Santri Menjalani Tes Baca Kitab di Hari Kedua MATSABA

Santri Menjalani Tes Baca Kitab di Hari Kedua MATSABA

Al-Muanawiyah – MATSABA di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al-Muanawiyah memasuki hari kedua. Setelah hari pertama diisi dengan sosialisasi, hari kedua (Selasa, 16 Juli 2025) difokuskan pada tes baca kitab. Selanjutnya, santri baru mengikuti penguatan kemampuan dasar keilmuan, pengenalan budaya pesantren, serta penyaluran potensi dan bakat santri.

Masa Ta’aruf Santri Baru (MATSABA) merupakan agenda penting dalam tradisi pesantren yang berfungsi sebagai tahap awal pembentukan karakter santri. Kegiatan ini bukan sekadar orientasi, tetapi menjadi wadah pengenalan budaya pesantren, penanaman nilai adab, serta pemetaan kemampuan dasar para santri.

Seorang santri baru sedang menjalani tes baca kitab bersama asatidz PPTQ Al-Muanawiyah Jombang dalam kegiatan MATSABA.
Tes baca kitab santri baru dalam Matsaba PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Melalui MATSABA, para santri dipersiapkan agar lebih siap menghadapi proses belajar mengajar, mengenal lingkungan barunya, serta menemukan potensi yang dimiliki. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan perjalanan pendidikan di pesantren berjalan sesuai dengan visi: membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia.

Baca juga: Hari Terakhir MATSABA, Santri Baru Unjuk Karya di Pentas Seni

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan tes kemampuan baca tulisan pegon, tajwid, serta membaca kitab kuning. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai evaluasi awal untuk melihat kemampuan dasar para santri. Selain itu, hasil dari tes ini digunakan untuk pemetaan kebutuhan pembelajaran selanjutnya dan akan menjadi pijakan bagi asatidz dalam proses belajar mengajar ke depan.

Pelatihan Fiqh dan Persiapan Pentas Seni

Setelah itu, santri mengikuti materi fiqih seputar najis dan cara mensucikannya. Materi ini disampaikan secara interaktif. Para santri tidak hanya memahami hukum-hukum thaharah, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok.

Di sore hari, para santri juga diperkenalkan dengan Mars Pondok Al-Muanawiyah. Kegiatan ini tidak hanya melatih kekompakan dan semangat kebersamaan, tetapi juga menjadi simbol kecintaan mereka terhadap pondok tempat mereka menuntut ilmu.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua, malam harinya santri baru melaksanakan latihan persiapan pentas seni. Acara ini menjadi ajang ekspresi  untuk menunjukkan bakatnya, membangun rasa percaya diri, sekaligus mempererat keakraban antar sesama.

Dengan semangat dan partisipasi aktif dari seluruh santri, hari kedua masa orientasi berjalan dengan penuh antusias dan suasana positif. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter, sekaligus memperkuat nilai-nilai pendidikan pesantren yang holistik: menggabungkan ilmu, adab, dan akhlak mulia.

Doa Orangtua Anak Pondok Agar Menjadi Shalih Shalihah

Doa Orangtua Anak Pondok Agar Menjadi Shalih Shalihah

Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang shalih dan shalihah—anak yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan membawa keberkahan bagi keluarga. Bagi orang tua yang menitipkan anak di pondok pesantren tahfidz, harapan ini semakin besar: semoga anak tumbuh dengan akhlak mulia, hati yang terpaut pada Al-Qur’an, dan ilmu yang bermanfaat dunia akhirat.

Namun mendidik anak bukan tugas pesantren semata. Doa orangtua untuk anak di pondok adalah bagian penting yang tidak tergantikan. Di balik keberhasilan anak dalam menjaga hafalan, menuntut ilmu, dan beradaptasi dengan kehidupan pesantren, ada doa orang tua—dalam sunyi, dalam sujud, dalam harap yang tidak pernah putus.

Baca juga: Tips Murojaah Hafalan Al-Qur’an Ala Pesantren Tahfidz

Mengapa Doa Orangtua untuk Anak di Pondok Itu Begitu Penting?

Dalam Islam, doa orang tua memiliki kedudukan yang tinggi dan mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tiga doa yang dikabulkan tanpa keraguan padanya: doa orang tua untuk anak, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.”
(HR. Tirmidzi)

Doa orangtua anak pondok bukan hanya penguat semangat, tapi juga penjaga hati mereka dari kejauhan. Saat anak-anak menghadapi ujian, rasa rindu rumah, atau kesulitan memahami pelajaran, doa ayah dan ibu dari rumah adalah penopang utama yang tidak terlihat namun nyata terasa.

Ilustrasi kedua telapak tangan terangkat ke langit dengan latar siluet matahari, menggambarkan doa orangtua agar anak pondok menjadi shalih dan shalihah.
doa orangtua anak shalih shalihah

 

Contoh Doa dari Al-Qur’an untuk Anak yang Belajar di Pesantren

Berikut beberapa doa agar anak menjadi shalih dan shalihah yang bisa dibaca oleh orang tua setiap hari, terutama saat anak sedang mondok:

1. Doa Nabi Ibrahim agar dikaruniai anak shalih:
“Rabbi hab li minas shalihin.”
(Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku [anak] yang termasuk orang-orang shalih.)
(QS. As-Saffat: 100)

2. Doa agar anak dan keturunan senantiasa menegakkan shalat:
“Rabbi-j‘alni muqimas shalati wa min dzurriyyati, rabbana wa taqabbal du‘a.”
(Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat…)
(QS. Ibrahim: 40)

3. Doa agar anak diberikan ilmu dan pemahaman agama:
“Rabbi zidni ilma.”
(Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.)
(QS. Taha: 114)

Doa ini juga termasuk dalam doa sebelum belajar yang sering kita baca.

Doa-doa ini menjadi bekal spiritual orang tua yang menitipkan anaknya di pondok. Semakin rutin dibaca, semakin kuat hubungan batin antara orang tua dan anak, meskipun berjauhan.

Peran Orang Tua Tidak Berakhir Saat Anak Masuk Pesantren

Banyak yang mengira bahwa setelah anak masuk pesantren, semua tanggung jawab berpindah ke ustadz dan ustadzah. Padahal, peran doa orangtua anak pondok tetap menjadi tiang utama keberhasilan pendidikan. Justru di sinilah orang tua memasuki fase baru dalam mendidik: mendidik dengan keteladanan, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus.

Pesantren adalah ladang ilmu, tetapi doa dari rumah adalah cahaya yang menuntun langkah anak setiap hari. Doa yang penuh cinta, disertai ikhtiar dan kepercayaan, akan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam proses belajar mereka.

Baca juga: Keteladanan Cinta Mu’adz bin Jabal Kepada Al-Qur’an

Doa, Sedekah, dan Niat yang Tulus: Penyempurna Perjuangan

Anak-anak di pesantren tidak pernah benar-benar sendiri. Mereka dikelilingi oleh guru, pembina, dan teman yang membersamai dalam kebaikan. Namun lebih dari itu, mereka dibentengi oleh doa orang tua. Tambahkan juga dengan sedekah dan wakaf pondok tahfidz serta menyempurnakan amanah sebagai wali santri, seperti menjaga hubungan baik dengan guru dan memenuhi kewajiban secara tepat waktu. Semua itu menjadi bagian dari ikhtiar agar ilmu anak lebih berkah.

Jangan pernah remehkan doa orangtua untuk anak yang mondok di pesantren. Doa yang terus dipanjatkan menjadi sebab turunnya rahmat, terbukanya kemudahan hafalan, dan tumbuhnya akhlak mulia dalam diri anak. Ketika orang tua sungguh-sungguh mengiringi anak dengan doa, maka insya Allah, anak-anak itu akan tumbuh menjadi shalih dan shalihah, penerus amal jariyah bagi kedua orang tuanya. Karena di balik santri yang tangguh dan hafidzah yang istiqamah, selalu ada doa orang tua yang penuh cinta dan harap.

