Shalat witir merupakan amalan penutup yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam ajaran Islam. Banyak umat muslim sering bertanya mengenai waktu terbaik untuk menunaikan ibadah penutup malam ini. Rasulullah SAW memberikan bimbingan yang sangat fleksibel bagi umatnya dalam menjalankan ibadah ini. Salah satu cara yang beliau ajarkan adalah dengan menunaikan shalat witir sebelum kita beranjak tidur. Oleh karena itu, kita perlu memahami kondisi dan aturan dalam melaksanakannya. Memahami shalat witir sebelum tidur akan membantu kita menjaga kontinuitas ibadah malam dengan tenang.
Wasiat Rasulullah SAW Kepada Sahabat Abu Hurairah RA
Pertama, anjuran ini bersumber dari hadits shahih riwayat Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Abu Hurairah menyampaikan bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat penting kepadanya untuk dijalankan secara rutin. Wasiat tersebut meliputi puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan mengerjakan witir sebelum tidur.
Abu Hurairah berkata,
أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ
“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981).
Hadits ini membuktikan bahwa menunaikan witir di awal malam memiliki landasan dalil yang shahih. Dengan demikian, mengamalkan petunjuk ini menjadi bentuk pengamalan sunnah yang sangat utama.
Baca juga: Cara Membiasakan Qiyamul Lail Agar Lebih Mudah
Selanjutnya, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Syarh ‘Umdatil Ahkam, menjelaskan dua kondisi dianjurkannya witir sebelum tidur. Kondisi pertama terjadi ketika seseorang merasa khawatir tidak mampu terbangun di akhir malam. Kondisi kedua terjadi saat melaksanakannya setelah shalat tarawih pada bulan Ramadhan bersama imam. Mengikuti shalat witir bersama imam di awal malam merupakan amalan yang lebih afdhal untuk dilakukan. Oleh sebab itu, pengerjaan witir di awal malam menjadi solusi tepat agar kita tidak kehilangan amalan penutup.

Ketentuan Shalat Witir Sebelum Tidur
Tidak berhenti di situ, seseorang mungkin terbangun di akhir malam setelah mengerjakan witir sebelum tidur. Syaikh As Sa’di menegaskan bahwa orang tersebut tetap boleh melaksanakan shalat sunnah lagi di akhir malam. Namun, ia tidak perlu mengulang shalat witir yang telah ia kerjakan sebelumnya. Rasulullah SAW secara tegas bersabda bahwa tidak ada dua kali shalat witir dalam satu malam. Hasilnya, aturan ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk terus menambah pahala shalat malam.
Baca juga: Kandungan Surat Asy Syams dan Identitas Singkatnya
Kesimpulannya, amalan shalat witir sebelum tidur merupakan bentuk kasih sayang Islam bagi orang yang khawatir terlewat bangun malam. Kita dapat memilih waktu awal malam sesuai dengan kondisi dan tingkat kekhawatiran diri sendiri. Mari kita rutinkan amalan penutup ini agar setiap malam kita terhitung menjalankan sunnah Nabi. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kemudahan untuk istiqamah dalam beribadah.




