Doa Meminta Kemudahan agar Segala Urusan Berjalan Lancar

Doa Meminta Kemudahan agar Segala Urusan Berjalan Lancar

Hidup sering kali menghadirkan tantangan yang terasa berat dan menguras energi. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan semua masalah sendirian. Di sinilah pentingnya memanjatkan doa meminta kemudahan kepada Allah SWT. Dengan berdoa, kita mengakui kelemahan diri sekaligus menjemput pertolongan dari Sang Maha Kuasa.

Islam mengajarkan beberapa kalimat doa yang sangat indah. Doa-doa ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi wasilah agar hambatan di depan mata segera tersingkir.

1. Doa Nabi Musa Saat Menghadapi Tugas Berat

Salah satu doa meminta kemudahan yang paling populer berasal dari Nabi Musa AS. Beliau membaca doa ini saat mendapatkan perintah berat untuk menghadapi Firaun. Anda bisa mengamalkannya saat akan memulai presentasi, ujian, atau pertemuan penting.

Robbis-rohli shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatam mil-lisaani yafqohuu qoulii.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28).

laut merah terbelah dalam kisah nabi musa
Ilustrasi laut merah, tempat Nabi Musa dan umatnya melarikan diri dari kejaran Fir’aun (sumber: SS Youtube/Daftar Populer)

2. Doa Memohon Kemudahan Secara Umum

Rasulullah SAW juga mengajarkan sebuah doa yang sangat menyentuh. Doa ini mengingatkan kita bahwa kemudahan hanyalah milik Allah. Tanpa izin-Nya, urusan yang terlihat remeh pun bisa menjadi sulit.

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban).

Baca juga: Mengenal Sayyidul Istighfar, Raja Doa Mohon Ampun

3. Mengapa Perlu Membaca Doa Meminta Kemudahan?

Membaca doa sebelum memulai aktivitas memiliki banyak manfaat nyata bagi mental dan spiritual kita:

  • Meredam Rasa Cemas: Doa membantu kita merasa mengurangi kecemasan karena yakin ada Allah yang membantu.

  • Meningkatkan Fokus: Hati yang tenang membuat pikiran lebih jernih dalam mencari solusi.

  • Menghadirkan Keberkahan: Urusan yang dimulai dengan asma Allah akan memberikan hasil yang lebih baik.

4. Tips Agar Doa Lebih Mustajab

Selain rutin membaca doa meminta kemudahan, pastikan Anda juga memperhatikan adab berdoa. Mulailah dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Nabi. Lakukanlah dengan penuh keyakinan dan hindari sikap terburu-buru. Ingatlah bahwa Allah selalu menjawab doa hamba-Nya dengan cara dan waktu yang paling tepat.

Jangan biarkan beban pikiran menghambat produktivitas Anda. Amalkan doa meminta kemudahan setiap pagi atau saat menghadapi jalan buntu. Dengan bersandar kepada-Nya, urusan yang terasa mustahil bagi manusia akan menjadi sangat mudah bagi Allah.

Shalawat Nariyah: Sejarah, Keutamaan, dan Anjuran Membacanya

Shalawat Nariyah: Sejarah, Keutamaan, dan Anjuran Membacanya

Umat Islam sejak lama mengenal shalawat nariyah sebagai salah satu amalan yang membawa ketenangan batin. Lafadznya berbunyi:

ٱللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ٱلَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ ٱلْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ ٱلْكُرَبُ وَتُقْضَىٰ بِهِ ٱلْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ ٱلرَّغَائِبُ وَحُسْنُ ٱلْخَوَاتِيمِ، وَيُسْتَسْقَىٰ ٱلْغَمَامُ بِوَجْهِهِ ٱلْكَرِيمِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,”. (jabar.nu.or.id)

Maknanya menunjukkan harapan seorang hamba agar keberkahan Nabi Muhammad ﷺ menjadi sebab hilangnya kesulitan, tercapainya hajat, serta datangnya rahmat. Intinya, bacaan ini menghubungkan hati dengan ketenangan ilahi.

lafadz shalawat nariyah
Lafadz Shalawat Nariyah

Sejarah Perkembangan Shalawat Nariyah di Nusantara

Walau tidak tercatat dalam kitab hadis sebagai teks khusus yang memiliki dalil spesifik, shalawat nariyah dikenal luas di dunia tasawuf. Ulama seperti Imam al-Qurthubi disebut-sebut pernah meriwayatkan penyebutan jenis shalawat yang maknanya serupa. Selain itu, nama “Nariyah” diyakini berasal dari kata “al-nār”, yang diibaratkan sebagai “api semangat” dalam menghadapi kesulitan.

Di Nusantara, shalawat nariyah berkembang melalui majelis-majelis tarekat dan forum pengajian. Banyak pesantren, terutama yang mengikuti tradisi Aswaja, menjadikannya wirid rutin. Bahkan, beberapa majelis besar membaca 11, 100, atau 444 kali sebagai simbol ikhtiar spiritual ketika menghadapi masalah berat. Meski jumlah tersebut bukan kewajiban, praktik ini menunjukkan kuatnya budaya dzikir di masyarakat.

Baca juga: Pondok Jombang dan Dakwah Moderat Aswaja

Anjuran Membaca dan Waktu yang Dianjurkan

Para ulama sepakat bahwa memperbanyak shalawat—termasuk shalawat nariyah—merupakan amalan mulia. Hal ini merujuk pada sabda Nabi ﷺ:

“Siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Karena itu, membacanya kapan saja tetap berpahala. Namun, ada beberapa waktu yang dirasa lebih tenang dan mudah menghadirkan kekhusyukan, seperti setelah salat, malam Jumat, menjelang subuh, atau saat hati dilanda kegelisahan. Selain itu, shalawat ini banyak diamalkan ketika seseorang berharap jalan keluar dari masalah ekonomi, keluarga, atau pekerjaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menghadapi tekanan batin dan mental. Dengan membaca shalawat nariyah, hati menjadi lebih stabil, pikiran lebih jernih, dan semangat hidup tumbuh kembali. Selain itu, lantunan shalawat juga memperkuat hubungan spiritual dan menghadirkan rasa hangat dalam ibadah.