Masa Ta’aruf Santri Baru Diawali Praktik Shalat Berjamaah

Masa Ta’aruf Santri Baru Diawali Praktik Shalat Berjamaah

santri baru menunjukkan karya kartu identitas dalam kegiatan masa ta'aruf santri baru pondok pesantren tahfidz putri al muanawiyah jombang
Masa Ta’aruf Santri Baru Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Hari Pertama

Al- Muanawiyah— Puluhan santri baru tampak bersemangat mengikuti pembukaan Masa Ta’aruf Santri Baru atau MATSABA di Pondok Tahfidz Putri Al Muanawiyah Jombang, Senin pagi (15/7). Kegiatan ini menandai dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 sekaligus menjadi langkah awal perjalanan mereka dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.

Acara dibuka dengan  sambutan dari pengasuh pesantren, Ustadz A. Mu’ammar Sholahuddin. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga niat, kedisiplinan, serta kesungguhan sejak hari pertama.

“Mencari ilmu itu (dilakukan) sepanjang hayat. Nabi Muhammad hanya mewariskan kepada kita Al Qur’an dan Hadits, itu adalah warisan ilmu. Beliau tidak mewariskan negara, kerajaan, atau sebongkah emas.”

Beliau juga menegaskan kiat sukses menuntut ilmu yang disarikan dari Kitab Alala. Enam strategi tersebut adalah cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk guru, dan waktu yang lama. Sambutan tersebut menjadi motivasi pembuka bagi santri baru agar terus memompa semangatnya dalam menuntut ilmu, utamanya sebagai santri penghafal Al-Qur’an.

Baca juga: Santri Menjalani Tes Baca Kitab di Hari Kedua MATSABA

Adab Menjadi Pondasi di Hari Pertama MATSABA

Hari pertama masa ta’aruf santri baru diawali dengan kegiatan pengenalan profil pondok dan sosialisasi adab pesantren. Setelah itu, santri mendapatkan materi khusus tentang adab dan tata krama. Santri baru diajarkan bagaimana bersikap terhadap guru, sesama santri, maupun dalam menjaga adab harian seperti berpakaian, berbicara, dan bersikap. Materi ini menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter islami di lingkungan pesantren.

Sebagai penutup kegiatan hari ini, santri diberikan penjelasan mengenai praktik wudlu dan shalat berjamaah dengan bimbingan langsung dari para musyrifah. Tujuannya agar para santri terbiasa menjaga kesucian dan membangun kebiasaan ibadah yang tertib sejak awal.

Selama tiga hari ke depan, kegiatan masa ta’aruf santri baru akan terus berlanjut. Santri baru akan menerima materi pengenalan lingkungan pondok, penguatan adab, motivasi, dan pembentukan mental kemandirian. Inilah manfaat mondok yang unik dibandingkan sekolah biasa. Semua rangkaian dirancang agar santri baru siap menapaki perjalanan sebagai calon penghafal quran putri yang tangguh, disiplin, dan berakhlak Qurani.

Dengan dimulainya kegiatan ini, PPTQ Al Muanawiyah Jombang menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muslimah yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk umat. Semangat para santri baru menjadi harapan bagi keberlanjutan perjuangan mencetak hafidzah masa depan.

Tips Menghafal Al-Qur’an dengan Cepat dan Mudah

Tips Menghafal Al-Qur’an dengan Cepat dan Mudah

Menghafal Al-Qur’an adalah impian banyak Muslim. Selain mendatangkan pahala besar, menjadi hafidz atau hafidzah juga membawa ketenangan hati dan kemuliaan hidup. Namun, tidak sedikit yang merasa kesulitan. Padahal, cara menghafal Al-Qur’an dengan cepat dan mudah bisa dilakukan siapa saja jika dibarengi dengan niat yang ikhlas, strategi yang tepat, serta lingkungan yang mendukung. Terutama bagi santriwati di pesantren tahfidz, memahami metode hafalan Al-Qur’an yang efektif sangat penting agar hafalan tidak hanya cepat masuk, tapi juga kuat dan tahan lama.

 

Berikut ini adalah 9 tips menghafal Al-Qur’an yang telah terbukti membantu banyak santri dalam menjaga hafalan secara konsisten dan benar.

1. Niat yang Ikhlas karena Allah

Langkah pertama dan paling utama dalam menghafal Al-Qur’an adalah memperbaiki niat. Pastikan niat hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji, dikejar target dunia, atau karena tekanan dari orang lain. Niat yang benar akan menjadi bahan bakar semangat dan menjaga ketulusan dalam setiap proses hafalan.

2. Tentukan Target Hafalan Harian

Tentukan target harian yang realistis sesuai kemampuan, misalnya 1 ayat, setengah halaman, atau 1 halaman per hari. Yang terpenting adalah istiqomah, karena konsistensi lebih berharga daripada kuantitas yang besar tapi tidak teratur.

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari)

3. Manfaatkan Waktu Pagi untuk Hafalan

Salah satu strategi cepat dan mudah menghafal Al-Qur’an adalah setelah shalat Subuh. Di pagi hari, pikiran masih jernih dan suasana sekitar tenang, sehingga proses menghafal bisa lebih cepat dan mudah. Banyak hafidz dan hafidzah berhasil karena mereka konsisten memanfaatkan waktu pagi secara maksimal.

Beberapa santri PPTQ Al Muanawiyah sedang setor hafalan Al-Qur’an kepada ustadz, suasana khusyuk yang menggambarkan semangat dalam menghafal Al-Qur’an cepat dan mudah.
Tips menghafal al quran cepat dan mudah

 

4. Gunakan Metode 5x Ulang

Teknik ini sangat cocok untuk pemula maupun santri tingkat lanjut. Caranya sederhana: baca satu ayat sebanyak 5–10 kali dengan tartil, kemudian tutup mushaf dan coba hafalkan tanpa melihat. Ulangi proses ini sampai hafal benar, baru lanjut ke ayat berikutnya. Dengan cara ini, hafalan menjadi lebih mudah tertanam dalam ingatan, terutama jika dilakukan secara konsisten setiap hari. Metode pengulangan ini juga cocok diterapkan dalam tips menghafal Al-Qur’an untuk pemula di rumah maupun di pondok pesantren.

5. Gunakan Mushaf Hafalan yang Konsisten

Cara mudah lainnya untuk menghafal Al-Qur’an adalah menggunakan satu jenis mushaf hafalan secara konsisten agar terbentuk. Banyak santri berhasil menghafal lebih cepat karena otaknya terbiasa dengan posisi dan bentuk ayat dalam halaman yang sama. Mushaf Madinah sangat direkomendasikan karena penempatannya rapi dan berstandar internasional.

Baca juga: Meneladani Cara Sahabat Nabi Menghafal Al-Qur’an

6. Jadwalkan Muraja’ah Setiap Hari

Muraja’ah atau mengulang hafalan lama adalah kunci utama dalam menjaga hafalan agar tidak hilang. Buat jadwal rutin untuk muraja’ah, dengan proporsi ideal:
– 30% untuk hafalan baru
 – 70% untuk muraja’ah hafalan lama
Tanpa muraja’ah yang rutin, hafalan akan cepat lupa meskipun sudah pernah dikuasai.

7. Dengarkan Murottal dari Qari Favorit

Mendengarkan murottal dari qari seperti Mishary Rashid Al-Afasy, Al-Minshawi, atau Al-Husary dapat memperkuat hafalan dari sisi pendengaran. Ini membantu pengucapan yang benar, memperbaiki tajwid, dan menambah semangat dalam menghafal.

8. Tulis Ulang Hafalan di Kertas

Menulis ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah dihafal bisa memperkuat daya ingat serta melatih kepekaan terhadap detail ayat. Metode ini sangat cocok bagi tipe santri yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik.

9. Setorkan Hafalan secara Rutin

Setorkan hafalan kepada ustadzah, guru tahfidz, atau teman satu halaqah. Koreksi dari orang lain sangat penting untuk memastikan hafalan benar, tajwid sesuai, dan bacaan tidak keliru. Minimal lakukan setoran hafalan seminggu sekali, atau lebih sering jika memungkinkan.

Menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan  yang indah dan penuh keberkahan. Dengan menerapkan cara menghafal Al-Qur’an dengan cepat dan mudah, serta didukung oleh lingkungan yang kondusif, insya Allah setiap orang bisa menjadi hafidzah yang kuat hafalannya dan berakhlak Qur’ani.

Jika Anda sedang mencari tempat terbaik untuk anak putri Anda menghafal Al-Qur’an dengan bimbingan profesional dan sistem terstruktur, pondok pesantren tahfidz putri terbaik di Jombang adalah pilihan yang tepat. Di sana, para santri tidak hanya fokus menghafal, tetapi juga dibimbing dalam adab, akhlak, dan ilmu agama lainnya. Lingkungan yang kondusif, guru yang berpengalaman, dan program tahfidz yang intensif menjadi keunggulan utama.

Selamat Datang Santri Baru di PPTQ Al-Muanawiyah Jombang

Selamat Datang Santri Baru di PPTQ Al-Muanawiyah Jombang

Ucapan selamat datang kepada santri baru dari pengasuh PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk menuntut ilmu dalam ridha-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umat beliau hingga akhir zaman.

Dengan hati yang penuh rasa syukur, kami mengucapkan selamat datang kepada santri baru Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah Jombang. Selamat melangkah ke rumah kedua yang insya Allah dipenuhi keberkahan, cinta Al-Qur’an, dan semangat belajar yang tak pernah padam.

Rumah Kedua untuk Tumbuh Bersama Al-Qur’an

Pondok ini berdiri dengan semangat untuk membentuk pribadi muslimah yang kaffah — cerdas dalam berpikir, santun dalam bersikap, kuat dalam ibadah, dan tulus dalam beramal. Setiap santri baru diharapkan tumbuh menjadi hafidzah yang bukan hanya mutqin hafalannya, tetapi juga kokoh adabnya.

adab pesantren adab belajar adab menuntut ilmu. santri pondok pesantren tahfiz putri Jombang sedang mengaji kitab kuning
Potret adab pesantren saat santriwati PPTQ Al Muanawiyah Jombang sedang mengikuti kajian kitab kuning

Di sini, kalian akan dibimbing melalui metode tahfidz yang sistematis, muroja’ah berkala, evaluasi hafalan mingguan, serta penguatan spiritual lewat qiyamullail dan dzikir harian. Semua program itu dirancang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus melatih kedisiplinan dan keteguhan hati.

Suasana Penuh Kasih dan Kedisiplinan

Selamat datang di lingkungan yang religius, hangat, dan penuh kasih sayang. Kalian akan belajar, beribadah, dan hidup bersama teman-teman dari berbagai daerah yang memiliki satu cita-cita — menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia. Jika rindu rumah, pandanglah Al-Qur’an; di dalamnya ada ketenangan yang menyejukkan hati.

Di pondok ini, setiap pagi dimulai dengan salam dan senyum, setiap malam diakhiri dengan doa dan muroja’ah. Di sela-sela hafalan, ada tawa, cerita, dan persaudaraan yang akan kalian kenang selamanya.

Mari Melangkah dengan Ikhlas

Untuk seluruh santri baru, selamat memulai perjalanan indah ini. Jadikan setiap ayat yang dihafal sebagai cahaya dalam langkah kalian. Semoga Allah menjadikan Al-Muanawiyah tempat tumbuhnya hafidzah yang unggul dalam hafalan, beradab, dan berakhlak Qurani. Perjuangan kalian tidak akan sia-sia. Setiap usaha belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah amalan terbaik dan insyaAllah akan mendapatkan keberkahan dan pahala yang terbaik pula.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ustadz A. Mu’ammar Sholahuddin, S.Pd., M.Pd.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah Jombang

Forum Kerjasama PPTQ Al Muanawiyah dengan UIN Sunan Ampel

Forum Kerjasama PPTQ Al Muanawiyah dengan UIN Sunan Ampel

Alhamdulillah, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Muanawiyah Jombang terus berupaya memperluas manfaat pendidikan dan dakwah. Baru-baru ini, kerjasama PPTQ Al Muanawiyah terjalin dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), sebagai bentuk sinergi antara pendidikan pesantren dan kampus.

gambar beberapa orang sedang melakukan meeting online business proposal
Meeting online kerjasama PPTQ Al Muanawiyah dengan UIN Sunan Ampel

Kerja sama ini memiliki sejarah yang kuat. Pendiri PPTQ Al-Muanawiyah, Ustadz Muammar Sholahuddin, merupakan alumni UIN Sunan Ampel dan telah dua kali diundang untuk memberi inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa, khususnya di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Hubungan baik ini diteruskan oleh adik tingkat beliau yang kini sedang menempuh semester dua di jurusan yang sama.

Dalam program ini, mahasiswa PBI yang mengambil mata kuliah Business English di bawah bimbingan Dr. Siti Asmiyah, M.TESOL dan Dr. Sigit Pramon Jati, Ph.D diberi tugas membuat media promosi atau company profile bagi lembaga dan bisnis mitra. PPTQ Al-Muanawiyah menjadi salah satu lembaga yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan ini, sehingga para mahasiswa dapat langsung mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di kampus.

Baca juga: Hikmah Surat Al Zalzalah tentang Berhati-Hati dalam Beramal

Bentuk Kerjasama PPTQ Al Muanawiyah dengan UINSA

Proses kerja sama telah melalui tiga tahap wawancara daring:

  1. Perkenalan dan wawancara awal,

  2. Wawancara lanjutan (deep interview), dan

  3. Paparan hasil konsep company profile.

Ustadz Muammar menyambut positif program ini. “Kerjasama PPTQ Al Muanawiyah ini sangat bermanfaat. Pihak pesantren tersupport oleh mahasiswa, dan mahasiswa mendapat pengalaman praktik nyata dari ilmu yang mereka pelajari,” ujarnya.

PPTQ Al-Muanawiyah, yang berdiri sejak 2020, kini membina lebih dari 80 santri penghafal Al-Qur’an, dengan beberapa telah khatam 30 juz. Meski baru, pondok tahfidz putri ini dikenal unggul dalam manajemen santri dan pelaporan hafalan kepada orang tua. Tahun ini, sekitar 30 santri baru telah bergabung, dengan kuota dibatasi menyesuaikan fasilitas yang tersedia.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang program dan kegiatan PPTQ Al-Muanawiyah Jombang?
Silakan hubungi WhatsApp 0856-4575-4384 atau kunjungi media sosial resmi kami untuk pendaftaran santri baru dan informasi program lainnya.

 

Sedekah Anak Yatim Bukti Dukungan untuk Pecinta Al-Qur’an

Sedekah Anak Yatim Bukti Dukungan untuk Pecinta Al-Qur’an

Al MuanawiyahSahabat, tahukah kamu bahwa sedekah anak yatim adalah amalan yang sangat dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Menyantuni mereka bukan sekadar memberi harta, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang dan menebarkan cahaya iman di hati generasi penerus umat.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
(QS. Al-Ma’un [107]: 1–3)

Ayat ini menjadi peringatan agar kita tidak menutup mata terhadap anak yatim. Sebaliknya, Allah menjanjikan kemuliaan bagi siapa pun yang peduli dan memuliakan mereka. Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga,”
sambil beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.
(HR. Bukhari)

