Aktivitas jual beli seharusnya membawa manfaat bagi semua pihak. Namun, realitas di masyarakat sering menunjukkan hal sebaliknya. Konflik jual beli kerap muncul dari transaksi sederhana. Perselisihan ini bahkan bisa merusak hubungan sosial. Masalah utama biasanya bukan pada barang, melainkan pada akad yang tidak jelas sejak awal.
Mengapa Konflik Jual Beli Mudah Terjadi
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak transaksi dilakukan secara spontan. Kesepakatan hanya disampaikan secara singkat tanpa kejelasan detail. Harga, waktu pembayaran, atau tanggung jawab sering diabaikan. Pada awalnya, semua terlihat baik-baik saja.
Namun, seiring waktu, perbedaan persepsi mulai muncul. Pembeli merasa dirugikan, sedangkan penjual merasa sudah benar. Dalam kondisi ini, konflik jual beli menjadi sulit dihindari. Situasi semakin rumit ketika tidak ada bukti kesepakatan yang jelas.

Dampak Nyata Akad yang Tidak Jelas
Akad yang tidak jelas menimbulkan dampak yang luas. Kepercayaan antara penjual dan pembeli perlahan menghilang. Hubungan baik berubah menjadi kecurigaan. Bahkan, perselisihan kecil dapat berkembang menjadi pertengkaran panjang.
Lebih jauh, konflik jual beli juga berdampak pada lingkungan sekitar. Orang lain menjadi ragu untuk bertransaksi. Nama baik seseorang bisa tercemar hanya karena satu masalah. Dalam jangka panjang, kondisi ini merusak tatanan sosial dan ekonomi.
Selain itu, ketenangan batin ikut terganggu. Transaksi yang seharusnya memberi manfaat justru menghadirkan beban pikiran. Bagi seorang Muslim, hal ini tentu bertentangan dengan nilai muamalah Islami.
Pentingnya Akad dalam Islam
Islam menempatkan akad sebagai prinsip muamalah utama dalam jual beli. Akad berfungsi menjelaskan hak dan kewajiban kedua belah pihak. Harga, objek transaksi, serta cara pembayaran harus disepakati sejak awal. Dengan kejelasan ini, potensi konflik dapat diminimalkan.
Dalam muamalah, kejelasan akad juga mencerminkan sikap amanah. Setiap pihak memahami batasannya masing-masing. Akibatnya, transaksi berjalan dengan rasa saling ridha. Prinsip ini menjaga keadilan dan keberkahan dalam jual beli.
Baca juga: Contoh Gharar dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Larangannya
Bayangkan jika setiap transaksi dilakukan dengan akad yang jelas. Penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman. Tidak ada prasangka atau rasa curiga. Hubungan sosial pun terjaga dengan baik.
Keuntungan yang diperoleh juga terasa lebih menenangkan. Tidak ada kekhawatiran atau penyesalan di kemudian hari. Inilah gambaran muamalah yang sehat dan diridhai.
Saatnya Memperbaiki Praktik Jual Beli
Sudah saatnya memperbaiki cara bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dengan memperjelas akad sebelum jual beli dilakukan. Sampaikan kesepakatan secara jujur dan terbuka. Dengan langkah ini, konflik jual beli dapat dihindari sejak awal.
Mari pelajari dan terapkan prinsip muamalah Islam secara konsisten. Dengan memahami akad yang benar, jual beli tidak hanya membawa keuntungan, tetapi juga keberkahan dan ketenangan hidup.




