Peran Guru dan Murid dalam Mengisi Kemerdekaan: Pidato Pengasuh dalam HUT RI ke-81

Peran Guru dan Murid dalam Mengisi Kemerdekaan: Pidato Pengasuh dalam HUT RI ke-81

Peran guru dan murid memiliki arti penting dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap generasi untuk memberikan kontribusi sesuai dengan tugasnya. Pesan tersebut disampaikan oleh A. Muammar Sholahuddin, S.Pd., M.Pd. dalam pidato peringatan Dirgahayu Indonesia ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah Jombang.

Bersyukur atas Kemerdekaan Indonesia

الحمد لله، الحمد لله قد اعطانا حرية بلادنا اندونيسيا، نسال الله تعالي اندونيسيا بلدتا طيبة امنة مطمئنة عامرة معمورة مباركة

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah SMP Quran Al Muanawiyah, Ibu Kepala Sekolah MA Quran Al-Muanawiyah, Dewan Asatidz dan Asatidzah Al-Muanawiyah, serta seluruh santriwati Al-Muanawiyah yang kami sayangi.

Alhamdulillah Indonesia telah merdeka 81 tahun. Untuk itu, mari bersama-sama mengucapkan syukur atas rahmat Allah karena kita telah menikmati kemerdekaan selama 81 tahun.

Jika kita kembali melihat perjuangan dahulu, Indonesia berjuang memerangi penjajah kurang lebih 350 tahun lamanya. Banyak korban nyawa, harta, dan keluarga selama masa perjuangan tersebut. Pada akhirnya, rasa sakit selama itu terobati ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

gambar foto bersama upacara HUT RI ke-81 PPTQ Al Muanawiyah
Suasana pasca upacara peringatan HUT RI-81 PPTQ Al Muanawiyah

Peran Guru dan Murid dalam Mengisi Kemerdekaan

Lalu, bagaimana peran guru dan murid dalam mengisi kemerdekaan ini? Mari kita mengisinya dengan langkah-langkah kecil sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya kita rayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi guru, mari kita didik anak didik kita dengan baik. Antarkan mereka menjadi pelajar terbaik. Dengan cara itulah, seorang guru dapat mengisi kemerdekaan.

Selain itu, ajari anak-anak kita dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Dari tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan demikian, proses pendidikan menjadi salah satu bentuk kita dalam mengisi sekaligus mensyukuri kemerdekaan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan murid? Menjadi pelajar, tugasnya adalah belajar dan melawan rasa malas. Karena itu, belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi siswa terbaik merupakan bagian dari mengisi nikmat kemerdekaan ini.

Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Selanjutnya, Indonesia mencanangkan menjadi Indonesia Emas 2045. Kami yang menjadi guru di depan kalian nanti sudah menua. Saya sendiri nanti di usia 65 tahun. Oleh karena itu, kalianlah yang akan mengendalikan Indonesia ini.

Syubbanul yaum, rijalul ghod.

“Pemuda hari ini, adalah pemimpin esok.”

Atas dasar itu, mari Ibu Bapak guru mendidik mereka dengan baik. Merekalah yang akan mengisi kemerdekaan berikutnya. Mereka yang akan mengisi baik yudikatif, eksekutif, maupun legislatif.

Dengan kata lain, merekalah yang akan mengendalikan Indonesia 20 tahun kemudian. Apa yang guru ajarkan dan apa yang murid pelajari hari ini akan menjadi bagian dari persiapan mereka untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

poster pendaftaran santri baru pondok tahfidz putri jombang Al Muanawiyah

Mengisi Kemerdekaan dengan Tugas Masing-Masing

Karena itu, mari bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan tugas kita masing-masing. Pemerintah yang kejam nanti ada pengkritiknya, pemerintah lalai nanti ada prosedurnya.

Pada akhirnya, semoga Allah memudahkan dan menjadikan Indonesia ini lebih baik lagi. Satu langkah kita akan berdampak. Satu langkah kita bersama lagi akan menghasilkan, meski langkah itu 1% jika kita hitung dalam tahun, maka 360% dari langkah-langkah kita.

Jadi, peran guru dan murid tidak dapat dipisahkan dari masa depan Indonesia. Guru memiliki amanah untuk mendidik generasi dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, sedangkan murid memiliki tugas untuk belajar dan mempersiapkan diri. Jika keduanya menjalankan tugas tersebut dengan baik, pendidikan dapat menjadi salah satu cara nyata untuk mengisi kemerdekaan.

Dirgahayu Indonesiaku, berdaulat, adil dan makmur.

Demikian pidato kemerdekaan Indonesia ke-81 dari kami, Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Muanawiyah Jombang.

وبالله التوفيق والهداية والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Perayaan 17 Agustus menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Semangat tersebut juga terasa di lingkungan PPTQ Al Muanawiyah Jombang. Pada 16–17 Agustus 2026, para santri mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan yang memadukan nasionalisme, kebersamaan, dan pendidikan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi para santri. Lebih dari itu, rangkaian perayaan 17 Agustus di PPTQ Al Muanawiyah mengajarkan pentingnya berkontribusi bagi masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.

Mengikuti Malam Tirakatan Bersama Warga

Rangkaian kegiatan dimulai pada malam 16 Agustus 2026. Perwakilan PPTQ Al Muanawiyah mengikuti malam tirakatan bersama warga Desa Sambisari.

Kehadiran pondok dalam kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan santri dalam kehidupan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan seperti ini, pondok tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga mendorong santri untuk aktif bermasyarakat.

Bagi santri, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar membangun hubungan baik dengan masyarakat. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial pun dapat tumbuh melalui pengalaman secara langsung.

Santri Jadi Petugas Upacara 17 Agustus

Pada 17 Agustus 2026, seluruh santri mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Menariknya, para santri mengisi berbagai posisi dalam pelaksanaan upacara, mulai dari pengibar bendera hingga petugas upacara lainnya.

pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah dalam perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81
Pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah

Selain itu, para santri menampilkan berbagai pertunjukan untuk memeriahkan kegiatan. Mereka membawakan puisi, lagu, serta semaphore dari kegiatan Pramuka.

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman bagi santri untuk belajar bertanggung jawab dan bekerja sama. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut mengambil peran dalam menyukseskan perayaan 17 Agustus di lingkungan pondok.

Pesan tentang Cara Mengisi Kemerdekaan

Dalam sambutannya, Ustadz Muammar selaku pembina PPTQ Al Muanawiyah menyampaikan pesan tentang cara mengisi kemerdekaan bagi guru dan murid.

“Menjadi guru, mari kita didik anak didik kita dengan baik, antarkan mereka menjadi pelajar terbaik, itu cara seorang guru mengisi kemerdekaan.”

Sementara itu, beliau juga mengingatkan para pelajar mengenai tanggung jawab mereka.

“Menjadi pelajar, tugasnya adalah belajar, melawan malas, belajar dengan sungguh-sungguh menjadi siswa terbaik.”

Ustadz Amar juga menekankan pentingnya setiap orang fokus menjalankan tugas masing-masing. Menurutnya, generasi yang saat ini belajar akan memegang peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial. Setiap orang dapat mengisi kemerdekaan melalui kontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Lomba dan Bakar-Bakar Meriahkan Kemerdekaan

Setelah upacara, para santri mengikuti berbagai perlombaan. Beberapa permainan yang disiapkan antara lain tepuk ikan, estafet, dan rebut gelas isi air. Berbagai perlombaan tersebut menghadirkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Para santri dapat bermain bersama sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan keberanian.

lomba perayaan 17 Agustus HUT RIke-81 PPTQ Al Muanawiyah
Apresiasi pemenang lomba

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan kegiatan bakar-bakar. Para santri terlihat antusias dan senang karena dapat menikmati momen kebersamaan dalam perayaan 17 Agustus bersama teman-teman di pondok.

santri bakar jagung dalam perayaan 17 Agustus PPTQ Al Muanawiyah
Semarak kemerdekaan HU RI ke-81 dimeriahkan dengan momen bakar-bakar

Memaknai Kemerdekaan sebagai Pelajar

Rangkaian kegiatan 16–17 Agustus 2026 di PPTQ Al Muanawiyah menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat diisi melalui berbagai cara. Mengikuti kegiatan masyarakat, menjalankan tugas dalam upacara, belajar dengan sungguh-sungguh, hingga membangun kebersamaan merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda.

Terlebih lagi, santri memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Ilmu agama, pendidikan formal, keterampilan, dan pengalaman bermasyarakat menjadi bekal agar mereka mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dengan demikian, perayaan 17 Agustus bukan sekadar momentum untuk mengikuti lomba dan menikmati kemeriahan. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang sedang belajar hari ini.

Bagi Ayah Bunda yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk kemandirian dan kepedulian sosial bagi putri, PPTQ Al Muanawiyah Jombang dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan lingkungan pendidikan khusus putri, santri mendapatkan pembinaan Al-Qur’an, pendidikan formal, serta pengalaman untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu dan berakhlak.

Mari kenalkan putri Ayah Bunda pada lingkungan pendidikan yang mendukungnya untuk tumbuh, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Daftar di PPTQ Al Muanawiyah sekarang!