Betapa dekat kedudukan penyantun anak yatim dengan Rasulullah ﷺ di surga kelak. Terlebih lagi, jika anak yatim yang kita bantu adalah penghafal Al-Qur’an. Setiap huruf yang mereka baca, setiap ayat yang mereka hafal, menjadi pahala yang terus mengalir bagi siapa saja yang membantu perjuangan mereka.

gambar poster sedekah untuk yatim penghafal Al-Qur'an
Mari bersedekah untuk yatim penghafal Al-Qur’an

Bayangkan, dari sedekah anak yatim yang kamu berikan, lahir hafidz dan hafidzah yang menjaga kalam Allah di dalam dada. Mereka tumbuh dengan semangat, belajar dengan hati yang tenang, dan kelak menjadi penerang umat. Setiap doa mereka adalah keberkahan bagi para dermawan yang telah berbagi.

Baca juga:  5 Alasan Kenapa Kita Harus Menghafal Al-Qur’an

Mari kita berlomba dalam kebaikan. Sedekahmu mungkin kecil di mata manusia, tapi besar di sisi Allah. Ringankan beban mereka, bahagiakan hatinya, dan biarkan Allah mengganti dengan rezeki yang berlipat ganda.

“Apa saja harta yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.”
(QS. Saba’ [34]: 39)

Sahabat, inilah waktunya berbagi dengan tulus. Mari kita dukung anak yatim penghafal Al-Qur’an agar terus berjuang menjaga cahaya wahyu di bumi Allah. Salurkan sedekah terbaik Anda di Wakaf Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang. Selain memberikan bantuan, dukungan Anda sangat berarti bagi perjuangan mereka.

Semarak Hari Pendidikan Nasional 2025 di Al Muanawiyah

Semarak Hari Pendidikan Nasional 2025 di Al Muanawiyah

Al MuanawiyahHari Pendidikan Nasional 2025 menjadi momentum yang sangat berarti bagi seluruh civitas akademika SMP-SMA Qur’an Al-Muanawiyah Jombang. Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pembinaan akhlak dan kecerdasan intelektual, peringatan Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Tetapi juga sebagai ajang refleksi terhadap kontribusi lembaga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga: 5 Pahlawan Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri ditetapkan setiap tanggal 2 Mei. Bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Sosok Ki Hajar dikenal dengan semboyannya yang legendaris: “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Artinya “di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.” Nilai-nilai inilah yang terus menginspirasi dunia pendidikan Indonesia hingga kini.

Rangkaian Kegiatan Hari Pendidikan Nasional 2025

Dengan semangat tersebut, SMP-SMA Qur’an Al-Muanawiyah Jombang mengusung tema “Pendidikan Qur’ani untuk Generasi Mandiri dan Berakhlak.” Seluruh guru dan santri diajak untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam proses belajar mengajar.

gambar foto bersama siswa SMP dan SMA Qur'an Al Muanawiyah Jombang
Potret keceriaan siswa dan guru dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025

Rangkaian kegiatan Hardiknas tahun ini meliputi upacara bendera, lomba pidato bertema pendidikan, serta pameran karya santri yang menampilkan hafalan Al-Qur’an, tulisan inspiratif, dan hasil kreativitas lainnya. Melalui kegiatan tersebut, para santri tidak hanya mengasah kemampuan intelektual. Tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, dan semangat berkontribusi bagi masyarakat. Suasana kebersamaan dan semangat belajar pun terasa di setiap acara, mencerminkan visi sekolah sebagai pusat pendidikan yang seimbang antara ilmu dan akhlak.

Baca juga: Sejarah Dewi Sartika, Perintis Pendidikan Perempuan

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional 2025, SMP-SMA Qur’an Al-Muanawiyah Jombang menegaskan kembali komitmennya untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Bagi Al-Muanawiyah, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Lebih dari itu, proses membentuk insan yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi umat. Semoga semangat Hardiknas ini terus menginspirasi santri untuk menjadi pemimpin masa depan yang membawa cahaya kebaikan bagi bangsa dan agama.

Mari semarakkan peringatan hari nasional ini dengan meneladani semangat para pejuang pendidikan di Indonesia.

Membangun Soft Skill Para Santri Al-Muanawiyah Pesantren Tahfidz Putri Jombang

Membangun soft skill para santri merupakan aspek penting dalam pendidikan pesantren yang bertujuan membentuk pribadi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan interpersonal yang kuat. Soft skill seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan, dan manajemen waktu perlu ditanamkan sejak dini agar santri mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di masyarakat. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, diskusi kelompok, pelatihan kepemimpinan, dan praktik organisasi di lingkungan pesantren, para santri dilatih untuk mengasah kemampuan ini secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan soft skill juga akan mendukung keberhasilan santri di masa depan, baik dalam dunia kerja, pendidikan lanjutan, maupun peran sosial kemasyarakatan. Santri yang memiliki kepercayaan diri, etika kerja yang baik, serta kemampuan berpikir kritis akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, integrasi antara pembinaan karakter dan pengembangan soft skill harus menjadi bagian dari kurikulum pesantren secara berkelanjutan, agar santri tidak hanya menjadi pribadi yang saleh, tetapi juga kompeten dan berdaya saing tinggi.

Dalam seminar workshop ini di isi oleh pemateri yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan terlebih pesantren yaitu Ustadzah Uswatul Hayati, M. Pd I, beliau memberikan banyak pengealaman terkait pengembangan soft skill yang diberikan kepada santri.

Pesantren Tahfidzul Quran Al-Muanawiyah, pesantren yang berfokus dalam pendidikan dan pembinaan menjadi penghafal Al-Qur’an ini juga ingin terus mendidik para santrinya menjadi penghafal Qur’an yang mutqin dan juga bagus dalam pengembangan soft skill setiap pribadi santri nya.

Menurut A.Mu’ammar Sholahuddin, S. Pd, M. Pd beliau menambahkan bahwa pondok adalah tempat terbaik dalam pengembangan soft skill, kita bisa menjadi kuat dalam tatanan organisasi ini juga karena pendidikan dipesantren dulu saat mondok, karakter kuat karena memang dilatih dalam tatatanan organisasi, begitu juga di Al-Muanawiyah, santri harus kuat organisasinya sebagai penguatan karakter skill santri tersebut.

Info Pendaftaran Pondok Pesantren Tahfidz Al-Muanawiyah Jombang

Bagi para sanriwati baru Pondok Pesantren Jombang Khususnya Pondok Pesantren Putri Jombang, sebaiknya ibu bapak atau calon santri cek terlebih dahulu terkait pembiayaan dan bagaimana cara daftar di Pondok Pesantren Tersebut.

Pondok Pesantren akan memberi penjelasan terkait bagaimana cara pendaftaran, mungkin bisa daftar secara Online atau daftar secara Ofline, maka Pondok Pesantren Tahfidz Terbaik Jombang ini memberikan cara dan bagaimana cara daftarnya

  1. Pertama bisa buka website almuanawiyah.com
  2. lau klik program yang di inginkan, maka akan disuruh mengisi link yang sudah di sediakan di alamat tersebut
  3. jika bapak ibu memilih daftar di SMPQ Al-Muanawiyah maka akan di berikan biayanya, biaya sekitar 7,7 juta untuk biaya awal atau pangkal, setelah itu tidak ada biaya besar lagi
  4. kemudian akan di jelaskan juga terkait SPP, SPP biasanya biayanya kurang lebih 650.000 perbulan sudah biaya makan 3x, sudah sekolah dan sudah pondok.
  5. setelah itu biasanya disuruh untuk mengirim data ibu bapak terkait NISN siswi, Ijazah Siswi, KK ibu bapak, KTP ibu bapak dan Akte kelahiran ibu bapak.
  6. setelah itu bisa konfirmasi ke whatsap admin 085645754384

Itulah cara bagaimana daftar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah Jombang Pesantren Tahfidz Terbaik putri di Jombang.