Hidayah Islam menyapa para sahabat Nabi melalui jalan dan petunjuk yang sangat indah. Salah satu kisah penerimaan hidayah yang sangat menyentuh hati adalah perjalanan hidup Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebelum memeluk Islam, beliau merupakan seorang saudagar rupawan yang memiliki kedudukan terhormat di Makkah. Namun, kemuliaan harta dan nasab tidak menghalangi hatinya untuk segera menerima kebenaran hakiki. Oleh karena itu, kita perlu menyimak bagaimana hidayah tersebut hadir menyapa beliau. Memahami kisah Utsman masuk Islam akan memberikan gambaran nyata tentang keteguhan hati dalam menerima kebenaran tanpa keraguan.
Baca juga: Baitul Mal di Masa Abu Bakar: Pusat Pengelola Kas Negara
Peristiwa Seruan Unik Saat Perjalanan Pulang Dari Negeri Syam
Pertama, proses masuknya Utsman ke dalam Islam diawali dengan sebuah peristiwa unik saat beliau memimpin kafilah dagang. Peristiwa ini terjadi ketika beliau sedang berada dalam perjalanan pulang dari negeri Syam bersama rombongannya. Saat tertidur di daerah antara Ma’an dan Zarqa, beliau mendengar suara seruan gaib yang sangat jelas. Seruan tersebut meminta orang-orang yang tertidur untuk segera bangkit karena Nabi Ahmad telah sampai di Makkah. Dengan demikian, berita kenabian tersebut langsung membekas kuat di dalam dada Utsman sebelum beliau tiba di Makkah.

Peran Sahabat Abu Bakr dan Keteguhan Utsman Memeluk Islam
Selanjutnya, setibanya di Makkah pada usia 34 tahun, Utsman bertemu dengan sahabat dekatnya yaitu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu. Abu Bakr mengajak Utsman untuk memeluk agama Islam serta membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepadanya. Beliau juga menjelaskan tentang hak-hak serta kemuliaan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Tanpa ada pertentangan sedikit pun, Utsman langsung menerima tawaran tersebut dan menyatakan keislamannya di hadapan Nabi. Hasilnya, keterbukaan hati Utsman membawanya menjadi orang keempat dari kalangan laki-laki yang masuk Islam.
Baca juga: Biografi Utsman bin Affan dari Kelahiran Hingga Wafat
Kedudukan Mulia Utsman bin Affan Sebagai Orang Yang Awal Masuk Islam
Tidak berhenti di situ, Abu Ishaq mencatat bahwa Utsman masuk Islam tepat setelah Abu Bakr, Ali, dan Zaid bin Haritsah. Kedudukan sebagai golongan awal memeluk Islam (Assabiqunal Awwalun) ini makin mempererat hubungan beliau dengan Rasulullah SAW. Sebagaimana dilansir dari laman muslim.or.id, Nabi Muhammad SAW bahkan menganugerahkan putri beliau yang bernama Ruqayyah untuk dipersunting oleh Utsman. Pernikahan ini membawa kebahagiaan besar dan menjadikannya pasangan terbaik yang pernah manusia saksikan saat itu. Oleh sebab itu, keputusan cepat Utsman memeluk Islam membuahkan kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat.
Kesimpulannya, perjalanan dalam kisah Utsman masuk Islam mengajarkan kita tentang pentingnya kelapangan hati dalam menyambut petunjuk kebaikan. Keputusan beliau menerima Islam tanpa keraguan sedikit pun menjadi bukti kejujuran iman yang ada di dalam dadanya. Mari kita jadikan keteladanan Utsman ini sebagai pendorong untuk selalu teguh menjalankan ajaran agama. Semoga Allah senantiasa meridhai Utsman bin Affan dan menuntun hati kita menuju ketaatan.






