Karakter Bani Israil yang Tidak Boleh Ditiru (Cerita Anak Islami)

Karakter Bani Israil yang Tidak Boleh Ditiru (Cerita Anak Islami)

Halo, Adik-adik manis! Pernahkah kalian mendengar nama sebuah kaum bernama Bani Israil dalam cerita-cerita Al-Qur’an?

Hari ini, kita akan berkenalan dengan mereka. Kita akan belajar siapa mereka sebenarnya dan apa saja karakter Bani Israil yang diceritakan Allah agar kita tidak meniru sifat buruk mereka. Yuk, kita simak ceritanya!

Siapa Itu Bani Israil?

Bani Israil artinya “Anak-cucu Israil”. Nah, Israil sendiri adalah sebutan untuk Nabi Yakub AS. Jadi, Bani Israil adalah keturunan atau keluarga besar dari Nabi Yakub.

Awalnya, mereka adalah orang-orang yang mulia karena kakek buyut mereka adalah para nabi hebat, seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq. Allah bahkan memberikan banyak sekali keistimewaan kepada mereka, seperti menurunkan banyak nabi dari kalangan mereka dan memberikan makanan lezat langsung dari langit yang namanya Manna dan Salwa.

gamabr burung puyuh dan telur puyuh yang mirip salwa dalam kisah karakter Bani Israil
Salwa adalah burung yang menyerupai burung puyuh (foto: link UMKM dalam rri.co.id)

Karakter Bani Israil yang Suka Mengeluh

Meskipun sudah disayang Allah dan dibantu oleh Nabi Musa, ternyata banyak dari mereka yang memiliki sifat kurang baik. Inilah beberapa karakter Bani Israil yang harus kita hindari:

1. Suka Membantah dan Banyak Alasan

Suatu ketika, Allah memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi betina. Alih-alih langsung patuh, mereka malah banyak tanya dan memberikan alasan yang aneh-aneh supaya tidak jadi menyembelihnya.

Sifat ini Allah ceritakan dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 67:

“Mereka berkata: ‘Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?’ Musa menjawab: ‘Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.’”

Adik-adik, jangan menirunya ya! Kalau Ayah atau Ibu meminta tolong hal baik, kita harus langsung laksanakan dengan semangat, bukan malah banyak alasan.

Baca juga: Pengajaran Adab Makan Anak Muslim yang Mudah Dipraktikkan

2. Kurang Bersyukur dan Cepat Mengeluh

Bayangkan, Allah sudah memberikan makanan dari surga, tapi mereka malah mengeluh ingin makan bawang dan kacang-kacangan saja karena bosan. Mereka sering lupa pada pertolongan Allah yang sudah menyelamatkan mereka dari Firaun yang jahat.

3. Hatinya Sangat Keras

Inilah yang paling sedih. Karena sering membangkang, hati mereka menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi! Mereka sulit sekali dinasehati untuk berbuat baik.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 74:

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi…”

Baca juga: Hikmah Surat Al Quraisy Tentang Rasa Syukur dan Keamanan

Mengapa Kita Tidak Boleh Meniru Karakter Bani Israil yang Buruk?

Allah menceritakan karakter Bani Israil ini supaya kita menjadi anak yang lebih baik. Coba bayangkan kalau kita punya teman yang suka membantah, pelit, dan tidak tahu terima kasih, pasti tidak seru, kan?

Agar kita mendapatkan sayang dari Allah dan punya banyak teman, yuk kita miliki sifat yang berkebalikan dengan mereka:

  • Jadilah anak yang patuh: Kalau ada perintah kebaikan, langsung bilang “Siap!”.

  • Jadilah anak yang bersyukur: Ucapkan Alhamdulillah atas makanan dan mainan yang kita punya.

  • Jadilah anak yang lembut hati: Mau mendengarkan nasehat guru dan orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *