Suku Quraisy memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah Islam. Allah SWT bahkan mengabadikan nama suku ini menjadi salah satu judul surah dalam Al-Qur’an. Melalui keutamaan kaum Quraisy yang tercermin dalam surat Al Quraisy, kita dapat mengambil pelajaran tentang bagaimana Allah menjamin urusan duniawi bagi hamba yang Dia pilih untuk menjaga agama-Nya.
Lantas, apa saja kemuliaan yang Allah berikan kepada suku ini? Berikut adalah penjelasan mendalam berdasarkan tafsir para ulama dan dalil hadits Nabi.
Dalil Hadits Tentang Keistimewaan Suku Quraisy
Sebelum membedah tafsirnya, kita perlu merujuk pada sebuah perkataan Imam Baihaqi dalam kitab Al-Khilafiyat yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir
“Allah mengutamakan kaum Quraisy dengan tujuh perkara: Bahwa Aku (Muhammad) berasal dari mereka, kenabian ada pada mereka, pengurus Ka’bah (Hijabah) ada pada mereka, pelayanan air minum (Siqayah) ada pada mereka, Allah menolong mereka atas Pasukan Gajah, mereka menyembah Allah selama sepuluh tahun di mana tidak ada yang menyembah-Nya selain mereka, dan Allah menurunkan satu surat dari Al-Quran tentang mereka, kemudian Rasulullah membacakan Surat Al-Quraisy” (Imam Ibnu Katsir)
Oleh karena itu, keberadaan surat ini sendiri merupakan bukti nyata dari keunggulan kaum Quraisy di mata Allah SWT. Hadits ini menegaskan bahwa perhatian Allah terhadap stabilitas dan keamanan mereka adalah bentuk pengistimewaan yang tidak didapatkan oleh suku lain pada masa itu.
Baca juga: Cara Ikhlas dalam Kehidupan Menurut Al-Qur’an dan Hadits
Suku yang Mendapatkan Jaminan Keamanan Ekonomi
Dalam tafsir surat Al Quraisy, Allah menyebutkan kebiasaan perjalanan dagang mereka pada musim dingin dan musim panas. Oleh sebab itu, salah satu keutamaan kaum Quraisy yang paling menonjol adalah stabilitas ekonomi yang luar biasa. Allah memberikan kemudahan bagi mereka untuk berniaga ke Yaman dan Syam tanpa adanya gangguan.

Selain itu, bangsa Arab lainnya sangat menghormati suku Quraisy karena posisi mereka sebagai penjaga Ka’bah. Sebagai hasilnya, mereka tidak perlu khawatir akan serangan perampok di tengah padang pasir. Allah menjamin keamanan mereka agar mereka dapat fokus menjalankan peran mulia di tanah suci Mekkah.
Perintah Tauhid Sebagai Bentuk Syukur
Berdasarkan tafsir surat Al Quraisy ayat ketiga, Allah memerintahkan mereka untuk menyembah “Tuhan Pemilik Rumah Ini” (Ka’bah). Namun, keistimewaan ini bukanlah untuk kesombongan. Sebaliknya, kemuliaan yang mereka miliki seharusnya berbanding lurus dengan tingkat ketakwaan mereka.
Melalui keutamaan kaum Quraisy, Allah mengajarkan kepada kita semua bahwa fasilitas duniawi yang mapan bertujuan agar manusia lebih khusyuk dalam beribadah. Oleh karena itu, sangat tidak pantas jika kelimpahan rezeki justru membuat seseorang menjauh dari aturan agama.
Baca juga: Hikmah Surat Al Quraisy Tentang Rasa Syukur dan Keamanan
Dua Nikmat Utama: Pangan dan Ketenangan Batin
Pada bagian akhir surah, Allah merangkum keutamaan kaum Quraisy dalam dua hal: kecukupan makanan dan pembebasan dari rasa takut. Meskipun demikian, banyak mufasir menjelaskan bahwa dua nikmat ini adalah prasyarat utama untuk membangun peradaban yang mulia. Jadi, rasa aman dan ketersediaan pangan adalah modal utama untuk menjalankan ketaatan kepada Allah secara maksimal.



















