika melihat orang kesusahan, hadits ini mendorong kita untuk segera menolong,
-
ketika sukses, hadits ini mengingatkan agar berbagi kebahagiaan.
Dengan demikian, hadits ini bukan hanya teori. Ajarannya bisa diterapkan dalam dunia kerja, sekolah, keluarga, hingga media sosial.
Memahami hadits saja tidak cukup. Kini saatnya mengamalkannya. Mulailah dari perbuatan kecil: memberi senyum, menolong teman, menjaga adab berbicara, dan mengurangi sikap egois. Tindakan sederhana itu dapat memperkuat iman dan menyebarkan kebaikan. Pelajari hadits arbain nawawi ke-4 lebih dalam. Ajarkan kepada keluarga dan teman. Semakin banyak yang mengamalkan, semakin kuat persaudaraan umat Islam. Mulailah hari ini, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.




