Hadits Arbain Ke-18 Mengiringi Keburukan dengan Kebaikan

Hadits Arbain Ke-18 Mengiringi Keburukan dengan Kebaikan

Setiap muslim membutuhkan pedoman yang jelas dalam menjalani hubungan dengan Sang Pencipta maupun dengan sesama manusia. Imam Nawawi merangkum petunjuk hidup tersebut secara ringkas dalam kitab Hadits Arbain yang sangat monumental. Salah satu hadits yang memuat prinsip mendasar akhlak dan ketaqwaan adalah hadits urutan kedelapan belas. Oleh karena itu, mempelajari hadits arbain ke-18 akan memberikan kita gambaran menyeluruh mengenai cara menjaga kualitas iman dan interaksi sosial.

Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ، وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ» (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)

Artinya: Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

Hadits arbain ke-18 mengandung tiga bahasan pokok, yaitu perintah takwa, mengiringi kejelekan dengan kebaikan, dan berakhlak mulia. Berikut adalah penjelasannya yang didasarkan pada referensi Rumaysho.com.

gambar pria duduk sendiri menghadap laut ilustrasi pengamalan hadits arbain ke-18
Takwa kepada Allah baik dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain (foto: freepik.com)

1. Perintah Bertakwa Kepada Allah di Mana Saja Berada

Wasiat pertama dalam hadits ini menekankan kewajiban bertaqwa kepada Allah tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Taqwa berarti menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya atas dasar iman dan mengharap pahala. Seseorang harus konsisten menjaga ketaqwaan, baik saat berada di tengah keramaian maupun ketika sendirian di tempat tersembunyi. Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap gerak-gerik hamba menjadi kunci utama dalam memelihara konsistensi taqwa tersebut.

Oleh sebab itu, ketaqwaan sejati bukan sekadar tampilan luar, melainkan sikap hati yang senantiasa patuh kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Hadits Arbain Ke-16: Larangan Marah dan Cara Mengendalikannya

2. Mengiringi Kejelekan dengan Kebaikan Sebagai Penghapus Dosa

Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan solusi nyata ketika seorang hamba terlanjur melakukan kesalahan. Manusia memang tempatnya lupa dan tidak pernah luput dari perbuatan dosa. Namun, Islam mengajarkan agar kita segera menutupi dan mengiringi perbuatan buruk tersebut dengan amalan-amalan kebaikan. Bentuk kebaikan ini dapat berupa bertaubat, memohon ampunan (istighfar), serta menambah amalan shalat dan sedekah.

Dengan demikian, kebaikan yang kita lakukan secara sungguh-sungguh akan menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu.

3. Berakhlak Mulia dalam Berinteraksi dengan Sesama Manusia

Poin terakhir dalam hadits ini mengatur tata cara berhubungan dengan sesama manusia melalui akhlak terpuji. Hubungan yang baik kepada Allah harus berjalan seimbang dengan sikap yang santun kepada sesama makhluk. Berakhlak mulia mencakup sikap dermawan, menahan diri dari menyakiti orang lain, serta menunjukkan wajah yang berseri-seri. Selain itu, menyebarkan kedamaian dan menyambung tali silaturahmi juga menjadi bagian penting dari pengamalan akhlakul karimah.

Hasilnya, orang yang menerapkan akhlak mulia akan dicintai oleh Allah sekaligus mendapatkan tempat yang terhormat di tengah masyarakat.

Baca juga: Pentingnya Tabayyun Sebelum Menyebarkan Informasi

Kesimpulannya, pengajaran dalam hadits arbain ke-18 merangkum tiga pilar utama kehidupan seorang muslim, yaitu taqwa, taubat, dan akhlak mulia. Menerapkan ketiga prinsip ini secara konsisten akan mendatangkan keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak. Mari kita berusaha mengamalkan petunjuk Nabi ini dalam aktivitas harian kita. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menjadi pribadi yang bertaqwa dan berakhlak terpuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *