Inilah Adab Berdoa yang Dianjurkan Rasulullah

Inilah Adab Berdoa yang Dianjurkan Rasulullah

Al MuanawiyahDoa adalah ibadah yang sangat istimewa, namun banyak orang memanjatkannya dengan terburu-buru. Banyak yang langsung menyebutkan hajat, padahal Nabi ﷺ telah mengajarkan adab berdoa agar doa lebih sempurna, lebih khusyuk, dan lebih dekat kepada terkabulnya. Sebuah hadits hasan sahih mengingatkan hal ini dengan sangat jelas.

Nabi ﷺ pernah mendengar seseorang berdoa dalam shalat tanpa bershalawat. Beliau bersabda, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Nabi ﷺ kemudian bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.”
(HR. Tirmidzi no. 3477 dan Abu Daud no. 1481)

Dari hadits tersebut, para ulama menyusun adab yang harus dilakukan sebelum menyampaikan permintaan kepada Allah.

Urutan Adab Berdoa Berdasarkan Hadits Nabi ﷺ

1. Memulai dengan Memuji Allah

Tahapan pertama adalah memuji Allah sebelum menyebutkan permintaan apa pun. Sanjungan kepada Allah membuat hati tunduk, menghadirkan pengagungan, dan menjadi bentuk adab luhur seorang hamba. Tanpa memulai doa dengan tahmid dan pujian, doa menjadi kurang berdampak di hati.

2. Bershalawat kepada Nabi ﷺ

Setelah memuji Allah, seorang hamba dianjurkan untuk mengucapkan shalawat kepada Rasulullah ﷺ.  Keutamaan shalawat sangat mulia: Allah memberikan sepuluh rahmat untuk setiap satu shalawat, dan doa lebih mudah diangkat setelah disertai shalawat. Karena itu, Nabi ﷺ menganjurkan urutan ini agar doa penuh keberkahan.

3. Menyampaikan Permintaan dengan Spesifik

Pada tahap ini hati sudah lembut, penuh adab, dan siap menyampaikan hajat di hadapan Allah. Ini adalah susunan doa yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ agar tidak dianggap “tergesa-gesa”. Setelah tahmid dan shalawat, barulah seseorang diperintahkan memohon apa yang diinginkan, baik urusan dunia maupun akhirat, secara spesifik. Contoh doa yang spesifik bisa kita lihat dalam doa sapu jagat.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa tersebut terlihat sederhana dan singkat, namun penuh makna. Saat berdoa, ketika meminta seluruh kebaikan dan dijauhkan dari keburukan. Kebaikan yang diminta tidak hanya di dunia, namun juga akhirat. Kebaikan dan keburukan itu sendiri telah mencakup segala permintaan manusia. Maka, Ibnu Katsir sampai mengatakan bahwa “Doa ini berisi permintaan kebaikan di dunia seluruhnya dan permintaan agar dihindarkan dari segala kejelekan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2:122) (rumaysho.com)

Dalam keseharian, kita juga bisa menyebutkan spesifik hingga detail terkecil. Misalkan berdoa mendapatkan pekerjaan, “YaAllah, saya ingin bekerja sebagai guru di sekolah A, mengajar pelajaran X kepada siswa dengan kondisi seperti ini dan itu.” Doa yang terperinci menjadi bukti keseriusan kita untuk mewujudkan harapan tersebut.

foto guru ustadz yang mengajar mengaji kepada murid
Ilustrasi contoh adab berdoa secara spesifik (sumber: canva)

Mengapa Adab Berdoa Sangat Penting?

Mengikuti urutan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menunjukkan penghormatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan memuliakan Allah terlebih dahulu, lalu menyambut doa dengan shalawat, seorang hamba berharap Allah memuliakan permintaannya. Adab ini juga menjadi jalan hadirnya kekhusyukan dan ketenangan dalam berdoa, sehingga ia merasakan kedekatan dengan Allah yang sulit digambarkan.

Umat Muslim yang memahami adab berdoa akan lebih hati-hati dalam meminta sesuatu. Ia tidak hanya fokus pada hajat, tetapi pada akhlak saat menyampaikan hajat tersebut. Sebab, kedudukan doa bukan hanya pada isi permohonannya, tetapi pada sikap seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Doa Sapu Jagat: Lafadz, Makna, dan Keutamaannya

Doa Sapu Jagat: Lafadz, Makna, dan Keutamaannya

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam selalu dihadapkan dengan berbagai kebutuhan doa. Ada doa untuk keselamatan, doa untuk rezeki, doa untuk keberkahan, hingga doa memohon perlindungan dari musibah. Namun, ada satu doa yang disebut sangat lengkap karena mencakup semua permintaan utama seorang hamba kepada Allah. Doa itu dikenal dengan nama doa sapu jagat.

Istilah “sapu jagat” berasal dari masyarakat Indonesia yang menggambarkan doa singkat, padat, tetapi mengandung makna luas, seolah menyapu seluruh kebutuhan hidup. Sebutan umum lainnya untuk doa ini adalah doa untuk keselamatan dunia akhirat.

Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Al-Insyirah: Saat Hidup Terasa Berat

Lafadz Doa Sapu Jagat

Doa sapu jagad diambil dari Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-naar

Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

gambar berisi lafadz doa sapu jagat atau rabbana atina fiddunya hasanah, doa keselamatan dunia akhirat
Lafadz doa sapu jagat

 

Makna Doa Sapu Jagad

Doa sapu jagat begitu singkat, namun memiliki makna yang sangat luas:

  • Kebaikan di dunia mencakup kesehatan, harta, keluarga yang sakinah, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

  • Kebaikan di akhirat adalah keselamatan dari azab kubur, kemudahan hisab, serta masuk surga Allah.

  • Terhindar dari siksa neraka menjadi doa puncak yang menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah.

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim seolah tidak hanya fokus pada urusan dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Keutamaan Membaca Doa Keselamatan Dunia Akhirat

Rasulullah ﷺ sendiri sering membaca doa sapu jagat, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Doa ini menunjukkan keseimbangan hidup seorang Muslim: tidak terjebak pada kenikmatan dunia semata, namun juga tidak melupakan akhirat.

Selain itu, doa ini juga dapat dijadikan amalan harian dalam berbagai kesempatan, seperti setelah shalat agar khusyuk, ketika berzikir, atau saat berdoa memohon pertolongan Allah. Dengan konsisten membacanya, hati menjadi lebih tenang karena kita selalu mengingat bahwa dunia hanyalah jalan menuju akhirat.

Doa sapu jagad adalah bukti betapa Islam memberikan tuntunan doa yang sederhana namun penuh makna. Hanya dengan satu doa, seorang Muslim sudah memohon tiga hal terpenting: kebaikan dunia, kebaikan akhirat, dan perlindungan dari neraka. Dengan mengamalkan doa ini setiap hari, semoga kita semua diberi kehidupan yang penuh berkah, keselamatan di dunia, dan kebahagiaan abadi di akhirat.