Menjaga kesucian tempat tidur merupakan hal yang sangat penting bagi setiap keluarga muslim. Kasur sering kali menjadi sasaran empuk terkena ompol anak kecil ataupun kotoran hewan peliharaan. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui bagaimana cara membersihkan najis di kasur secara tepat dan benar. Pemahaman thaharah yang baik akan memastikan kamar tidur Anda tetap suci sehingga sah untuk tempat mendirikan salat.
Banyak orang merasa bingung karena kasur memiliki ukuran yang besar dan tidak mungkin untuk Anda masukkan ke dalam mesin cuci. Akibatnya, sebagian orang hanya menyemprotkan parfum tanpa menghilangkan zat kotorannya terlebih dahulu.
Langkah Menyucikan Tempat Tidur dari Najis Sedang (Mutawassithah)
Air kencing, tinja, dan darah masuk ke dalam kategori kotoran sedang yang wajib Anda hilangkan wujud serta aromanya. Najis mutawassithah hanya perlu menghilangkan zat najisnya sebelum disucikan dengan air. Berikut adalah urutan cara membersihkan najis di kasur yang sah menurut hukum fiqh sebagaimana dilansir dari NU Online.
-
Melokalisir dan Menyerap Zat Cair Terlebih Dahulu
Jika ompol masih basah, segera serap cairan tersebut menggunakan kain kering, kanebo, atau tisu tebal. Tekan-tekan area yang basah agar cairan di dalam busa kasur terangkat dan tidak melebar ke bagian lain.
-
Menghilangkan Tiga Parameter Utama Kotoran
Pastikan Anda memeriksa bahwa warna, bau, dan rasa dari kotoran tersebut sudah hilang secara kasatmata. Anda bisa menggosok area tersebut menggunakan lap setengah basah hingga sisa noda tidak lagi terlihat.

-
Mengalirkan Air Suci ke Atas Area Noda
Langkah ini merupakan inti dari proses penyucian dalam hukum Islam. Tuangkan air suci dan menyucikan secukupnya tepat di atas bekas noda yang telah bersih dari zat fisiknya. Selanjutnya, Anda tidak perlu menyiram kasur hingga basah kuyup ke bagian dalamnya.
-
Menyerap Sisa Air Siraman dan Mengeringkannya
Serap kembali sisa air siraman tadi menggunakan handuk kering agar kasur tidak menjadi lembap dan berjamur. Setelah itu, Anda bisa mengeringkan tempat tidur dengan bantuan kipas angin, hair dryer, atau menjemurnya di bawah terik matahari.
Baca juga: Apa Saja yang Termasuk Najis Menurut Hukum Fiqh Islam?
Perbedaan Status Kasur yang Sudah Suci Menurut Fikih
Namun, Anda perlu memahami perbedaan antara noda yang masih berwujud (‘ainiyah) dengan noda yang sudah kering (hukmiyah). Jika ompol sudah lama kering dan tidak meninggalkan bau atau warna, Anda cukup menyiramkan air sekali di atas area tersebut.
Dalam hal ini, jika setelah proses pembasuhan ternyata warna atau bau membandel masih sedikit tersisa, hukumnya dimaafkan dalam syariat. Hal yang paling utama adalah Anda sudah melakukan upaya pembersihan secara maksimal dan mengalirkan air di atasnya.
Mempraktikkan cara membersihkan najis di kasur akan menjaga kebersihan keluarga Anda saat hendak beribadah. Kamar tidur yang suci juga akan memberikan rasa tenang dan kenyamanan yang maksimal saat Anda beristirahat. Semoga ulasan fikih praktis harian ini dapat menambah wawasan keagamaan Anda bersama keluarga di rumah. Selamat menjaga kesucian tempat tinggal dan mari kita terapkan gaya hidup bersih setiap hari!




