Wanita sebagai madrasatul ula merupakan ungkapan yang menggambarkan peran penting seorang ibu dalam pendidikan anak. Istilah madrasatul ula berarti “sekolah pertama”. Sejak lahir, anak memperoleh pendidikan pertama dari lingkungan keluarga, terutama melalui interaksi bersama ibu.
Peran tersebut tidak berarti ayah memiliki tanggung jawab yang lebih kecil. Ayah dan ibu sama-sama memiliki kewajiban dalam mendidik keluarga. Namun, ibu sering menjadi sosok yang paling banyak berinteraksi dengan anak sejak masa awal kehidupannya.
Islam memberikan perhatian besar terhadap pendidikan keluarga. Karena itu, peran wanita sebagai pendidik pertama perlu mendapat perhatian dan penghargaan.
Apa Arti Wanita sebagai Madrasatul Ula?
Istilah wanita sebagai madrasatul ula menggambarkan posisi ibu sebagai pendidik pertama bagi anak. Sebelum anak mengenal sekolah, guru, atau lingkungan sosial yang lebih luas, ia belajar dari keluarga.
Anak belajar berbicara melalui interaksi dengan orang tua. Ia belajar mengenal kasih sayang, sopan santun, kebiasaan, serta nilai-nilai agama melalui kehidupan sehari-hari di rumah.

Ibu dapat memperkenalkan doa, mengajarkan adab, membiasakan ibadah, dan memberikan contoh perilaku yang baik. Dengan demikian, pendidikan ibu tidak hanya berlangsung melalui nasihat, tetapi juga melalui keteladanan.
Al-Qur’an memberikan perintah kepada orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari keburukan. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan membimbing anggotanya. Pendidikan agama dalam keluarga menjadi salah satu bagian penting dari tanggung jawab tersebut.
Baca juga: Hukum Wanita Haid Menghafal Al-Qur’an
Ibu Memiliki Tanggung Jawab dalam Pengasuhan Anak
Rasulullah SAW juga menjelaskan tanggung jawab setiap orang terhadap orang yang berada dalam pengurusannya. Beliau bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang pelayan adalah pemimpin dalam harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut secara khusus menyebutkan tanggung jawab wanita dalam rumah tangga. Karena itu, ibu memiliki posisi penting dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Pendidikan Anak Dimulai dari Keteladanan
Menjadi wanita sebagai madrasatul ula bukan berarti ibu harus selalu memberikan nasihat kepada anak. Anak justru sering belajar melalui apa yang ia lihat setiap hari. Ketika ibu membiasakan membaca Al-Qur’an, anak dapat mengenal Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan. Atau ketika ibu menjaga tutur kata, anak belajar berkomunikasi dengan santun. Jika ibu menjaga shalat, anak melihat contoh nyata tentang pentingnya ibadah. Karena itu, pendidikan keluarga membutuhkan keteladanan. Nasihat akan lebih mudah diterima ketika anak melihat orang tuanya menjalankan nilai yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pentingnya Pendidikan Fiqh Wanita bagi Pembentukan Karakter
Peran ibu sebagai pendidik pertama tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama. Ibu juga dapat membantu membentuk karakter anak melalui kebiasaan sederhana di rumah. Ibu dapat mengajarkan anak untuk berkata jujur, menghormati orang lain, menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap tugas, dan menyayangi sesama. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi bekal ketika anak memasuki lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Karena itu, kualitas pendidikan keluarga turut memengaruhi pembentukan karakter anak. Sekolah dan pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan tersebut, tetapi keluarga tetap memiliki posisi penting dalam membangun dasar kepribadian anak.
Mendidik Anak Menjadi Madrasatul Ula
Menjadi madrasatul ula membutuhkan bekal ilmu, akhlak, dan pemahaman agama yang baik. Karena itu, lingkungan pendidikan juga dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan perempuan menjalankan perannya di masa depan.
PPTQ Al Muanawiyah Jombang hadir sebagai pondok tahfidz khusus putri yang tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an. Melalui jenjang SMP Qur’an, MA Qur’an, dan jalur Tahfidz Murni, santri juga mendapatkan pembinaan agama, termasuk fiqih wanita seperti fiqih haid, fiqih thaharah, serta fiqih ibadah sehari-hari.
Jika Anda sedang mencari lingkungan pendidikan yang membantu putri tumbuh menjadi perempuan yang dekat dengan Al-Qur’an, memahami agamanya, dan memiliki bekal untuk membangun keluarga yang baik, PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.
Kenali lebih dekat program pendidikan PPTQ Al Muanawiyah dan temukan jalur yang sesuai untuk putri Anda. Klik di sini untuk konsultasi lebih lanjut!





