Hadits Arbain Ke-19: Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Hadits Arbain Ke-19: Sebab Datangnya Pertolongan Allah

Pernahkah Anda merasa cemas menghadapi ketidakpastian masa depan? Rasa khawatir semacam itu tentu sangat wajar terjadi. Namun, hadits Arbain ke-19 hadir memberikan panduan terbaik bagi setiap muslim. Melalui hadits ini, kita dapat membangun ketenangan jiwa lewat pemahaman tauhid, kesabaran, dan takdir yang lurus.

Hadits yang sangat monumental ini memuat nasihat mendalam dari Rasulullah SAW. Beliau menyampaikan petuah ini kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma sewaktu ia masih muda. Kalimat pengantar beliau yang hangat menunjukkan betapa pentingnya pesan tersebut. Oleh karena itu, mari kita pelajari lafadz, arti, serta intisari hikmahnya untuk kehidupan sehari-hari.

Dari Abu Al-Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda:

يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, memohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat itu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk memudaratkanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat memudaratkanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Hadits Arbain Ke-18 Mengiringi Keburukan dengan Kebaikan

Pelajaran Penting dari Hadits Arbain Ke-19

Pelajaran paling mendasar dari hadits Arbain ke-19 adalah prinsip timbal balik dalam beragama. Dalam Islam, balasan senantiasa sejalan dengan amalan (al-jazaa’ min jinsil ‘amal). Oleh sebab itu, ketika seorang hamba menjaga aturan Allah, maka Allah akan menjamin penjagaan atas dunia dan agamanya. Sebaliknya, orang yang melupakan perintah Allah akan kehilangan perlindungan-Nya. Hal ini ditegaskan secara jelas dalam QS. At-Taubah ayat 67.

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝٦٧
Artinya: Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain (adalah sama saja). Mereka menyuruh (berbuat) mungkar dan mencegah (berbuat) makruf. Mereka pun menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang fasik.

Di samping itu, hadits ini berfungsi memurnikan tauhid setiap muslim. Beliau mengajarkan agar kita menggantungkan seluruh doa dan isti’anah (permintaan tolong) hanya kepada Allah semata. Melalui petunjuk ini, Rasulullah SAW meluruskan pemahaman kita tentang takdir dan kehendak Allah (masyi’atullah). Sebab, makhluk tidak memiliki daya sedikit pun untuk memberi manfaat ataupun bahaya tanpa izin Sang Pencipta. Segala hal yang Allah kehendaki pasti terjadi. Sebaliknya, apa yang tidak Dia kehendaki tak akan pernah terwujud, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Insan ayat 30.

gambar pria mematikan jam karena bangun kesiangan ilutsrasi konsep takdir dalam hadits arbain ke-19
Ilustrasi takdir berjalan sesuai kehendak Allah, termasuk waktu bangun tidur (foto: freepik.com)

Selanjutnya, petuah ini memberikan kekuatan saat kita menghadapi ujian hidup. Hadits ini mengingatkan bahwa kemenangan senantiasa berpihak pada jiwa-jiwa yang sabar. Lagipula, kesulitan tidak akan pernah menetap selamanya. Allah selalu menyertakan kemudahan di balik setiap kesukaran, sesuai janji-Nya dalam QS. Al Insyirah ayat 5-6. Bahkan, para ulama menggambarkan bahwa seketat apa pun kesulitan mengurung seorang hamba, kemudahan pasti akan datang menembusnya. Pada akhirnya, kemudahan itulah yang akan mengusir kesulitan tersebut.

Pada akhirnya, memahami hadits Arbain ke-19 memberikan kita pegangan hidup yang kokoh. Dengan menjaga syariat Allah dan memurnikan ketergantungan hanya kepada-Nya, kita dapat meyakini takdir dengan lapang dada. Alhasil, kita mampu menjalani kehidupan ini dengan tenang, tangguh, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *