Hadits Arbain ke-17: Perintah Berbuat Baik dan Adab Menyembelih

Hadits Arbain ke-17: Perintah Berbuat Baik dan Adab Menyembelih

Agama Islam merupakan syariat yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk menampilkan akhlak yang mulia dalam setiap sendi kehidupannya sehari-hari. Salah satu pilar akhlak yang sangat agung dalam Islam adalah prinsip ihsan atau berbuat baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan panduan yang sangat jelas mengenai batasan dan penerapan sikap ihsan ini. Memahami kandungan hadits arbain ke-17 akan membuka mata kita tentang betapa luasnya cakupan kasih sayang dalam syariat Islam.

Berikut adalah redaksi lengkap dari hadits ketujuh belas yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Arbain.

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim).

Syarah Hadits dan Penjelasan Adab Menyembelih Menurut Para Ulama

Berdasarkan referensi terpercaya dari Rumaysho, para ulama memberikan penjelasan mendalam mengenai makna membunuh dan menyembelih dengan baik. Maksud dari perintah tersebut adalah melihat dari sisi cara pengerjaan serta keadaan saat eksekusi berlangsung. Contoh nyata berbuat baik ketika membunuh adalah saat aparat menegakkan hukum qishash atau hukuman mati bagi pembunuh. Penjelasan terperinci mengenai hal ini terdapat dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim jilid 13 halaman 98.

Imam Nawawi rahimahullah juga mencontohkan beberapa cara dalam menyenangkan hewan yang akan disembelih.

  • Penyembelih wajib menajamkan pisau agar proses pemotongan urat leher hewan berlangsung dengan sangat cepat.

  • Kaum muslimin mendapatkan anjuran untuk tidak mengasah pisau tepat di hadapan hewan yang akan disembelih.

  • Siapa pun tidak boleh menyembelih seekor hewan lantas sedangkan hewan-hewan lainnya dapat melihatnya.

  • Seseorang tidak boleh melewatkan atau menyeret hewan yang akan disembelih di tempat penjagalan atau penyembelihannya.

gambar sapi hendak disembelih sesuai kandungan hadits arbain ke-17
Proses persiapan penyembelihan hewan (foto: www.ayojakarta.com)

Kandungan Hadits yang Menguatkan Keimanan Seorang Muslim

Melalui penjelasan materi di atas, kita dapat merangkum sembilan faedah penting yang terkandung di dalam hadits mulia ini.

Pertama, hadits ini menjelaskan bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya dengan menetapkan kewajiban berbuat baik pada sesama makhluk. Contoh nyatanya adalah memberi petunjuk jalan pada orang tersesat serta memberi makan kepada orang yang membutuhkan. Kedua, teks ini menunjukkan dorongan kuat untuk senantiasa menerapkan sikap ihsan pada segala sesuatu tanpa terkecuali. Ketiga, syariat memerintahkan manusia untuk mengikuti tuntunan Islam saat terpaksa membunuh atau menyembelih hewan.

Baca juga: Proses Pengangkatan Umar bin Khattab sebagai Khalifah Kedua

Keempat, Nabi menggunakan kata kataba yang berarti menetapkan, di mana para ulama membaginya menjadi kitabah qadariyyah dan kitabah syar’iyyah. Kitabah qadariyyah merupakan ketetapan yang pasti terjadi, sedangkan kitabah syar’iyyah adalah aturan yang kadang manusia kerjakan atau abaikan. Kelima, wajib hukumnya berbuat ihsan dalam hal yang wajib seperti menjalankan perintah agama dan meninggalkan perkara haram. Kita juga harus sabar terhadap takdir yang tidak menyenangkan tanpa menggerutu, serta berbuat baik dalam bermuamalah.

Keenam, Rasulullah biasa memberikan contoh konkret yang mudah dipahami saat menjelaskan suatu perkara kepada para sahabat. Ketujuh, cara terbaik dalam menyembelih adalah dengan patuh mengikuti seluruh regulasi syariat Islam. Kedelapan, setiap orang wajib menajamkan pisau atau alat pemotong sebelum menyentuh leher hewan. Kesembilan, kita wajib menyenangkan hewan sembelihan dengan cara mempercepat proses penyembelihan agar hewan tidak tersiksa lama.

Kesimpulannya, hadits arbain ke-17 memberikan pondasi moral yang sangat kokoh mengenai pentingnya berbuat baik dalam setiap keadaan. Islam mengatur segala hal secara detail, bahkan sampai pada urusan menyembelih hewan. Penerapan prinsip ihsan ini membuktikan keindahan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Semoga ulasan mengenai hadits ini dapat memacu kita untuk menjadi pribadi yang lebih berbenah dan penuh kasih sayang.

Kemeriahan Lomba Idul Adha Gema Takbir PPTQ Al Muanawiyah

Kemeriahan Lomba Idul Adha Gema Takbir PPTQ Al Muanawiyah

Suasana khidmat bercampur ceria menyelimuti seluruh area halaman Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al Muanawiyah (PPTQ Al Muanawiyah). Lembaga pendidikan islam ini baru saja sukses menggelar agenda tahunan yang sangat dinantikan oleh para santriwati. Kegiatan menarik tersebut bertajuk “Lomba Gema Takbir Idul Adha” yang berlangsung pada hari Jumat, 29 Juni 2026. Acara syiar yang meriah ini mulai bergulir tepat setelah para santri menunaikan ibadah shalat Isya berjamaah.

Mengusung Misi Kolaborasi Antara Syiar Islam dan Seni Kreatif

Pihak panitia penyelenggara mengusung sebuah tema besar yang sangat positif untuk memandu jalannya kompetisi seni malam itu. Oleh karena itu, perhelatan ini mengambil tema “Menumbuhkan Semangat Syiar Islam dan Kreativitas Santri melalui Takbir Idul Adha”. Melalui tema ini, pesantren ingin membuktikan bahwa kehidupan asrama juga kaya akan ruang ekspresi seni yang edukatif.

Agenda lomba Idul Adha ini secara khusus mengadu bakat dan kekompakan dalam wujud kreasi takbiran antar kamar. Pihak pengurus mengawali rangkaian acara malam itu dengan sesi pembukaan formal yang berlangsung secara tertib dan sakral.

Baca juga: Tradisi Khas Qurban PPTQ Al Muanawiyah, Khataman Bil Ghoib

Ragam Kostum Unik dan Properti Drama Hasil Karya Mandiri Santri

Setelah sesi pembukaan selesai, setiap kelompok kamar secara bergantian maju ke panggung untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Seluruh santriwati tampak sangat total dalam mendesain kostum serta menyusun keseluruhan konsep penampilan mereka secara mandiri. Penonton langsung berdecak kagum saat melihat salah satu tim tampil mengenakan kostum domba lucu dengan wajah bercat hitam.

gambar tampilan santri PPTQ Al Muanawiyah dalam lomba Idul Adha
Kostum domba yang unik dari salah satu kreasi santri dalam lomba Idul Adha PPTQ Al Muanawiyah

Selain itu, kelompok lain tampil cerdik dengan memanfaatkan timba bekas sebagai alat musik perkusi yang berirama ritmis. Mereka memadukan alat musik sederhana tersebut dengan hiasan mahkota bunga yang cantik di atas kepala mereka. Ada pula kelompok santriwati yang menyajikan properti lengkap untuk mendukung aksi teatrikal drama pendek bertema sejarah kurban. Seluruh santri tampak sangat antusias berkreasi sekaligus aktif memberikan apresiasi jujur terhadap karya seni kamar lainnya.

Pihak pengelola pondok menaruh harapan besar agar output dari kegiatan ini benar-benar berjalan lurus sesuai tema. Jalannya kompetisi diharapkan mampu memantik semangat syiar yang kuat sekaligus mengasah ketajaman daya cipta seni para santriwati.

Kembangkan Bakat Seni dan Hafalan Al-Qur’an Putri Anda di PPTQ Al Muanawiyah

Keseruan agenda lomba takbiran ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pesantren sangat menghargai potensi kreativitas anak. PPTQ Al Muanawiyah berkomitmen penuh untuk mengasuh para santriwati agar tumbuh seimbang antara kecerdasan spiritual dan wawasan seni.

gambar poster pendaftaran santri baru SPMB 2026 PPTQ Al Muanawiyah

Kami menyediakan lingkungan asrama putri yang aman, nyaman, serta penuh dengan atmosfer pembelajaran Qur’ani yang positif. Di PPTQ Al Muanawiyah, putri tercinta Anda akan dibimbing langsung oleh jajaran ustadzah yang ahli di bidangnya. Kami menerapkan kurikulum tahfidz intensif yang berpadu serasi dengan program pembentukan karakter kemandirian remaja muslimah modern.

Dalam hal ini, mari berikan wadah pendidikan terbaik demi masa depan spiritual dan mentalitas unggul buah hati Anda. Kuota pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran ini sangat terbatas, segera daftarkan putri Anda sekarang juga!

👉 Daftar ke PPTQ Al Muanawiyah Sekarang

Membentuk Generasi Qur’ani yang Cerdas, Mandiri, dan Berakhlak Mulia.

Tradisi Khas Qurban PPTQ Al Muanawiyah, Khataman Bil Ghoib

Tradisi Khas Qurban PPTQ Al Muanawiyah, Khataman Bil Ghoib

Momentum Idul Adha menghadirkan suasana istimewa di qurban PPTQ Al Muanaiwiyah, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Khusus Putri Al Muanawiyah Jombang. Pada Kamis (28/5/2026), santriwati mengiringi pembagian daging kurban dengan khataman Al-Qur’an bil ghoib 30 juz.

Kegiatan tersebut menjadi tradisi khas pondok setiap pelaksanaan kurban. Selain berbagi kepada masyarakat, pondok juga mengajak santriwati untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, nilai ibadah dan pendidikan berjalan secara bersamaan.

Qurban PPTQ Al Muanawiyah Jadi Media Pembiasaan Al-Qur’an

Selama proses pembagian daging, santriwati bergantian membaca hafalan Al-Qur’an. Sementara itu, teman-teman mereka menyimak bacaan secara langsung. Kegiatan ini berlangsung hingga khatam 30 juz. Tidak hanya saat pembagian daging, santriwati juga melanjutkan hafalan ketika menyiapkan sate bersama.

gambar santri memotong daging dalam pembagian daging qurban PPTQ Al Muanawiyah
Proses pembagian daging qurban PPTQ Al Muanawiyah yang diiringi hafalan Al-Qur’an santriwati (foto: YouTube/Redaksi News JTV)

Pembina PPTQ Al Muanawiyah, A. Muammar Sholahuddin atau Ustadz Amar, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.

“Untuk membiasakan anak-anak membaca Al-Qur’an, proses pembagian daging qurban diiringi khataman bil ghoib 30 juz. Warga sekitar juga boleh ikut menyimak, sebagai syiar kepada sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana pembiasaan membaca Al-Qur’an. Selain itu, warga sekitar dapat ikut menyimak hafalan santriwati. Oleh sebab itu, syiar Al-Qur’an dapat menjangkau lingkungan sekitar pondok.

Baca juga: Purnawiyata dan Inagurasi SMPQ Al Muanawiyah Angkatan 2

Ratusan Paket Daging Dibagikan kepada Warga

Pada kesempatan tersebut, pondok menyalurkan ratusan paket daging kepada masyarakat sekitar. Donasi tersebut berasal dari wali santri yang turut berpartisipasi dalam program kurban tahun ini.

Melalui kegiatan ini, pondok ingin menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Di sisi lain, santriwati belajar mempraktikkan nilai kepedulian sosial yang diajarkan Islam.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti di ruang belajar. Sebaliknya, santriwati menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Hingga kini, qurban PPTQ Al Muanawiyah tetap menjadi program yang memadukan ibadah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena alasan itulah, kegiatan tersebut selalu mendapat antusiasme dari santriwati maupun warga sekitar. Harapannya, ke depan semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat dari lantunan ayat suci Al-Qur’an sehingga dapat menjadi upaya syiar Islam kepada masyarakat luas.