Penyebab Sulit Shalat Malam dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sulit Shalat Malam dan Cara Mengatasinya

Penyebab sulit shalat malam ternyata tidak selalu berkaitan dengan rasa malas atau kurangnya niat beribadah. Dalam khazanah tasawuf, para ulama juga membahas kebiasaan yang dapat membuat hati dan tubuh berat untuk bangun pada malam hari.

Syekh Zainudin al-Malibari, sebagaimana dikutip dalam kitab Hidayat al-Atqiya’ ila Thariq al-Auliya’, menyebutkan empat penyebab sulit menjalankan shalat malam. Keempatnya berkaitan dengan kecenderungan seseorang terhadap urusan dunia, aktivitas sehari-hari, serta pola makan.

1. Terlalu Memikirkan Urusan Dunia

Penyebab sulit shalat malam yang pertama adalah terlalu banyak memikirkan urusan dunia dan melalaikan akhirat. Pikiran yang terus sibuk dengan pekerjaan, harta, masalah, atau berbagai target duniawi dapat membuat hati kurang terhubung dengan ibadah.

Kondisi tersebut juga dapat terbawa sampai menjelang tidur. Akibatnya, seseorang mungkin sudah berbaring, tetapi pikirannya masih sibuk memikirkan berbagai persoalan. Karena itu, sebelum tidur, cobalah mengurangi aktivitas yang membuat pikiran terus mengejar urusan dunia. Luangkan waktu untuk mengingat Allah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan mempersiapkan diri untuk beristirahat.

2. Terlalu Banyak Membicarakan Urusan Dunia

Selain terlalu banyak memikirkan dunia, Syekh Zainudin al-Malibari juga menyebut terlalu sering membicarakan urusan dunia sebagai penyebab sulit shalat malam. Obrolan sehari-hari memang tidak selalu buruk, tetapi seseorang perlu memperhatikan seberapa besar waktunya habis untuk hal tersebut.

Jika hampir setiap kesempatan hanya terisi pembicaraan mengenai pekerjaan, harta, hiburan, atau persoalan duniawi, hati dapat semakin terbiasa dengan perkara tersebut. Sebaliknya, membiasakan diri berbicara tentang ilmu, kebaikan, dan akhirat dapat membantu menjaga kesadaran spiritual. Jadi, persoalannya bukan sekadar banyak berbicara. Yang perlu diperhatikan ialah isi pembicaraan dan pengaruhnya terhadap hati.

3. Terlalu Lelah Bekerja pada Siang Hari

Penyebab sulit shalat malam berikutnya berkaitan dengan kondisi fisik. Syekh Zainudin al-Malibari menyebutkan bahwa kelelahan yang berlebihan karena pekerjaan pada siang hari dapat membuat seseorang kesulitan menjalankan ibadah malam.

gambar pria tertidur di meja kerja contoh penyebab sulit shalat malam
Kelelahan bekerja membuat seseorang sulit bangun shalat malam (foto: freepik.com)

Tentu saja, bekerja dan mencari nafkah merupakan bagian dari aktivitas yang penting. Namun, seseorang tetap perlu mengatur keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Jika aktivitas siang hari sangat padat, cobalah mengatur waktu istirahat dengan lebih baik. Dengan begitu, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan tenaga dan seseorang dapat bangun pada malam hari tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat.

Baca juga: 8 Ciri Orang Mukmin dalam Surat Al-Furqan

4. Terlalu Banyak Makan

Pola makan juga termasuk penyebab sulit shalat malam menurut Syekh Zainudin al-Malibari. Beliau mengingatkan tentang kebiasaan makan secara berlebihan yang dapat membuat tubuh terasa berat ketika hendak beribadah. Makan secukupnya dapat membantu seseorang menjaga kenyamanan tubuh sebelum tidur. Sebaliknya, makan terlalu banyak pada malam hari dapat membuat tubuh terasa penuh dan kurang nyaman untuk beraktivitas.

Karena itu, menjaga pola makan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Dalam konteks ibadah, mengendalikan makan juga dapat membantu seseorang mempersiapkan tubuh agar lebih ringan ketika hendak melakukan shalat malam.

Tips agar Lebih Mudah Shalat Malam

Setelah memahami penyebab sulit shalat malam, Syekh Zainudin al-Malibari juga memberikan beberapa langkah untuk membantu seseorang membiasakan ibadah malam. Salah satunya adalah berwudhu setelah melaksanakan shalat Isya.

Selanjutnya, beliau menganjurkan memperbanyak zikir dengan membaca tasbih dan menghadap kiblat pada sore hari hingga matahari terbenam. Kemudian, seseorang dapat mengisi waktu antara Maghrib dan Isya dengan ibadah seperti membaca Al-Qur’an atau mengerjakan shalat sunnah.  Setelah melakukan berbagai persiapan tersebut, seseorang juga dianjurkan untuk tidak banyak berbincang. Dengan mengurangi percakapan setelah rangkaian ibadah, waktu istirahat dapat lebih terjaga sehingga seseorang lebih siap untuk bangun pada malam hari.

Jangan Lupa Memohon Pertolongan Allah

Berbagai tips tersebut tetap membutuhkan pertolongan Allah. Sebab, kemampuan untuk beribadah dan istiqamah merupakan taufik yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Karena itu, jangan hanya mengandalkan alarm atau mengubah jadwal tidur. Sertai usaha tersebut dengan doa agar Allah memberikan kemudahan untuk bangun, beribadah, dan menjaga keistiqamahan.

Pada akhirnya, memahami penyebab sulit shalat malam dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari. Jika hati terlalu sibuk dengan dunia, pembicaraan terlalu banyak berputar pada urusan dunia, tubuh terlalu lelah, atau pola makan berlebihan, seseorang dapat mulai memperbaikinya secara bertahap.

Shalat malam pun tidak harus langsung dilakukan dengan target yang berat. Mulailah dengan kemampuan yang dapat dijaga secara konsisten, sambil terus memohon pertolongan Allah agar hati semakin dekat dengan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *