Mencoret Al-Qur’an untuk hafalan menjadi kebiasaan sebagian santri ketika mempelajari ayat demi ayat. Mereka biasanya memberi tanda pada bagian yang sulit, menulis penanda hafalan, atau mencatat hukum tajwid agar lebih mudah mengingat bacaan. Namun, apakah kebiasaan ini diperbolehkan dalam Islam? Untuk menjawabnya, kita perlu membedakan jenis catatan dan cara menuliskannya pada mushaf.
Hukum Mencoret Al-Qur’an untuk Hafalan
Ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai penambahan catatan pada mushaf Al-Qur’an. Sebagian ulama melarang penambahan tulisan karena khawatir tulisan selain ayat bercampur dengan teks Al-Qur’an. Sementara itu, ulama lain membolehkan catatan yang berkaitan dengan pembelajaran, seperti tafsir, makna kata, dan tanda tajwid, selama pembaca dapat membedakannya dari ayat Al-Qur’an.
Dalam pembahasan fikih, catatan untuk membantu hafalan termasuk tulisan yang berkaitan dengan pembelajaran Al-Qur’an. Karena itu, sebagian ulama membolehkannya selama catatan tersebut seperlunya dan tidak mengaburkan teks ayat. Meski demikian, santri tetap perlu menjaga kehormatan mushaf serta menghindari coretan yang tidak berkaitan dengan Al-Qur’an.

Catatan Apa yang Boleh Ditulis pada Mushaf?
Tidak semua coretan memiliki hukum yang sama. Catatan yang membantu seseorang memahami atau menghafal ayat berbeda dari tulisan yang tidak berkaitan dengan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan tujuan dan bentuk catatan sebelum menuliskannya.
1. Tanda untuk membantu hafalan
Santri terkadang memberi tanda kecil pada awal ayat, bagian yang sering tertukar, atau tempat untuk memulai murojaah. Catatan seperti ini bertujuan membantu proses menghafal. Sebagian ulama membolehkannya selama penggunaannya terbatas dan tidak mengganggu teks ayat.
2. Catatan tajwid dan makna ayat
Catatan mengenai hukum tajwid, arti kata, atau penjelasan singkat ayat juga berkaitan dengan pembelajaran Al-Qur’an. Namun, letakkan catatan di bagian pinggir yang tidak mengganggu teks utama. Hindari menulis di antara baris ayat karena cara tersebut dapat menyulitkan pembaca membedakan ayat dan keterangan tambahan.
3. Tulisan yang tidak berkaitan dengan Al-Qur’an
Sebaliknya, jangan menggunakan mushaf untuk menulis catatan utang, daftar belanja, atau pelajaran umum. Tulisan semacam ini tidak membantu pembelajaran Al-Qur’an dan tidak sesuai dengan sikap memuliakan mushaf. Gunakan buku catatan terpisah untuk kebutuhan tersebut.
Baca juga: Mukjizat Al-Qur’an: Bukti Kebesaran Allah dan Keistimewaannya
Cara Menghafal Al-Qur’an tanpa Banyak Mencoret Mushaf
Walaupun sebagian ulama membolehkan catatan tertentu, santri tetap dapat memilih metode yang lebih praktis untuk menjaga kebersihan mushaf. Dengan begitu, mereka tetap bisa mengingat bagian yang sulit tanpa menambahkan banyak tulisan pada halaman Al-Qur’an.
Pertama, gunakan buku catatan khusus untuk menulis nomor surah, nomor ayat, dan bagian yang sering terlupa. Kedua, tandai kesalahan hafalan pada lembar evaluasi setoran agar santri dapat memperbaikinya saat murojaah. Ketiga, manfaatkan pembatas halaman atau penanda yang tidak merusak mushaf untuk menunjukkan bagian yang sedang dipelajari.
Selain itu, ulangi ayat secara teratur dan setorkan hafalan kepada guru. Cara ini membantu santri mengenali kesalahan bacaan sekaligus menjaga hafalan dalam jangka panjang. Dengan latihan yang konsisten, santri tidak perlu bergantung sepenuhnya pada tanda di halaman mushaf.
Menjaga Adab terhadap Mushaf saat Menghafal
Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menambah jumlah ayat, tetapi juga membangun adab terhadap kalam Allah. Karena itu, santri perlu memperlakukan mushaf dengan hormat, menjaga kebersihannya, dan memastikan setiap catatan tidak menimbulkan kerancuan. Jika ragu tentang kebolehan suatu tanda, mereka dapat bertanya kepada guru Al-Qur’an atau ustaz yang memahami fikih mushaf.
PPTQ Al Muanawiyah Jombang mendukung pendidikan tahfidz bagi santri putri melalui lingkungan belajar yang dekat dengan Al-Qur’an. Ayah dan Bunda yang ingin putrinya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat mengenal program pendidikan yang tersedia. Yuk, cari informasi pendaftaran Al Muanawiyah dan dampingi putri Anda memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an dengan adab, kedisiplinan, dan bimbingan yang tepat.
Hubungi admin pendaftaran sekarang, kuota terbatas!



















