Cara Tahalul dan Sunnahnya dalam Ibadah Haji

Cara Tahalul dan Sunnahnya dalam Ibadah Haji

Memahami cara tahalul dan sunnahnya penting bagi setiap Muslim yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah. Tahalul menandai berakhirnya sebagian atau seluruh larangan ihram sesuai tahapan ibadah yang telah dikerjakan. Karena itu, jemaah perlu mengetahui tata cara, waktu pelaksanaan, serta amalan yang dianjurkan agar dapat menjalankan manasik dengan benar.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjelaskan bahwa tahalul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut kepala. Pelaksanaannya mengikuti ketentuan syariat dan rangkaian ibadah yang sedang dijalankan.

Apa Itu Tahalul dalam Ibadah Haji?

Tahalul adalah keadaan ketika jemaah keluar dari ihram setelah melaksanakan amalan tertentu sesuai ketentuan haji atau umrah. Selama ihram, jemaah harus menghindari sejumlah larangan, seperti memotong rambut, memotong kuku, memakai wewangian, dan melakukan hubungan suami istri.

Melalui tahalul, jemaah memperoleh kembali kebolehan melakukan hal-hal yang sebelumnya terlarang. Namun, tahalul haji berlangsung melalui tahapan yang perlu jemaah pahami. Oleh sebab itu, jemaah tidak boleh menentukan waktunya hanya berdasarkan perkiraan pribadi.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fath ayat 27:

مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ

Artinya: “Dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut.” (QS. Al-Fath: 27).

Ayat tersebut menunjukkan adanya praktik mencukur atau memendekkan rambut dalam rangkaian ibadah. Keduanya menjadi dasar penting dalam memahami pelaksanaan tahalul.

foto jamaah haji melakukan lempar jumrah tahapan sebelum cara tahalul dan sunnahnya
Jamaah haji melakukan tahalul setelah melempar jumrah (foto: kemenag.go.id)

Cara Tahalul dan Sunnahnya yang Perlu Dipahami

Secara umum, jemaah melaksanakan tahalul dengan mencukur atau memotong rambut kepala. Berikut beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan.

1. Memastikan Tahapan Ibadah Sudah Sesuai

Jemaah haji perlu memastikan bahwa amalan yang menjadi syarat tahalul telah terlaksana. Dalam haji, tahalul awal berkaitan dengan pelaksanaan amalan pada 10 Dzulhijjah. Sementara itu, tahalul tsani berlangsung setelah jemaah menyelesaikan amalan yang diperlukan untuk keluar sepenuhnya dari ihram.

Jemaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing ibadah agar tidak keliru menentukan waktunya. Dengan begitu, setiap tahapan manasik dapat berjalan sesuai tuntunan.

2. Mencukur atau Memotong Rambut

Laki-laki dianjurkan mencukur habis rambut kepala atau halq. Namun, mereka juga dapat memendekkan rambut atau taqshir sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, perempuan cukup memotong sebagian rambutnya. Perempuan dapat memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari. Jemaah perempuan dapat meminta bantuan sesama perempuan yang tepercaya agar pelaksanaannya tetap menjaga aurat.

3. Memahami Perbedaan Tahalul Awal dan Tahalul Tsani

Tahalul awal terjadi setelah jemaah melaksanakan amalan yang sesuai urutan, termasuk melontar Jumrah Aqabah dan mencukur atau memotong rambut. Pada tahap ini, sebagian larangan ihram tidak lagi berlaku, tetapi larangan hubungan suami istri masih tetap berlaku.

Adapun tahalul tsani menandai berakhirnya seluruh larangan ihram. Jemaah mencapainya setelah menyelesaikan amalan yang dipersyaratkan, termasuk tawaf ifadah dan sa’i apabila sa’i masih menjadi kewajibannya. Rincian pelaksanaannya dapat berbeda sesuai kondisi dan jenis haji, sehingga jemaah perlu mengikuti bimbingan manasik.

Baca juga: Sejarah Shafa dan Marwah serta Delapan Peristiwa Penting di Dalamnya

Doa Tahalul dan Artinya

Dari webiste BPKH, di sana mencantumkan doa yang dapat kita baca ketika mencukur atau memotong rambut. Berikut salah satu doa yang tercantum dalam referensi tersebut:

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَنْعَمَنَابِهِ عَلَيْهَا

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah atas nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita.”

Jemaah juga dapat memanjatkan doa agar Allah menerima ibadahnya dan mengampuni dosa-dosanya. Namun, jangan menganggapnya sebagai satu-satunya bacaan yang wajib ketika tahalul.

Apa Saja Sunnah Tahalul?

Selain memahami tata caranya, jemaah perlu mengetahui amalan yang sunnah dalam pelaksanaannya. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.

1. Mencukur Habis Rambut bagi Laki-Laki

Bagi laki-laki, mencukur habis rambut kepala merupakan amalan yang lebih utama daripada sekadar memendekkannya. Meski demikian, memendekkan rambut juga termasuk pilihan yang dibolehkan dalam tahalul.

Rasulullah SAW bahkan mendoakan ampunan bagi orang-orang yang mencukur habis rambutnya. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau menyebutkan doa bagi orang yang mencukur rambut, kemudian mengulanginya sebelum mendoakan orang yang memendekkan rambut.

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan mencukur rambut sampai habis bagi laki-laki. Sementara itu, perempuan cukup memotong sebagian rambut sesuai ketentuan fikih.

2. Memanjatkan Doa kepada Allah

Jemaah dapat berdoa agar Allah menerima ibadah haji atau umrahnya. Mereka juga dapat memohon ampunan, keimanan yang kuat, dan keberkahan dalam kehidupan.

Doa menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur setelah menjalankan rangkaian ibadah. Akan tetapi, jemaah tidak perlu menganggap satu redaksi doa tertentu sebagai syarat sah tahalul.

3. Mengikuti Tuntunan Manasik

Jemaah sebaiknya mengikuti panduan pembimbing haji yang kompeten. Langkah ini penting agar mereka memahami urutan amalan, waktu tahalul, dan larangan ihram yang masih berlaku.

Dengan bekal pengetahuan tersebut, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang. Mereka juga dapat menghindari kesalahan akibat mengikuti informasi yang belum jelas sumbernya.

Baca juga: Ciri Teman yang Mendukung Hafalan Al-Qur’an

Apa Hikmah Tahalul dalam Ibadah Haji?

Tahalul bukan sekadar kegiatan memotong rambut. Amalan ini menjadi bagian dari ketaatan jemaah terhadap ketentuan Allah SWT dalam ibadah haji.

Tahalul juga mengajarkan kedisiplinan dalam menjalankan syariat. Jemaah tidak dapat menentukan sendiri kapan larangan ihram berakhir, tetapi harus mengikuti urutan manasik yang berlaku.

Selain itu, tahalul mengingatkan umat Islam agar menyelesaikan ibadah dengan penuh tanggung jawab. Pemahaman terhadap setiap tahapan membuat jemaah lebih siap menjalankan manasik secara tertib.

Memahami cara tahalul dan sunnahnya membantu jemaah menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan Islam. Jemaah perlu mengetahui perbedaan tahalul awal dan tahalul tsani, ketentuan memotong rambut, serta waktu pelaksanaannya. Mereka juga dapat memanjatkan doa sebagai bentuk syukur dan harapan agar ibadahnya Allah SWT terima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *