Cara Membersihkan Najis di Lantai Agar Terhindar dari Was-Was

Cara Membersihkan Najis di Lantai Agar Terhindar dari Was-Was

Menjaga kebersihan tempat tinggal dari kotoran merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Kondisi rumah yang suci menjadi syarat utama agar ibadah salat Anda sah secara hukum syariat. Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara membersihkan najis di lantai dengan benar dan tepat. Kekeliruan dalam proses menyucikan lantai dapat membuat sisa kotoran tetap berstatus sebagai najis.

Banyak orang mengira bahwa mengepel lantai dengan pewangi saja sudah cukup untuk menghilangkan najis. Pemahaman ini kurang tepat karena pewangi hanya menyamarkan bau tanpa menghilangkan status hukum najisnya.

Dalil Mengenai Kewajiban Menyucikan Najis di Tempat

Perintah untuk menjaga kesucian tempat ibadah bersandar langsung pada panduan Nabi Muhammad SAW. Ketika seorang Arab BaduiĀ  kencing di dalam masjid, Rasulullah SAW mencegah sahabat untuk langsung menegurnya dan memerintahkan penyucian setelah orang itu pergi.

“Biarkanlah ia dan tuangkanlah di atas air kencingnya seember air atau seciduk air, karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesulitan.” (HR. Bukhari).

Hadits shahih di atas menjadi landasan utama hukum fikih bahwa air yang mengalir mampu melarutkan dan menghilangkan status najis pada permukaan lantai. Hadits tersebut juga menjadi catatan bagaimana menegur kesalahan orang lain dengan cara yang tidak menyinggung hati.

Baca juga: Perbedaan Najis dalam Islam: Ringan, Sedang, dan Berat

Perbedaan Cara Menyucikan Najis ‘Ainiyah dan Najis Hukmiyah

Secara umum, ilmu fikih membagi kondisi kotoran menjadi dua kategori. Anda harus menyesuaikan cara membersihkan najis di lantai dengan jenis najis tersebut. Lebih lengkapnya dapat anda baca di laman fiqih.co.id.

  • Najis ‘Ainiyah (Terlihat Wujudnya)

Najis ini merupakan kotoran yang masih memiliki wujud, warna, rasa, atau bau yang jelas, seperti kotoran hewan atau darah. Untuk membersihkannya, Anda wajib membuang zat najisnya terlebih dahulu hingga bau, warna, dan rasanya hilang. Setelah area tersebut kering dan bersih, barulah Anda menyiramnya dengan air mengalir.

  • Najis Hukmiyah (Tidak Terlihat Wujudnya)

Najis ini adalah kotoran yang sudah mengering sehingga tidak lagi memiliki wujud fisik, bau, maupun rasa. Contohnya adalah bekas pampers bocor atau air kencing anak kecil di ubin yang sudah lama kering. Dalam hal ini, cara pembersihannya jauh lebih mudah dan praktis. Anda tidak perlu menggosok permukaan lantai karena zat fisiknya sudah hilang. Anda hanya perlu mengalirkan atau menyiramkan air suci sekali saja ke atas area yang terkena najis tersebut.

gambar orang membersihkan lantai ilustrasi cara membersihkan najis di lantai
Najis yang tampak harus dibersihkan dulu dari lantai hingga hilang warna, bau, dan rasanya sebelum digenangi air (foto: freepik.com)

Langkah Praktis Cara Membersihkan Najis di Lantai

Anda harus melakukan proses penyucian lantai secara berurutan agar status ubin kembali menjadi suci. Berikut adalah rangkuman langkahnya sesuai dengan tuntunan fikih thaharah:

  • Bersihkan Zat Najis Fisik

Angkat dan bersihkan zat kotoran menggunakan kain lap, tisu, atau serokan jika najis tersebut berjenis ‘ainiyah.

  • Keringkan Area Terlebih Dahulu

Lap kembali area bekas najis tersebut sampai kering agar air najis tidak meluas ke bagian lantai yang lain.

  • Alirkan Air Suci yang Menyucikan

Siramkan air bersih ke atas permukaan lantai yang terkena kotoran (baik untuk jenis ‘ainiyah yang sudah bersih maupun hukmiyah). Prinsip pentingnya adalah air harus datang menyiram najis, bukan najis yang mendatangi wadah air.

  • Keringkan Lantai Secara Sempurna

Terakhir, Anda bisa menyeka sisa air siraman tersebut dengan kain pel yang bersih hingga kering. Setelah proses ini selesai, lantai rumah Anda sudah kembali suci dan bisa menjadi tempat salat.

Baca juga: Batasan Aurat Wanita dengan Sesama Muslimah dan Non-Muslim

Menerapkan cara membersihkan najis di lantai secara benar akan memberikan rasa tenang saat beribadah. Memahami perbedaan penanganan antara najis yang terlihat dan tidak terlihat membuat aktivitas bersih-bersih menjadi lebih efisien. Semoga ulasan fikih praktis ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi kebersihan tempat tinggal Anda sekeluarga. Selamat menjaga kesucian rumah dan semoga Allah SWT selalu menerima amal ibadah kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *