Panduan Ihram Lengkap untuk Haji dan Umrah

Panduan Ihram Lengkap untuk Haji dan Umrah

Bagi calon jamaah haji dan umrah, memahami panduan ihram lengkap menjadi salah satu bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ihram bukan sekadar mengenakan dua lembar kain putih. Lebih dari itu, ihram berkaitan dengan niat untuk memasuki ibadah haji atau umrah sekaligus kesiapan menaati berbagai ketentuannya.

Pemahaman yang tepat membantu jamaah menjalankan manasik dengan lebih tenang. Selain itu, jamaah dapat menghindari anggapan keliru tentang ihram, termasuk anggapan bahwa kain ihram itu sendiri merupakan ihram. Lantas, bagaimana tata cara ihram yang sesuai tuntunan?

Apa yang Dimaksud dengan Ihram?

Secara bahasa, kata ihram berasal dari kata Arab al-haram yang berarti sesuatu yang terlarang atau tercegah. Dalam pengertian syariat, ihram berarti niat memasuki ibadah haji atau umrah. Ketika seseorang telah berihram, ia harus menghindari sejumlah perkara yang Allah larang selama masa ihram.

Dengan demikian, kain yang seseorang kenakan saat ihram bukanlah hakikat ihram itu sendiri. Kain tersebut menjadi bagian dari ketentuan berpakaian bagi orang yang telah memasuki keadaan ihram. Pemahaman ini penting agar calon jamaah tidak hanya mempersiapkan pakaian, tetapi juga mempersiapkan niat dan pengetahuan tentang manasik.

gambar wanita pria dan anak mengenakan pakaian ihram dalam panduang ihram lengkap
Contoh penggunaan ihram (foto: freepik.com)

1. Mandi Sebelum Ihram

Langkah pertama yang dianjurkan sebelum ihram adalah mandi. Sunnah ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, termasuk perempuan yang sedang mengalami haid.

Dalilnya berasal dari hadis tentang Asma binti ‘Umais. Ketika beliau melahirkan dalam perjalanan menuju haji, Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk mandi, kemudian melakukan tindakan yang diperlukan, lalu berihram.

Karena itu, jamaah dapat membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memasuki ihram. Mandi ini juga membantu seseorang mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalankan ibadah.

2. Memakai Wewangian Sebelum Ihram

Selanjutnya, jamaah laki-laki maupun perempuan boleh memakai wewangian sebelum memasuki ihram. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa beliau pernah memberikan wewangian kepada Rasulullah ﷺ sebelum beliau berihram.

Namun, jamaah perlu memperhatikan waktunya. Gunakan wewangian pada tubuh sebelum memasuki ihram, bukan pada kain ihram. Dengan begitu, jamaah dapat membedakan antara penggunaan wewangian sebelum ihram dan larangan menggunakan wewangian setelah memasuki keadaan ihram.

3. Mengenakan Pakaian Ihram

Setelah mempersiapkan diri, jamaah mengenakan pakaian yang sesuai dengan ketentuan ihram. Laki-laki menggunakan dua helai kain yang berfungsi sebagai izar dan rida’. Keduanya menutup bagian tubuh sesuai ketentuan pakaian ihram. Warna putih lebih utama berdasarkan sejumlah hadis tentang pakaian Rasulullah ﷺ.

Sementara itu, perempuan tidak mengenakan model pakaian khusus seperti laki-laki. Perempuan tetap menggunakan pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat. Karena itu, calon jamaah perempuan tidak perlu mencari “baju ihram” dengan model tertentu. Yang terpenting, pakaian tersebut memenuhi ketentuan syariat dan tetap menjaga aurat.

4. Melaksanakan Shalat Sebelum Ihram

Berikutnya, jamaah dapat melaksanakan shalat sebelum memasuki ihram. Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan shalat kemudian berihram ketika berada di Dzul Hulaifah.

Jika waktu shalat fardu telah tiba, jamaah dapat melaksanakan shalat fardu terlebih dahulu kemudian berihram. Adapun mengenai shalat khusus untuk ihram, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti bimbingan manasik dari ulama atau pembimbing yang dipercaya.

Baca juga: Rukun Haji dan Penjelasannya, Kenali 6 Amalan yang Menentukan Sahnya Haji

5. Menentukan Jenis Manasik

Tahap berikutnya dalam panduan ihram lengkap adalah menentukan jenis manasik yang akan dijalankan. Dalam ibadah haji, terdapat tiga bentuk manasik, yaitu ifrad, qiran, dan tamattu’.

Pada haji ifrad, jamaah berniat melaksanakan haji. Sementara itu, haji qiran menggabungkan haji dan umrah dalam satu ihram. Adapun haji tamattu’ mengerjakan umrah terlebih dahulu, kemudian melaksanakan haji setelah keluar dari ihram umrah. Jenis manasik tersebut memiliki tata cara dan ketentuan masing-masing. Oleh sebab itu, calon jamaah sebaiknya memahami pilihan manasiknya sejak sebelum berangkat.

6. Mengucapkan Niat Ihram

Setelah menentukan jenis manasik, jamaah memasuki ihram dengan niat.

Untuk haji ifrad, seseorang dapat berniat:

لَبَّيْكَ حَجًّا

Labbaika hajjan.

Artinya, “Aku memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji.”

Sementara itu, jamaah yang memilih tamattu’ memulai dengan niat umrah. Setelah menyelesaikan umrah dan memasuki waktu haji, ia kembali berniat untuk haji. Adapun jamaah yang menjalankan qiran menggabungkan niat haji dan umrah sesuai ketentuan manasiknya.

Hal terpenting pada tahap ini adalah menghadirkan niat untuk beribadah kepada Allah. Jangan sampai persiapan ihram hanya berfokus pada pakaian dan perlengkapan, sementara niat justru terabaikan.

Baca juga: Adab Minum Air Zam-Zam Agar Menambah Berkah

7. Membaca Talbiyah

Setelah berihram, jamaah membaca talbiyah. Bacaan yang masyhur adalah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syariika lak.

Talbiyah mengandung pengakuan bahwa seorang hamba memenuhi panggilan Allah dan menyerahkan ibadah hanya kepada-Nya. Almanhaj menjelaskan bahwa talbiyah juga menegaskan tauhid serta pengakuan bahwa segala pujian, nikmat, dan kekuasaan merupakan milik Allah. Karena itu, jangan membaca talbiyah hanya sebagai hafalan. Pahami maknanya agar hati ikut menghayati panggilan tersebut.

Bagaimana Cara Membaca Talbiyah?

Laki-laki dianjurkan mengangkat suara ketika membaca talbiyah. Namun, suara tersebut tetap perlu dijaga agar tidak mengganggu diri sendiri maupun jamaah lain. Berbeda dengan laki-laki, perempuan tidak perlu mengeraskan suara. Mereka membaca talbiyah dengan suara yang lebih rendah.

Selain itu, jamaah tidak perlu membuat bacaan talbiyah secara berjamaah dengan satu pemimpin suara. Setiap orang dapat membaca talbiyah masing-masing. Jika suara jamaah terdengar bersamaan secara alami, kondisi tersebut tidak menjadi masalah.

Apa Saja Larangan Saat Ihram?

Setelah memasuki ihram, jamaah harus menjaga diri dari berbagai larangan ihram. Secara umum, larangan tersebut berkaitan dengan beberapa aktivitas yang sebelumnya halal ketika seseorang belum berihram.

Karena pembahasan larangan ihram cukup luas dan memiliki rincian berbeda bagi laki-laki maupun perempuan, calon jamaah sebaiknya mempelajarinya secara khusus sebelum keberangkatan. Pemahaman tersebut penting agar jamaah tidak hanya mengetahui cara memulai ihram, tetapi juga mampu menjaga ihram sampai menyelesaikan rangkaian manasik yang berkaitan dengannya.

Hal Penting dalam Persiapan Ihram

Berdasarkan panduan ihram lengkap di atas, calon jamaah dapat menyiapkan beberapa hal sebelum memasuki ihram:

  1. Bersihkan tubuh dengan mandi sebelum ihram.
  2. Gunakan wewangian pada tubuh sebelum memasuki ihram.
  3. Siapkan pakaian ihram sesuai ketentuan.
  4. Ketahui jenis manasik yang akan dijalankan.
  5. Pelajari niat sesuai jenis haji atau umrah.
  6. Hafalkan dan pahami bacaan talbiyah.
  7. Pelajari larangan ihram sebelum berangkat.
  8. Ikuti arahan pembimbing manasik jika menemukan persoalan yang belum dipahami.

Persiapan tersebut membuat jamaah lebih siap menghadapi rangkaian ibadah. Dengan bekal ilmu yang cukup, jamaah juga dapat mengurangi kebingungan ketika berada di Tanah Suci.

Kesimpulan

Panduan ihram lengkap mencakup lebih dari sekadar cara mengenakan kain ihram. Ihram pada hakikatnya berkaitan dengan niat memasuki ibadah haji atau umrah dan kesiapan seorang Muslim mengikuti ketentuan yang berlaku.

Jamaah dapat memulai persiapan dengan mandi, menggunakan wewangian sebelum ihram, mengenakan pakaian sesuai ketentuan, menentukan jenis manasik, kemudian berniat dan membaca talbiyah.

Pada akhirnya, ilmu menjadi bekal penting dalam perjalanan haji dan umrah. Dengan memahami tata cara ihram sebelum berangkat, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang serta berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *