Mengajarkan Anak Hikmah Al-A’la melalui Kebiasaan Sehari-hari

Mengajarkan Anak Hikmah Al-A’la melalui Kebiasaan Sehari-hari

Mengajarkan anak hikmah Al-A’la dapat menjadi cara untuk mengenalkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini. Surat Al-A’la mengajak manusia mengenal kebesaran Allah, memahami petunjuk-Nya, dan mengutamakan kehidupan akhirat. Orang tua dapat mengenalkan pesan tersebut melalui bacaan, percakapan sederhana, dan kebiasaan sehari-hari di rumah.

Surat Al-A’la merupakan surah ke-87 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 19 ayat. Dalam tafsir yang dibahas Rumaysho, surah ini menjelaskan keagungan penciptaan Allah, hidayah, kemudahan dalam beragama, serta pentingnya menyucikan diri. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bahan pendidikan karakter yang dekat dengan pengalaman anak.

1. Ajak Anak Mengenal Kebesaran Allah

Surat Al-A’la ayat 1–5 mengajak manusia mengagungkan Allah yang menciptakan makhluk, menyempurnakan ciptaan, menentukan kadar, dan memberikan petunjuk. Ayat-ayat ini juga menggambarkan tumbuhnya rerumputan yang kemudian mengering.

Orang tua dapat menghubungkan pesan tersebut dengan hal-hal yang anak temui setiap hari. Misalnya, ajak anak mengamati tanaman di halaman, melihat kupu-kupu, atau memperhatikan perubahan biji menjadi kecambah. Kemudian, jelaskan bahwa Allah menciptakan alam dengan keteraturan dan memberikan manfaat bagi makhluk-Nya.

Setelah itu, ajak anak mengucapkan Subhanallah ketika melihat keindahan ciptaan Allah. Dengan cara ini, anak tidak sekadar menghafal ayat, tetapi juga belajar mengagungkan Allah melalui pengamatan sederhana.

gambar ayah mengajar anaknya contoh mengajarkan anak hikmah Al-A'la
Mengajarkan anak Al-Qur’an (foto: /id.pinterest.com/yalda_16/)

2. Biasakan Anak Membaca dan Memahami Arti Al-Qur’an

Mengajarkan anak hikmah Al-A’la tidak cukup dengan meminta mereka menghafal seluruh ayatnya. Anak juga perlu mengenal arti bacaan agar dapat memahami pesan yang Allah sampaikan. Karena itu, orang tua dapat membacakan satu atau dua ayat, lalu menjelaskan maknanya menggunakan bahasa yang sesuai usia anak.

Misalnya, ketika mengenalkan ayat pertama, orang tua dapat menjelaskan bahwa Allah memiliki kebesaran yang tidak tertandingi. Saat anak membaca ayat tentang penciptaan, ajak mereka menyebutkan berbagai nikmat yang Allah berikan. Cara ini membantu anak menghubungkan bacaan Al-Qur’an dengan pengalaman nyata.

Lakukan kegiatan tersebut secara rutin tanpa membebani anak. Orang tua dapat memilih waktu setelah salat Magrib atau sebelum tidur. Dengan pendampingan yang sabar, kegiatan membaca Al-Qur’an dapat menjadi kebiasaan yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Baca juga: Parenting Qurani untuk Anak Perempuan,Tips Memilih Pendidikan

3. Ajarkan Anak Bersungguh-sungguh dan Memohon Kemudahan kepada Allah

Surat Al-A’la ayat 6–8 menjelaskan penjagaan Allah terhadap wahyu yang disampaikan kepada Rasulullah SAW dan kemudahan yang Allah berikan kepada beliau. Ayat-ayat ini juga dapat menjadi pengingat bagi anak tentang pentingnya berusaha sambil memohon pertolongan Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, anak mungkin merasa kesulitan ketika belajar membaca, menghafal surah, atau memahami pelajaran sekolah. Orang tua dapat mengajarkan mereka untuk tidak mudah menyerah. Bantu anak membagi tugas menjadi langkah-langkah kecil, lalu beri kesempatan untuk mencoba kembali.

Orang tua juga dapat mengajak anak berdoa sebelum belajar. Jelaskan bahwa kita perlu berusaha dengan sungguh-sungguh dan memohon pertolongan Allah. Dengan demikian, anak belajar memadukan ikhtiar, doa, dan kesabaran.

4. Latih Anak Menerima Nasihat dengan Lapang Dada

Pada ayat 9–13, Surat Al-A’la membahas pentingnya memberikan peringatan dan perbedaan sikap manusia dalam menerima nasihat. Pesan ini dapat menjadi bahan untuk mengajarkan anak agar mau mendengarkan arahan yang baik.

Misalnya, ketika orang tua mengingatkan anak untuk merapikan mainan atau meminta maaf setelah menyakiti temannya, jelaskan alasan di balik nasihat tersebut. Hindari hanya menyuruh tanpa memberikan pemahaman. Anak akan lebih mudah belajar ketika mereka mengetahui manfaat dari perilaku yang baik.

Orang tua juga perlu memberikan teladan. Jika ingin anak menerima nasihat dengan baik, orang tua hendaknya bersedia mendengarkan perasaan dan pendapat anak. Dengan begitu, keluarga dapat membangun kebiasaan saling mengingatkan tanpa merendahkan satu sama lain.

5. Kenalkan Makna Menyucikan Diri melalui Perilaku Baik

Surat Al-A’la ayat 14–15 menjelaskan keberuntungan orang yang menyucikan diri, mengingat Allah, dan mendirikan salat. Dalam tafsir yang dirujuk Rumaysho, penyucian diri mencakup upaya membersihkan diri dari kesyirikan, kezaliman, dan akhlak buruk.

Untuk mengenalkan nilai ini kepada anak, orang tua dapat menggunakan contoh yang sederhana. Ajarkan anak meminta maaf ketika berbuat salah, berkata jujur, berbagi dengan saudara, dan tidak mengambil barang milik orang lain. Jelaskan bahwa memperbaiki perilaku merupakan bagian dari usaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, biasakan anak menjaga salat sesuai tahap perkembangan dan kemampuan mereka. Orang tua dapat mengajak anak salat bersama, lalu menjelaskan pentingnya mengingat Allah. Melalui kebiasaan tersebut, anak belajar bahwa ibadah dan akhlak saling berkaitan.

6. Bimbing Anak Memilih Hal yang Lebih Bermanfaat

Surat Al-A’la ayat 16–17 mengingatkan manusia agar tidak mengutamakan kehidupan dunia, sebab akhirat lebih baik dan lebih kekal. Orang tua dapat mengenalkan pesan ini melalui cara anak menggunakan waktu dan memilih kegiatan.

Contohnya, anak mungkin ingin terus bermain gawai meskipun waktu belajar atau salat telah tiba. Orang tua dapat membantu mereka menyusun jadwal yang seimbang antara bermain, belajar, beribadah, dan beristirahat. Jelaskan bahwa kesenangan bukan sesuatu yang salah, tetapi anak perlu belajar menentukan prioritas.

Gunakan pendekatan yang sesuai usia dan hindari menakut-nakuti anak ketika menjelaskan akhirat. Tekankan bahwa setiap muslim perlu melakukan kebaikan, menjalankan ibadah, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Dengan demikian, anak mulai memahami bahwa kehidupan memiliki tujuan yang lebih besar daripada kesenangan sesaat.

Baca juga: Keistimewaan Surat Al-A’la yang Dicintai Nabi dan Dibaca saat Shalat Witir

 

7. Jadikan Surat Al-A’la sebagai Bahan Percakapan Keluarga

Orang tua tidak harus menjelaskan seluruh kandungan Surat Al-A’la dalam satu waktu. Sebaliknya, pilih satu pesan untuk dibahas bersama anak setiap hari atau setiap pekan. Cara ini membantu anak memahami ayat secara bertahap sesuai kemampuan mereka.

Setelah membaca surah, orang tua dapat mengajukan pertanyaan sederhana. Misalnya, “Apa nikmat Allah yang kamu rasakan hari ini?” atau “Apa yang bisa kamu perbaiki setelah mendapat nasihat?” Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dengan kata-katanya sendiri.

Orang tua juga dapat mengajak anak mempraktikkan pelajaran tersebut. Jika hari ini membahas rasa syukur, ajak anak menyebutkan nikmat yang mereka terima. Jika membahas nasihat, beri contoh cara meminta maaf dan memperbaiki kesalahan. Dengan cara ini, Al-Qur’an hadir dalam percakapan dan tindakan keluarga, bukan hanya dalam kegiatan mengaji.

Kesimpulan

Mengajarkan anak hikmah Al-A’la dapat dimulai dengan mengenalkan kebesaran Allah, membiasakan membaca Al-Qur’an beserta artinya, serta melatih anak menerima nasihat dan memperbaiki perilaku. Orang tua juga dapat menghubungkan ayat-ayat surah ini dengan pengalaman anak di rumah maupun di sekolah.

Kunci utamanya adalah memberikan pemahaman secara bertahap dan menunjukkan teladan yang konsisten. Ketika anak membaca, memahami, dan mempraktikkan pesan Al-Qur’an, mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan keimanan dan akhlak yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *