Proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran yang panjang. Namun, banyak santri mengalami rasa malas yang muncul secara tiba-tiba. Fenomena ini tentu wajar, meski perlu dipahami akar masalahnya. Penyebab santri malas sering kali berkaitan dengan kondisi psikologis dan lingkungan belajar.
Penyebab Santri Malas Saat Menghafal Al Quran
1. Kesulitan Memahami Ayat
Intinya, beberapa santri merasa kesulitan memahami ayat. Kesulitan ini membuat hafalan terasa berat. Akhirnya, muncul tekanan batin yang mengurangi semangat. Contoh kasus yang paling umum terjadi adalah mereka merasa gagal ketika menemui ayat panjang atau mirip seperti di surat Ar Rahman, dan banyak surat lainnya. Kondisi ini menurunkan motivasi secara signifikan.
2. Kebosanan karena Rutinitas
Biasanya, hafalan dilakukan dengan pola yang sama setiap hari. Rutinitas yang berulang memicu kebosanan. Kadang, santri menganggap hafalan sebagai kewajiban, bukan kebutuhan. Kebosanan juga muncul karena kurangnya variasi metode belajar. Hasilnya, santri kehilangan rasa antusias. Inilah pentingnya lembaga menghafal Al-Qur’an menyusun program unggulan tahfidz yang tidak membebani santri.
3. Homesick dan Kerinduan pada Keluarga
Home sick menjadi penyebab yang sulit dihindari. Santri yang baru mondok harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang berbeda. Perubahan ini membuat emosi tidak stabil. Kadang-kadang, kerinduan meningkat ketika mereka menghadapi kesulitan hafalan. Akibatnya, mental mereka mudah lelah.
Baca juga: Tips Memilih Pondok Tahfidz Terbaik untuk Anak
4. Kurang Dukungan Teman Sebaya
Lingkungan belajar sangat memengaruhi semangat hafalan. Santri bisa merasa minder ketika melihat teman yang lebih cepat, atau permasalahan bullying. Perasaan ini membuat mereka menarik diri. Bahkan, rasa iri bisa membuat motivasi turun. Dukungan pertemanan sangat penting agar santri tetap kuat dalam proses menghafal Al-Qur’an.

5. Faktor Kelelahan Fisik
Aktivitas pesantren biasanya padat. Jadwal ini menuntut santri untuk menjaga stamina. Kelelahan yang berkepanjangan menurunkan fokus. Sehingga, hafalan terasa semakin berat ketika tubuh tidak bugar.
Keunggulan Program di PPTQ Al Muanawiyah
PPTQ Al Muanawiyah memahami faktor psikologis santri. Lembaga ini memakai pendekatan berbasis keilmuan psikologi dan pendidikan. Pendekatan ini membantu santri mengenali potensi diri. Santri tidak ditekan oleh target lembaga. Sebaliknya, mereka belajar karena dorongan internal. Dorongan ini membuat hafalan berjalan lebih natural dan menyenangkan. Pendampingan yang mendalam juga membuat santri merasa aman secara emosional. Dengan cara ini, hafalan dapat terselesaikan dengan hati yang tenang.
Ingin anak menghafal Al-Qur’an dengan metode yang menenangkan?
Daftarkan sekarang juga di PPTQ Al Muanawiyah, tempat di mana hafalan tumbuh dari kesadaran diri, bukan tekanan.
Klik untuk mendaftar dan mulai perjalanan Qur’ani terbaik bersama kami!




