Adab Minum dalam Islam yang Perlu Diketahui

Adab Minum dalam Islam yang Perlu Diketahui

Adab minum dalam Islam mengajarkan seorang Muslim untuk memperhatikan cara menikmati minuman sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Minum bukan sekadar memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah ketika seseorang melakukannya dengan niat yang baik dan mengikuti sunnah. Karena itu, seorang Muslim perlu mengetahui adab yang berkaitan dengan aktivitas sederhana ini.

Islam mengatur berbagai kebiasaan sehari-hari, termasuk ketika seseorang makan dan minum. Dengan mengikuti adab tersebut, seorang Muslim dapat membiasakan diri melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, kebiasaan baik sejak kecil dapat membantu anak dan remaja membangun karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.

1. Membaca Basmalah Sebelum Minum

Adab minum dalam Islam yang pertama adalah mengingat Allah sebelum minum. Seorang Muslim dianjurkan membaca bismillah sebelum menikmati minuman. Dengan begitu, ia menyadari bahwa minuman yang berada di hadapannya merupakan nikmat yang Allah berikan. Umar bin Abi Salamah raḍiyallahu ‘anhu berkata,

“Sewaktu kecil aku berada dalam asuhan Rasulullah ﷺ. Pernah tanganku ke sana ke mari (saat mengambil makanan) di nampan, lalu Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, ‘Nak, ucapkanlah bismillāh, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu!’ Maka hal itu senantiasa menjadi cara makanku setelah itu.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan adab makan secara umum yang dapat diterapkan dalam minum. Oleh sebab itu, membiasakan membaca bismillah sebelum minum menjadi kebiasaan sederhana yang baik untuk diajarkan kepada anak.

2. Menggunakan Tangan Kanan

Selanjutnya, seorang Muslim dianjurkan menggunakan tangan kanan ketika minum. Kebiasaan tersebut termasuk bagian dari adab makan dan minum yang Rasulullah ﷺ ajarkan. Dalam hadits sebelumnya, Rasulullah memberikan anjuran kepada Umar bin Abi Salamah untuk menggunakan tangan kanan ketika hendak makan.

Menggunakan tangan kanan menunjukkan kebaikan dalam amalan tersebut. Rasulullah terbiasa melakukan kegiatan bersuci dan makan dengan tangan kanan. Sebaliknya, beliau menggunakan tangan kiri untuk membuang hal-hal kotor. Sebagai seorang Muslim, alangkah baiknya jika kita dapat meneladani cara hidup Rasulullah tersebut.

pria minum dengan tangan kiri contoh kesalahan adab minum dalam Islam
Minum dengan tangan kiri tidak dianjurkan menurut Rasulullah (foto: freepik.com)

3. Minum dalam Posisi Duduk

Adab minum dalam Islam yang juga banyak dikenal adalah minum sambil duduk. Rasulullah ﷺ dalam beberapa hadits menganjurkan umatnya untuk tidak minum sambil berdiri.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Rasulullah ﷺ melarang minum sambil berdiri.” (HR. Muslim)

Namun, terdapat pula riwayat bahwa Rasulullah ﷺ pernah minum sambil berdiri. Misalnya, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah minum sambil berdiri dan menjelaskan bahwa ia melihat Nabi ﷺ melakukan hal tersebut.

Karena itu, para ulama membahas persoalan ini dengan lebih rinci. Minum sambil duduk merupakan adab yang lebih utama, sedangkan minum sambil berdiri tidak otomatis berarti haram. Dengan demikian, seorang Muslim sebaiknya membiasakan minum sambil duduk apabila memungkinkan.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Makan Sambil Duduk?

4. Tidak Bernapas di Dalam Gelas

Islam juga mengajarkan etika ketika seseorang minum. Salah satunya adalah tidak bernapas atau meniupkan napas ke dalam wadah minuman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernapas di dalam wadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Larangan tersebut mengajarkan kebersihan dan kesopanan ketika minum. Jika seseorang ingin mengambil napas, ia dapat menjauhkan gelas atau wadah dari mulut terlebih dahulu. Dengan cara tersebut, ia tetap dapat minum dengan nyaman tanpa mengabaikan adab.

5. Minum Secukupnya

Selain mengikuti tata cara minum, seorang Muslim juga perlu menghindari sikap berlebihan. Allah Ta’ala berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Minum memang menjadi kebutuhan tubuh, tetapi seseorang tetap perlu memperhatikan jumlah dan kebutuhannya. Oleh karena itu, membiasakan diri minum secukupnya juga menjadi bagian dari gaya hidup seorang Muslim.

6. Tidak Mencela Minuman

Ketika seseorang tidak menyukai suatu minuman, ia sebaiknya tidak mencelanya. Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan tidak mencela makanan atau minuman.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengajarkan sikap menghargai makanan dan minuman yang tersedia. Dengan demikian, seseorang dapat memilih untuk tidak meminumnya tanpa harus mengucapkan perkataan yang merendahkan atau menyakiti orang yang menyediakannya.

7. Membaca Hamdalah Setelah Minum

Setelah menikmati minuman, seorang Muslim dianjurkan bersyukur kepada Allah. Salah satu bentuk syukur tersebut adalah membaca hamdalah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah benar-benar rida kepada seorang hamba yang makan suatu makanan kemudian memuji-Nya atas makanan tersebut, atau minum suatu minuman kemudian memuji-Nya atas minuman tersebut.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa minum dapat menjadi sarana memperoleh keridaan Allah. Caranya sederhana, yaitu menyadari nikmat tersebut dan memuji Allah setelah mendapatkannya. Karena itu, biasakan mengucapkan alhamdulillah setelah minum.

8. Mengajarkan Adab Minum kepada Anak

Adab minum dalam Islam sebaiknya tidak hanya dipelajari secara teori. Orang tua dapat mengajarkannya melalui kebiasaan sederhana di rumah. Misalnya, membiasakan anak membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, minum dengan tenang, serta mengucapkan hamdalah setelah selesai.

Selain itu, orang tua perlu memberikan contoh secara langsung. Anak cenderung lebih mudah mengikuti perilaku yang mereka lihat setiap hari. Dengan demikian, pembelajaran adab dapat berlangsung secara alami melalui keteladanan.

Kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan pesantren. Ketika anak terbiasa menjaga adab dalam aktivitas sehari-hari, nilai-nilai Islam tidak hanya mereka pahami sebagai teori, tetapi juga menjadi bagian dari karakter.

Kesimpulan

Adab minum dalam Islam menunjukkan bahwa ajaran Islam memperhatikan berbagai aktivitas manusia, termasuk kebiasaan yang terlihat sederhana. Seorang Muslim dapat memulainya dengan membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, membiasakan minum sambil duduk, tidak bernapas di dalam wadah, serta menghindari sikap berlebihan.

Setelah itu, jangan lupa mengucapkan hamdalah sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah. Lebih dari sekadar aturan, adab tersebut melatih seorang Muslim untuk selalu mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari. Dengan membiasakan adab sejak dini, anak dapat tumbuh dengan kebiasaan yang baik sekaligus mencerminkan akhlak seorang Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *