Asal Usul Gelar Dzun Nurain Utsman bin Affan

Asal Usul Gelar Dzun Nurain Utsman bin Affan

Mempelajari keutamaan para sahabat Nabi Muhammad SAW selalu memberikan keteladanan yang sangat berharga. Salah satu khalifah ketiga Khulafaur Rasyidin yang memiliki keutamaan luar biasa adalah Utsman bin Affan. Beliau lahir di Thaif pada tahun 576 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Sebagai pribadi yang lebih muda 5 tahun dari Nabi, beliau masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar. Oleh karena itu, beliau tergolong ke dalam kelompok As-Sabiqun al-Awwalun atau pemeluk Islam pertama. Memahami asal-usul gelar Dzun Nurain akan menyingkap kemuliaan hubungan kekerabatan serta keagungan akhlak sang khalifah, dilansir dari laman Wikipedia.

Kata Dzun Nurain secara harfiah memiliki arti “sosok yang memiliki dua cahaya”. Imam Adz-Dzahabi dalam buku Siyar A’lam an-Nubala Vol.3 mencatat bahwa Utsman mendapat julukan mulia ini karena menikahi dua putri Rasulullah SAW. Beliau mempersunting putri kedua Nabi yaitu Ruqayyah, lalu menikahi Ummu Kultsum setelah Ruqayyah wafat. Tidak ada manusia lain dalam sejarah yang mendapatkan kesempatan menikahi dua putri seorang Nabi selain Utsman. Dengan demikian, kemuliaan nasab dan ikatan keluarga ini menjadikan kedudukan beliau sangat istimewa di sisi Rasulullah.

Foto halaman Al-Qur'an Mushaf Utsmani
Mushaf Utsmani, peninggalan Sayyidina Ustman bin Affan, menjadi salah satu Al-Qur’an umum yang digunakan di Indonesia (foto: www.gemarisalah.com)

Teladan Kemuliaan Akhlak Utsman bin Affan

Selanjutnya, Utsman terkenal sebagai pedagang kaya raya yang sangat handal dalam bidang ekonomi. Meski bergelimang harta, beliau menginfakkan banyak bantuan ekonomi untuk menyokong dakwah umat Islam di masa awal. Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi meriwayatkan momen indah ketika Nabi melihat putrinya menyisir rambut Utsman. Nabi lantas berpesan agar putrinya memuliakan Utsman karena akhlaknya sangat serupa dengan akhlak beliau. Hasilnya, kedermawanan dan kelembutan sikap Utsman berhasil menguatkan pondasi dakwah Islam pada masa sulit.

Baca juga: Kisah Utsman Masuk Islam Menjadi Assabiqunal Awwalun

Tidak berhenti di situ, Rasulullah SAW menggambarkan Utsman sebagai pribadi paling jujur dan rendah hati. Imam Muslim meriwayatkan dialog unik ketika Aisyah mempertanyakan sikap Nabi saat Utsman datang berkunjung. Nabi segera duduk rapi dan membetulkan pakaian beliau khusus ketika menyambut kedatangan Utsman bin Affan. Nabi kemudian menjawab bahwa beliau merasa malu kepada orang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya. Oleh sebab itu, kesucian hati dan sifat pemalu Utsman menjadi teladan abadi bagi seluruh umat Islam.

Pemberian gelar Dzun Nurain mencerminkan kombinasi antara kedermawanan harta, kedekatan dengan Nabi, dan keagungan budi pekerti. Kehidupan Utsman bin Affan mengajarkan kita untuk selalu rendah hati dan dermawan dalam menyokong kebaikan. Mari kita jadikan keutamaan hidup beliau sebagai pendorong untuk memperbaiki akhlak kita setiap hari. Semoga Allah senantiasa meridhai Utsman bin Affan dan menempatkan beliau di kedudukan tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *