Al Muanawiyah Bersholawat dalam Rangka Perayaan Maulid Nabi 1448 Hijriyah

Al Muanawiyah Bersholawat dalam Rangka Perayaan Maulid Nabi 1448 Hijriyah

Al Muanawiyah bersholawat dalam rangka perayaan Maulid Nabi 1448 Hijriyah pada Ahad malam, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di halaman SMPQ-MAQ Al Muanawiyah mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Acara menghadirkan Gus Roqi (Isyroqi Nur Muhammad) dan grup banjari Firqotul Musthofa untuk melantunkan shalawat bersama para santri dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyemarakkan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat hubungan pesantren dengan warga sekitar. Para asatidz Al Muanawiyah turut menghadiri acara tersebut. Kehadiran masyarakat dan dukungan para donatur juga menambah semarak perayaan Maulid Nabi tahun ini.

Al Muanawiyah Bersholawat Hadirkan Suasana Meriah dan Syahdu

Lantunan shalawat yang diiringi tabuhan banjari menciptakan suasana meriah sekaligus syahdu. Gus Roqi dan grup banjari Firqotul Musthofa mengajak hadirin menghidupkan malam Maulid dengan pujian kepada Rasulullah SAW. Pembukaan acara dihadirkan dengan lantunan shalawat merdu dari grup banjari Al Muanawiyah. Grup yang turut meramaikan gelaran Ceweng Bershalawat oleh Seribu Rebana pekan lalu ini, kembali memeriahkan acara Al Muanawiyah bersholawat.

Para santri, asatidz, dan warga sekitar mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa perayaan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda internal pesantren, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.

Dukungan para donatur turut melengkapi pelaksanaan kegiatan. Mereka menyumbangkan paket makanan untuk seluruh hadirin. Kontribusi tersebut membantu menyukseskan acara sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren.

gambar grup banjari dalam acara Al Muanawiyah bersholawat
Al Muanawiyah bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi 1448 Hijriyah

Santri Antusias Mempersiapkan Acara Sejak Pagi

Kesuksesan kegiatan Al Muanawiyah bersholawat tidak terlepas dari persiapan para santri. Sejak pagi hari, mereka berbagi tugas untuk menyiapkan tempat, fasilitas acara, dan jamuan bagi para hadirin.

Para santri juga menyiapkan buku yang akan digunakan dalam pembacaan shalawat. Mereka memastikan kebutuhan acara tersedia agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Semangat gotong royong ini menjadi bagian dari pembelajaran santri di luar kegiatan akademik dan hafalan Al-Qur’an.

Melalui keterlibatan langsung dalam persiapan, santri belajar bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Mereka juga berlatih bekerja sama dan melayani tamu dengan baik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan pesantren yang mengembangkan ilmu, adab, dan kepedulian sosial.

Lihat tayangan langsungnya di Youtube Al Muanawiyah!

Pengasuh Al Muanawiyah Tekankan Pentingnya Mengenang Rasulullah SAW

Pengasuh Al Muanawiyah, Ust. Mu’ammar Sholahudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyemarakkan Maulid Nabi sekaligus menjadi sarana syiar agar umat Islam terus mengenang Rasulullah SAW.

Beliau berharap lantunan shalawat dalam kegiatan tersebut menjadi jalan untuk meraih syafaat Rasulullah SAW. Harapan itu juga mencakup doa agar seluruh hadirin memperoleh kesempatan masuk surga bersama Rasulullah kelak.

Pesan tersebut mengingatkan para santri dan masyarakat agar tidak berhenti pada kemeriahan acara. Kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu tumbuh melalui kebiasaan bershalawat, mempelajari ajarannya, dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Maulid Nabi Menjadi Momentum Memperkuat Syiar Pesantren

Perayaan Maulid Nabi melalui kegiatan Al Muanawiyah bersholawat menjadi salah satu upaya pesantren untuk mendekatkan masyarakat dengan tradisi keislaman. Kegiatan ini juga memperlihatkan peran santri dalam menjaga semangat bershalawat dan merawat kebersamaan di lingkungan sekitar.

Dukungan asatidz, warga, dan donatur menunjukkan bahwa syiar Islam dapat tumbuh melalui kolaborasi banyak pihak. Persiapan yang melibatkan para santri pun menghadirkan pengalaman belajar tentang tanggung jawab, pelayanan, dan gotong royong.

Melalui momentum Maulid Nabi 1448 Hijriyah, PPTQ Al Muanawiyah berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin kuat di kalangan santri dan masyarakat. Semoga lantunan shalawat terus menghidupkan hati, mendorong umat untuk meneladani akhlak Nabi, dan menjadi bagian dari ikhtiar meraih syafaat beliau.

Ingin putri Anda tumbuh dalam lingkungan yang mendukung hafalan Al-Qur’an, pembentukan adab, dan pembiasaan nilai-nilai Islam? Mari bergabung bersama PPTQ Al Muanawiyah! Hubungi WhatsApp Al Muanawiyah untuk informasi pendaftaran santri!

Program Pendidikan Pesantren Tahfidz Menguatkan Hafalan dan Potensi Santri

Program Pendidikan Pesantren Tahfidz Menguatkan Hafalan dan Potensi Santri

Program pendidikan pesantren tahfidz memiliki tantangan yang terus berkembang. Menghafal Al-Qur’an tetap menjadi fondasi utama, tetapi pendidikan santri juga perlu membekali mereka dengan berbagai kemampuan. Karena itu, pesantren perlu membangun lingkungan yang mendukung hafalan sekaligus mengembangkan potensi setiap santri.

PPTQ Al Muanawiyah Jombang juga menjalani proses tersebut. Sejak awal berdiri, pesantren memprioritaskan penguatan program Al-Qur’an. Setelah jumlah santri dan lulusan terus bertambah, pengembangan pendidikan mulai diarahkan pada berbagai bidang yang dapat menunjang kemampuan santri.

Menguatkan Program Al-Qur’an sebagai Fondasi

Sejak SMP Qur’an mulai berdiri pada 2022, PPTQ Al Muanawiyah memilih untuk memperkuat program Al-Qur’an terlebih dahulu. Fokus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun lingkungan yang mendukung santri dalam menghafal Al-Qur’an.

Penguatan fondasi ini tidak berarti pendidikan berhenti pada hafalan. Sebaliknya, hafalan menjadi dasar untuk mengembangkan berbagai kemampuan santri secara bertahap. Ketika jumlah santri dan lulusan mulai berkembang, pesantren dapat memetakan kebutuhan lain yang perlu masuk dalam program pendidikan.

Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena membangun lembaga pendidikan bukan pekerjaan yang selesai dalam waktu singkat. Pengasuh, guru, dan seluruh pihak di dalamnya perlu menjaga arah pendidikan agar tetap sesuai dengan tujuan awal.

Mengembangkan Potensi Santri secara Bertahap

Memasuki 2026, SMP Qur’an PPTQ Al Muanawiyah telah meluluskan dua angkatan. Perkembangan tersebut mendorong pesantren untuk melakukan penataan program secara lebih menyeluruh.

Pengembangan tidak hanya menyentuh kegiatan akademik. Pesantren juga mulai memperkuat berbagai kegiatan yang membantu santri mengenali dan mengembangkan kemampuan mereka.

Salah satunya melalui kegiatan perlombaan. Santri yang mengikuti ajang kompetisi mendapat pendampingan dan latihan agar mampu memberikan hasil terbaik. Kegiatan tersebut sekaligus melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat berprestasi.

gambar santri putri pondok tahfidz jombang Al Muanawiyah bermain banjari dalam program pendidikan pesantren tahfidz
Potret tampilan banjari PPTQ Al Muanawiyah dalam perayaan Isra’ Mi’raj

Public Speaking untuk Melatih Kepercayaan Diri

Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi santri. Karena itu, public speaking masuk dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di PPTQ Al Muanawiyah.

Melalui kegiatan ini, santri dapat belajar menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur. Mereka juga dapat berlatih berbicara di depan orang lain dengan percaya diri.

Pesantren bahkan mempertimbangkan coach profesional untuk mendampingi kegiatan tersebut. Langkah ini menunjukkan perhatian terhadap kualitas pembinaan santri. Pesantren tidak hanya memikirkan ada atau tidaknya kegiatan, tetapi juga berusaha mencari pendamping yang sesuai dengan kebutuhan santri.

Banjari Menjadi Bagian dari Pengembangan Santri

Selain public speaking, kegiatan banjari juga menjadi bagian dari pengembangan pendidikan. PPTQ Al Muanawiyah menyiapkan tiga kelompok banjari yang mewakili jenjang pendidikan.

Kelompok tersebut terdiri dari grup SMP, grup MA, dan grup khusus tahfidz. Pembagian ini memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan seni dan kerja sama sesuai lingkungan pendidikan masing-masing.

Kegiatan seperti banjari juga dapat menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan kebersamaan. Santri belajar berlatih secara rutin, membagi peran, dan tampil sebagai sebuah kelompok.

Ekstrakurikuler Mengikuti Perkembangan Zaman

Pengembangan program pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah juga menyentuh bidang yang dekat dengan perkembangan teknologi. Sejak beberapa tahun terakhir, santri telah mengikuti berbagai kegiatan seperti desain, videografi, fotografi, coding, dan bahasa Inggris.

gambar siswa berpakaian baju pramuka sedang belajar koding dalam program pendidikan pesantren tahfidz
Potret suasana ekstrakurikuler koding dan kecerdasan artifisial di SMP-MA Qur’an Al Muanawiyah

Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal tambahan bagi santri di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi digital. Santri tidak hanya belajar menggunakan teknologi sebagai hiburan, tetapi juga mengenal cara memanfaatkannya untuk berkarya.

Pendekatan ini memperluas pengalaman belajar santri. Mereka tetap menjalani program tahfidz sebagai fondasi, sambil memperoleh kesempatan untuk menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Mendampingi Santri dalam Bidang Akademik

Pengembangan santri juga mencakup bidang akademik. PPTQ Al Muanawiyah memberikan pendampingan bagi santri yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional atau OSN.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi santri untuk berprestasi di bidang akademik. Dengan begitu, lingkungan pesantren dapat mendukung santri yang memiliki minat dan kemampuan pada bidang tertentu.

Pendidikan seperti ini membutuhkan pemetaan potensi. Setiap santri memiliki kemampuan yang berbeda sehingga pesantren perlu memberikan ruang yang cukup agar mereka dapat berkembang sesuai potensinya.

Baca juga: Lomba Santri Al Muanawiyah Seru Sambut Ajaran Baru

Mengemban Amanah Pendidikan Santri

Pengembangan program pendidikan pesantren tahfidz pada akhirnya kembali kepada amanah yang diemban lembaga. Orang tua menitipkan anak kepada pesantren bukan hanya untuk mengikuti kegiatan harian, tetapi juga untuk tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang baik.

Karena itu, pengembangan program perlu berjalan secara bertahap dan tetap memiliki arah. Hafalan Al-Qur’an menjadi fondasi, sedangkan berbagai kegiatan lain menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan, kepercayaan diri, kreativitas, dan prestasi.

PPTQ Al Muanawiyah terus berikhtiar membangun lingkungan pendidikan tersebut. Perjalanan ini masih panjang karena membangun tempat untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi yang memiliki berbagai kemampuan membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Program Pendidikan Pesantren Tahfidz yang Terus Berkembang

Pesantren tahfidz dapat membangun pendidikan yang lebih luas tanpa meninggalkan tujuan utama menghafal Al-Qur’an. Kuncinya terletak pada kemampuan lembaga membaca kebutuhan santri dan mengembangkan program secara bertahap.

PPTQ Al Muanawiyah Jombang menjadikan program Al-Qur’an sebagai fondasi, kemudian mengembangkannya melalui kegiatan akademik, ekstrakurikuler, teknologi, seni, komunikasi, dan berbagai bidang lainnya. Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab untuk mempersiapkan santri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Jika Anda sedang mencari lingkungan pendidikan yang memadukan tahfidz Al-Qur’an dengan pengembangan potensi santri, PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi salah satu pilihan. Kenali program pendidikannya dan segera daftar Al Muanawiyah untuk memberikan kesempatan kepada putri Anda tumbuh dalam lingkungan pendidikan Al-Qur’an yang terus berkembang.

Hubungi admin pendaftaran dan amankan kuotanya sekarang!

Apresiasi Hafalan Santri Al Muanawiyah, 22 Santri Terima Syahadah

Apresiasi Hafalan Santri Al Muanawiyah, 22 Santri Terima Syahadah

PPTQ Al Muanawiyah memberikan apresiasi hafalan santri Al Muanawiyah melalui pemberian syahadah hafalan Al-Qur’an. Pemberian syahadah berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, menjelang masa perpulangan santri.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutupan program pembelajaran tahun 2025/2026. Momen ini menjadi bentuk penghargaan bagi santri yang telah menyelesaikan target tasmi’ selama mengikuti pembelajaran di pondok pesantren.

22 Santri Menerima Syahadah Hafalan

Sekitar 22 santri menerima syahadah hafalan Al-Qur’an dalam kegiatan tersebut. Syahadah diberikan kepada santri yang telah menyelesaikan tasmi’ dengan target kelipatan lima juz. Tasmi’ menjadi salah satu bagian penting dalam proses menghafal Al-Qur’an. Melalui tasmi’, santri memperdengarkan hafalannya secara langsung setelah menyelesaikan target tertentu.

Menariknya, beberapa santri menerima lebih dari satu syahadah. Sebagian mendapatkan dua hingga tiga syahadah karena telah menyelesaikan tasmi’ kelipatan lima juz lebih dari satu kali. Capaian tersebut menunjukkan kesungguhan santri dalam menambah sekaligus menjaga hafalan Al-Qur’an. Setiap syahadah menjadi catatan atas proses panjang yang mereka jalani selama berada di PPTQ Al Muanawiyah.

foto bersama pengasuh dan santri dalam pemberian apresiasi hafalan santri Al Muanawiyah
Sebagian santri penerima syahadah pada penutupan program tahun ajaran 2025/2026

Syahadah Menjadi Bentuk Apresiasi dan Motivasi

Pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, Ustadz Amar, menjelaskan bahwa pemberian syahadah bukan sekadar penghargaan atas jumlah hafalan. Menurutnya, apresiasi juga penting untuk menjaga semangat para santri dalam melanjutkan proses menghafal Al-Qur’an.

Pemberian syahadah menjadi salah satu bentuk apresiasi hafalan santri Al Muanawiyah sekaligus motivasi agar mereka terus meningkatkan kualitas dan konsistensi hafalan.

“InsyaAllah liburan nanti ada award untuk setoran terbanyak dan konsisten tiap bulannya,” ujar Ustadz Amar.

Rencana tersebut menjadi bentuk apresiasi lanjutan bagi santri yang aktif menyetorkan hafalan. Konsistensi setoran selama masa belajar maupun liburan diharapkan tetap terjaga.

Menjaga Hafalan Tidak Berhenti pada Target

Menghafal Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan menyelesaikan jumlah juz. Santri juga perlu menjaga hafalan melalui murojaah dan setoran secara rutin. Karena itu, capaian tasmi’ menjadi salah satu indikator proses yang telah dilalui santri. Semakin banyak target yang terselesaikan, semakin banyak pula kesempatan santri untuk menguji kekuatan hafalannya.

Baca juga: Seminar Creator Digital Al Muanawiyah Bekali Santri dengan Teknik Produksi Konten Positif

Pemberian syahadah menjelang perpulangan juga memberikan pengalaman positif bagi santri. Mereka dapat melihat hasil dari usaha yang telah dilakukan selama satu tahun pembelajaran. Lebih dari sekadar selembar penghargaan, syahadah menjadi pengingat agar santri terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Semangat tersebut diharapkan tetap berlanjut meskipun kegiatan pembelajaran di pondok telah memasuki masa libur.

Menumbuhkan Generasi Penghafal Al-Qur’an

PPTQ Al Muanawiyah terus mendorong santri untuk membangun kebiasaan menghafal dan menjaga Al-Qur’an secara konsisten. Lingkungan pondok juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar, melakukan murojaah, serta mengembangkan kedisiplinan dalam beribadah.

Pemberian syahadah menjadi salah satu cara untuk menghargai proses tersebut. Dengan apresiasi yang tepat, santri harapannya semakin termotivasi untuk meningkatkan hafalan dan menjaga ayat-ayat Al-Qur’an yang telah mereka pelajari.

poster penerimaan santri baru pondok tahfidz putri jombang

Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus lingkungan pesantren bagi putrinya, PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi pilihan.

Daftar sekarang di PPTQ Al Muanawiyah dan mulai perjalanan menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah.

Seminar Creator Digital Al Muanawiyah Bekali Santri dengan Teknik Produksi Konten Positif

Seminar Creator Digital Al Muanawiyah Bekali Santri dengan Teknik Produksi Konten Positif

Seminar Creator Digital Al Muanawiyah menjadi salah satu upaya PPTQ Al Muanawiyah dalam meningkatkan kapasitas santri di bidang media digital. Kegiatan ini menghadirkan Saiful Mualimin dari Jawa Pos Media Televisi (JTV) sebagai pemateri. Melalui seminar ini, santri memperoleh pengetahuan dasar tentang pengambilan gambar sekaligus memahami peran media sosial dalam menyebarkan konten positif.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 7 September 2026 di Aula PPTQ Al Muanawiyah. Para peserta mengikuti pemaparan materi, praktik pengambilan gambar, serta diskusi mengenai pengelolaan media sosial. Dengan demikian, Seminar Creator Digital Al Muanawiyah tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membuka kesempatan bagi santri untuk mencoba keterampilan baru secara langsung.

Mengenal Teknik Pengambilan Gambar yang Menarik

Dalam pemaparannya, Saiful Mualimin memperkenalkan berbagai teknik dasar pengambilan gambar. Santri belajar mengenal beberapa jenis pengambilan gambar, seperti long shot, close up, dan teknik lainnya yang dapat digunakan dalam proses dokumentasi maupun pembuatan konten.

gambar latihan memegang kamera di seminar creator digital Al Muanawiyah
Praktik teknik pengambilan gambar

Menurut Saiful, teknik pengambilan gambar perlu dipelajari agar dokumentasi mampu menarik perhatian orang yang melihatnya. Pemilihan sudut dan jenis gambar juga dapat membantu membangun suasana dalam sebuah pemberitaan kegiatan. Karena itu, dokumentasi tidak hanya berfungsi sebagai bukti bahwa sebuah kegiatan telah berlangsung, tetapi juga dapat membantu menyampaikan cerita kepada audiens.

Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Salah satu santri mendapat kesempatan untuk mencoba menggunakan handycam secara langsung. Dengan arahan dari Saiful, santri dapat mengenal cara menggunakan alat sekaligus menerapkan teknik yang telah dipelajari.

Santri Belajar Mengoptimalkan Media Sosial

Selain membahas teknik visual, Seminar Creator Digital Al Muanawiyah juga mengangkat pentingnya pengelolaan media sosial. Saiful memberikan arahan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jangkauan konten media sosial PPTQ Al Muanawiyah.

Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah interaksi audiens. Menurut Saiful, komentar memiliki peran penting dalam meningkatkan aktivitas pada sebuah unggahan. Interaksi yang baik dapat membantu memperluas jangkauan konten dan mendorong lebih banyak orang untuk menemukan informasi yang dibagikan.

Pembahasan ini memberikan pemahaman kepada santri bahwa membuat konten tidak berhenti setelah proses pengambilan dan pengunggahan. Kreator juga perlu memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan konten yang mereka lihat. Dengan begitu, media sosial dapat menjadi sarana komunikasi yang lebih efektif.

Baca juga: Kelebihan Pondok Al Muanawiyah untuk Pendidikan Putri Bersama Al-Qur’an

Menggunakan Media Digital untuk Menyebarkan Kebaikan

Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, Saiful juga mengingatkan peserta tentang pentingnya niat dalam membuat konten. Ia berpesan agar kegiatan produksi konten diniatkan untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah merekam kegiatan seseorang ketika menghafalkan Al-Qur’an. Konten tersebut dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan aktivitas positif kepada masyarakat. Namun, Saiful juga mengingatkan bahwa kreator dapat menambahkan unsur cerita agar audiens lebih tertarik untuk melihat dan mengikuti konten tersebut.

Pesan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Santri tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami nilai dan tujuan dari penggunaannya. Media digital dapat menjadi sarana dakwah apabila seseorang mampu memanfaatkannya untuk menyebarkan pesan yang baik.

santri dan guru dalam seminar creator digital Al Muanawiyah
Suasana dalam seminar creator digital Al Muanawiyah

Santri Penghafal Al-Qur’an dan Dakwah di Era Digital

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas santri dalam menghadapi perkembangan media digital. Ke depan, keterampilan tersebut harapannya dapat membantu santri turut meramaikan media sosial dengan konten-konten positif dan bermanfaat.

Santri penghafal Al-Qur’an memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam dakwah di era digital. Mereka tidak hanya dapat menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui interaksi langsung, tetapi juga melalui konten yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Melalui keterampilan produksi konten, dokumentasi, dan pengelolaan media sosial, santri dapat belajar mengemas pesan positif dengan cara yang lebih menarik. Dengan demikian, dakwah Al-Qur’an dapat hadir dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Meningkatkan Kapasitas Santri melalui Keterampilan Digital

Seminar Creator Digital Al Muanawiyah menjadi bagian dari upaya lembaga untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada santri. Keterampilan digital kini menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dipahami oleh generasi muda. Namun, keterampilan tersebut perlu berjalan bersama tanggung jawab dan nilai yang baik.

Melalui kegiatan ini, santri belajar bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk menghasilkan manfaat. Teknik pengambilan gambar dapat membantu mereka membuat dokumentasi yang lebih menarik. Sementara itu, pemahaman tentang media sosial dapat membantu mereka menyampaikan pesan kepada audiens yang lebih luas.

Ke depan, keterampilan tersebut harapannya dapat menjadi salah satu bekal santri dalam menyebarkan kebaikan. Santri dapat mengambil peran sebagai generasi yang tidak hanya aktif menggunakan media sosial, tetapi juga mampu mengisi ruang digital dengan konten yang bermanfaat.

Bersama Al Muanawiyah, Belajar dan Berkembang untuk Masa Depan

Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Santri juga membutuhkan pengalaman dan keterampilan yang dapat membantu mereka menghadapi perkembangan zaman. Oleh karena itu, PPTQ Al Muanawiyah terus berupaya membuka ruang belajar melalui berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan potensi santri.

Seminar Creator Digital Al Muanawiyah menjadi salah satu langkah untuk membekali santri dengan kemampuan yang relevan di era digital. Harapannya, para santri dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk berkarya, menyebarkan kebaikan, dan turut mengambil peran dalam dakwah Al-Qur’an di media sosial.

Ingin putri Anda mendapatkan pendidikan yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan formal, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan masa kini? Daftarkan putri Anda di PPTQ Al Muanawiyah dan jadilah bagian dari lingkungan pendidikan yang mendorong santri untuk terus belajar dan berkembang. Daftar sekarang melalui WhatsApp admin kami!

Perayaan Maulid Nabi di Al Muanawiyah 1448 H, Santri Teladani Rasulullah

Perayaan Maulid Nabi di Al Muanawiyah 1448 H, Santri Teladani Rasulullah

Maulid Nabi di Al Muanawiyah menjadi momentum bagi santri untuk mengenal kembali perjalanan hidup dan akhlak Rasulullah ﷺ. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, di halaman PPTQ Al Muanawiyah.

Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dan aktivitas santri. Selain pembacaan Maulid Diba’, santri dari berbagai jenjang juga menampilkan banjari. Suasana semakin semarak dengan pengumuman pemenang lomba kreasi tumpeng kreatif antar kamar.

Pembacaan Maulid Diba’ dan Penampilan Banjari

Salah satu rangkaian Maulid Nabi di Al Muanawiyah yaitu pembacaan Maulid Diba’. Bacaan tersebut mengajak santri mengenal kisah dan perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan penampilan banjari dari santri. Menariknya, seluruh jenjang pendidikan ikut ambil bagian, mulai dari SMP, MA, hingga program tahfidz murni Al Muanawiyah.

Biasanya, kegiatan pondok hanya menampilkan satu grup banjari gabungan. Namun, khusus dalam peringatan Maulid kali ini, setiap jenjang membentuk grupnya sendiri dan menampilkan kreasi rebana masing-masing. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat santri untuk ikut memeriahkan peringatan kelahiran Rasulullah ﷺ.

 

Kreasi Tumpeng Antar Kamar

Selain penampilan banjari, santri juga mengikuti lomba kreasi tumpeng. Setiap kamar mendapatkan kesempatan untuk membuat tumpeng dengan kreativitas masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif. Para santri juga belajar bekerja sama, membagi tugas, dan menghasilkan karya bersama. Setelah seluruh kreasi selesai, panitia mengumumkan pemenang lomba tumpeng kreatif antar kamar.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Santri dapat memperingati Maulid sekaligus mengembangkan kreativitas dan kekompakan.

foto bersama santri dalam lomba tumpeng kreatif Maulid Nabi di PPTQ Al Muanawiyah
Lomba tumpeng kreatif karya salah satu kamar santri

Pesan Ayah Amar: Jadikan Rasulullah sebagai Teladan

Dalam kesempatan tersebut, Ayah Amar selaku pengasuh PPTQ Al Muanawiyah mengingatkan santri untuk menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama. Menurut beliau, perkembangan media sosial membuat banyak orang menjadikan artis, influencer, atau content creator sebagai panutan.

Karena itu, santri perlu berhati-hati dalam memilih sosok yang mereka ikuti. Popularitas seseorang di media sosial tidak otomatis menjadikannya teladan terbaik bagi seorang Muslim.

Ayah Amar menyampaikan pesan kepada para santri:

“Nabi Muhammad tidak punya media sosial, tapi followers nya terbanyak sedunia. Maka kita follow Rasulullah, dengan cara kita ikuti sifat dan karakter beliau, ibadahnya, senyumnya, baiknya terhadap orang dan masih banyak lainnya.”

Pesan tersebut mengajak santri memahami bahwa mengikuti Rasulullah bukan sekadar mengagumi kisah kehidupannya. Santri perlu berusaha meniru akhlak, ibadah, dan cara beliau memperlakukan orang lain.

Baca juga: Makna Maulid Nabi bagi Siswa dalam Kehidupan Sehari-hari

Maulid Nabi Menjadi Momentum Pendidikan Santri

Peringatan Maulid Nabi di Al Muanawiyah bukan hanya menjadi kegiatan tahunan. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan santri untuk mengenal sosok Rasulullah ﷺ dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan.

Terlebih lagi, santri hidup di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat. Mereka dapat menemukan berbagai figur yang mudah mereka kagumi setiap hari. Karena itu, pendidikan tentang keteladanan Rasulullah menjadi semakin penting agar santri memiliki panutan yang tepat.

Melalui pembacaan Maulid Diba’, penampilan banjari, hingga kegiatan kebersamaan, santri diajak mengenal Rasulullah dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka. Harapannya, kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya muncul ketika peringatan Maulid, tetapi juga tumbuh dalam kebiasaan sehari-hari.

Yuk, Belajar dan Bertumbuh Bersama Al Muanawiyah

PPTQ Al Muanawiyah Jombang berkomitmen mendampingi santri putri melalui pendidikan Al-Qur’an, tahfidz, pembinaan akhlak, dan pendidikan keislaman. Jika Ayah dan Bunda ingin memberikan lingkungan pendidikan yang membantu putri mengenal Al-Qur’an sekaligus meneladani Rasulullah ﷺ, pendaftaran santri baru PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Segera daftarkan putri Anda di sini!

Santri Mengajar TPQ, Bentuk Syiar Al Muanawiyah Kepada Masyarakat

Santri Mengajar TPQ, Bentuk Syiar Al Muanawiyah Kepada Masyarakat

gambar anak-anak dan guru TPQ Darussalam Ceweng dalam santri mengajar TPQ
Potret murid dan tenaga pendidik TPQ Darussalam Ceweng yang berasal dari santri Al Muanawiyah

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menjaga ayat dalam ingatan. Ilmu yang dipelajari juga perlu dibagikan agar memberikan manfaat bagi orang lain. Hal inilah yang diwujudkan melalui program santri mengajar TPQ yang dijalankan PPTQ Al Muanawiyah Jombang.

Program ini memberi kesempatan kepada santri yang telah memenuhi usia dan dinilai layak untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan sekitar pondok. Salah satunya berlangsung di TPQ Darussalam, Masjid Darussalam, Ceweng. Melalui kegiatan tersebut, santri belajar mengamalkan ilmu sekaligus berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Santri Mengajar TPQ Darussalam Selama Dua Tahun

Sudah sekitar dua tahun santri Al Muanawiyah yang terpilih diterjunkan untuk membantu menghidupkan kembali TPQ Darussalam di Masjid Darussalam Ceweng. Kehadiran para santri mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Bahkan, antusiasme terhadap pembelajaran Al-Qur’an terus menunjukkan perkembangan.

Saat ini, TPQ Darussalam telah memiliki sekitar 35 murid. Jumlah tersebut menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat memiliki kebutuhan dan perhatian yang besar terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.

Selain jumlah murid yang bertambah, jadwal pembelajaran TPQ juga semakin aktif. Ayah Amar, selaku pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan pengajian hanya berlangsung dua kali dalam sepekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Kini, kegiatan tersebut berlangsung empat kali dalam sepekan dengan tambahan jadwal pada Selasa dan Kamis.

 

Berawal dari Wasiat untuk Menghidupkan TPQ

Program santri mengajar TPQ di Masjid Darussalam juga memiliki cerita tersendiri. Menurut Ayah Amar, kegiatan tersebut merupakan bagian dari wasiat H.M. Sulthon, mertua beliau sekaligus salah satu warga yang aktif menghidupkan kegiatan di masjid tersebut.

H.M. Sulthon berpesan agar Al Muanawiyah dapat mengelola dan mengembangkan TPQ di Masjid Darussalam. Beliau juga menyampaikan kesediaannya untuk mendukung kebutuhan operasional kegiatan mengajar di sana. Dukungan tersebut kemudian membuka ruang bagi santri Al Muanawiyah untuk mengambil peran. Para santri tidak hanya datang sebagai peserta didik, tetapi juga belajar menjadi pendidik bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

foto bersama santri Al Muanawiyah dan murid TPQ Darussalam Ceweng dalam perayaan Maulid Nabi 1448 H
Semarak Maulid Nabi 1448 H di Masjid Darussalam Ceweng

Menjadi Laboratorium Belajar bagi Santri

Bagi Al Muanawiyah, kegiatan ini bukan sekadar program mengajar. Ayah Amar menyebut kesempatan tersebut sebagai laboratorium belajar bagi santri. Melalui pengalaman mengajar secara langsung, santri dapat melatih kemampuan komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, sekaligus keterampilan menyampaikan ilmu.

Karena itu, pihak pondok juga berupaya meningkatkan kemampuan para santri yang menjadi guru TPQ. Ayah Amar menyampaikan,

“Santri yang menjadi guru TPQ ini InsyaAllah akan di ikutkan dalam pembelajaran menggunakan metode Ummi (yang akan) dibayarkan oleh donatur.”

Langkah tersebut tujuannya untuk membuat proses pembelajaran semakin profesional. Pada saat yang sama, kemampuan santri dalam mengajarkan Al-Qur’an juga dapat berkembang sehingga mereka lebih siap berdakwah di tengah masyarakat.

Tidak Hanya Menghafal, tetapi Mengajarkan Al-Qur’an

Program ini sejalan dengan semangat pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar menyampaikan dan mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

Semangat tersebut juga tercermin dalam Mars Al Muanawiyah yang mengutip hadits shahih Bukhari no. 5027:

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dengan demikian, kegiatan santri mengajar TPQ menjadi salah satu cara untuk menerapkan pesan tersebut. Santri belajar Al-Qur’an di pondok, kemudian membawa ilmu itu kepada masyarakat melalui kegiatan mengajar.

TPQ Darussalam Diharapkan Terus Berkembang

Pengembangan TPQ Darussalam juga tidak berhenti pada pembelajaran membaca Al-Qur’an. Ke depan, Ayah Amar berharap kegiatan tersebut dapat berkembang dengan tambahan pembelajaran diniyah, seperti fasholatan dan fikih dasar.

Keterlibatan antara pondok dan masyarakat juga semakin erat. Pada Milad ke-6 Al Muanawiyah sebelumnya, santri TPQ Darussalam turut mendapat undangan sebagai bentuk apresiasi. Mereka dipandang telah menjadi bagian dari keluarga Al Muanawiyah yang memiliki semangat untuk terus mempelajari Al-Qur’an.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Santri mendapatkan pengalaman untuk mengajar dan mengabdi, sementara anak-anak di sekitar pondok memperoleh kesempatan belajar Al-Qur’an secara lebih rutin.

Ingin Santri Belajar Al-Qur’an Sekaligus Mengabdi?

PPTQ Al Muanawiyah Jombang mendidik santriwati untuk tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu, kemandirian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Melalui lingkungan pendidikan dan berbagai kegiatan pengabdian, santri mendapat ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus mengamalkan ilmu yang dimiliki. Daftarkan putri Anda di PPTQ Al Muanawiyah dan tumbuhkan generasi Qur’ani yang siap belajar, mengajar, dan memberi manfaat bagi sesama.

Sambangan Akbar Santri Al Muanawiyah, Momen Melepas Rindu Setelah 40 Hari

Sambangan Akbar Santri Al Muanawiyah, Momen Melepas Rindu Setelah 40 Hari

Sambangan akbar santri Al Muanawiyah menjadi momen yang dinantikan para santri baru dan wali santri. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, para orang tua datang ke PPTQ Al Muanawiyah untuk bertemu kembali dengan putri mereka setelah menjalani masa adaptasi selama 40 hari.

Bagi santri baru, pertemuan ini bukan sekadar kesempatan untuk melepas rindu. Momen tersebut juga menjadi penanda bahwa mereka telah melewati salah satu tahap awal dalam perjalanan menjadi santri di lingkungan pondok pesantren.

40 Hari Menjadi Bagian dari Masa Adaptasi Santri

Setiap santri baru di PPTQ Al Muanawiyah mengikuti aturan 40 hari tanpa kunjungan dari wali santri. Kebijakan ini bertujuan membantu santri beradaptasi dengan kehidupan pondok tanpa terlalu bergantung pada keluarga.

Selama masa tersebut, santri mulai mengenal lingkungan baru, mengikuti jadwal yang lebih padat, serta menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sejak awal masuk pondok.

Masa adaptasi tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap santri. Ada rasa rindu kepada keluarga, ada pula tantangan ketika harus menjalani rutinitas baru. Namun, melalui proses tersebut, santri perlahan belajar menghadapi kehidupan pondok dengan lebih mandiri.

gambar orang tua santri saat sambangan akbar santri PPTQ Al Muanawiyah
Momen melepas rindu santri baru dan orang tua di PPTQ Al Muanawiyah

Sambangan Akbar Menjadi Momen Penuh Haru

Setelah 40 hari berlalu, suasana haru terlihat dalam sambangan akbar santri Al Muanawiyah. Banyak wali santri datang dari berbagai daerah untuk bertemu putri mereka. Senyum, tangis, pelukan, dan cerita tentang pengalaman selama di pondok menjadi bagian dari pertemuan tersebut.

Bagi orang tua, 40 hari tentu terasa panjang karena mereka tidak dapat melihat kondisi anak secara langsung. Sementara itu, santri juga menantikan kesempatan untuk kembali berbagi cerita bersama keluarga.

Karena itu, sambangan akbar menjadi ruang bagi keluarga untuk saling menguatkan. Orang tua dapat memberikan semangat, sedangkan santri mendapatkan energi baru untuk melanjutkan proses belajar dan menghafal Al-Qur’an di pondok.

Dukungan Orang Tua Tetap Penting dari Jauh

Ayah Amar, selaku pengasuh dan pendiri PPTQ Al Muanawiyah, menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan wali santri kepada putri-putrinya.

“40 hari ini tidak terasa bagi kami, karena banyaknya kegiatan. Namun, orang tua pasti menunggu dengan cemas saat-saat ini.”

Menurut Ayah Amar, performa santri di pondok pesantren sangat dipengaruhi oleh dukungan orang tua dari jauh, terutama melalui doa. Selain itu, orang tua yang rela melepas anaknya untuk belajar di pondok sekaligus berusaha memenuhi kebutuhan mereka dengan rezeki yang halal turut memberikan dukungan penting bagi perjalanan pendidikan santri.

Dengan dukungan tersebut, santri dapat menjalani proses belajar dan beradaptasi dengan lebih mudah. Pada akhirnya, pendidikan di pondok bukan hanya menjadi proses antara santri dan ustaz maupun ustazah. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak menuntut ilmu.

gambar orang tua dan anak perempuan di sambangan akbar santri Al Muanawiyah
Sambangan akbar santri baru PPTQ Al Muanawiyah

Belajar Mandiri, Tumbuh Bersama Al-Qur’an

Sambangan akbar santri Al Muanawiyah menjadi pengingat bahwa proses pendidikan membutuhkan kesabaran dari anak dan orang tua. Masa 40 hari tanpa kunjungan membantu santri belajar mandiri, sedangkan doa dan dukungan keluarga menjaga mereka tetap kuat dari kejauhan.

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin memberikan pendidikan Qur’ani sekaligus melatih kemandirian putri, PPTQ Al Muanawiyah Jombang dapat menjadi salah satu pilihan. Pondok tahfidz khusus putri ini menyediakan pendidikan SMP Qur’an, MA Qur’an, serta jalur Tahfidz murni dalam lingkungan yang mendukung proses belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Pendaftaran santri baru PPTQ Al Muanawiyah dapat menjadi langkah awal untuk memberikan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pembentukan kemandirian, kedisiplinan, dan karakter santriwati.

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Semarak Perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81 di PPTQ Al Muanawiyah

Perayaan 17 Agustus menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Semangat tersebut juga terasa di lingkungan PPTQ Al Muanawiyah Jombang. Pada 16–17 Agustus 2026, para santri mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan yang memadukan nasionalisme, kebersamaan, dan pendidikan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi para santri. Lebih dari itu, rangkaian perayaan 17 Agustus di PPTQ Al Muanawiyah mengajarkan pentingnya berkontribusi bagi masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.

Mengikuti Malam Tirakatan Bersama Warga

Rangkaian kegiatan dimulai pada malam 16 Agustus 2026. Perwakilan PPTQ Al Muanawiyah mengikuti malam tirakatan bersama warga Desa Sambisari.

Kehadiran pondok dalam kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan santri dalam kehidupan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan seperti ini, pondok tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga mendorong santri untuk aktif bermasyarakat.

Bagi santri, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar membangun hubungan baik dengan masyarakat. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial pun dapat tumbuh melalui pengalaman secara langsung.

Santri Jadi Petugas Upacara 17 Agustus

Pada 17 Agustus 2026, seluruh santri mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Menariknya, para santri mengisi berbagai posisi dalam pelaksanaan upacara, mulai dari pengibar bendera hingga petugas upacara lainnya.

pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah dalam perayaan 17 Agustus HUT RI ke-81
Pasukan pengibar bendera PPTQ Al Muanawiyah

Selain itu, para santri menampilkan berbagai pertunjukan untuk memeriahkan kegiatan. Mereka membawakan puisi, lagu, serta semaphore dari kegiatan Pramuka.

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman bagi santri untuk belajar bertanggung jawab dan bekerja sama. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut mengambil peran dalam menyukseskan perayaan 17 Agustus di lingkungan pondok.

Pesan tentang Cara Mengisi Kemerdekaan

Dalam sambutannya, Ustadz Muammar selaku pembina PPTQ Al Muanawiyah menyampaikan pesan tentang cara mengisi kemerdekaan bagi guru dan murid.

“Menjadi guru, mari kita didik anak didik kita dengan baik, antarkan mereka menjadi pelajar terbaik, itu cara seorang guru mengisi kemerdekaan.”

Sementara itu, beliau juga mengingatkan para pelajar mengenai tanggung jawab mereka.

“Menjadi pelajar, tugasnya adalah belajar, melawan malas, belajar dengan sungguh-sungguh menjadi siswa terbaik.”

Ustadz Amar juga menekankan pentingnya setiap orang fokus menjalankan tugas masing-masing. Menurutnya, generasi yang saat ini belajar akan memegang peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial. Setiap orang dapat mengisi kemerdekaan melalui kontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Lomba dan Bakar-Bakar Meriahkan Kemerdekaan

Setelah upacara, para santri mengikuti berbagai perlombaan. Beberapa permainan yang disiapkan antara lain tepuk ikan, estafet, dan rebut gelas isi air. Berbagai perlombaan tersebut menghadirkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Para santri dapat bermain bersama sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan keberanian.

lomba perayaan 17 Agustus HUT RIke-81 PPTQ Al Muanawiyah
Apresiasi pemenang lomba

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan kegiatan bakar-bakar. Para santri terlihat antusias dan senang karena dapat menikmati momen kebersamaan dalam perayaan 17 Agustus bersama teman-teman di pondok.

santri bakar jagung dalam perayaan 17 Agustus PPTQ Al Muanawiyah
Semarak kemerdekaan HU RI ke-81 dimeriahkan dengan momen bakar-bakar

Memaknai Kemerdekaan sebagai Pelajar

Rangkaian kegiatan 16–17 Agustus 2026 di PPTQ Al Muanawiyah menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat diisi melalui berbagai cara. Mengikuti kegiatan masyarakat, menjalankan tugas dalam upacara, belajar dengan sungguh-sungguh, hingga membangun kebersamaan merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda.

Terlebih lagi, santri memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Ilmu agama, pendidikan formal, keterampilan, dan pengalaman bermasyarakat menjadi bekal agar mereka mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dengan demikian, perayaan 17 Agustus bukan sekadar momentum untuk mengikuti lomba dan menikmati kemeriahan. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang sedang belajar hari ini.

Bagi Ayah Bunda yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk kemandirian dan kepedulian sosial bagi putri, PPTQ Al Muanawiyah Jombang dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan lingkungan pendidikan khusus putri, santri mendapatkan pembinaan Al-Qur’an, pendidikan formal, serta pengalaman untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu dan berakhlak.

Mari kenalkan putri Ayah Bunda pada lingkungan pendidikan yang mendukungnya untuk tumbuh, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Daftar di PPTQ Al Muanawiyah sekarang!

 

Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Usung Tema “Shine Beyond The Sky

Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Usung Tema “Shine Beyond The Sky

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah menggelar perayaan puncak milad ke-6 Al Muanawiyah pada Minggu, 9 Agustus 2026. Acara yang berlangsung di halaman PPTQ Al Muanawiyah ini berjalan dengan khidmat dan meriah.

Pada tahun ini, panitia mengusung tema “Shine Beyond The Sky”. Melalui filosofi tersebut, pengasuh mengajak seluruh santri untuk terus berusaha dan berdoa agar mampu bersinar melampaui langit, yaitu menuju sinar ridho Allah SWT.

Grup banjari Al Muanawiyah membuka perayaan dengan penampilan shalawat yang merdu. Setelah itu, perwakilan santri membacakan ayat suci Al-Qur’an dan memimpin doa serta tahlil bersama. Kemudian, pengasuh PPTQ Al Muanawiyah, Ust. Amar, menyampaikan sambutan hangat di hadapan para hadirin. Beliau memaparkan perkembangan pesantren sejak awal berdiri hingga saat ini.\

foto pemberian apresiasi guru dalam puncak milad ke-6 al muanawiyah
Apresiasi guru sekolah Al Muanawiyah

Ratusan Santri Telah Tersebar di Penjuru Indonesia

Sebanyak 249 orang tercatat pernah mengenyam pendidikan di PPTQ Al Muanawiyah. Saat ini, 111 alumni telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, [esantren telah melahirkan 21 santri yang khatam 30 juz. Selain itu, Ust. Amar menyampaikan bahwa pesantren siap mewisuda 11 calon wisudawati tahfidz pada tahun depan.

Dalam sambutannya, Ust. Amar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung tumbuh kembang Al Muanawiyah. Beliau mengapresiasi peran Umma Ita, para asatidz, serta para donatur. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putri mereka di Al Muanawiyah.

Penampilan Meriah dalam Puncak Milad ke-6 Al Muanawiyah

Suasana perayaan semakin meriah saat para pemenang lomba prapuncak tampil di panggung utama. Para pemenang lomba Pilihan Da’i Remaja (Pildaraja) dan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) menunjukkan bakat terbaik mereka di hadapan penonton. Sebelumnya, para santri telah berlaga dalam rangkaian lomba prapuncak pada 6–7 Agustus 2026.

tampilan santri di puncak milad ke-6 Al Muanawiyah
Penampilan kelompok MSQ di malam puncak milad ke-6 Al Muanawiyah

Panitia kemudian mengumumkan seluruh pemenang perlombaan sekaligus memberikan penghargaan khusus. Beberapa kategori apresiasi yaitu penghargaan guru terfavorit dan guru terdisiplin serta santri teladan. Selanjutnya, pada puncak milad ke-6 Al Muanawiyah ini memberikan apresiasi kepada pemenang lomba semarak milad yang telah terlaksana sebelumnya, yang terbagi menjadi 1 pemenang tingkat SMP dan 1 pemenang tingkat Tahfidz Murni-MA.

Bagi wali santri, alumni, dan masyarakat yang tidak sempat hadir di lokasi, Anda tetap dapat menyaksikan seluruh prosesi acara secara penuh. Panitia telah mendokumentasikan seluruh rangkaian acara dalam rekaman video kualitas tinggi di kanal YouTube resmi pesantren.

Klik di Sini untuk Menonton Rekaman Puncak Milad Ke-6 Al Muanawiyah di YouTube

Melalui momentum ini, PPTQ Al Muanawiyah berkomitmen untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Semarak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Menuju Puncak yang Meriah

Semarak Milad Ke-6 Al Muanawiyah Menuju Puncak yang Meriah

JOMBANG — Suasana antusiasme dan nilai spiritual mewarnai Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah. Pengasuh dan santri menyambut hari jadi pesantren dengan berbagai kegiatan prapuncak. Semarak milad ke-6 Al Muanawiyah ini berlangsung meriah pada Kamis hingga Sabtu (6–8 Agustus 2026).

Rangkaian acara prapuncak ini menjadi wadah unjuk bakat dan kreativitas bagi seluruh santriwati. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Qur’ani di lingkungan pesantren.

Unjuk Bakat dan Syiar Qur’ani dalam Lomba Prapuncak

Panitia menggelar berbagai cabang perlombaan untuk menggali potensi santri di bidang keagamaan. Para peserta merupakan perwakilan kelas dari jenjang SMP, MA, hingga program Tahfidz Murni.

Berikut adalah beberapa cabang lomba utama yang memeriahkan prapuncak milad:

1. Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ)

Lomba sambung ayat ini terbagi ke dalam kategori juz 29–30, 1–5, dan 1–10. Sebanyak 19 santri pilihan tampil menunjukkan ketepatan hafalan dan kelancaran bacaan di hadapan juri.

gambar santri Al Muanawiyah lomba MHQ dalam semarak milad Al Muanawiyah
Tampilan MHQ salah satu santri Al Muanawiyah

2. Musabaqoh Tartilil Qur’an (MTQ)

Lomba melantunkan ayat dengan nada yang indah. Setiap kelas mengirimkan delegasi terbaiknya untuk membacakan tilawah Al-Qur’an.

foto bersama santri lomba MTQ semarak milad Al Muanawiyah bersama juri
Para peserta MTQ bersama dewan juri

3. Pilihan Da’i Remaja (Pildaraja)

Setiap kelas mengirimkan satu delegasi untuk menyampaikan ceramah bertema Karakter Generasi Qur’ani. Peserta menyusun teks sendiri dan menyampaikan pesan tentang pentingnya menghafal, memaknai, serta mengamalkan Al-Qur’an.

foto bersama santri lomba pildaraja dalam semarak milad Al Muanawiyah
Delegasi lomba Pildaraja dalam milad Al Muanawiyah 2026

4. Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ)

Cabang lomba kelompok ini melibatkan tiga delegasi per kelas. Anggota tim berbagi peran sebagai qori’ah, pensyarah, dan sari tilawah. Mengusung tema Membangun Generasi Qur’ani, para peserta menyampaikan dakwah secara kreatif untuk menyemangati sesama santri.

Tampilan MSQ santri dalam semarak milad Al Muanawiyah
Delegasi MSQ dari kelas VII SMPQ Al Muanawiyah

Selain kompetisi keagamaan, panitia menyelenggarakan lomba kebersihan antar kamar untuk memperebutkan piala bergilir. Sebelum memasuki acara inti, seluruh santriwati melaksanakan khotmil Qur’an bil ghoib secara khidmat sebagai penutup prapuncak.

Acara Milad Disiarkan Langsung Via YouTube Al Muanawiyah

Seluruh keseruan kompetisi prapuncak akan bermuara pada acara Puncak Milad Al Muanawiyah pada Ahad, 9 Agustus 2026. Para pemenang dari seluruh cabang lomba akan menerima penghargaan pada hari tersebut. Mereka juga akan membawakan pertunjukan terbaik di hadapan pengasuh, santri, dan tamu undangan. Melalui semarak milad Al Muanawiyah ini, pengasuh berharap para santri semakin termotivasi. Kegiatan ini bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak mulia serta berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an.

Wali santri, alumni, dan masyarakat umum dapat menyaksikan kemeriahan acara ini secara daring. Anda bisa melihat penampilan para santri dari rumah masing-masing. Panitia menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube resmi pesantren. Anda juga dapat menonton kembali rekaman video semarak milad ke-6 Al Muanawiyah kapan saja.

👉 Klik di Sini untuk Menonton Tayangan Langsung dan Rekaman Milad Al Muanawiyah di YouTube!

Jangan lewatkan momen berharga ini! Mari menyimak syiar Qur’ani para santriwati PPTQ Al Muanawiyah melalui kanal YouTube resmi.